Selamat Datang di ENSIKLOPEDIA PRAMUKA
go to my homepage
Go to homepage

Program On Device Portal....

PT.MOLINO PRAMUKA.saat ini sedang mengembangkan sebuah program "on device portal"sebuah layanan informasi pendidikan dan informasi Organisasi Gerakan Pramuka melalui smartphone...

ENSIKLOPEDI PRAMUKA.....

Sejarah Panjang Gerakan Pramuka telah melahirkan banyak peristiwa,tokoh,benda tradisi istilah kependidikan istilah organisasi dan berbagai hal lainya yang pelu di dokumentasikan......

PANJI GERAKAN PRAMUKA...

ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Sri Sultan Hamengku Buwono IX menerima Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Pramuka dari Presiden Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1961 di Istana Merdeka

APEL BESAR...

Para penggalang Putra dan Putri mengikuti Apel Besar Hari Pramuka yang Diselenggarakan tanggal 18 Agustus 1986 di Istana Merdeka Jakarta.......

KA KWARNAS GERAKAN PRAMUKA DARI MASA KE MASA.

Ka Kwarnas Gerakan Pramuka dari masa ke masa : Sri Sultan Hamangkubuwono IX 1961-1974, H.M. Sarbini 1974-1978(meninggal Th 1977), Mashudi 1974-1993, Himawan Sutanto 1993-1998, H.A. Rivai Harahap 1998-2003,Azrul Azwar 2003-2013,Adhyaksa Dault 2013-2018.

Jun 26, 2014

Regu Penggalang : Melatih dan Membina Anggota Baru

 



Sewaktu-waktu regumu akan menerima anggota baru untuk melengkapi dan memperkuat regumu!
Untuk itu adik selaku PINRU dan sebagai Kakak dari anak-anak itu harus dapat membina dan memberikan tuntunan untuk menjadi anggota regumu dan menjadi seorang Pramuka Penggalang yang berwatak dan berkepribadian luhur, cerdas dan tangkas sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Dasa Darma dan Trisatya. Jadi jelaslah, bahwa anak yang baru itu juga harus bersifat ksatria seperti adik sekarang ini.

Pembinaan dan tuntunan yang diberikan kepada anak itu tentu tidak adik lakukan sendiri. Adik dapat menunjuk salah seorang anggota regumu yang sudah mencapai tingkat Rakit atau Terap atau anak lain sesuai dengan pembagian tugas dalam regumu. Anggota yang ditunjuk untuk menuntun anak itu bertanggung jawab sampai anak yang baru itu mengenal dan tahu kehidupan dalam regu dengan jiwa regu, tata kehidupan regu dan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam Gerakan Pramuka, khususnya dalam regumu. Penuntun yang bertangung itu harus berusaha memberikan gambaran nyata tentang peri kehidupan Pramuka Penggalang dalam regumu dan cita-cita setiap anggota Gerakan Pramuka.

Sebelumnya, sudah barang tentu Pembinamu yang menerima anak itu, dan telah diberikan gambaran nyata olehnya. Tapi tidak selengkapnya. Hanya garis besarnya saja. Kepada anak itu harus diberi contoh-contoh yang nyata dari pribadi kita atau si penuntun itu sendiri, disamping contoh-contoh lainnya. Si penuntun harus dapat membuat anak yang baru itu senang dan merasa dirinya kerasan seperti berada dalam lingkungan keluarganya sendiri, di dalam regumu itu. lni harus benar-benar dapat adik usahakan.

Bila anak itu sudah merasa dirinya kerasan dan senang dengan cara hidup berpramuka dalam regumu dan ia memilih jalan untuk menjadi anggota regumu, maka si penuntun melanjutkan tuntunan dan bimbingannya agar anak itu memahami Dasa Darma dan Trisatya Pramuka Penggalang. Sudah barang tentu diperlukan waktu cukup lama, karena kita tidak dapat memberi pengertian itu sekaligus kepada anak yang baru masuk itu. Sebagai PINRU adik juga harus memberikan dorongan kepada si anak dan menjelaskan syarat-syarat yang harus ditempuh dan ditaati oleh setiap Pramuka Penggalang. Syarat-syarat itu seperti halnya dengan SKU tingkat Penggalang Ramu. (Pelajari buku kecil Menempuh Kecakapan Umum Tingkat Ramu).

Di samping itu adik pun memberikan penjelasan kepadanya, bahwa :
  • Ia dapat menjadi seorang Pramuka Penggalang yang baik, bila ia mau berusaha dengan giat dan rajin.
  • Teman-teman seregunya akan membantu dengan ikhlas hati bila diperlukan.
  • Ia dapat dipercaya karena kehormatan dirinya.
  • Ia harus rajin dan giat mengikuti latihan dan pertemuan yang diadakan oleh regu dengan riang dan gembira.
  • Ia selalu berbuat jasa dan berbakti serta berbuat kebajikan terhadap sesamanya, terutama kepada kedua orang tua di rumah dan kepada guru di sekolahnya.
  • Pramuka Penggalang dikenal orang berkelakuan baik, sopan santun dan perwira, bukan karena seragam dan tanda-tanda pramukanya saja.
  • Cita-cita Pramuka lndonesia tersirat dalam Dasa Darma Pramuka yang diminta untuk diamalkan serta ditepati oleh setiap anggota keluarga besar Gerakan Pramuka lndonesia.

Selanjutnya segala sesuatu yang perlu diketahui dan dikuasai oleh anak itu diberikan sambil berjalan di dalam dan di luar pertemuan atau latihan regu/pasukan. Dengan cara beranjang karya ke rumah anak itu atau sebaliknya adik atau si penuntun akan berhasil membina anak itu. Tetapi ingat, bahwa setiap anak atau manusia mempunyai kesibukan di rumahnya masing-masing. Maka pilihlah waktu yang baik dan senggang untuk melakukan anjang karya itu.

Bila anak itu telah memenuhi SKU penggalang Ramu dengan baik, maka anak itu dibina dan diajarkan dalam musyawarah Dewan Kehormatan. Dalam Dewan Kehormatan ini diadakan pembicaraan dan penelitian atas diri anak itu. Maka Pembinamu akan melantiknya, bila sidang Dewan Kehormatan itu menganggap baik dan menerima pengajuanmu itu. Anak itu dilantik oleh Kakak Pembina Pasukan dalam suatu Upacara Pelantikan Pasukan yang sederhana tetapi khidmat dan berkesan bagi si anak yang dilantik, yang dihadiri pula oleh kedua orang tua si anak dan para undangan lainnya bila diperlukan.

Selaku PINRU berusahalah melatih dan membina serta rnenuntun anak yang baru itu, disamping para anggota regumu. Mintalah saran-saran dan petunjuk-petunjuk dalam hal ini dari Kakak Pembinamu. Sebab sudah barang tentu adik masih banyak kekurangannya, baik di dalam cara maupun di dalam pelaksanaannya. Kakak Pembinamu akan selalu bersedia menerimamu dan memberikan petunjuk.

  • Usahakan agar anak yang baru itu mengerti akan adanya kerukunan dan kegotongroyongan dalam regumu.
  • Tanamkan rasa persaudaraan dalam regumu dengan gambaran nyata kepada anak yang baru itu.
  • Doronglah dia agar dia mau bersama-sama anggota regu lainnya mencapai cita-cita regu dan cita-cita Gerakan Pramuka.
  • Ingatkan padanya, bahwa kewajiban utama dalam melangkah menuju hidup, adalah taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Lihat entri/topik terkait :

Sumber :
"Penuntun Bagi Pemimpin Regu", TA Soebandi MT. Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta 1988.



Regu Penggalang : Jiwa dan Regu yang Hidup

 


  
REGU YANG HIDUP

Jangan lupa bahwa adik bertanggung jawab kepada teman-teman dan regumu, bahkan kepada pasukanmu! Teman-temanmu senang sekali kepada pemimpinnya yang cakap lagi bijaksana. Mereka akan lebih senang lagi bila pemimpinnya, berusaha menghidupkan dan membangun regunya bersama-sama mereka dengan memberi semangat kepada mereka untuk menempuh cita-cita yang tinggi dan berguna.

Adik akan berguna bagi regumu dan berhasil dengan baik dan memuaskan bila adik :
  • berusaha mengorganisir regumu sebaik dan setertib-tertibnya;
  • memenuhi dan menaati tata tertib regu;
  • menjalin tali persaudaraan dalam regu antar anggota regumu;
  • mengadakan kegiatan yang teratur dan menarik hati temanmu seregu.
Ini meminta perhatianmu !

Tatalah regumu sedemikian rupa hingga semua anggota regumu mematuhi segala peraturan dan tata tertib regu. Bawalah mereka ke arah cita-cita yang luhur dalam membangun regumu dengan rupa-rupa kegiatan yang hidup dan berguna. Jagalah selalu agar segala kegiatan atau aktivitas regu dikerjakan dengan sebaik-baiknya, rapi dan sempurna, penuh semangat tolong-menolong, bahu membahu dan bergotong royong. Buatlah acara kegiatan latihan regu yang teratur, tertib dan terarah, agar regumu selalu bergerak sesuai dengan kehidupan dan kebutuhan serta kemampuan regumu.
Ini semua meminta adik untuk belajar memimpin regu agar harapan teman-temanmu seregu itu terpenuhi.

Maka dari itu berusahalah selalu untuk bermusyawarah dalam segala hal yang menyangkut regumu. Dengan jalan ini regumu akan tetap hidup dan berkembang menurut cita-cita dan perkembangan regu itu sendiri. Cobalah adik usahakan menghidupkan regumu dengan berbagai jalan dan cara yang sesuai bagi regumu.

Hal-hal yang bertalian dengan cara di atas akan adik jumpai dalam bab-bab berikutnya.
Ingat selalu, bahwa cara bermusyawarah antara temanmu seregu adalah cara yang paling baik untuk mencapai cita-cita satu regu yang diangan-angankan anggotanya.



JIWA REGU

Selama ini adik telah mulai berusaha membentuk regu yang hidup, dengan anggotanya hidup rukun dan damai serta giat di bawah pimpinanmu.

Bukan adik saja yang berusaha ke arah itu, akan tetapi pemimpin-pemimpin regu lainnya juga berusaha agar regunya menjadi regu terbaik, regu teladan dan regu yang hidup dalam pasukannya. Setiap pemimpin regu mempunyai cara, selera dan jiwa serta semangat sendiri-sendiri. Sudah tentu adik juga merniliki cara, selera, jiwa dan semangat yang lain, karena sifat dan tabiat anggota-anggotamu yang berlainan satu dengan lainnya.

Begitu pula dengan angota-anggota regu lainnya di dalam pasukanmu. Regu yang hidup adalah regu yang :
  1. Setiap anggotanya berbuat dan berlaku atau berkelakuan sesuai dengan isi dan makna Trisatya dan Dasadarma Pramuka;
  2. Setiap anggotanya selalu bertindak sesuai dengan tata tertib regu/pasukan di segala bidang permainan, perlombaan, latihan regu, latihan pasukan, maupun di dalam pertemuan-pertemuan lainnya;
  3. Dalam menghadapi suatu pekerjaan regu setiap anggota bekerja dengan penuh perhatian dan saling membantu, giat, gembira dan teliti;
  4. Setiap anggotanya selalu bantu-membantu, bahu-membahu dalam menghadapi segala tugas kerja regu atau dalam pekerjaan yang dibebankan pada dirinya atau pada regunya;
  5. Anggotanya tidak ada yang menganggur dikala regunya mendapat sesuatu tugas, semua mendapat tugas walaupun yang sekecil apa pun;
  6. Setiap perbuatan, setiap langkah, karya dan bakti serta kebajikan apapun diusahakan untuk kehormatan dan nama baik anggota dan regunya di samping nama baik dan kehormatan dirinya;
  7. Selalu hormat-menghormati, percaya-mempercayai di antara teman seregu dan di antara sesamanya;
  8. Selalu berusaha berbuat jasa setiap hari dan setiap ada kesempatan terhadap orang tua di rumah, terhadap sesama teman di sekolah, terhadap guru dan lainnya;
  9. Selalu menghindari perbuatan dan kelakuan yang tidak sesuai dengan isi dan makna Dasadarma Pramuka dan ajaran agama.
Itulah jiwa regu yang harus adik usahakan !

Setiap anggota regu diusahakan untuk melatih dirinya ke arah apa yang diharapkan oleh jiwa regu di atas, dengan sungguh-sungguh dan rajin, untuk kehormatan dirinya dan kehormatan regunya. Bila adik berusaha membentuk dan membangun regumu dengan jiwa regu diatas, yang disebut juga jiwa pramuka, tentu banyak anak-anak lain yang ingin masuk menjadi anggota regumu. Sebaliknya Kakak Pembinamu akan mirasa lebih bangga atas usahamu dan atas regumu yang hidup dan yang berjiwa Pramuka itu.

Maka dari itu cobalah usahakan agar regumu itu berjiwa Pramuka dengan segala kemampuan dan keuletanmu selaku pemimpin regu dan pemimpin dari anggota regumu itu. Dengan demikian adik dapat menjadikan regumu “regu teladan” bagi regu-regu lainnya di dalam pasukanmu, bahkan dalam Gerakan Pramuka.

Berikanlah kesempatan, kepada anggota regumu untuk melatih dirinva belajar dan berbuat.

Lihat entri/topik terkait :

Sumber :
"Penuntun Bagi Pemimpin Regu", TA Soebandi MT. Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta 1988.


Regu Penggalang : Menjadi Wakil Pemimpin Regu







Kita belum banyak membicarakan tugas temanmu yang setia, ialah Wakil Pemimpin Regu. Adik harus ingat, bahwa temanmu itu adalah seseorang yang adik pilih sendiri untuk menjadi seorang wakil pemimpin regumu. Tugasnya ialah membantu dan menjadi tangan kananmu dalam memimpin regu.

Berat juga juga tugas temanmu yang setia itu, bukan? Ia juga mempunyai tanggmg jawab yang besar seperti adik terhadap anggota dan regunya. Walaupun ia mengenakan tanda jabatan WAPINRU dengan satu janur merah saja pada lengan kirinya, akan tetapi tidaklah ringan tugas dan kewajibannya terhadap regunya.

Ia adalah pembantumu yang setia dan mewakili adik bila adik berhalangan. Ia tidak kurang pentingnya dibandingkan teman-teman lainnya seperti juru uang, juru tulis, juru perlengkapan, dan juru-juru lainnya yang ada dalam regumu. Mereka semua berguna bagi regumu. Maka dari itu, adik harus berusaha untuk dapat bahu-membahu dan akrab mengatur dan menuntun anggota regumu bersama teman setiamu itu, yang ditunjuk sebagai WAPINRU. Segala rencana regu dan apapun yang akan dikerjakan oleh regumu, diolah dan diatur bersama dengan wakilmu itu. Karena bila adik-adik berhalangan, maka regumu tidak akan terhenti dengan segala rencana kegiatannya. Wakilmu itulah yang dapat menggantikan atau mewakili pelaksanaan rencana kerja yang telah direncanakan dan diputuskan musyawarah regumu. Ia bertanggung jawab selama adik berhalangan kepada regumu dalam segala kegiatan regu.

Dengan dua orang, pemimpin dan wakilnya, adik akan lebih banyak tahu daripada seorang saja. Mungkin temanmu itu ada kelebihan pengetahuan daripada yang adik miliki dalam membawa regunya lebih maju dan lebih hidup dan berkembang lagi. Ini akan membantu tugasmuu , pemimpin dalam regumu dan meringankan bebanmu.

Suatu keuntungan bagimu mempunyai tangan kanan yang setia dan cakap dan para pembantu lainnya yang cakap juga. Dari sini adik dapat menambah lebih banyak Iagi pengalaman dan pengetahuan dalam kepramukaan dan memimpin. Usahakan selalu keakraban dan kerja sama antara adik dan temanmu yang setia itu, terjalin dengan baik dalam membawa dan menghidupkan regumu untuk membuktikan bahwa regumu telah teratur dan tertata, harus ada bukti-bukti yang menunjukkan hal itu, antara lain dalam administrasi regu yang dipegang oleh jurutulis regu. Ia yang memegang Buku Harian (Logbook) yang berisikan catatan yang dialami regu. Artinya segala kegiatan atau aktivitas regu dicatatnya dengan baik, rapi dan teratur.

Disamping itu pula Buku Khusus Regu yang disebut Buku Notulen yang mencatat segala keputusan musyawarah regu selalu diisi bila regu itu bermusyawarah dan menghasilkan keputusan. Di dalam buku acara latihan dan pertemuan regu tercatat acara regu dalam latihan, perkemahan yang mengenai latihan kecakapan umum, dan lain sebagainya yang bertalian dengan kegiatan regu dan untuk kenaikan tingkat seorang anggota atau lebih. Kemudian Buku Peringatan Regu yang berisi catatan-catatan kegiatan regu dalam perkemahan, perkenalan dan lain-lain kegiatan regu yang telah dialami regu itu. Buku ini diisi oleh setiap anggota regu dengan sajak-sajaknya dan karangan-karangan mengenai kegiatan waktu itu yang disertai dengan gambar-gambar sketsa atau potret.

Yang terakhir adalah Buku Regu, yang mencatat :
  1. Nama pemimpin regu dan nama regunya; Nama pasukan dan nama pembina-pembina pasukan; Alamat pasukan dan kwarrannya.
  2. Alamat pejabat penting dan nama pejabat yang ada di daerahnya;
  3. Ketentuan dan peraturan serta tata tertib regu;
  4. Daftar nama-nama petugas dalam regu;
  5. Daftar nama-nama anggota regu dan alarnatnya;
  6. Daftar nama dan tingkat yang dicapai anggota-anggotanya;
  7. Peristiwa-peristiwa penting yang dialami anggota regu.
Dari isi buku-buku itu semua kita dapat melihat kemajuan-kemajuan apa yang dapat melihat kemajuan-kemajuan yang dicapai oIeh regu itu. Juga dapat dilihat apakah adik benar-benar menata regumu dengan baik, tertib dan teratur.

Bersama wakilmu itu adik mengadakan penelitian sekali lagi dalam sebulan atau dua bulan. Adik akan mendapat petunjuk dari Kakak Pembinamu tentang administrasi praktis dalam menata regumu di bidang administrasi ini. Pada pokoknya tatalah dan olahlah regumu bersama wakilmu dan ikut sertakanlah anggota regumu dalam segala bidang tugas kewajiban yang dibebankan kepada regumu.
Jangan membiarkan seorang dari anggota regumu tanpa tugas di kala regumu mengerjakan suatu pekerjaan, baik dalam hal berlomba maupun dalam acara latihan regu atau latihan pasukan.

Usahakanlah semua itu dengan cara belajar, berlatih dan berkarya sebanyak-banyaknya di rumah, di sekolah dan di mana saja engkau berada.


Lihat entri/topik terkait :

Sumber :
"Penuntun Bagi Pemimpin Regu", TA Soebandi MT. Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta 1988.



Regu Penggalang : Menjadi Pemimpin Regu






MENJADI PEMIMPIN

Dalam salah satu acara Dewan Regu, adik terpililih menjadi pemimpin dari regumu. Teman-temanmu memilih dan menghendaki adik menjadi pemimpin mereka. Mula-mula mungkin adik menolaknya Tetapi setelah adik sadar, bahwa setiap anggota Gerakan Pramuka harus sanggup memimpin dan dipimpin, maka engkau menerimanya juga. Bukankah begitu ?

Selain kehendak dari teman-temanmu se-regu, juga Dewan Kehormatan Pasukanmu dalam musyawarahnya menyetujui dan mengukuhkan pemilihan teman-temanmu itu. Maka Pembina Penggalang melantikmu dalam suatu upacara yang khidmat sekali, walaupun sederhana. Tanda jabatan pemimpin regu disematkan pada pakaian seragammu, setelah adik mengucapkan janji di hadapan teman-teman dan Pembinamu. Pembinamu mengucapkan selamat kepadamu. begitu pula para Pembantu Pembina dalam pasukanmu itu. Apalagi teman-temanmu seregu, karena gembira mempunyai seorang pemimpin seperti adik. Mereka itu menyambutnya dengan senang hati, karena adik kini telah menjadi pemimpin mereka.

Mereka mengharapkan darimu sebagai pemimpinnya, agar adik :
  • jujur dan adil dalam menjalankan tugas dan kewajibanmu sebagai pemimpin mereka;
  • benar-benar cakap dalam memimpin mereka tanpa nampak pada dirimu “sok pemimpin dan angkuh”;
  • mengamalkan dengan sungguh-sungguh janjimu yang berupa Trisatya dan Dasadarma Pramuka;
  • selalu berbuat jasa dan selalu menolong sesamamu yang wajib adik tolong menurut kemampuanmu, terutama dalam membantu teman-temanmu yang baru;
  • bertindak dan berbicara atas nama regumu dan tidak atas nama diri sendiri dalam pertemuan Dewan Kehormatan;
  • penuh rasa tanggung jawab dalam segala hal untuk kepentingan regumu.
Dari uraian di atas jelaslah, bahwa adik diharapkan menjadi seorang pemimpin yang bertanggungiawab dan menjadi contoh bagi teman-temanmu, yaitu contoh pribadi dengan pengamalan baktimu sesuai dengan Trisatya dan Dasadarma Pramuka. Mulai saat ini adik berdiri seperti seorang juru mudi yang sedang berlayar. Adik bertanggungiawab kepada regumu untuk sampai ke tempat yang dituju dengan selamat dan terpuji.

Adik tentu sadar dan memaklumi, bahwa sebuah kapal laut akan kandas, bila juru mudinya tidak benar-benar menguasai dan bertanggung jawab dalam mengemudikan kapal lautnya. Adik lebih mengetahui dan mengerti apa yang dimaksud dengan jurumudi itu. Adik juga faham bagaimana seorang juru mudi itu harus menjalankan kewajibannya. Bila si juru mudi tidak berhati-hati dan tidak menguasai kemudinya, akibatnya juga akan tidak memuaskan. Kalau begitu apa yang akan dikatakan orang terhadapmu sebagai juru mudi. Dengan cara bagaimanaI adik memimpin dan membentuk regu yang baik, regu teladan, buku kecil ini ingin membantumu memberikan tuntunannya. Mudah-mudahan saja buku kecil ini dapat memberi pedoman dan membantumu dalam kehidupan berpramuka dan memimpin regumu!

Adik dipilih oleh teman-temanmu untuk menjadi pemimpin mereka, karena mereka beranggapan bahwa adik anak yang cakap dan mampu memimpin. Karena itu adik selaku pemimpin akan berusaha untuk tidak mengecewakan harapan teman-temanmu, juga Dewan Kehormatan yang mengukuhkanmu. Adik harus ingat bahwa hal ini adalah panggilan bagimu dalam berpramuka.

Bukankah adik bercita-cita untuk menjadi Pramuka Indonesia yang setia dan berguna, baik bagi dirimu, bagi keluargamu di rumah, bagi teman-temanmu seregu maupun bagi nusa, bangsa dan agama? Yakinkanlah cita-citamu itu dengan giat dan rajin belajar, berlatih dan berkarya di mana ada kesempatan.

Hanya dengan jalan belajar, berlatih dan berkaryalah adik akan berhasil dalam segala usaha mencapai cita-citamu itu.

APA YANG HARUS KUPERBUAT ?
  
Dari sinar matamu dapat dibaca apa yang terkandung dalam hatimu! Teranglah bahwa hatimu bertanya : “Apakah yang harus kuperbuat sebagai seorang pemimpin?”.

Jawabannya sebetulnya singkat sekali !
“Membuat anggota regumu menjadi penggalang-penggalang yang giat, cakap, tangkas dan terampil”.
Itulah tugasmu!

Sudah tentu usahamu ke arah itu tidak dapat berhasil dalam waktu singkat dan sekaligus. Adik memerlukan waktu yang agak lama juga. “Bukankah adik selama ini mengalami juga bagaimana seorang pemimpin regu yang cakap dalam beberapa bulan saja dapat menyulap regunya menjadi regu terbaik dengan anggota-anggotanya yang cakap, giat, tangkas dan terampil? Dan tidak sedikit regu-regu terbaik dalam pasukanmu yang dalam beberapa bulan saja merosot menjadi regu yang kurang rukun dan kurang giat. Ini semua terletak di atas pundak seorang pemimpin regunya. Maka dari itu, adik harus waspada dan berhati-hati dalam melaksanakan tugasmu selaku pemimpin regu.

Dari dua buah janur merah yang tersemat seragammu orang dapat membaca dan tau tentang tugasmu selaku pemimpin

Tugasmu itu antara lain :
  • Pertama, membuat anggota regumu menjadi anak -anak yang giat, cakap, tangkas dan terampil;
  • Kedua, membuat anggota regumu menjadi satu keluarga yang baik, rukun dan damai dalam kehidupan regu yang adik pimpin.
Untuk dapat berhasil dalam melaksanakan tugas sebagai pemimpin regu, adik harus dapat bergaul akrab dengan teman-temanmu seregu. Adik harus berusaha selalu menolong teman-temanmu seregu. Adik harus berusaha selalu menolong teman-temanmu dalam segala hal yang mereka hadapi. Adik berusaha menanamkan rasa persaudaraan dalam keluarga regumu dengan cara membawa anggotamu ke arah kesatuan berpikir, berbuat, berbicara dan bertindak (berkarya). Juga membawa mereka menjadi satu kesatuan keluarga regumu yang mengerti, cinta kasih dan damai!  Bersama-sama dengan anggota regumu berlatih, belajar, berbuat dan berkarya untuk satu cita-cita regu.

Itulah yang harus adik usahakan dan adik perbuat selaku pemimpin regu. Kini adik telah mengetahui jawaban pertanyaan hatimu yang dapat dibaca dari sinar matamu dan yang terkandung dalam hatimu. Cobalah dengan segala kemampuanmu berusaha melatih dirimu untuk dapat menjadi seorang  pemimpin regu yang baik dan yang berguna. Jangan lupa bahwa Pembinamu juga akan membantumu dan menolongmu bila adik memerlukannya. Janganlah malu-malu bertanya pada Kakak Pembinamu bila adik mendapat kesulitan dalam tugasmu memimpin atau dalam hal lain-lain.
Aku harus rendah hati dan tahu diri!
Aku harus dapat dan mau meminta nasihat-nasihat dari kakak-kakakku, Pembinaku atau orang lain mengenai hal-hal yang belum kuketahui.



Lihat entri/topik terkait :

Sumber :
"Penuntun Bagi Pemimpin Regu", TA Soebandi MT. Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta 1988.





Jun 13, 2014

Suprapto, Pahlawan Pandu yang Gugur ditembak Tentara Belanda



17 Agustus 1948 ketika para Pandu Indonesia akan menyelenggarakan peringatan HUT ke 3 Kemerdekaan RI bertempat di Gedung Pegangsaan Timur 56 Jakarta, diserbu oleh Polisi Milter Belanda.


Pada peristiwa penyerbuan itu seorang Pandu bernama Suprapto yang sedang mengatur jalannya perayaan tewas ditembak oleh Poilisi Milter Belanda. Suprapto gugur sebagai pandu, sebagai patriot yang membuktikan kecintaannya pada ibu pertiwi, pada NKRI dan pada cita-citra proklamasi 17 Agustus 1945.

Peristiwa itu sebenarnya tidak perlu terjadi kalau tentara Belanda kesatria, karena gencatan senjata antara tentara Belanda dengan Pemerintah RI yang sah, baru saja diumumkan. Nafsu dan keinginan Belanda untuk menguasasi kembali Ibu Pertiwi memang tidak pernah surut, bahkan dengan menghalalkan segala cara. Namun demikian atas perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dan tumbuhnya semangat perlawahan yang hebat, pantang menyerah dari seluruh rakyat Indonesia termasuk perlawanan dari para pandu cikal bakal pramuka yang kita kenal saat ini, keinginan Belanda itu dapat digagalkan. Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat dan bermartabat lepas dari cengkeraman kolonialisme Belanda yang telah berlangsung lebih kurang 350 tahun (-aiw)


Sumber : 

Buku "Patah Tumbuh Hilang Berganti, 75 Tahun Kepanduan dan Kepramukaan".
Penerbit Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta 1987

May 18, 2014

Permainan Pramuka Siaga : Polisi & Pengacau



NAMA PERMAINAN
Polisi - Pengacau

KATEGORI
Permainan Siaga

TUJUAN
Permainan ini bertujuan meningkatkan kemampuan penginderaan, ketelitiaan, kegembiraan dan kecerdikan.

SASARAN
Setelah mengikuti permainan ini peserta mampu :
  • Meningkatkan semangat kebersamaan dan keakabaran sesama teman
  • Meningkatkan kemampuan penginderaan dan keelitiaan
  • Meningkatkan kemampuan mengatasi persoalan dan hambatan
  • Meningkatkan kecerdikan keluar  situasi yang tidak nyaman

METODE
Permainan kelompok

PESERTA
Pramuka Siaga

WAKTU
45 menit
  • 05 menit Pengantar dan briefing.
  • 20 menit Proses
  • 20 menit pemaknaan dan debriefing
TEMPAT
Di luar - di dalam ruangan

PERALATAN
  • 8 kantong kertas merah, 8 kantong kertas biru (bisa warna lain)
  • Dasi/stangan leher
  • Tali (rafia, kain, dll)
  • Kapur untuk garis

PELAKSANAAN
  • 2 barung yang ditunjuk bermain, 2 barung lainnya untuk menonton. Pada putaran kedua barung yang menonton menjadi pemaian, barung yang  bermain menjadi penonton.
  • 2 barung yang bermain, diatur saling berhadapan dengan jarak minimal 5 meter.
  • 1 barung kepalanya ditutup dengan kantong merah sebagai polisi, 1 yang lainnya ditutup dengan kantong kertas biru sebagai pengacau.
  • 1 barung yang bertindak sebagai polisi mengikat lengan tangan kanannya dengan dasi, 1 barung yang bertindak sebagai pengacau mengikat lengan kanannya dengan tali.
  • Setelah semua siap, sebelum permainan dimulai Yanda dan Bunda memberi penjelasan singkat dan mengajak bersama untuk bertepuk tangan dan menyanyi terlebih dahulu biar semangat.
  • Permainan dimulai. Yanda/Bunda memberi aba-aba "Jalan", maka kedua barung itu merangkak ke jurusan lawan dengan diam-diam menuju lawannya. Barung penonton bisa memberikan dukungan untuk bersemangat.
  • Bila dua barung sudah bertemu maka tugasnya adalah meraba-raba lengan kanan. Jika teman dilepaskan. Jika lawan dirampas topinya.
  • Barung yang berhasil mengumpulkan/merampas topi lawan merupakan barung yang menang.
  • Durasi permainan antara 5 - 10 menit.  
  • Putaran pertama selesai dilanjutkan dengan putaran dua (bergantian dengan barung yang pada putaran pertama jadi penonton).  
DEBRIFING
  • Setelah permainan selesai Yanda/Bunda mengajak para siaga untuk mendiskusikan pengalamannya dengan fokus apa makna panca indera penglihatan, makna ketelitian, makna kejujuran, makna kalah menang, dst.
  • Yanda/Bunda bisa mengaikan permainan ini dengan materi lain misalnya penghayatan kode kehormatan pramuks siaga, pentingnya kebugaran dan kesehatan tubuh, dll
  •  Acara selesai.

Selamat berlatih. Salam Pramuka.


Lihat entry/topik terkait :


Sumber :
Buku "284 Permainan Siaga"  Kedai Pramuka Kwarnas- Jakarta, 1990 

 
PT.MOLINO PRAMUKA Menyelenggarakan Umroh Pramuka tahun 2013/2014 mulai bulan Desember 2013 Informasi lebih lanjut hubungi PT.Molino Pramuka 021-8731656