Google Maps sebagai Alat Perencanaan, Peta Pita sebagai Alat Pembelajaran



GOOGLE MAPS SEBAGAI ALAT PERENCANAAN, 
PETA PITA SEBAGAI ALAT PEMBELAJARAN

Ditulis oleh: Anis Ilahi
Purna Ketua DKD Kwarda DIY & Ketua Racana IKIP Yogya 

 Artikel ini pertama kali diterbitkan tanggal 24 Januari 2013 diperbarui pada 30 Desember 2025  dengan penambahan pembahasan tentang  kolaborasi antara google maps dengan peta pita. Semoga bermanfaat. Melalui latihan ini, peserta Pramuka diajak untuk tidak bergantung pada teknologi, tetapi memanfaatkannya secara bijak sebagai bagian dari proses belajar yang tetap mengedepankan pengalaman langsung di lapangan.

 

      Tujuan Latihan

Melatih para  Pramuka utamanya Penggalang tetapi masih menarik untuk Penegak dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, dalam mengintegrasikan keterampilan membaca peta digital sebagai alat perencanaan dengan keterampilan peta pita sebagai alat observasi dan pembuktian lapangan. 
 
Mengembangkan soft skill peserta didik dalam hal kerjasama, kedisiplinan, kecermatan, cinta alam dan lingkungan sekitar. 
 
      Pengertian Peta Pita
Peta pita adalah gambaran keadaan daerah/wilayah yang dilewati dalam suatu perjalanan/penjelajahan  yang digambar pada gulungan kertas berbentuk pita.  Disebut peta pita karena kertas yang akan digambar/digarap, digulung seperti pita mesin tik (lihat gambar dibawah).

Peta pita & Peta perjalanan merupakan materi latihan kepramukaan yang sangat penting untuk mengembangkan rasa cinta alam & penguasaan lingkungan, penerapan pengetahuan tentang peta (skala, jarak, tanda-tanda alam, arah & sudut kompas, dsb), serta ketrampilan  bekerja secara kelompok dengan teliti, kompak  dan kebersamaan.
      Kegunaan & Tujuan Pembuatan Peta Pita
  • Sebagai pedoman/petunjuk perjalanan: Apabila akan menuju ke suatu tempat melintasi daerah yang belum dikenal ada kemungkinan akan tersesat. Kalau hal ini terjadi maka dengan bantuan peta pita yang dibuat dengan mudah kembali menuju posisi semula. Dalam hal ini peta pita digunakan terbalik (berlawanan arah dengan proses pembuatannya).
  • Sebagai dokumentasi perjalanan: Apabila suatu saat akan mengulangi kembali perjalanan melalui daerah yang sama dengan bantuan peta pita hal ini dengan mudah dilakukan.
  • Sebagai pedoman membuat peta wilayah: Dengan berpedoman peta pita dengan mudah dapat membuat peta daerah/wilayah tertentu. Tinggal penyesuaian dengan skala yangndiperlukan.
     Perlengkapan
  • Kertas berupa gulungan, pensil, penggaris panjang/segitiga, karet penghapus, busur derajat, Kompas lapangan, jam tangan, tali (sebagai pengukur jarak), biasanya untuk jarak dekat. Untuk jarak jauh biasanya menggunakan langkah dan alas dari triplek/alat khusus pembuatan peta pita 

 Menggambar peta ini dimulai dari bawah. 
Bagian yang sudah digambar digulung kearah roda pita A.

      Bentuk Peta Pita
  • Sebelum dimulai pembuatan peta pita, terlebih dahulu disiapkan kolom-kolom pada kertas gulung untuk pembuatan peta pita. kolom-kolom tersebut bentuknya bermacam-macam tergantung selera si pembuat peta pita. Yang terpenting harus ada kolom untuk nomor, arah, jarak, dan gambar.
 
       
     Keterangan Gambar :
  • Kolom nomor : untuk menuliskan nomor urut yang membedakan daerah yang dilalui sesuai dengan arah jalannya. Dengan kata lain nomor urut dibuat setiap berganti arah.
  • Kolom waktu : untuk mencatat waktu pemberangkatan dan waktu setiap kali berganti arah.
  • Kolom arah : untuk menuliskan angka derajat dan untuk membuat simbol panah (arah panah selalu menunjuk arah utara).
  • Kolom jarak : untuk mencatat jarak yang dilalui, dinyatakan dalam meter atau kilometer. Pengukuran jarak dengan menggunakan tali atau langkah.
  • Kolom kiri kanan peta-pita : untuk menggambar keadaan daerah di sebelah kiri dan kanan jalan yang dilalui dengan tanda peta yang berlaku pada peta topografi.
  • Kolom keterangan : untuk menerangkan keadaan daerah yang tergambar pada kolom gambar/peta pita.
      Pengukuran Jarak
  • Di dalam pembuatan peta pita pengukuran jarak merupakan hal yangmutlak harus dilakukan. Pengukuran jarak biasanya menggunakan langkahatau bisa juga menggunakan tali, namun ini jarang digunakan karena inikurang praktis. Apabila menggunakan langkah sebagai alat ukur, tentu sajaharus mengetahui dulu ukuran setiap langkah (satu langkah =.... Cm).
  • Caranya adalah sebagai berikut : Melangkahlah (langkah normal) lurus ke depan 10 langkah kemudian Dengan menggunakan meteran, ukur jarak dari awal langkah pertama sampai langkah ke-10 (misalnya x cm). Jadi ukuran 1 langkah = x : 10 = .... cm

       Contoh Peta Pita
  • Gambar di bawah ini adalah contoh hasil akhir peta pita yang dibuat secara beregu

 
     
      Dari Google Maps ke Peta Pita dilanjutkan ke Peta Lapangan dan kembali ke Google Maps 
  • Perencanaan Digital; Regu merencanakan rute perjalanan pendek menggunakan Google Maps dengan cara menentukan titik awal, arah perjalanan, perkiraan jarak, serta titik belok yang akan dilalui. Penggunaan gawai diawasi langaung oleh Pembina, 1 regu hanya boleh 1 gawai. Setelah rute selesai ditetapkan setiap regu menggambar secara kasar peta dan rute yang akan dilalui berdasar apa yang tercantum dalam google maps.
  • Pelaksanaan Lapangan dan Pembuatan Peta Pita: setelah perencanaan selesai, gawai disimpan. Peserta melaksanakan perjalanan sesuai rute yang direncanakan dan mulai membuat peta pita dengan teknik yang dijelasakan di atas.
  • Mengubah menjadi Peta Lapangan: Peta Pita yang telah selesai dapat dijadikan data untuk membuat peta/rute perjalanan. Dari data peta pita di atas, jika diujudkan dalam peta perjalanan akan tampak seperti gambar di bawah ini :  

  • Refleksi dan Perbandingan: Setelah kegiatan lapangan selesai, peserta membandingkan rencana perjalanan berbasis peta digital dengan peta pita dan peta lapangan hasil observasi nyata. Pembina memfasilitasi diskusi mengenai perbedaan rute, kondisi medan yang tidak terlihat pada peta digital, serta pentingnya keterampilan observasi dalam kegiatan Pramuka.

Catatan: Artikel ini memuat tautan afiliasi Shopee. Jika pembaca melakukan pembelian melalui tautan tersebut, pembaca  tidak akan dikenakan tambahan biaya. 
 
Selamat berlatih. Salam Pramuka

Lihat entri/topik terkait :
Peta Perjalanan
Tanda Medan & Tanda Situasi


Sumber :
Buku,  Panduan Kepramukaan, Agus Widodo, Klaten tahun 2012
Buku,  Pedoman Kepramukaan, Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta, tahun 1997

7 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama