Selamat Datang di ENSIKLOPEDIA PRAMUKA
go to my homepage
Go to homepage

KA MABINAS GERAKAN PRAMUKA DARI MASA KE MASA

KA.Mabinas Gerakan Pramuka Dari Masa ke Masa:Diawali oleh Ir Soekarno, Soeharto,Baharudin Jusup Habibie,K.H.Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri dan Soesilo Bambang Yudhoyono...

ENSIKLOPEDI PRAMUKA.....

Sejarah Panjang Gerakan Pramuka telah melahirkan banyak peristiwa,tokoh,benda tradisi istilah kependidikan istilah organisasi dan berbagai hal lainya yang pelu di dokumentasikan......

PANJI GERAKAN PRAMUKA...

ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Sri Sultan Hamengku Buwono IX menerima Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Pramuka dari Presiden Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1961 di Istana Merdeka

APEL BESAR...

Para penggalang Putra dan Putri mengikuti Apel Besar Hari Pramuka yang Diselenggarakan tanggal 18 Agustus 1986 di Istana Merdeka Jakarta.......

KA KWARNAS GERAKAN PRAMUKA DARI MASA KE MASA.

Ka Kwarnas Gerakan Pramuka dari masa ke masa : Sri Sultan Hamangkubuwono IX 1961-1974, H.M. Sarbini 1974-1978(meninggal Th 1977), Mashudi 1974-1993, Himawan Sutanto 1993-1998, H.A. Rivai Harahap 1998-2003,Azrul Azwar 2003-2013,Adhyaksa Dault 2013-2018.

Sep 27, 2014

Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega : Tugas, Fungsi dan Mekanisme Kerja Bidang



Bidang-bidang Dalam Organisasi Dewan Kerja
Pembidangan dalam Dewan Kerja diatur sebagai berikut:
  1. Bidang Kajian Kepramukaan
  2. Bidang Kegiatan Kepramukaan
  3. Bidang Pengabdian Masyarakat
  4. Bidang Evaluasi dan Pengembangan

Pembagian Tugas
Pembagian tugas merupakan pembagian pekerjaan berdasarkan kedudukan anggota dalam kepengurusan Dewan Kerja. Pembagian tugas diatur sebagai berikut:

Ketua
  • Memimpin dan mengelola Dewan Kerja
  • Bersama dengan seluruh Anggota Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas pokok Dewan Kerja.
  • Sebagai Andalan Urusan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Kwartirnya
Wakil Ketua
  • Membantu Ketua dalam melaksanakan tugasnya
  • Mewakili Ketua apabila berhalangan
  • Sebagai Andalan Urusan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Kwartirnya.
Sekretaris
  • Melaksanakan mekanisme administrasi kesekretariatan yang berkenaan dengan Dewan Kerja.
  • Mewakili Dewan Kerja apabila Ketua dan Wakil Ketua berhalangan.
Bendahara
  • Mengelola keuangan dan harta benda Dewan Kerja
  • Mewakili Dewan Kerja apabila Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris berhalangan.
Ketua Bidang
  • Membantu Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja dalam memimpin anggota bidangnya untuk pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sesuai bidang masing-masing.
Anggota Bidang
  • Melaksanakan tugas bidang
  • Bersama-sama dengan Ketua Bidang merumuskan kebijaksanaan bidang.
 Tugas Lain
  • Dalam rangka pembinaan Satuan Karya Pramuka, anggota Dewan Kerja menjadi anggota Pimpinan Satuan Karya Pramuka di Kwartirnya.
  • Hal-hal yang belum diatur pada pembagian tugas di atas, diatur lebih lanjut oleh Dewan Kerja yang bersangkutan.
Fungsi Bidang
Fungsi Bidang diatur sebagai berikut:

Bidang Kajian Kepramukaan
  • Memikirkan, merencanakan dan mengorganisasikan kebijakan pembinaan dan pengembangan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega secara konsepsional.
  • Memberikan pertimbangan dan masukan kepada Kwartir maupun wadah pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega lainnya dalam pengembangan pelaksanaan suatu peraturan mengenai Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
Bidang Kegiatan Kepramukaan
  • Memikirkan, merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan yang merupakan kegiatan Kepramukaan dalam upaya peningkatan mutu kegiatan Kepramukaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
  • Bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan Kepra-mukaan.
Bidang Pengabdian Masyarakat
  • Melaksanakan kegiatan berbasis masyarakat untuk peningkatan citra Gerakan Pramuka.
  • Bersama Kwartir melakukan hubungan kerjasama dengan pihak lain berkaitan dengan kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di luar Gerakan Pramuka.
Bidang Evaluasi dan Pengembangan
  • Memikirkan, merencanakan dan mengorganisasikan evaluasi atas kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya peningkatan mutu, pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
  • Bertanggungjawab atas kegiatan pendidikan dan pelatihan serta pelaksanaan kegiatan pengembangan.
Mekanisme Bidang
  • Mekanisme bidang merupakan pola interaksi antar bidang dalam melaksanakan fungsi bidangnya.
  • Mekanisme bidang diatur lebih lanjut oleh Dewan Kerja yang bersangkutan.
Pembentukan Kelompok Kerja dan Sangga Kerja
  • Dewan Kerja dapat membentuk Kelompok Kerja, Sangga Kerja/panitia pelaksana dan Unit Kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang bertindak sebagai suatu pelaksana kegiatan dan bertanggungjawab kepada Kwartir melalui Dewan Kerja.
Model Mekanisme Kerja Bidang
Mengacu pala Jukral Dewan Kerja dan Jukran Pola Pembinaan Pramuka Penegak Pandega, maka mekanisme kerja bidang dalam organisasi Dewan Kerja salah satunya dapat disimulasikan sbb :


Keterangan :
  • Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega merupakan wadah pembinaan di tingkat kwartir yang menjadi salah satu alat pendidikan untuk mencapai tujuan Pembinaan Pramuka Penegak Pandega khususnya dan mencapai tujuan Pendidikan Kperamukaan umumnya.
  • Landasan gerak Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega adalah ideologi negara, AD/ART Gerakan Pramuka, Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja, Petunjuk Penyelenggaraan Pola Pembinaan Pramuka Penegak Pandega dan berbagai petunjuk penyelenggaraan lain yang terkait. Arah dan pola kerja Dewan Kerja tidak boleh lepas dari landasan gerak ini.
  • Agar dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maka tata organisasi Dewan Kerja memiliki 4 bidang yaitu : Kajian  Kepramukaan, Kegiatan Kepramukaan, Kegiatan Pengabdian Msyarakat dan Penelitian dan Pengembangan. Keempat bidang tersebut bekerja saling terkait dan membentuk siklus kerja yang erat dan saling mempengaruhi.
  • Bidang Kegiatan Kepramukaan dan Bidang Abdimas melaksanakan program-program kegiatan yang telah diputuskan dalam musyawarah, sidang atau rapat-rapat dewan. Bidang Penelitian dan Pengembangan melaksanakan riset dan evaluasi teradap kegiatan yang dilaksanakan, kemudian menyusun rekomendasi untuk perbaikan program maupun memunculkan ide  - ide baru program kegiatan.
  • Bidang Kajian Kepramukaan melakukan atau mengimplementasikan program-program kajian yang telah diputuskan dalam musyawarah, sidang atau rapat-rapat dewan. Bidang ini juga melakukan monitoring terhadap masalah yang timbul, model-model kreasi baru, tantangan-tantangan baru yang dihadapi di lapangan dalam Pembinaan Pramuka Penegak Pandega. Bidang Penelitian dan Pengembangan melaksanakan riset, eveluasi terhadap implementasi kebijakan, pemecahan masalah lapangan. Hasil riset da evaluasi dikaji bersama dengan Bidang Kajian digunakan untuk menyusun rekomendasi dan langkah-langkah perbaikan maupun pemecahan masalah.
  • Bidang Penelitian dan Pengembangan melakukan pendalaman hasil kajian atau hasil riset dengan menyelenggarakan forum pendalaman baik dengan melibatkan dewan kerja lain, racana dan ambalan, andalan kwartir, maupun para ahli/narasumber dari luar Gerakan Pramuka.
  • Hasil-hasil forum pendalaman yang sudah dianggap matang diajukan dalam forum pengambila keputusan Dewan Kerja baik Musspanitera, Sidang-sidang maupun rapat-rapat intern.
  • Setelah diputuskan dalam forum pengambilan keputusan dan dianggap sudah final maka progam kerja, kegiatan atau hasil kajian ditetapkan dan diberlakukan sesuai wilayah dan kepentingannya melalui Kwartir baik dalam  bentuk jukran, juknis, juklak, buku panduan, website, video instruksional, dsb.
  • Setelah ditetapkan diimplementasikan dan seterusnya mengikuti alur seperti di atas.

Catatan :
  • Simulasi  dan pola mekanisme di atas disusun oleh : Anis Ilahi Wh  (Redaktur ensiklopedia pramuka on line - mantan Ketua DKD Kwarda XII DIY tahun 1987 - 1991)

Lihat entry/topik terkait

Sumber :
  • Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No.214 Tahun  2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega
  • Buku Rujukan KPDK Kwarda XII DIY, Yogyakarta, tahun 1988







Sep 26, 2014

Permainan Pramuka Siaga : Si Dul Berguling-guling




NAMA PERMAINAN
"Si Dul Berguling-guling"

KATEGORI
Permainan Siaga - Permainan Gerakan

TUJUAN
Permainan ini bertujuan meningkatkan kemampuan konsentrasi, kesatuan antar panca indera, mengenal beragam jens pekerjaan dan memupuk kegembiraan serta kekompakan

SASARAN
Setelah mengikuti permainan ini peserta mampu :
  •     Meningkatkan semangat kebersamaan dan keakabaran sesama teman
  •     Meningkatkan kemampuan konsentrasi, penginderaan dan ketelitiaan
  •     Meningkatkan kemampuan mengenal beragam jenis pekerjaan
  •     Meningkatkan kemampuan mengatasi hambatan komunikasi visual

METODE
Permainan kelompok

PESERTA
Disarankan untuk Pramuka Siaga, namun dengan modifikasi dan meningkatkan tingkat kesulitannya permainan ini dapat digunakan untuk Pramuka Penggalang, Penegak bahkan Pandega.

WAKTU
10 menit

TEMPAT
Di luar atau di dalam ruangan

PERALATAN
  • Kakak Pembina menyiapkan beragam jenis pekerjaan
  • Kakak Pembina menyiapkan beragam gerakan yang mencerminkan jenis pekerjaan dimaksud, misalnya : gerakan memasak, menyeterika, mengepel, naik sepeda, memanjat pohon, berbelanja, dokter, dsb.
PELAKSANAAN
  • Peserta didik sudah duduk dengan rapi membentuk lingkaran kecil. Yanda/Bunda/Kakak Pembina mencairkan suasana dengan menyanyi, tepuk tangan, atau permainan sederhana lain seperti sulap, tebak-tebakan ilmu pengetahuan, etika dan sopan santun, dll.
  • Kakak Pembina menunjuk salah seorang peserta didik/siaga sebagai si Dul, memberi arahan apa yang harus dilakukan serta memberi contoh gerakan.  
  • Kakak Pembina memberikan contoh dan arahan kepada peserta didik, yaitu agar anak-anak berkonsentrasi kemudian memperagakan apa yang disampaikan si Dul. Misalnya : Si Dul bilang "Si Dul berguling-guling" maka para peserta didik harus memperagakan atau membuat gerakan dengan tangannya  seseorang yang sedang berguling-guling. 
  • Kakak Pembina kemudian menyerahkan kepada Si Dul untuk memberi instruksi. Misalnya "Si Dul mencuci", "Si Dul menyapu", "Sidul memanjat pohon", dst.
  • Untuk meningkatkan daya konsentrasi anak Si Dul juga melakukan gerakan terhadap apa yang diucapkan, hanya saja sesekali dia melakukan gerakan yang berbeda dengan apa yang diucapkan. Misalnya "Si Dul mencuci" tetapi gerakannya Si Dul menyapu"
  • Siaga yang keliru mati. Yang mati kemudian menjadi pengawas teman yang lainnya dan menangkap yang keliru.
  • Permainan diakhiri  ketika dirasa cukup.
DEBRIFING
  • Khsusus untuk Pramuka Siaga, setelah permainan selesai Yanda/Bunda mengajak para siaga untuk mendiskusikan pengalamannya dengan fokus pada pentingnya konsentrasi, membantu pekerjaan ibu dirumah, bekerja itu harus dengan senang hati, dsb.
  • Yanda/Bunda bisa mengaitkan permainan ini dengan penghayatan nilai-nilai kode kehormatan Pramuka.
  • Acara selesai.

Selamat berlatih. Salam Pramuka.

Lihat entry/topik terkait :


Sumber :
Buku "284 Permainan Siaga"  Kedai Pramuka Kwarnas- Jakarta, 1990

Sep 22, 2014

Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega : Keanggotaan dan Kepengurusan


Keanggotaan
  •  Anggota Dewan Kerja adalah Pramuka Penegak dan Pandega Puteri Putera yang mempunyai hak dan kewajiban untuk melaksanakan tugas pokok Dewan Kerja.
Persyaratan Anggota
  1. Persyaratan merupakan ketentuan yang harus dipenuhi untuk menjadi anggota Dewan Kerja.
  2. Persyaratan terdiri atas: (a) Umum : Anggota aktif di Gugusdepannya, Belum menikah, minimal telah menjadi Pramuka Penegak Bantara atau Pramuka Pandega. (b) Khusus : Persyaratan khusus adalah persyaratan tambahan lainnya selain persyaratan umum yang ditetapkan berdasarkan kebutuhan yang ditentukan dalam Musppanitera, selama tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
Pemilihan Anggota
  1. Pemilihan anggota adalah tata cara memilih anggota Dewan Kerja.
  2. Pemilihan anggota dapat dilakukan melalui: (a) Formatur. (b) Pemilihan langsung atas Ketua Dewan Kerja, sedangkan anggota Dewan Kerja lainnya dipilih oleh formatur. (c) Pemilihan langsung atas Ketua Dewan Kerja dilakukan secara terpisah yang mekanismenya ditetapkan melalui Musppanitera
Pengangkatan Anggota 
  1. Pengangkatan anggota disahkan dengan keputusan Kwartir atas usulan Dewan Kerja yang bersangkutan
  2. Pengangkatan anggota disahkan dengan surat keputusan Kwartir
Penggantian Ketua 
Penggantian Ketua dilakukan apabila Ketua Dewan Kerja:
  1. Menikah
  2. Meninggal Dunia
  3. Berhalangan tetap, sehingga tidak memungkinkan untuk dapat melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai Ketua Dewan Kerja
  4. Jenis halangan yang dimaksud diatur lebih lanjut oleh Dewan Kerja yang bersangkutan dengan persetujuan Kwartir
  5. Mengajukan permintaan sendiri
  6. Telah melewati batas usia Pramuka Pandega
  7. Melakukan kegiatan yang melanggar Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Kode Kehormatan Gerakan Pramuka
  8. Diusulkan oleh 2/3 jumlah utusan Dewan Kerja yang harusnya hadir pada saat Musppanitera, kecuali Dewan Kerja Ranting, diusulkan oleh 2/3 jumlah utusan Ambalan dan Racana yang harusnya hadir pada saat Musppanitera Ranting.
  9. Tata cara penggantian Ketua diatur oleh Dewan Kerja dengan sepengetahuan Kwartir
  10. Penggantian Ketua disahkan dengan surat keputusan.
Mutasi Anggota
  1. Mutasi anggota adalah perpindahan fungsi dan kedudukan anggota Dewan Kerja dalam pelaksanaan tugas-tugasnya.
  2. Mutasi anggota dapat dilakukan pada seluruh jenis, fungsi dan kedudukan anggota.
  3. Tata cara mutasi disusun oleh Dewan Kerja dengan sepengetahuan Kwartir.
  4. Pelaksanaan mutasi anggota Dewan Kerja disahkan dengan keputusan Kwartir.
Pemberhentian anggota
  1. Pemberhentian anggota adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan hak dan kewajiban seseorang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai anggota Dewan Kerja.
  2. Pemberhentian anggota dilakukan apabila anggota Dewan Kerja: (a) Menikah. (b) Meninggal dunia.
  3. Berhalangan tetap, sehingga tidak memungkinkan untuk dapat melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai anggota Dewan Kerja.Jenis halangan yang dimaksud diatur lebih lanjut oleh Dewan Kerja yang bersangkutan dengan persetujuan Kwartir.
  4. Mengajukan permintaan sendiri.
  5. Telah melewati batas usia Pramuka Pandega
  6. Melakukan kegiatan yang melanggar Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, dan Kode Kehormatan Gerakan Pramuka.
Jenis pemberhentian anggota terdiri atas:
  1. Pemberhentian dengan hormat :  dilakukan apabila pemberhentian disebabkan ketentuan Pasal 20 b. (1), Pasal 20 b. (2) dan Pasal. 20 b. (3), Pasal 20 b.( 4) dan Pasal 20 b. (5).
  2. Pemberhentian dengan tidak hormat dilakukan apabila pemberhentian disebabkan karena ketentuan Pasal. 20 b. (6) setelah melalui Dewan Kehormatan.
  3. Tata cara pemberhentian diatur oleh Dewan Kerja dengan sepengetahuan Kwartir.
  4. Pemberhentian anggota disahkan dengan surat keputusan Kwartir.
Penggantian Anggota
  1. Penggantian anggota adalah penggantian anggota Dewan Kerja yang dilakukan apabila ada anggota yang diberhentikan dari keanggotaan.
  2. Tata cara penggantian anggota diatur oleh Dewan Kerja yang bersangkutan dengan sepengetahuan Kwartir.
  3. Penggantian anggota disahkan dengan surat keputusan Kwartir.
Hak dan Kewajiban Anggota
  1. Pada prinsipnya sebagai badan yang bersifat kolektif dan kolegial, setiap anggota mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam pelaksanaan tugas pokok Dewan Kerja.
  2. Dalam pelaksanaan tugasnya, anggota dibagi dalam suatu susunan kepengurusan.


Kepengurusan

Pengurus
  1. Susunan pengurus Dewan Kerja terdiri atas seorang ketua merangkap anggota, seorang wakil ketua merangkap anggota, Sekretaris merangkap anggota, Bendahara merangkap anggota dan beberapa orang anggota.
  2. Apabila Ketua dijabat oleh Pramuka Penegak/Pandega Putera, maka Wakil Ketua dijabat Pramuka Penegak/Pramuka Pandega Puteri, dan sebaliknya
  3. Komposisi pengurus dalam Dewan Kerja disusun dengan memperhatikan perbandingan antara putra dan putri serta perbandingan antara Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
  4. Jumlah anggota Dewan Kerja disesuaikan keputusan Musppanitera dan secara keseluruhan berjumlah ganjil.
  5. Pimpinan Dewan Kerja terdiri atas Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara.
Pembidangan
  1. Pembidangan adalah pembagian tugas yang dilakukan sebagai upaya memperlancar pelaksanaan tugas pokok Dewan Kerja.
  2. Pembidangan dalam Dewan Kerja diatur sebagai berikut: (a) Bidang Kajian Kepramukaan. (b) Bidang Kegiatan Kepramukaan. (c) Bidang Pengabdian Masyarakat. (d) Bidang Evaluasi dan Pengembangan.

Lihat entry/topik terkait
  • Sejarah Pembentukan Dewan Kerja
  • Tata Organisasi Latar Belakang, Tugas Pokok & Fungsi
  • Keanggotaan Organisasi & Hubungan Kerja
  • Pembagian Tugas, Fungsi dan Mekanisme Tugas Bidang Dewan Kerja
  • Musyawarah dan Sidang-sidang Dewan Kerja
  • Wadah Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega
  • Dewan Kerja sebagai Satuan Bina dan Satuan Gerak

Sumber :
  • Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No.214 Tahun  2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega
  • Buku Rujukan KPDK Kwarda XII DIY, Yogyakarta, tahun 1988



Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega : Organisasi & Hubungan Kerja


Struktur Organisasi
  • Di tingkat Kwartir Nasional dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Nasional yang disebut Dewan Kerja Nasional disingkat DKN.
  • Di tingkat Kwartir Daerah dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Daerah yang disebut Dewan Kerja Daerah disingkat DKD.
  • Di tingkat Kwartir Cabang dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Cabang yang disebut Dewan Kerja Cabang disingkat DKC.
  • Di tingkat Kwartir Ranting dibentuk Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Ranting yang disebut Dewan Kerja Ranting disingkat DKR.
Masa Bakti
  • Masa bakti adalah kurun waktu berlangsungnya suatu kepengurusan Dewan Kerja dalam melaksanakan tugasnya.
  • Masa bakti Dewan Kerja sama dengan masa bakti Kwartirnya.
  • Selama belum terbentuk dan disahkannya Dewan Kerja yang baru oleh surat keputusan Kwartir sebagai hasil Musppanitera, maka pengurus Dewan Kerja lama tetap melaksanakan tugasnya. 

Wilayah Kerja
  • Wilayah Kerja adalah wilayah berlakunya kewenangan Dewan Kerja.
  • Wilayah Kerja Dewan Kerja sama dengan wilayah kerja Kwartirnya.

Hubungan Kerja
  • Hubungan Kerja adalah interaksi yang dilakukan oleh Dewan Kerja dalam melaksanakan tugas pokoknya.
  • Hubungan kerja dengan Kwartir :Bentuk hubungan kerja Dewan Kerja dengan Kwartir dalam kedudukannya sebagai badan kelengkapan Kwartir adalah hubungan koordinasi, konsultasi, dan informasi dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan dan mengevaluasi pelaksanaan tugas pokoknya.
  • Hubungan antar Dewan Kerja :(1) Hubungan antar Dewan Kerja yang berbeda jajaran adalah dari jajaran yang lebih tinggi ke bawah, berupa bimbingan, koordinasi, konsultasi dan informasi. Sedangkan hubungan dari jajaran yang lebih bawah ke atas adalah koordinasi, konsultasi dan pelaporan. (2) Hubungan antar Dewan Kerja yang setingkat adalah hubungan koordinasi, informasi dan kerjasama.
  • Hubungan dengan organisasi di luar Gerakan Pramuka : (1) Dewan Kerja dapat menyelenggarakan hubungan kerjasama dengan organisasi di luar Gerakan Pramuka. (2) Bentuk kerjasama dan hal-hal yang berkenaan dengan pelaksa-naan kerjasama tersebut dilakukan dengan sepengetahuan Kwartir.
Administrasi
  • Sebagai badan kelengkapan Kwartir, maka sistem adminsitrasi Dewan Kerja mengikuti sistem administrasi Kwartirnya.
  • Sistem administrasi internal Dewan Kerja diadakan guna menunjang aktifitas Dewan Kerja, meliputi: (1) Pengarsipan surat menyurat yang berkaitan dengan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. (2) Komunikasi dan informasi internal Dewan Kerja dengan Kwartirnya.
Keuangan
  • Keuangan diperoleh, dikelola dan dipertanggungjawabkan oleh Dewan Kerja dalam menjalankan fungsi dan tugas pokoknya.
  • Sumber Keuangan: (1) Keuangan Dewan Kerja diperoleh dari: Kwartir, Iuran peserta kegiatan, Usaha dana Dewan Kerja.
  • Sumber dana yang berasal dari luar Kwartir, harus sepengetahuan Kwartir
  • Pengelolaan : (1) Dana yang digunakan untuk kegiatan Dewan Kerja dikelola oleh Dewan Kerja yang bersangkutan, sesuai sistem yang berlaku di Kwartirnya. (2) Dalam pengelolaan dana kegiatan, Dewan Kerja senantiasa melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Kwartir.
  • Pertanggungjawaban pengelolaan dana disusun oleh Dewan Kerja dan disampaikan kepada Kwartir.
  • Hal-hal lain yang berkenaan dengan pendanaan kegiatan Dewan Kerja akan diatur oleh Dewan Kerja yang bersangkutan dengan sepengetahuan Kwartir.
Lihat entry/topik terkait
  • Sejarah Pembentukan Dewan Kerja
  • Tata Organisasi Latar Belakang, Tugas Pokok & Fungsi
  • Keanggotaan dan Kepengurusan Dewan Kerja
  • Pembagian Tuagas, Fungsi dan Mekanisme Tugas Bidang Dewan Kerja
  • Musyawarah dan Sidang-sidang Dewan Kerja
  • Wadah Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega
  • Dewan Kerja sebagai Satuan Bina dan Satuan Gerak

Sumber :
  • Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No.214 Tahun  2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega
  • Buku Rujukan KPDK Kwarda XII DIY, Yogyakarta, tahun 1988

Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega : Latar Belakang, Pengertian, Tugas Pokok & Fungsi



Latar Belakang
  • Gerakan Pramuka memberi kesempatan kepada para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk membina diri menjadi kader pemimpin, baik di lingkungan Gerakan Pramuka maupun lingkungan di luar Gerakan Pramuka.
  • Salah satu usaha untuk melaksanakan hal tersebut, dibentuklah Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di setiap jajaran Kwartir.
Dasar
  • Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 104 tahun 2004 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
  • Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 086 tahun 2005 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
  • Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 080 tahun 1988 tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega.
  • Rencana Strategik Gerakan Pramuka 2004-2009.

Pengertian dan Kedudukan
  • Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang selanjutnya disingkat Dewan Kerja adalah wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan di tingkat Kwartir yang beranggotakan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera, bersifat kolektif dan kolegial yang merupakan bagian integral dari Kwartir, berkedudukan sebagai badan kelengkapan Kwartir yang diberi wewenang dan kepercayaan untuk mengelola Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
  • Kolektif mengandung arti bahwa keputusan dan kebijakan di dalam Dewan Kerja adalah keputusan atau kebijakan lembaga Dewan Kerja yang dilakukan secara bersama atau secara gabungan dan kolegial mengandung arti bahwa segala pelaksanaan tugas pokok, kebijakan dan tanggungjawab dalam prosesnya di dalam Dewan Kerja dilaksanakan dalam suasana kekeluargaan.
Maksud
  • Dewan Kerja dibentuk sebagai wadah pembinaan dan pengembangan kaderisasi kepemimpinan masa depan Gerakan Pramuka.

Tujuan
  • Dewan Kerja dibentuk dengan tujuan memberi kesempatan kepada Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menambah pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dalam pengelolaan organisasi, pengembangan bakat kepemimpinan dalam rangka upaya pengembangan pribadi dan pengabdiannya kepada Gerakan Pramuka, masyarakat, bangsa dan negara.

Tugas Pokok
  • Melaksanakan Keputusan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandega Puteri Putera untuk mengelola Pramuka Penegak dan Pandega sesuai dengan rencana kerja Kwartirnya.
  • Mengelola kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di Kwartirnya.
  • Mendukung Dewan Kerja dan wadah pembinaan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang berada di wilayahnya secara koordinatif dan konsultatif.
  • Menyelenggarakan Musyawarah Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Puteri Putera di tingkat Kwartirnya.
Fungsi
  • Pelaksana rencana kerja Kwartir tentang Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega.
  • Pengelola kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega di Kwartirnya.
  • Penghubung antara Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dengan Kwartir.
  • Pendukung pelaksanaan tugas-tugas Kwartir serta memberikan sumbangan pemikiran dan laporan tentang pengelolaan, penilaian dan pengembangan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega pada khususnya dan Gerakan Pramuka pada umumnya.

Tanggung Jawab
  • Dewan Kerja yang merupakan bagian integral dari Kwartir, bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas pokok Dewan Kerja kepada Kwartirnya

Lihat entry/topik terkait
  • Sejarah Pembentukan Dewan Kerja
  • Tata Organisasi Dewan Kerja
  • Keanggotaan dan Kepengurusan Dewan Kerja
  • Pembagian Tuagas, Fungsi dan Mekanisme Tugas Bidang Dewan Kerja
  • Musyawarah dan Sidang-sidang Dewan Kerja
  • Wadah Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega
  • Dewan Kerja sebagai Satuan Bina dan Satuan Gerak

Sumber :
  • Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No.214 Tahun  2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak Pandega
  • Buku Rujukan KPDK Kwarda XII DIY, Yogyakarta, tahun 1988

Kepengurusan Kwarnas, masa bakti 2003 - 2008 : Visi, Misi dan Strategi

Visi, Misi & Strategi Kepengurusan Kwarnas Gerakan Pramuka masa bakti 2003-2008



Visi:
Gerakan Pramuka sebagai wadah pilihan utama dan solusi handal masalah-masalah kaum muda. 


Misi:

1. Mempramukakan kaum muda
  • Yang dimaksud dengan mempramukakan tidak berarti bahwa seluruh kaum muda itu dimasukkan sebagai anggota Gerakan Pramuka tetapi lebih pada tataran jiwa dan perilaku kaum muda yang sesuai dengan pramuka sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.
2. Membina anggota yang berjiwa dan berwatak Pramuka, berlandaskan iman dan taqwa
    (Imtaq)  serta selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).
  • Bahwa semua sendi program pendidikan yang dilaksanakan Gerakan Pramuka harus dilandaskan pada iman dan taqwa dan selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga apapun yang dilakukan perlu mengikuti perkembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan pada eranya.
3. Membentuk kader bangsa patriot pembangunan yang memiliki jiwa bela negara.
  • Gerakan Pramuka memiliki salah satu tugas yakni menyiapkan kader bangsa sehingga diperlukan adanya pendidikan yang khusus. Untuk itu, disadari bahwa perlunya pendidikan bela negara sebagai bagian dari kebutuhan bangsa dan negara.
4. Menggerakkan anggota dan organisasi Gerakan Pramuka agar peduli dan tanggap 
    terhadap masalah-masalah kemasyarakatan.
  • Hal ini dilakukan untuk memantapkan jati diri Gerakan Pramuka melalui kode kehormatannya dan sekaligus sebagai pencerminan anggota Pramuka yang tanggap terhadap permasalahan pada lingkungan sekitarnya.

Strategi:

1. Meningkatkan citra Pramuka
  • Hal ini diperlukan untuk dapat lebih dipahami dan sekaligus diminati oleh kaum muda untuk dapat ikut berpartisipasi di dalamnya dan sekaligus dapat menjawab tantangan dan permasalahan yang dihadapi secara internal dan eksternal Gerakan Pramuka.
2. Mengembangkan kegiatan kepramukaan yang sesuai karakteristik dan minat kaum muda
  • Hal ini diperlukan karena Gerakan Pramuka pada hakikatnya adalah kegiatan kaum muda yang memiliki karakteristik dan minat yang khas, dan sekaligus sebagai motivasi bagi anggota Pramuka dalam mengisi diri untuk selanjutnya dikembangkan sebagai bagian dari penjabaran program Pramuka secara menyeluruh.
3. Mengembangkan Program Pramuka Peduli
  • Bahwa program kegiatan Pramuka Peduli dimaksudkan untuk menciptakan kader yang memiliki watak sosial dan pengabdian masyarakat yang tinggi dalam rangka kepedulian terhadap berbagai masalah kemasyarakatan.
4. Memantapkan organisasi, kepemimpinan dan sumber daya Pramuka
  • Bahwa untuk meningkatkan peran dan fungsi organisasi secara struktural diperlukan adanya konsolidasi yang baik dan teratur dan mendapatkan penyegaran organisasi sehingga dengan sendirinya akan berpengaruh pada kepemimpinan dan kesiapan sumber daya Pramuka.


Sumber :
  • Renstra Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 2003 - 2008

Sep 20, 2014

Baden Powell "Aids to Scoutmatership": Dari Hobi ke Pekerjaan

gambar ilustrasi google image : hoby-hoby com


Memiliki  hobi yang tepat, rajin, cerdas dan sehat  merupakan modal awal atau tahap pertama membangun karier dan  mencintai pekerjaan  sedangkan memperoleh jenis pekerjaan yang tepat merupakan langkah kedua untuk meraih sukses berkarier di masa depan bagi para remaja.

Para pekerja atau professional yang sukses  umumnya memandang pekerjaan dan profesinya sebagai hobi sehingga menjadi sesuatu yang membahagiakan, penuh tantangan dan tanggungjawab. H.G Wells menyatakan : “Saya perhatikan bahwa  apa yang disebut  orang besar  baik besar dalam tindakan maupun sikapnya, adalah seseorang yang mampu menikmati tugas dan pekerjaannya. Mereka itu bekerja dan berkarier  sebagaimana layaknya melakukan sesuatu yang menjadi hobinya sehingga penuh semangat dan kegembiraan.  Seorang  anak laki-laki bukan hanya calon seorang ayah tetapi ia juga harus mampu menjadi dirinya sendiri - menjadi individu yang memiliki tanggungjawab lebih luas di dunia pekerjaan”

Ralph Parlette mengatakan "Permainan atau hobi  akan menjadikan kamu mencintai dalam melakukan sesuatu, sedangkan pekerjaan akan menjadikan kamu harus melakukan sesuatu”

Pendidikan Kepramukaan  membantu anak-anak  dan remaja mampu mengembangkan hobi yang bermanfaat  bagi  pekerjaan di masa depan, mengembangkan sikap cinta pekerjaan dan cinta profesi sebagaimana kecintaannya terhadap sebuah hobi dan  mengembangkan sikap penuh tanggungjawab untuk meraih sukses atas pekerjaan atau karier yang dipilihnya. Langkah itu dicapai melalui pemilihan materi laihan pramuka yang menarik secara individu dan bermanfaat bagi masa depannya, dilaksanakan dalam arena pendidikan yang menyenangkan sehingga anak-anak secara tidak sadar, bertahap, progresif dan alami dibimbing mengembangkan diri untuk dapat menyongsong masa depannya yang gemilang.


Sumber :
Diterjemahkan secara bebas oleh Ensiklopediapramuka Online, dari salah satu bab dalam buku :
  • AIDS TO SCOUTMASTERSHIP, A Guidebook For Scoutmasters, On The Theory of Scout Training, Originally published in 1920, This electronic edition courtesy of Canadian Sea Scouts Homeport, http://www.seascouts.ca/




Sep 18, 2014

Regu Penggalang : Regumu Rumahmu



Regumu Rumahmu

Janganlah adik bangga terhadap regumu bila anggotamu merupakan Pramuka-pramuka yang baik, sopan dan perwira, rajin dan giat hanya dalam latihan Pramuka dan selagi mereka mengenakan pakaian seragam dan tanda-tanda Pramuka saja! Berbanggalah, bila anggotamu di rumah masing-masing dan di mana saja mereka berada, merupakan anak-anak yang baik, sopan santun dan perwira, rajin dan giat! Berbanggalah adik, bila mereka tahu akan kewajibannya di rumah dalam memelihara keindahan rumah dan kebersihah pekarangannya, terutama dalam hal membantu pekerjaan ibu dan ayahnya sehari-hari!

Berbanggalah adik, bila mereka mencintai rumahnya, mencintai kedua orang tuanya dan keluarganya, terutama dalam hal taat dan mengabdi kepada kedua orang tua di rumahnya masing-masing. Berbangga dan berbesar hatilah adik, bila mereka juga tunduk dan taat serta mengabdi kepada Tuhan dengan jalan taqwa dan melakukan ibadahnya terhadap Tuhan menurut ajaran agamanya masing-masing!

Selaku PINRU, adik juga harus dapat membuktikan kepada para anggotamu, bahwa adik pun sama seperti mereka mempunyai kewajiban dan usaha ke arah itu. Sebab contoh yang baik bagi anggota-anggota itu ialah bahwa adik juga melakukan itu semua. Adik harus dapat menjadi contoh dan suri teladan bagi mereka! Bila adik tidak berusaha dan tidak ikut serta melakukan apa yang adik banggakan seperti di atas tadi, maka akan lainlah pandangan para anggotamu terhadap dirimu itu. Apalagi Kakak Pembinamu.

Jadi usahakanlah agar adik juga seperti mereka, bahkan adik dahululah yang harus bertindak berlaku sopan, baik, tahu kewajiban dan lain sebagainya sesuai dengan harapan Dasa Darma Pramuka. Untuk itu, adik dapat mengaadakan kunjungan anjangsana kepada teman-temanmu di rumah masing-masing, pada waktu luang. Adik dapat melihat dari dekat dan mengetahui bagaimana anggotamu bertingkah laku dirumahnya. Benarkah tingkah laku mereka itu sudah sesuai dengan Dasa Darma Pramuka? Seandainya belum, maka kewajibanmu pulalah untuk membawa dan membina mereka agar itu semua dapat ditepati dan dilaksanakan oleh para anggotamu. Usahakanlah dan berlatihlah dengan baik di rumah, karena rumahlah tempat satu-satunya untuk melatih diri mencapai cita-cita kita menjadi seorang Pramuka Indonesia yang setia dan berguna!

Regumu dan Sekolah
Sebagai seorang pemimpin regu, adik boleh merasa bangga dan riang hati bila para anggota regumu dapat dikatakan orang : “mereka adalah pramuka-pramuka penggalang yang baik, tahu kewajiban di rumah dan di sekolahnya”.Artinya, di rumah mereka selalu memperhatikan kewajibannya dengan jalan memelihara kebersihan dan keindahan rumah dan pekarangannya, tunduk dan taat kepada ayah dan ibu serta melakukan ibadah terhadap Tuhan, dan semua itu dilakukan dengan baik dan tepat pada waktunya.

Di sekolah, mereka tahu akan kewajiban sebagai seorang murid dan berusaha serta memperlihatkan dirinya rajin dan giat mengikuti semua mata pelajaran dan kegiatan sekolah. Mereka juga taat kepada peraturan sekolah yang dibuat oleh sekolah atau yang ditentukan oleh ibu dan bapak gurunya. Mereka menghargai dan menghormati ibu dan bapak gurunya sebagai orang yang lebih tahu seperti kedua orang tuanya di rumah dan Kakak Pembina dalam Pasukan. Mereka rukun dalam pergaulan dengan sesama teman di sekolah. Mereka juga saling bantu-membantu dalam hal kesulitan pelajaran, bantu-membantu dalam krida sekolah. Menolong teman yang terbelakang dalam pelajarannya, adalah kewajiban utama menurut hati mereka. Karena itu mereka selalu mempelajari semua pelajaran sekolah dengan baik dan bersama-sama. Mereka menjaga kehormatan nama baik sekolahnya dan kelasnya, seperti dalam regu dan pasukannya. Itulah pandangan dari orang terhadap kita sebagai seorang Pramuka yang setia.

Bila adik mengetahui, bahwa di antara anggota regumu ada yang mendapat angka yang kurang pada salah satu mata pelajaran atau lebih, selaku PINRU adik harus bijaksana dengan memberikan dorongan padanya untuk mengejar kekurangan dan keterbelakangan pelajarannya itu. Misalnya dengan cara mempersilahkan anggotamu itu untuk sementara waktu tidak mengikuti latihan itu digunakan untuk belajar dengan tekun guna mengejar keterbelakangan atau nilai yang kurang dari mata pelajarannya di sekolah. Bila ternyata di kemudian hari ia dapat mempelajari pelajaran sekolahnya dengan nilai yang baik kembali, maka ia dipersilahkan lagi untuk mengikuti latihan dan pertemuan regu. Selaku PINRU adik harus selalu waspada terhadap anggotamu, tidak hanya memperhatikan latihan Pramuka saja, sedang soal sekolah dan rumahnya diabaikannya!

Kepada anggota yang demikian itu, adik harus dapat memberikan peringatan dan nasihat-nasihat yang dapat dimengerti olehnya. Perbuatan yang demikian itu tidak dibenarkan oleh Gerakan Pramuka, jangan adik lupa pula, bahwa selaku PINRU adik harus menjadi contoh pribadi yang nyata bagi setiap anggota regumu itu. Perbuatan, perilaku ucapan dan itikadmu harus nyata kelihatan oleh teman-temanmu sebagai gambaran perilaku seorang Pramukas sesuai isi dan makna Dasa Darma. Dengan demikian adik akan dicontoh oleh teman-temanmu seregu atau juga oleh teman-temanmu sesekolah. Usahakanlah dirimu lebih dahulu menaati tata tertib di sekolahmu, di rumah dan di Gerakan Pramuka.

lman harus dinyatakan dengan amal yang soleh
Setialah pada kewajibanmu dan hiduplah sesuai dengan Dasa Darma Pramuka


Lihat entri/topik terkait :

Sumber :
"Penuntun Bagi Pemimpin Regu", TA Soebandi MT. Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta 1988.


Sisdiklat Gerakan Pramuka (5) : Pengakuan Kecakapan dan Kemampuan



 



Pengakuan kecakapan anggota muda dalam Gerakan Pramuka merupakan tanggung jawab Pembina Pramuka. Pengakuan kecakapan pramuka garuda oleh kwartir cabang. Kecakapan anggota muda diperoleh dengan cara menempuh Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), dan Syarat Pramuka Garuda (SPG), dan keterampilan-keterampilan lain yang diinginkan oleh peserta didik serta dapat difasilitasi oleh orang dewasa.

Pengakuan pencapaian kecakapan anggota muda diberikan dalam bentuk tanda kecakapan yang berupa badge, lencana, Tanda Ikut Serta Kegiatan (Tiska), Tanda Ikut serta Gotong Royong (Tigor), surat keterangan, piagam, maupun sertifikat. Tanda kecakapan yang merupakan suatu pengakuan bagi anggota muda bisa diberikan oleh gugusdepan, kwartir, atau kepanitiaan tertentu dalam suatu kegiatan.
Pengakuan kecakapan dan kemampuan anggota dewasa serta Pramuka merupakan tanggungjawab Kwartir. Pengakuan kecakapan dan kemampuan dapat diwujudkan dalam bentuk sertifikat atau atribut kepramukaan dan sejenisnya. Sertifikat dan Ijazah kecakapan untuk suatu pekerjaan yang berkaitan dengan fungsi dikeluarkan berdasarkan kemampuan yang dimiliki sesuai ketentuan. Sertifikat tersebut dapat diperbaharui berdasar kemampuan, untuk jangka waktu yang sama. Demikian juga sertifikat keikutsertaan pada kursus atau kegiatan diklat diberikan setelah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Bentuk dan wujud pengakuan kecakapan dan kemampuan anggota dewasa:
SertifikatSertifikat diberikan kepada anggota dewasa setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan:
  1. Kursus Pamong Saka;
  2. Kursus Instruktur Saka;
  3. Kursus Keterampilan;
  4. Kursus Instruktur;
  5. Latihan Pengembangan Kepemimpinan;
  6. Kursus Pengelola Dewan Kerja;
Piagam
Piagam diberikan kepada anggota dewasa sebagai penghargaan atas keberhasilan sebagai motivasi pendidikan untuk memajukan Gerakan Pramuka:
  1. Orientasi Kepramukaan;
  2. Karang Pamitran;
  3. Gelang Ajar;
  4. Pitaran Pelatih;
  5. Penyegaran Pelatih;
  6. Seminar dan lokakarya;
Surat keterangan
Surat keterangan diberikan kepada anggota dewasa yang telah mengikuti kursus tetapi belum menyelesaikan seluruh materi (minimal 30 jam pelajaran)

Ijazah kursus.
Ijazah kursus didapat oleh anggota dewasa setelah mengikuti:
  1. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD);
  2. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML);
  3. Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD);
  4. Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan (KPL);

Bentuk dan model 
Bentuk dan mode sertifikat, piagam penghargaan, surat keterangan dan ijazah kursus ditentukan oleh Kwarnas.

Penandatangan 
Penandatangan pada sertifikat, piagam penghargaan, surat keterangan dan ijazah adalah:
  1. Ketua Kwartir.
  2. Kepala Pusdiklat.
  3. Pimpinan Kursus.
  4. Pejabat instasi terkait bila merupakan suatu kerjasama.
Contoh IjasahKMD



Contoh Ijazah KML








Contoh Ijazah KPD






Contoh Ijazah KPL





Contoh Setifikat




 Contoh Piagam Penghargaan


Lihat entri/topik terkait :
Sumber :
  • Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 201 Tahun 2011 tentang Sistem Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka,


 
Situs ini merupakan layanan informasi pendidikan kepramukaan yang merujuk ke berbagai sumber yang bisa di pertanggung jawabkan.... Semoga Bermanfaat