Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Peraturan Baris Berbaris (PBB) - Bagian 1

Gambar
    Pramuka Baris Berbaris  Sumber gambar : google image Pengantar  Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI . Baris berbaris merupakan salah satu materi latihan Pramuka yang bertujuan untuk melatih kerjasama, kedisiplinan, kekompakan, kecermatan dan kesemaptaan jasmani. Kemampuan Baris Berbaris penting bagi anggota Pramuka karena banyak digunakan dalam berbagai jenis upacara sebagai bagian dari materi pendidikan kepramukaan. Pengertian Baris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu. Maksud dan tujuan Guna menumbuhkan sikap j

Raimuna : Latar Belakang & Sejarah

Gambar
Istilah Raimuna lahir dari sebuah forum diskusi LPK (Latihan Pengembangan Kepemimpinan Pramuka Penegak Pandega) tahun 1975. LPK tersebut  dikuti oleh para Ketua dan Anggota DKD (Dewan Kerja Daerah) se Indonesia. Para peserta  dilatih dan digembleng  kepemimpinannya oleh  Kakak-kakak  Andalan KWARNAS. Dalam forum LPK tersebut dielenggarakan beragam diskusi,  salah satunya hasil diskusi adalah menyepakati  untuk mengubah  nama PERPPANITRA (Pertemuan Penegak Pandega Putra Putri) dengan padanan kata atau arti kata yang diambil dari khasanah kekayaan budaya daerah. Saat itu secara aklamasi secara aklamasi diputuskan untuk mengambil kata dari khasanah budaya daerah Papua. Kak Sineri (almarhum) selaku Ketua DKD  Papua pada waktu itu kemudian mengusulkan nama "RAIMUNA" yang dalam budaya Papua digunakan untuk menyebut forum  pertemuan antar suku untuk bermusyawarah, menjalin persahabatan/persaudaran guna memperkuat perdamaian. Secara filosofis  dan akar budaya "RAI

Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pendega : Sejarah Pembentukannya

Gambar
sumber : google image Awal Pembentukan Keputusan Muker Ampuda III Muker Ampuda atau Musyawarah Kerja Andalan Pusat dan Daerah III dilaksanakan di Pasar MInggu Jakarta tanggal 4 sampai dengan 8 Agutsus 1966.Salah satu keputusan dari Muker Ampuda III adalah : Para Pramuka Penegak Pandega diberi kesempatan untuk bergerak dengan membentuk badan pimpinan dari mereka, oleh mereka dan untuk mereka, di bawah pimpinan mereka sendiri. Badan pimpinan itu merupakan badan pembantu kwartir yang bersangkutan dalam  menggerakkan Pramuka Penegak Pandega. Keputusan  Perpanitera 1 Secara Nasional, Dewan Kerja terbentuk melalui Pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega Puteri Putera Nasional ke 1 (PERPPANITERANAS I) yang diselenggarakan di Bogor pada tanggal 21-26 Agustus 1969 bertempat di desa Cimanggis, kecamatan Cimanggis, Kabupaten Bogor Jawa Barat.  Agenda Pokok Perpanitera 1 adalah : (a) Mengadakan musyawarah untuk  menetapkan cara kerja dan  pengorganisasian dalam penggerakan pra

Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega : Teori Piramida & Pengaturan Tugas Pokok antar Jenjang DK

Gambar
PIRAMIDA & PIRAMIDA TERBALIK : TEORI PROPORSI DAN PEMBAGIAN TUGAS DEWAN KERJA PRAMUKA  PENEGAK DAN PANDEGA Pengantar  Mengacu pada Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No.214 Tahun  2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega, disebutkan bahwa pembidangan dalam struktur organisasi Dewan Kerja terdiri dari     Bidang Kajian Kepramukaan     Bidang Kegiatan Kepramukaan     Bidang Pengabdian Masyarakat     Bidang Evaluasi dan Pengembangan Keempat Bidang tersebut berlaku sama untuk semua tingkatan struktur organisasi Dewan Kerja dari mulai Dewan Kerja Nasional (DKN), Dewan Kerja Daerah (DKD), Dewan Kerja Cabang (DKC)  dan Dewan Kerja Ranting (DKR). Namun demikian meski memiliki pembidangan yang sama namun proporsi tugas dan wewenang antar jenjang  memiliki perbedaan. Teori Piramida dan Piramida Terbalik Proporsi tugas dan wewenang Dewan Kerja dapat digambarkan dalam sebuah teori piramida dan piramida terbalik. Teori ini menggam

Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega : Tugas, Fungsi dan Mekanisme Kerja Bidang

Gambar
Bidang-bidang Dalam Organisasi Dewan Kerja Pembidangan dalam Dewan Kerja diatur sebagai berikut: Bidang Kajian Kepramukaan Bidang Kegiatan Kepramukaan Bidang Pengabdian Masyarakat Bidang Evaluasi dan Pengembangan Pembagian Tugas Pembagian tugas merupakan pembagian pekerjaan berdasarkan kedudukan anggota dalam kepengurusan Dewan Kerja. Pembagian tugas diatur sebagai berikut: Ketua Memimpin dan mengelola Dewan Kerja Bersama dengan seluruh Anggota Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas pokok Dewan Kerja. Sebagai Andalan Urusan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Kwartirnya Wakil Ketua Membantu Ketua dalam melaksanakan tugasnya Mewakili Ketua apabila berhalangan Sebagai Andalan Urusan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Kwartirnya. Sekretaris Melaksanakan mekanisme administrasi kesekretariatan yang berkenaan dengan Dewan Kerja. Mewakili Dewan Kerja apabila Ketua dan Wakil Ketua berhalangan. Bendahara Mengelola ke

Permainan Pramuka Siaga : Si Dul Berguling-guling

Gambar
NAMA PERMAINAN "Si Dul Berguling-guling" KATEGORI Permainan Siaga - Permainan Gerakan TUJUAN Permainan ini bertujuan meningkatkan kemampuan konsentrasi, kesatuan antar panca indera, mengenal beragam jens pekerjaan dan memupuk kegembiraan serta kekompakan SASARAN Setelah mengikuti permainan ini peserta mampu :     Meningkatkan semangat kebersamaan dan keakabaran sesama teman     Meningkatkan kemampuan konsentrasi, penginderaan dan ketelitiaan     Meningkatkan kemampuan mengenal beragam jenis pekerjaan     Meningkatkan kemampuan mengatasi hambatan komunikasi visual METODE Permainan kelompok PESERTA Disarankan untuk Pramuka Siaga, namun dengan modifikasi dan meningkatkan tingkat kesulitannya permainan ini dapat digunakan untuk Pramuka Penggalang, Penegak bahkan Pandega. WAKTU 10 menit TEMPAT Di luar atau di dalam ruangan PERALATAN Kakak Pembina menyiapkan beragam jenis pekerjaan Kakak Pembina menyiapkan beragam gerakan yang mencerminkan jen

Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega : Keanggotaan dan Kepengurusan

Gambar
  Keanggotaan  Anggota Dewan Kerja adalah Pramuka Penegak dan Pandega Puteri Putera yang mempunyai hak dan kewajiban untuk melaksanakan tugas pokok Dewan Kerja. Persyaratan Anggota Persyaratan merupakan ketentuan yang harus dipenuhi untuk menjadi anggota Dewan Kerja. Persyaratan terdiri atas: (a) Umum : Anggota aktif di Gugusdepannya, Belum menikah, minimal telah menjadi Pramuka Penegak Bantara atau Pramuka Pandega. (b) Khusus : Persyaratan khusus adalah persyaratan tambahan lainnya selain persyaratan umum yang ditetapkan berdasarkan kebutuhan yang ditentukan dalam Musppanitera, selama tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Pemilihan Anggota Pemilihan anggota adalah tata cara memilih anggota Dewan Kerja. Pemilihan anggota dapat dilakukan melalui: (a) Formatur. (b) Pemilihan langsung atas Ketua Dewan Kerja, sedangkan anggota Dewan Kerja lainnya dipilih oleh formatur. (c) Pemilihan langsung atas Ketua Dewan Kerja dilakukan seca

Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega : Organisasi & Hubungan Kerja

Gambar
Struktur Organisasi Di tingkat Kwartir Nasional dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Nasional yang disebut Dewan Kerja Nasional disingkat DKN. Di tingkat Kwartir Daerah dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Daerah yang disebut Dewan Kerja Daerah disingkat DKD. Di tingkat Kwartir Cabang dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Cabang yang disebut Dewan Kerja Cabang disingkat DKC. Di tingkat Kwartir Ranting dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Ranting yang disebut Dewan Kerja Ranting disingkat DKR. Masa Bakti Masa bakti adalah kurun waktu berlangsungnya suatu kepengurusan Dewan Kerja dalam melaksanakan tugasnya. Masa bakti Dewan Kerja sama dengan masa bakti Kwartirnya. Selama belum terbentuk dan disahkannya Dewan Kerja yang baru oleh surat keputusan Kwartir sebagai hasil Musppanitera, maka pengurus Dewan Kerja lama tetap melaksanakan tugasnya.  Wilayah Kerja Wilayah Kerja adalah wilayah berlakun

Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega : Latar Belakang, Pengertian, Tugas Pokok & Fungsi

Gambar
Latar Belakang Gerakan Pramuka memberi kesempatan kepada para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk membina diri menjadi kader pemimpin, baik di lingkungan Gerakan Pramuka maupun lingkungan di luar Gerakan Pramuka. Salah satu usaha untuk melaksanakan hal tersebut, dibentuklah Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di setiap jajaran Kwartir. Dasar Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 086 tahun 2005 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 080 tahun 1988 tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega. Rencana Strategik Gerakan Pramuka 2004-2009. Pengertian dan Kedudukan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang selanjutnya disingkat Dewan Kerja adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan di tingkat Kwartir yang beranggotakan Pramuka Penegak

Kepengurusan Kwarnas, masa bakti 2003 - 2008 : Visi, Misi dan Strategi

Gambar
Visi, Misi & Strategi Kepengurusan Kwarnas Gerakan Pramuka masa bakti 2003-2008 Visi: Gerakan Pramuka sebagai wadah pilihan utama dan solusi handal masalah-masalah kaum muda.   Misi: 1. Mempramukakan kaum muda Yang dimaksud dengan mempramukakan tidak berarti bahwa seluruh kaum muda itu dimasukkan sebagai anggota Gerakan Pramuka tetapi lebih pada tataran jiwa dan perilaku kaum muda yang sesuai dengan pramuka sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. 2. Membina anggota yang berjiwa dan berwatak Pramuka, berlandaskan iman dan taqwa     (Imtaq)  serta selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Bahwa semua sendi program pendidikan yang dilaksanakan Gerakan Pramuka harus dilandaskan pada iman dan taqwa dan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga apapun yang dilakukan perlu mengikuti perkembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan pada eranya. 3. Membentuk kader bangsa patriot pembangunan yang memiliki jiwa bela

Baden Powell "Aids to Scoutmatership": Dari Hobi ke Pekerjaan

Gambar
Sumber gambar : scoutmastercg.com Pengantar Penulis B adeng Powell menulis sekitar 36 buku setelah buku pertamya "Scouting for Boys" diterbitkan. Berbagai buku yang diterbitkan itu, melengkapi dan menjelasakan lebih jauh tentang ide Pendidikan Kepanduan yang dimuat dalam buku pertamanya. Sudut pandang BP terhadap pendidikan kepanduan sangatlah luas, sebagaimana diuraiakan dalam berbagai buku yang ditulisnya. AIDS TO SCOUTMASTERSHIP, A Guidebook for Scoutmasters, On The Theory of Scout Training, merupakan salah satu buku yang ditulis oleh BP pada tahun 1920. Terjemahan bebas buku ini adalah "Panduan untuk Pembina Pramuka (Penggalang)". Menurut Baden Powell seorang Pembina Pramuka, paling tidak memahamasi aspek-aspek sbb : M emiliki semangat layaknya orang muda dan memiliki kemampuan menempatkan diri dalam dunia dan liungkungan adik didiknya.   Me ngetahui kejiwaan adik didinya, yang disebabkan oleh perbedaan usia.  Membangun hubungan yang lebih dekat dan akrab denga