Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega : Tugas, Fungsi dan Mekanisme Kerja Bidang

Gambar
Bidang-bidang Dalam Organisasi Dewan Kerja Pembidangan dalam Dewan Kerja diatur sebagai berikut: Bidang Kajian Kepramukaan Bidang Kegiatan Kepramukaan Bidang Pengabdian Masyarakat Bidang Evaluasi dan Pengembangan Pembagian Tugas Pembagian tugas merupakan pembagian pekerjaan berdasarkan kedudukan anggota dalam kepengurusan Dewan Kerja. Pembagian tugas diatur sebagai berikut: Ketua Memimpin dan mengelola Dewan Kerja Bersama dengan seluruh Anggota Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas pokok Dewan Kerja. Sebagai Andalan Urusan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Kwartirnya Wakil Ketua Membantu Ketua dalam melaksanakan tugasnya Mewakili Ketua apabila berhalangan Sebagai Andalan Urusan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Kwartirnya. Sekretaris Melaksanakan mekanisme administrasi kesekretariatan yang berkenaan dengan Dewan Kerja. Mewakili Dewan Kerja apabila Ketua dan Wakil Ketua berhalangan. Bendahara Mengelola ke

Permainan Pramuka Siaga : Si Dul Berguling-guling

Gambar
NAMA PERMAINAN "Si Dul Berguling-guling" KATEGORI Permainan Siaga - Permainan Gerakan TUJUAN Permainan ini bertujuan meningkatkan kemampuan konsentrasi, kesatuan antar panca indera, mengenal beragam jens pekerjaan dan memupuk kegembiraan serta kekompakan SASARAN Setelah mengikuti permainan ini peserta mampu :     Meningkatkan semangat kebersamaan dan keakabaran sesama teman     Meningkatkan kemampuan konsentrasi, penginderaan dan ketelitiaan     Meningkatkan kemampuan mengenal beragam jenis pekerjaan     Meningkatkan kemampuan mengatasi hambatan komunikasi visual METODE Permainan kelompok PESERTA Disarankan untuk Pramuka Siaga, namun dengan modifikasi dan meningkatkan tingkat kesulitannya permainan ini dapat digunakan untuk Pramuka Penggalang, Penegak bahkan Pandega. WAKTU 10 menit TEMPAT Di luar atau di dalam ruangan PERALATAN Kakak Pembina menyiapkan beragam jenis pekerjaan Kakak Pembina menyiapkan beragam gerakan yang mencerminkan jen

Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega : Keanggotaan dan Kepengurusan

Gambar
  Keanggotaan  Anggota Dewan Kerja adalah Pramuka Penegak dan Pandega Puteri Putera yang mempunyai hak dan kewajiban untuk melaksanakan tugas pokok Dewan Kerja. Persyaratan Anggota Persyaratan merupakan ketentuan yang harus dipenuhi untuk menjadi anggota Dewan Kerja. Persyaratan terdiri atas: (a) Umum : Anggota aktif di Gugusdepannya, Belum menikah, minimal telah menjadi Pramuka Penegak Bantara atau Pramuka Pandega. (b) Khusus : Persyaratan khusus adalah persyaratan tambahan lainnya selain persyaratan umum yang ditetapkan berdasarkan kebutuhan yang ditentukan dalam Musppanitera, selama tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Pemilihan Anggota Pemilihan anggota adalah tata cara memilih anggota Dewan Kerja. Pemilihan anggota dapat dilakukan melalui: (a) Formatur. (b) Pemilihan langsung atas Ketua Dewan Kerja, sedangkan anggota Dewan Kerja lainnya dipilih oleh formatur. (c) Pemilihan langsung atas Ketua Dewan Kerja dilakukan seca

Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega : Organisasi & Hubungan Kerja

Gambar
Struktur Organisasi Di tingkat Kwartir Nasional dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Nasional yang disebut Dewan Kerja Nasional disingkat DKN. Di tingkat Kwartir Daerah dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Daerah yang disebut Dewan Kerja Daerah disingkat DKD. Di tingkat Kwartir Cabang dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Cabang yang disebut Dewan Kerja Cabang disingkat DKC. Di tingkat Kwartir Ranting dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Ranting yang disebut Dewan Kerja Ranting disingkat DKR. Masa Bakti Masa bakti adalah kurun waktu berlangsungnya suatu kepengurusan Dewan Kerja dalam melaksanakan tugasnya. Masa bakti Dewan Kerja sama dengan masa bakti Kwartirnya. Selama belum terbentuk dan disahkannya Dewan Kerja yang baru oleh surat keputusan Kwartir sebagai hasil Musppanitera, maka pengurus Dewan Kerja lama tetap melaksanakan tugasnya.  Wilayah Kerja Wilayah Kerja adalah wilayah berlakun

Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega : Latar Belakang, Pengertian, Tugas Pokok & Fungsi

Gambar
Latar Belakang Gerakan Pramuka memberi kesempatan kepada para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk membina diri menjadi kader pemimpin, baik di lingkungan Gerakan Pramuka maupun lingkungan di luar Gerakan Pramuka. Salah satu usaha untuk melaksanakan hal tersebut, dibentuklah Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di setiap jajaran Kwartir. Dasar Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 086 tahun 2005 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 080 tahun 1988 tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega. Rencana Strategik Gerakan Pramuka 2004-2009. Pengertian dan Kedudukan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang selanjutnya disingkat Dewan Kerja adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan di tingkat Kwartir yang beranggotakan Pramuka Penegak

Kepengurusan Kwarnas, masa bakti 2003 - 2008 : Visi, Misi dan Strategi

Gambar
Visi, Misi & Strategi Kepengurusan Kwarnas Gerakan Pramuka masa bakti 2003-2008 Visi: Gerakan Pramuka sebagai wadah pilihan utama dan solusi handal masalah-masalah kaum muda.   Misi: 1. Mempramukakan kaum muda Yang dimaksud dengan mempramukakan tidak berarti bahwa seluruh kaum muda itu dimasukkan sebagai anggota Gerakan Pramuka tetapi lebih pada tataran jiwa dan perilaku kaum muda yang sesuai dengan pramuka sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. 2. Membina anggota yang berjiwa dan berwatak Pramuka, berlandaskan iman dan taqwa     (Imtaq)  serta selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek). Bahwa semua sendi program pendidikan yang dilaksanakan Gerakan Pramuka harus dilandaskan pada iman dan taqwa dan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga apapun yang dilakukan perlu mengikuti perkembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan pada eranya. 3. Membentuk kader bangsa patriot pembangunan yang memiliki jiwa bela

Baden Powell "Aids to Scoutmatership": Dari Hobi ke Pekerjaan

Gambar
Sumber gambar : scoutmastercg.com Pengantar Penulis B adeng Powell menulis sekitar 36 buku setelah buku pertamya "Scouting for Boys" diterbitkan. Berbagai buku yang diterbitkan itu, melengkapi dan menjelasakan lebih jauh tentang ide Pendidikan Kepanduan yang dimuat dalam buku pertamanya. Sudut pandang BP terhadap pendidikan kepanduan sangatlah luas, sebagaimana diuraiakan dalam berbagai buku yang ditulisnya. AIDS TO SCOUTMASTERSHIP, A Guidebook for Scoutmasters, On The Theory of Scout Training, merupakan salah satu buku yang ditulis oleh BP pada tahun 1920. Terjemahan bebas buku ini adalah "Panduan untuk Pembina Pramuka (Penggalang)". Menurut Baden Powell seorang Pembina Pramuka, paling tidak memahamasi aspek-aspek sbb : M emiliki semangat layaknya orang muda dan memiliki kemampuan menempatkan diri dalam dunia dan liungkungan adik didiknya.   Me ngetahui kejiwaan adik didinya, yang disebabkan oleh perbedaan usia.  Membangun hubungan yang lebih dekat dan akrab denga

Regu Penggalang : Regumu Rumahmu

Gambar
  Sumber gambar : google images   Pengantar Penulis Ciri utama pendidikan kepramukaan adalah penerapan  prinsip dasar dan  metode kepramukaan sehingga membedakan dengan metode pendidikan yang lain, meskipun semua metode pendidikan memiliki tujuan yang sama dipandang dari sudut kepentingan peserta didik. 4 Prinsip dasar kepramukaan trersebut terdari dari : Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya. Peduli terhadap diri pribadi. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. Sedangkan  metode kepramukaan atau dalam UU Pramuka No 12 tahun 2010, pasal 7 disebut dengan metode belajar interaktif dan progresif yang diwujudkan melalui interaksi: Pengamalan kode kehormatan pramuka;   Kegiatan belajar sambil melakukan Ke giatan yang berkelompok, bekerja sama, dan berkompetisi;   Kegiatan yang menantang;   Kegiatan di alam terbuka;   Kehadiran orang dewasa yang memberikan dorongan dan dukungan; Penghargaan berupa tanda kecakapan; dan  

Sisdiklat Gerakan Pramuka (5) : Pengakuan Kecakapan dan Kemampuan

Gambar
  Pengantar    Pengakuan kecakapan anggota muda dalam Gerakan Pramuka merupakan tanggung jawab Pembina Pramuka. Pengakuan kecakapan pramuka garuda oleh kwartir cabang. Kecakapan anggota muda diperoleh dengan cara menempuh Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), dan Syarat Pramuka Garuda (SPG), dan keterampilan-keterampilan lain yang diinginkan oleh peserta didik serta dapat difasilitasi oleh orang dewasa. Pengakuan pencapaian kecakapan anggota muda diberikan dalam bentuk tanda kecakapan yang berupa badge, lencana, Tanda Ikut Serta Kegiatan (Tiska), Tanda Ikut serta Gotong Royong (Tigor), surat keterangan, piagam, maupun sertifikat. Tanda kecakapan yang merupakan suatu pengakuan bagi anggota muda bisa diberikan oleh gugusdepan, kwartir, atau kepanitiaan tertentu dalam suatu kegiatan. Pengakuan kecakapan dan kemampuan anggota dewasa serta Pramuka merupakan tanggungjawab Kwartir. Pengakuan kecakapan dan kemampuan dapat diwujudkan dalam bentuk sertifikat ata