Selamat Datang di ENSIKLOPEDIA PRAMUKA
go to my homepage
Go to homepage

Nov 11, 2015

Hiking : Jelajah Kota (Urban Wide games)



Pengantar
  • Jelajah Kota/Urban Widegames, adalah sebuah model widegames atau permainan besar yang dilaksanakan dengan mengggunakan "lingkungan kota" sebagai arena permainan,  dan "kehidupan kota" sebagai materi dan media permainan.
  • Jelajah Kota/Urban Wide games dapat berisi 1 tema dalam 1 kegiatan atau beberapa tema yang dikemas dalam 1 kegiatan atau dikemas dalam bentuk "variety games" yang menarik, menantang dan mengandung pendidikan.
  • Jelajah Kota/Urban Wide games juga bisa memadukan antara kegiatan bakti (lingkungan dan sosial), kegiatan rekreasi (berkunjung ke tempat2 rekreasi) dan kegiatan pendidikan (sejarah kota, problem kota, penduduk kota, kehidupan kota, dll).
Peserta
  • Pramuka Penggalang
  • Pramuka Penegak
  • Pramuka Pandega
Tujuan
  • Meningkatkan pemahaman pemahaman para anggota Pramuka terhadap situasi, kondisi, dan potensi lingkungan sbuah kota.
  • Meningkatkan kecintaan para anggota Pramuka terhadap lingkungan kota
  • Meningkatkan partisipasi para anggota Pramuka dalam membangun, menjaga dan merawat lingkungan sbeuah kota.
  • Memupuk ketrampilan para anggota Pramuka  hidup di  lingkungan kota dengan penuh tanggungjawab, kreatif, produktif dan mandiri.
  • Membangun sikap toleransi para anggota Pramuka dalam kehidupan kota sangat yang majememuk (plural)
Contoh Tema Jelajah Kota
  • Perjalanan Jurnalistik dan Advokasi 
  • Lost in my city  (mencari dan menemukan tempat-tempat unik di kota)
  • Perjalanan bakti lingkungan
  • Perjalanan budaya dan  sejarah kota
  • Perjalanan bakti kemanusiaan di kota (kunjungan ke panti asuhan, panti jompo, kawasan kumuh/miskin kota, dll)
  • Satu perjalanan dengan tema kombinasi dari seluruh materi di atas.
Catatan :
Agar menarik maka tema jelajah kota yang diplih dikemas ulang menjadi nama kegiatan dengan rumusan yang menarik, misalnya : my city my adventure, lost in the city, jelajah budaya, dll.

Contoh Skenario Kegiatan Jelajah Kota : My City My Passion  

Out put dan out comes Skenario Kegiatan Jelajah Kota My City My Passion
  • Out put kegiatan ini di bidang soft skills adalah meningkatnya pengetahuan, sikap dan ketrampilan peserta didik di bidang : membangun rasa kerjasama dan kepemimpinan kelompok, kreativitas dan sikap bertanggungjawab dalam bermedia sosial, bangga dan ikut serta mempromosikan keuanggulan-keunggulan kotanya, empati dan kasih sayang sesama warga kota yang tidak beruntung, serta berfikir inovatif untuk memajukan kota. Sedangkan Out put di bidang live skill meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan dan berpartisipasi di media sosial dengan isi (tulisan, foto, video) yang sehat, inspiratif dan bertanggungjawab.
  • Out comes kegiatan ini adalah menjadi warga kota yang disiplin, bertanggungjawab, beretika, kreatif, produktif dan inovatif sehingga mampu menjadi warga kota yang mandiri dan berbudaya secara sosial dan ekonomi.
Prasyarat Skenario Skenario Jelajah Kota "My City My Passion"
  • Untuk dapat ikut serta secara aktif dan menyenangkan dalam "urban widegames" para peserta didik harus sudah memperoleh latihan tentang "media sosial" pada saat latihan rutin mingguan secara memadai baik aspek konten/isi maupun platform. Pelatihan aspek konten seperti : memahami teknik penulisan jurnalistik, penulisan feature, penulisan puisi dan cerpen, fotografi, videografi, olah foto, animasi sederhana dan gambar sketsa (panorama kalau dalam tradisional scouting).
  • Melalui latihan ruting mingguan peserta juga sudah memahami sifat dan karakter semua platfom/bentuk media sosial serta cara berpartisipasi (log in, log out, upload, download), memahami dampak isi media sosial (regulasi, psikologis, sosiologis, politis, dll), kelebihan dan keunggulan media sosial sebagai media promosi, media edukasi, media advokasi dan media aktualisasi diri baik itu dengan platform/bentuk facebook, tweeter, instagram, maupun youtube.
  • Dalam permainan ini juga ditambahkan kemampuan membaca peta digital (google maps) dan mampu membaca data-data GPS.
Jarak Tempuh
  • Tidak ditentukan. Yang dipentingkan adalah variasi lokasi pos-pos pemberhentian yang memungkinkan para peserta melakukan program-program kegiatan sesuai yang direncanakan.
  • Waktu tempuh pelaksanaan kegiatan harus diperhitungkan, yaitu akan lebih baik jika  kegiatan ini selesai dalam waktu 1 hari.
Peralatan dan Perlengkapan
  • Peralatan Panitia : Ruangan "Comand Center" atau ruang kontrol kegiatan dengan 1 atau beberapa perangkat komputer yang terhubung dengan internet. Berfungsi untuk mengontrol, mengarahkan, menggerakan dan memberi informasi dan perintah kepada para peserta widegames. Peralatan Peserta : laptop, smartphone atau tabs yang dilengkapi dengan sofware tertentu (medsos, google maps, editing video, dll) sesuai tuntutan permainan.
  • Perlengkapan Panitia : 1 akun group facebook, 1 akun twiteer list (group twiter), 1 hastag twiteer yang menarik dan 1 akun youtube. Perlengkapan Peserta : 1 regu/sangga harus memiliki l 3 akun facebook yang tergabung dalam group faceebook yang disiapkan panitia, 1 regu/sangga memiliki maksimal 3 akun twiter yang tergabung dalam twiteer list panitia, dan setiap regu/sangga memiliki pasword untuk masuk dalam akun youtube yang dimiliki panitia.
Pelaksanaan

Titik Pemberangkatan
  • Di titik pemberangkatan Kakak Pembina menjelaskan bahwa target utama kegiatan adalah : melalui twiterland "menginspirasi warga kota untuk bangga dan peduli pada kotanya" dengan hastag ‪#‎guebanggajakarta‬. Semua peserta dan panitia harus berupaya keras agar ‪#‎hastag‬tersebut itu bisa menjadi trending topik. Caranya dengan aktif mentweet hal-hal menarik selama widegame dan menginvite teman, keluarga, pejabat, publicfigure dll untuk ikut berpartisipasi (mentweet dan retweet). Keberhasilan sebuah hastag yang positip menjadi trending topik akan membangun kebanggaan peserta didik karena sudah ikut serta mempromosikan sikap peduli pada kotanya.
Menuju Pos 1
  • Perjalanan dari 1 pos ke pos berikutnya, dilaksanaan dengan memberi perintah berdasar ordinat GPS. Misalnya dari Pos Pertama di Gudep Jaksel 04 yang berpangkalan di MAN 4 Jakarta, adik-adik dipersilakan menuju titik ordinat -6.17540016 106.82706955. Adik-adik kemudian membuka google map dan memasukan titik ordinat itu di kolom pencarian maka akan ketemu lokasinya yaitu Tugu Monas di Jakarta Pusat. Adik-adik merancang perjalanan menuju Monas apakah dengan menggunakan busway, metromini, kombinasi angkot dan kereta commuterline, dsb. Pilihan jenis transportasi dan rute ditetapkan oleh peserta didik berdasar durasi perjalanan yang ditetapkan. Kegiatan ini akan melatih daya analisis dan model pemecahan masalah dengan faktor pertimbangan lebih dari satu.
  • Sesampai di Pos 1 peserta didik melaporkan ke "command center" bahwa telah sampai tujuan dan siap menerima tugas melalaui WhatsAps. Comand Center memberi tugas maisalnya setiap regu/sangga diminta membuat liputan jurnalistik "human interest" dengan obyek disekitar monas, ditulis tidak lebih dari 200 kata dan disertai foto pendukung di posting di Group FB yang telah disediakan. Obyek liputan juga dikemas dengan kalimat pendek yang inspiratif, menarik dan motifatif dan diposting di list dan hastag twiteer yang telah disediakan.
Menuju Pos Pos Berikutnya.
  • Perintah menuju pos berikutnya tetap diberikan melalui ordinat GPS dan Google map. Isi kegiatan di pos-pos berikutnya bisa bervariasi. Misalnya di Pos 2 adalah JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) yang kotor dan tidak rapi. Di Pos ini peserta didik diperintahkan melakukan kerjabakti dan hasil kerjanya dilaporkan baik dengan tulisan maupun foto melalui FB dan Twiter.
  • Pos lain misalnya Taman Pahlawan, peserta didik diminta mengunjungi salah satu makam pahlawan, memfotonya dan menuliskan sejarah dan riwayat perjuangannya dengan memanfaatkan sumber-sumber di google. Bisa juga diminta menulis puisi, prosa liris bahkan jika mungkin menulis sebuah cerita pendek di posting di FB dan dibuat kalimat pendek untuk Twiteer.
  • Obyek-obyek kota lain bisa menjaid lokasi kegiatan seperti taman budaya, kota tua, panti jompo, pusat rekreasi, pusat industri kreatif, rumah tokoh bangsa, dsb. Kehadiran peserta didik dilokasi itu dilaporkan melalui media sosial dengan beragam style tulisan. Kehadiran itu bauk hanya berupa kunjungan, kerja sosial, ziarah, wisata budaya, dsb. Berbagi berita positif melalui media sosial yang direspon oleh orang lain dengan psotip pula akan membangun kebanggaan dan sikap positip peserta didik didalam memandang kota dan dunianya
Pos Audio Visual
  • Di pilih sebuah pos yang memungkinkan anak-anak untuk membuat sebuah karya video dengan format sederhana namun inspiratif dan komunikatif. Bisa diambil dengan kamera smartphone, kamera tab, kamera laptop, bahkan juga bisa dengan handycam atau DSLR. Anak-anak diminta "mengupload" hasil karyanya itu kedalam akun youtube yang telah ditetapkan. Karya-karya video youtube (webseries) pada dasarnya bisa dikemas dengan pendekatan sinematografi sederhana yang pasti secara teknis akan dapat dikuasai anak-anak dengan memperoleh pelatihan sederhana tentang proses produksi audio visual.
Penghargaan
  • Kakak Pembina/Panitia dapat mengaitkan kegiatan ini untuk memperoleh TKU dan juga TKK sesuai bidangnya.
  • Kakak Pembina/Panitia juga dapat mengeluarkan "badge" khusus yang didesain secara menarik, komunikatif dan artistik yang dapat ditempel di baju/koas lapangan peserta didik.
  • Kakak Pembina/Panitia juga dapat menyediakan beragam hadiah lain yang menarik baik secara kelompok maupun indivisu.
Evaluasi
  • Lakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini (jarak, waktu, proses penelitian, hasil, sarana prasarana, penentuan obyek, dll) untuk bahan perbaikan kegiatan serupa di masa datang.
  • Libatkan peserta didik dalam kegiatan eveluasi.
Penutup
  • Urban Widegames ini adalah perpaduan antara kemampuan menulis, mengambil gambar (foto dan audio) dan memanfaatkan media sosial secara positip. Kota dengan segenap sudutnya yang beragam bisa menjadi arena widegames yang tepat untuk mengembangkan kemampuan analitis, urban survival, kepedulian sosial, human interest, traveling, pemahaman nilai-nilai budaya dan masyarakat multikultural, dsb. Dengan itu semua maka kegiatan kepramukaan akan memperoleh relevansi, nilai guna dan nilai "jual" (kemanarikan) yang sangat luar biasa bagi anak dan remaja kota. Tentu skenario ini hanya sebuah contoh. Ditangan Kakak-kakak Pembina yang super, pasti akan lahir kegiatan "urban scouting" yang super pula. Salam. Bersambung (Anis Ilahi Wh).
Salam Pramuka. Selamat Mengembara.


Lihat entry/topik terkait :


Sumber :
Ditulis oleh Anis Ilahi Wahdati  (Ketua DKD Kwarda DIY masa bakti 1987 - 1991)

 
Situs ini merupakan layanan informasi pendidikan kepramukaan yang merujuk ke berbagai sumber yang bisa di pertanggung jawabkan.... Semoga Bermanfaat