Selamat Datang di ENSIKLOPEDIA PRAMUKA
go to my homepage
Go to homepage

KA MABINAS GERAKAN PRAMUKA DARI MASA KE MASA

KA.Mabinas Gerakan Pramuka Dari Masa ke Masa:Diawali oleh Ir Soekarno, Soeharto,Baharudin Jusup Habibie,K.H.Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri dan Soesilo Bambang Yudhoyono...

ENSIKLOPEDI PRAMUKA.....

Sejarah Panjang Gerakan Pramuka telah melahirkan banyak peristiwa,tokoh,benda tradisi istilah kependidikan istilah organisasi dan berbagai hal lainya yang pelu di dokumentasikan......

PANJI GERAKAN PRAMUKA...

ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Sri Sultan Hamengku Buwono IX menerima Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Pramuka dari Presiden Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1961 di Istana Merdeka

APEL BESAR...

Para penggalang Putra dan Putri mengikuti Apel Besar Hari Pramuka yang Diselenggarakan tanggal 18 Agustus 1986 di Istana Merdeka Jakarta.......

KA KWARNAS GERAKAN PRAMUKA DARI MASA KE MASA.

Ka Kwarnas Gerakan Pramuka dari masa ke masa : Sri Sultan Hamangkubuwono IX 1961-1974, H.M. Sarbini 1974-1978(meninggal Th 1977), Mashudi 1974-1993, Himawan Sutanto 1993-1998, H.A. Rivai Harahap 1998-2003,Azrul Azwar 2003-2013,Adhyaksa Dault 2013-2018.

Sep 18, 2014

Perencanaan Latihan Pramuka Siaga (4) : Balai Penelitian Ikan



Pengantar
  • Agar latihan rutin dapat berjalan efektif, menarik minat dan perhatian peserta didik, Kakak Pembina diwajibkan menyusun rencana  latihan secara lengkap baik aspek materi, metode, media, sasaran, waktu pelaksanaan dan sarana-prasarana yang dibutuhkan. Kakak Pembina dapat mengembangkan model perencanaan latihan secara mandiri dan sesuai kebutuhan peserta didik. 
  • Di bawah ini merupakan contoh perencanaan latihan perindukangan siaga dengan tema PASAR HEWAN. Rumusan tema hanya merupakan sebuah simbolisasi namun mengikat rangkaian kegiatan dari kegiatan satu  ke kegiatan berikutnya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. 
  • Bunda dan Yanda dapat menggunakan instrumen perencanaan ini untuk membuat tema-tema latihan lain. Semakin dekat tema latihan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik maka akan semakin efektif, komunikatif, rekreatif dan implementatif.



Tema Latihan
Balai Penelitian Ikan

Acara sebelum latihan 

Materi Kegiatan
Main Musik

Sasaran Kegiatan
Pemeriksaan kebersihan dan kerapihan

Acara Kegiatan :
  • Perindukan membuat formasi lingkaran besar, jarak antar Barung diperhatikan.
  • Masing-masing Barung diminta menirukan alat musik misalnya, terompet, gong, biola, gendang, dan lain-lain.
  • Tiap Barung diminta mencoba bunyi alat musiknya, dan akhirnya seluruh Siaga diminta membunyikan suara atau bunyi alatnya masing-masing.
  • Pada tanda berhenti, Bunda beserta para pembantunya datang ke Barung untuk memeriksa kebersihan dan kerapihan pakaian serta perlengkapan.
Acara ke-1 

Materi Kegiatan
Upacara Pembukaan Latihan

Sasaran  Kegiatan
kebersihan, peduli lingkungan

Acara Kegiatan :
  • Lingkungan ikut menentukan pertumbuhan dan perkembangan seseorang, karena itu diminta Siaga peduli terhadap lingkungan mulai dari kebersihan lalu menuju keindahan.
  • Berikan contoh anak yang sakit karena kurang memperdulikan lingkungan sehingga tertular penyakit.
Acara ke-2 

Materi Kegiatan
Menjahit Jaring

Sasaran 
mencairkan kebekuan

Kegiatan :
  • Formasi bentuk lomba Barung, jarak antar Barung satu meter dan Siaga dalam Barungnya merentangkan tangan dan berpegangan.
  • Tiap Barung dimisalkan benang jahit (merah, putih, kuning, hijau) dan pemimpin Barung menjadi jarumnya, tiap lubang antara Siaga diberi nomor, dan bila Bucik menyebut salah satu nomor maka tangan yang berpegangan diangkat ke atas sehingga orang dapat melewati bawahnya.
  • Setelah siap Bucik menyerukan satu nomor dan pemimpin barung yang jarum membawa benangnya masuk ke lubang yang disebut tadi lalu kembali seperti keadaan semula.
  • Catatan : bila sudah lancar bermain dengan satu jarurn maka dicoba menjahit dengan dua jarum (seperti tukang sol sepatu).
  • Yang menjadi jarum kedua adalah Siaga 1, yang paling belakang (bila berderet ke belakang) dan jarum kedua selalu mengikuti jarum pertama membawa benangnya masuk ke dalam lubang yang disebut Bucik.
Acara ke-3 

Materi Kegiatan
Memilih Benih

SasaranKegiatan
kecerdasan dan kerjasama

Alat Kegiatan
gambar penampang ikan (agak besar) yang diberi tanda a (insang), b (ekor), c (sirip atas), d (sirip bawah), dan e (usus), dan lain-lain.

Acara Kegiatan
  • Gambar penampang ikan dipotong tidak beraturan dalam seratus bagian, masukkan dalam amplop dan sediakan lem serta karton untuk menempel.
  • Tiap Barung mendapat sebuah amplop, dan setelah diberi tanda mulai Siaga bekerja dalam Barungnya menyusun gambar ikan secara lengkap dan memberi keterangan di bawahnya (a, b, c, d, e).
  • Karya terbaik dan betul diberi penghargaan.
Acara ke-4 

Materi Kegiatan

Lelang lkan

Sasaran Kegiatan
gembira, akrab

Acara Kegiatan :
  • Bentuk lingkaran besar, Bunda berada di tengah sedang 2 Bucik lainnya berada di luar lingkaran agak jauh, Bucik l menjadi kolam ikan air tawar sedang Bucik 2 menjadi kolam ikan air laut.
  • Setelah siap, Siaga berjalan searah jarum jam sambil bernyanyi dan Bunda siap menyerukan nama ikan air tawar (mujair, mas, lele) dan ikan air laut (kakap, kerapu , layur). Bila disebut nama ikan air tawar, Siaga lari keBucik I , bila disebut nama ikan air laut siaga lari ke  Bucik 2.
Acara ke-5 

Materi Kegiatan
Menebar Bibit

Sasaran  Kegiatan
penajaman pendengaran

Alat  Kegiatan
dua buah kardus bekas supermi atau lainnya dan benda-benda kecil sebanyak jumlah Siaga (ballpoint, peniti, gantungan kunci, mata uang logam, dll), dan koran bekas untuk alas.

Acara Kegiatan :
  • Siaga dalam bentuk lomba Barung, dus diletakkan sejauh 4 meter di muka Barung (jarak antara kedua kardus kira-kira semeter; dan kertas koran digelar sejauh satu meter diantarannya diisi benda-benda kecil tersebut).
  • Dus pertama menjadi keranjang ikan laut dan dus kedua ikan air tawar, setelah siap rnenyebutkan sebuah nama ikan dan Siaga paling depan lari mengambil sebuah benda dan melemparkannya ke dalam keranjang yang dimintanya, begitu seterusnya.
  • Untuk mencoba dapat menyebut nama-nama ikan yang salah, misalnya ikan bakar, ikan pepes, dll, dan perintah ini tidak boleh dilaksanakan, yang keliru keluar dari permainan.
Acara ke-6 

Materi Kegiatan
Ikan Arus Deras

Sasaran Kegiatan
penajaman pendengar

Acara Kegiatan :
  • Masih dalam bentuk lomba Siaga paling depan ditutup matanya dengan sapu tangan dan lainnya berderet di belakang menunggu giliran.
  • Dimuka tiap Barung dibuat garis awal dan garis finish sejauh enam meter, lalu ditunjuk satu Barung yang bertugas sebagai batu di tengah sungai (jongkok menyebar diantara garis awal dan finish).
  • Pada tanda mulai Siaga pertama berjalan menyeberangi sungai dan tidak boleh menyentuh batu yang berserakan, bila batu didekati salah seorang Siaga harus mengeluarkan bunyi berdesis sebagai tanda ada bahaya dan Siaga yang menyeberang berusaha menghindar.
  • Sampai di seberang, diganti oleh siaga lainnya dan seterusnya.
Acara ke-7 

Materi Kegiatan
Ikan Hias

Sasaran Kegiatan
kreativitas, imajinasi

Alat Kegiatan
kertas dan alat gambar

Acara Kegiatan :
  • Masing-masing Siaga bekerja sendiri menggambar ikan hias sesuai dengan khayalannya, atau sesuai dengan contoh yang disediakan.
  • Gambar dilengkapi dengan unsur pendukungnya seperti tanaman air, batu-batuan, dll, hingga tampak lebih indah.
  • Hasil karya Siaga dipamerkan dan yang terbaik diberi penghargaan.
  • Catatan : Siaga diberi tugas dirumah untuk mengumpulkan gambar-gambar ikan hias dari majalah atau surat kabar, digunting dan ditempel pada buku tulis.
Acara ke-8 

Materi Kegiatan
Upacara Penutupan Latihan

Sasaran Kegiatan 
kesetiakawanan sosial

Kegiatan :
  • Bunda menutup acara latihan dengan mengajak Siaga ikut memperhatikan keadaan sekitamya, melihat daerah kumuh dan berusaha membantu dan mengurangi kesenjangan yang ada.
  • Caranya dengan tidak terlalu menonjolkan kemewahan, tetapi hidup sederhana.

Selamat berlatih dengan gembira, Salam Pramuka

Lihat topik entri terkait :
Sumber :

Perencanaan Latihan Pramuka Siaga (3) : Musium Kereta Api



Pengantar
  • Agar latihan rutin dapat berjalan efektif, menarik minat dan perhatian peserta didik, Kakak Pembina diwajibkan menyusun rencana  latihan secara lengkap baik aspek materi, metode, media, sasaran, waktu pelaksanaan dan sarana-prasarana yang dibutuhkan. Kakak Pembina dapat mengembangkan model perencanaan latihan secara mandiri dan sesuai kebutuhan peserta didik. 
  • Di bawah ini merupakan contoh perencanaan latihan perindukangan siaga dengan tema PASAR HEWAN. Rumusan tema hanya merupakan sebuah simbolisasi namun mengikat rangkaian kegiatan dari kegiatan satu  ke kegiatan berikutnya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
  • Bunda dan Yanda dapat menggunakan instrumen perencanaan ini untuk membuat tema-tema latihan lain. Semakin dekat tema latihan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik maka akan semakin efektif, komunikatif, rekreatif dan implementatif.


Tema Latihan
MUSIUM KERETA API

Acara sebelum latihan : 

Materi Kegiatan
Bersih berarti Sehat

Sasaran Kegiatan 
pemeriksaan kebersihan.

Acara Kegiatan 
  • Bunda bersama para pembautunya menyiapkan karcis berupa potongan karton berwarna biru, merah dan kuning dan berpencar merupakan seolah-olah stasiun kereta api di tepi desa.
  • Barung membuat rangkaian seperti kereta api, berseret kebelakang sambil memegang bahu teman di depannya, berjalan sambil bernyanyi riang menuju salah satu stasiun dan berhenti. Setelah diperiksa di beri karcis (biru artinya baik, kuning sedang dan merair kurang).
  • Bunda memeriksa kuku, Bucik I (gigi), Bucik II (telinga) danBucik IV (pakaian seragam, kerapihan).
  • Yang paling banyak memperoleh karcis biru menjadi Barung Kehormatan dan menyiapkan upacara pembukaan.
Acara ke-1 

Materi Kegiatan
Upacara Pembukaan Latihan

Sasaran Kegiatan
Takut Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Acara Kegiatan :
  • Setelah Upacara selesai dan berdo'a, Bunda bercerita tentang Keagungan Sang Maha Pencipta, alam semesta dengan segala isinya dan peristirva alam yang terjadi seperti bencana aiam, dan lain-lain.
  • Ajak Siaga untuk tetap bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan selalu tidak lupa mohon perlindungan dan bantuan-Nya.
  • Ceritakan juga tentang musibah kecelakaan kereta api.
Acara ke-2 
  
Materi Kegiatan
Salah Wesel

Sasaran Kegiatan
mencairkan kebekuan

Acara Kegiatan
  • Barung membentuk rangkaian kereta api, pemimpin barung menjadi lokomotifnya dan lainnya menjadi rangkaian gerbong.
  • Bucik menyiapkan tiga buah pluit 1, yang bunyinya berlainan (satu peluit untuk satu perintah).
  • Setelah diberi aba-aba mulai, rangkaian kereta mulai berjalan kian kemari, menjaga agar rangkaian jangan sampai bertabrakan dan siap mendengarkan bunyi peluit.
  • Pakcik membunyikan : (a) peluit pertama : satu kali berarti rangkaian harus berhenti dan dua kali boleh jalan kembali. (b) peluit kedua : satu kali rangkaian harus berjalan mundur dan dua kali jalan kembali. (c) peluit ketiga : satu kali rangkaian jongkok dan dua kali rangkaian jalan jongkok seperti kreta api menanjak pada pegunungan.

Acara ke-3 

Materi Kegiatan
Musium Kereta Api

Sasaran Kegiatan
ketranrpilan hasta karya

Alat Kegiatan
kertas garnbar dan alat gambar (spidol, pensil berwarna, danlain-lain).

Acara  Kegiatan :
  • Barung membentuk formasi lomba, kertas gambar dan alat gambar diletakkan sejauh 4 meter di depan masing-masing Barung.
  • Setelah dibunyikan tanda mulai, Siaga paling depan lari membuat gambar rangkaian kereta api yang melintasi jembatan dengan latar belakang pegunungan, sawah, pohon, dan lain-lain.
  • Tiap Siaga hanya menggambar sebagian dan lainnya melengkapi sampai seluruhnya mendapat giliran (jika belum selesai diulang).
  • Gambar terbaik diberi penghargaan, karya disimpan untuk pameran mendatang.

Acara ke-4 

Materi Kegiatan
Stasiun Kereta Api

Sasaran Kegiatan
kecerdasan, kerjasama, imajinasi

Acara Kegiatan
  • Perindukan membuat setengah lingkaran, jarak antara Barung agar dipelihara dan Bucik berada ditengah.
  • Karton ukuran 11 x 20 cm berisi tulisan nama-nama stasiun kereta api di pulau Jawa dan Sumatera ditumpuk di muka Bucik.
  • Pada tanda mulai pemimpin Barung mengambil sebuah karton dan menunjukkan kepada Barungnya. Tugas berikutnya adalah tiap Barung menyusun nama stasiun sesuai yang diambilnya, dari benda-benda yang dikumpulkan menurut huruf awal dari nama benda tersebut.
  • Misalnya, Kayu = K, Rumput = R, Akar = A, dan seterusnya.
  • Dikumpulkan dari benda-benda yang ada disekitarnya, diletakkan di atas tanah dan disusun sehingga dapat dibaca (huruf awalnya) sesuai nama stasiun.
  • Barung yang paling dulu selesai diberi penghargaan, misalnya permen.
Acara ke-5 

Materi Kegiatan
Tanda Sinyal

Sasaran Kegiatan 
riang gembira dan akrab.

Acara Kegiatan 
  • Formasi bentuk lingkaran besar, Siaga berpegangan tangan sambil bernyanyi bergerak searah jarum jam.
  • Bila bunda bertepuk tangan, ganti arah dan tetap bernyanyi sambil berjalan, tanda pada tanda tepuk tangan dua kali berhenti menghadap ke tengah melihat tanda-tanda yang diberikan yakni : (a)  bila Bunda mengangkat tangan kanan ke atas, Siaga lompat kedepan. (b) bila Bunda mengangkat tangan kir, Siaga lompat ke belakang. (c) bila kedua tangan ke samping, semua jongkok.
  • Untuk mengecoh, Bunda dapat membuat gerakan yang salah seperti kedua tangan ke atas, menyilang di depan dada, dan seterusnya).
Acara ke-6 

Materi Kegiatan
Rangkaian Gerbong

Sasaran Kegiatan
Ketrampilan membuat simpul

Alat Kegiatan
tiap Barung 3 utas tali panjang dua meter

Acara Kegiatan :
  • Dari tiap Barung dipilih 3 orang Siaga yang berada di luar barisan memegang tali dan berpencar, lainnya membentuk rangkaian gerbong.
  • Setelah di beri tanda, rangkaian berjalan menuju salah satu Siaga dan membuat simpul pangkal pada badan Siaga yang paling belakang.
  • Setelah selesai menuju Siaga ke-2 dan membuat simpul mati, lalu menuju Siaga ke-3 membuat simpul anyam.
  • Catatan : Setelah semua selesai, Siaga membuat setengah lingkaran dan duduk, simpul telah dilepas dan tali disiapkan masing-masing Barung. Bucik minta tiap Barung menampilkan satu orang ke tengah lingkaran, menghadap ke arah siaga dan dengan tangan di belakang membuat simpul.
Acara ke-7 

Materi Kegiatan
Kereta Bergigi

Sasaran Kegiatan
ketangkasan, gotong royong

Acara Kegiatan :
  • Siaga dalam bentuk lomba Barung, berderet ke belakang mata ditutup saputangan dan memegang bahu teman didepannya. Kecuali pemimpin Barung yang berada di belakang rangkaian, gerbong mengemudikan jalannya kereta api bergigi menuju stasiun yang telah ditentukan.
  • Pada tanda mulai, rangkaian berjalan perlahan ke depan, denga tanda menepuk kedua tangan pada bahu didepannya yang diteruskan secara estafet kedepan.
  • Bila ingin berhenti bahu ditarik ke belakang (stop), dan bila ingin belok kiri tangan kiri menepuk bahu kiri, belok kanan tangan kanan menepuk bahu kanan.
  • Jika ada bunyi peluit dua kali, Siaga berjalan jongkok (masih dalam rangkaian seperti memasuki terowongan).
  • Usahakan jangan sampai tabrakan atau putus rangkaian gerbongnya.
Acara ke-8 

Materi Kegiatan
Upacara Penutupan Latihan

Sasaran Kegiatan
peduli lingkungan

Acara Kegiatan
  • Mulai dari hal-hal kecil seperti , mengatasi sampah, penyakit ringan seperti batuk, pilek dan lain-lain serta kepedulian terhadap orang yang sudah lanjut usia.
  • Dari hal-hal kecil akan menambah wawasan ke bidang yang lebih luas.

Selamat berlatih dengan gembira, Salam Pramuka

Lihat topik entri terkait :
Sumber :




Sep 17, 2014

Sisdiklat Gerakan Pramuka (3) : Pola Operasional Kegiatan Pendidikan, Pelatihan dan Pertemuan

 


Kegiatan Pendidikan bagi Anggota Muda
  • Kegiatan anggota muda yang terdiri dari Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega dalam Gerakan Pramuka dididik oleh orang dewasa agar menjadi manusia yang berkarakter luhur, yang beriman dan bertakwa, tinggi kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisiknya. Menjadi warga negara Republik Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia mandiri dan bertanggung atas pembangunan bangsa dan negara. Oleh karena itu pendidikan bagi anggota muda harus didukung dan menjadi tanggung jawab orang dewasa dalam Gerakan Pramuka yakni Pembina Pramuka, Pamong Saka, Instruktur Saka, dan Pelatih Pembina Pramuka yang melaksanakan kebijakan kwartirnya.
  • Pendidikan bagi anggota muda tetap harus memperhatikan kebutuhan anggota muda, yang dilakukan melalui musyawarah dewan satuannya masing-masing. Melalui sistem berkelompok atau beregu anggota muda belajar memimpin dan dipimpin. Kegiatan anggota muda dilakukan sesuai dengan perkembangan jasmani dan rohani, melalui kegiatan yang bermutu dengan berlandaskan pada Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan. Evaluasi kegiatan pendidikan bagi anggota muda dilakukan dengan tolok ukur yang mengacu pada pengamalan Satya dan Darma Pramuka.



Pendekatan Sistematis Pelatihan dan Pertemuan bagi Anggota Dewasa.
Pelatihan anggota dewasa dalam Gerakan Pramuka diselenggarakan dalam bentuk kursus/pelatihan, dan pertemuan. Diagram di bawah ini memberikan gambaran secara umum tentang langkah-langkah yang merupakan proses tata cara atau prosedur kerja untuk dapat digunakan dalam merancang  kegiatan kursus dan pertemuan.



Keterangan gambar:
(1). Pengidentifikasian anggota Gerakan Pramuka.
(2). Penganalisisan kebutuhan Gerakan Pramuka.
(3). Penentuan tujuan kegiatan pelatihan dan pertemuan.
(4). Sasaran yang diharapkan. Penentuan sasaran.
(5). Pengemasan isi/bahan
(6). Pemilihan metode kegiatan pelatihan dan pertemuan.
(7). Pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pertemuan.
(8). Pengevaluasian kegiatan pelatihan dan pertemuan

Alur Pikir Kegiatan Secara Umum.
Tata pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pertemuan secara umum sebagai berikut:
  1. Menentukan jenis kegiatan pelatihan dan pertemuan yang akan diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas sesuai dengan peran anggota Gerakan Pramuka yang dibutuhkan saat ini.
  2. Menentukan tujuan kegiatan pelatihan dan pertemuan yaitu gambaran secara umum yang diharapkan oleh pusat pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) serta gugus depan yang berkaitan dengan pelatihan dan pertemuan.
  3. Sasaran yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta setelah mengikuti kursus dan pertemuan: (a) pengetahuan dan informasi fungsional; (b) keterampilan yang relevan; (c) sikap mental pembaruan dan pembangunan; semuanya yang terkait dengan kegiatan Kepramukaan.
  4. Pelaksana kursus dan pertemuan adalah Pusdiklat sedangkan penyelenggara adalah Kwartir.
  5. Indikator keberhasilan dan Evaluasi pelaksanaan kursus.

Pelaksanaan Kursus dan Pertemuan.
Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD)
  1. Tujuan: memberikan pengetahuan dasar dan pengalaman praktis sebagai bekal untuk membina peserta didik dan mengelola satuan (perindukan, pasukan, ambalan dan racana).
  2. Sasaran: dapat memahami dan menerapkan kepramukaan serta dapat membina peserta didik di gugus depannya.
  3. Kelompok target adalah: Pembantu Pembina, Pembina dan anggota masyarakat dewasa yang berminat menjadi Pembina.
  4. Proses kursus menggunakan metode yang sifatnya dinamis dan praktis, karena diharapkan Pembina dapat langsung berperan di lapangan (30% di ruangan dan 70% di lapangan). Praktek lapangan di salah satu gugusdepan terdekat yang ditunjuk.
  5. Masukan berupa hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dalam membina di gugus depan yang berisi antara lain pengetahuan dasar kepramukaan, cara membina peserta didik, praktik lapangan dan keterampilan.
  6. Fasilitas: fasilitas kursus disediakan oleh Pusdiklat, dapat bekerjasama dengan pihak luar.
Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML)
  1. Tujuan: meningkatkan kemampuan dan keterampilan Pembina dalam membina peserta didik dan mengelola Satuan.
  2. Sasaran: mampu menyusun dan menyajikan kegiatan yang menarik dan bermutu serta dapat memotivasi peserta didik untuk menyelesaikan SKU, SKK dan SPG guna mencapai tujuan Gerakan Pramuka.
  3. Kelompok target adalah Pembina Pramuka yang telah mengikuti KMD dan masa Narakarya I, dan akan memilih spesialisasi Pembina Pramuka golongan Siaga, Penggalang atau Penegak/Pandega.
  4. Proses kursus: kursus dilaksanakan dalam perkemahan dengan beberapa metode interaktif dan partisipatif untuk membangkitkan kreativitas. Praktek lapangan di salah satu gugus depan terdekat yang ditunjuk.
  5. Masukan berupa kecakapan dan keterampilan membina, menyelesaikan syarat kecakapan dan praktik lapangan sesuai dengan golongan peserta didik yang dibina.
  6. Fasilitas: fasilitas kursus disediakan oleh Pusdiklat dapat bekerja sama dengan pihak luar.
Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD)
  1. Tujuan: memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap mental bagi para Pembina Pramuka yang dipersiapkan menjadi Pelatih Pembina Pramuka.
  2. Sasaran: mampu mengajarkan dan menyajikan materi kepada anggota dewasa dengan media dan metode yang tepat, berperan aktif menjadi pembimbing dan narasumber bagi para Pembina Pramuka.
  3. Kelompok target adalah para Pembina Pramuka Mahir yang mendapat rekomendasi dari Kwarcabnya (sudah dilantik menjadi pembina mahir, memiliki bakat menjadi pelatih).
  4. Proses kursus: kursus dilaksanakan dengan menggunakan metode interaktif dan partisipatif antara lain: dinamika kelompok, bermain peran, diskusi kelompok dan penugasan.
  5. Materi dan masukan secara garis besar adalah: pendalaman Gerakan Pramuka dan kepramukaan, kepramukaan dunia, metode dan pelatihan, Pusdiklat, manajemen, praktik lapangan dan materi tambahan.
  6. Fasilitas: fasilitas yang dibutuhkan disediakan dan diupayakan oleh Pusdiklat, dapat bekerjasama dengan pihak luar.
Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan (KPL)
  1. Tujuan: memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap mental bagi para Pelatih Pembina Pramuka untuk menangani dan melatih berbagai kursus.
  2. Sasaran: peserta mampu menjabarkan kebijakan Kwartir, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kursus atau pelatihan, memimpin berbagai kursus bagi anggota dewasa.
  3. Kelompok target adalah Pelatih Pembina Pramuka lulusan KPD yang aktif membina di satuan, berpengalaman melatih KMD/KML minimal 3 kali dan mendapat rekomendasi dari Kwarcabnya serta pernah bertugas di bidang administrasi pendidikan kepramukaan.
  4. Proses kursus: kursus dilaksanakan dengan menggunakan metode interaktif dan partisipatif antara lain: dinamika kelompok, diskusi kelompok, pemecahan masalah, bermain peran dan penugasan.
  5. Materi dan masukan secara garis besar adalah: pendalaman kepelatihan, manajemen pelatihan, Hubungan antar manusia (human relations), iptek dan materi tambahan.
  6. Fasilitas: fasilitas yang dibutuhkan disediakana dan diupayakan oleh Pusdiklat, dapat bekerjasama dengan pihak luar.
Kursus Pamong Saka
  1. Tujuan: menyiapkan tenaga Pamong Saka yang mampu mengelola dan mengembangkan Saka secara tepatguna dan berhasilguna.
  2. Sasaran: mampu memahami fungsi dan tujuan Saka, melaksanakan fungsi dan tugasnya sebagai Pamong Saka, mengelola dan mengembangkan Saka.
  3. Kelompok target adalah Pembina Pramuka yang berminat menjadi Pamong Saka.
  4. Proses kursus: kursus dilaksanakan dengan menggunakan metode kepramukaan secara interaktif dan partisipatif antara lain: ceramah, pemecahan masalah, bermain peran, kerja kelompok, curah gagasan dan lain-lain.
  5. Materi dan masukan secara garis besar adalah: Kepramukaan dan Gerakan Pramuka, kesakaan, pengelolaan Saka, praktik lapangan dan lain-lain.
  6. Fasilitas: fasilitas yang dibutuhkan disediakan dan diupayakan oleh Pusdiklat, dapat bekerjasama dengan pihak luar atau oleh Saka yang bersangkutan.
Kursus Instruktur Saka
  1. Tujuan: membekali peserta kursus agar mampu menjadi instruktur bidang teknis sesuai dengan krida-krida Saka-nya.
  2. Sasaran: mampu memahami peran, fungsi dan tanggungjawab, menyampaikan SKK dan menguji peserta didik untuk mendapatkan TKK, berkoordinasi dengan Pamong Saka dan pembina satuan, berperanserta dalam mengembangkan Gerakan Pramuka.
  3. Kelompok target adalah orang dewasa yang memiliki keahlian di bidang satuan karya.
  4. Proses kursus: kursus dilaksanakan dengan menggunakan metode interaktif dan partisipatif antara lain: ceramah, diskusi, tugas kelompok dan lain-lain.
  5. Materi dan masukan secara garis besar adalah: kepramukaan dan Gerakan Pramuka, kesakaan, teknik menguji dan menilai, praktik lapangan dan lain-lain.
  6. Fasilitas: fasilitas yang dibutuhkan disediakan dan diupayakan oleh Pusdiklat, dapat bekerjasama dengan pihak luar atau oleh Saka yang bersangkutan.
Kursus Keterampilan Kepramukaan
  1. Tujuan: memberi bekal suatu keterampilan tertentu yang dapat mendukung tugas anggota dewasa. 10 Sistem Pendidikan Dan Pelatihan Dalam Gerakan Pramuka
  2. Sasaran: memiliki suatu keterampilan yang mendukung tugas dan fungsinya serta mampu menerapkan keterampilannya.
  3. Kelompok target adalah anggota dewasa dan Pramuka Pandega yang berminat.
  4. Proses kursus: kursus dilaksanakan dengan menggunakan metode interaktif dan partisipatif antara lain: tugas kelompok, ceramah, diskusi dan praktik lapangan.
  5. Materi dan masukan adalah suatu keterampilan, baik teori maupun praktik danmateri tambahan.
  6. Fasilitas: fasilitas yang dibutuhkan disediakan/diupayakan oleh Pusdiklat, dapat bekerjasama dengan pihak.
Kursus Manajemen Kwartir
  1. Tujuan: memberi bekal pengetahuan kepemimpinan dan manajemen Kepramukaan, agar dapat memfungsikan diri sebagai tenaga Pramuka Profesional sesuai tugas dan tanggungjawabnya.
  2. Sasaran: mampu memahami tugas dan tanggungjawabnya sebagai tenaga profesional, memberikan dukungan kepada kwartir dan satuan dengan menyajikan berbagai konsep pengambilan keputusan, menciptakan proses manajemen sesuai dengan lingkup tugasnya dan memasarkan kepramukaan kepada masyarakat.
  3. Kelompok target adalah Pembina dan Pelatih Pembina yang berminat sebagai Pembina Profesional.
  4. Proses kursus: kursus dilaksanakan dengan menggunakan metode interaktif dan partisipatif antara lain: curah gagasan, bermain peran, demonstrasi, tugas kelompok dan seminar.
  5. Materi dan masukan secara garis besar adalah: kepramukaan dan Gerakan Pramuka, manajemen, hubungan antar manusia (human relations), motivasi, usaha dana dan kepemimpinan.
  6. Fasilitas: fasilitas yang dibutuhkan disediakan dan diupayakan oleh Pusdiklat, dapat bekerjasama dengan pihak luar.
Kursus Andalan
  1. Tujuan: memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap mental, agar para Andalan dapat melaksanakan fungsi dan tugasnya dengan baik.
  2. Sasaran: memahami visi dan misi kepramukaan serta Gerakan Pramuka, memahami fungsi dan tugasnya sebagai andalan, mampu menyusun rencana strategik.
  3. Kelompok sasaran adalah para andalan.
  4. Proses kursus: kursus dilaksanakan dengan menggunakan metode interaktif dan partisipatif antara lain: diskusi kelompok, pemecahan masalah, bermain peran dan curah gagasan.
  5. Materi dan masukan secara garis besar adalah: visi dan misi kepramukaan serta Gerakan Pramuka, fungsi dan tugas andalan, kepemimpinan, praktik penyusunan taktik dan strategi.
  6. Fasilitas: fasilitas yang dibutuhkan disediakan dan diupayakan oleh Pusdiklat, dapat bekerjasama dengan pihak luar.
Kursus Pengembangan Karakter dan Keterampilan
  1. Tujuan: memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap mental, agar anggota Gerakan Pramuka dapat mencapai tujuan Gerakan Pramuka.
  2. Sasaran: menghayati satya dan Darma Pramuka dan memiliki keterampilan yang mendukung visi dan misi Kepramukaan.
  3. Kelompok sasaran adalah Pramuka Penegak, Pramuka Pandega dan Pembina Pramuka.
  4. Proses kursus: kursus dilaksanakan dengan menggunakan metode interaktif dan partisipatif antara lain: diskusi kelompok, pemecahan masalah, bermain peran dan curah gagasan.
  5. Materi dan masukan secara garis besar adalah: nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka, Bela Negara, kewirausahaan dan lainnya
  6. Fasilitas: fasilitas yang dibutuhkan disediakan dan diupayakan oleh Pusdiklat, dapat bekerjasama dengan pihak luar.
Seminar dan lokakarya
  1. Tujuan membahas berbagai hal tentang kepramukaan pembinaan dan pelatihan.
  2. Sasaran memahami tujuan semiloka.
  3. Kelompok target; Pramuka Penegak dan Pandega serta anggota dewasa.
  4. Proses pertemuan; dilaksanakan dengan menggunakan metode interaktif dan partisipatif antara lain: diskusi kelompok, pemecahan masalah, dan curah gagasan.
  5. Materi; sesuai dengan tujuan semiloka.
  6. Fasilitas; fasilitas yang dibutuhkan disediakan dan diupayakan oleh Pusdiklat, dapat bekerjasama dengan pihak luar.
Orientasi Kepramukaan
  1. Tujuan: memberikan gambaran tentang kepramukaan, sehingga peserta tergugah minatnya untuk memberikan dukungan kepada Gerakan Pramuka.
  2. Sasaran: peserta mampu memahami kepramukaan, peran, fungsi dan tanggungjawabnya serta berkeinginan untuk berperanserta dalam pengembangan Gerakan Pramuka.
  3. Kelompok target adalah: anggota masyarakat, calon anggota dewasa Gerakan Pramuka.
  4. Proses orientasi (dalam bentuk pertemuan) menggunakan beberapa metode yang tepat disesuaikan dengan masukan materi yang akan disampaikan.
  5. Masukan berupa materi yang berkaitan dengan kepramukaan, atau dapat juga diberikan sesuai permintaan.
  6. Fasilitas: jika penyelenggaranya Kwartir, fasilitas disediakan Pusdiklat sebagai badan pelaksana kwartir. Jika penyelenggaranya satuan, fasilitas disediakan oleh satuan penyelenggara.
Karang Pamitran
  1. Tujuan: Membina dan meningkatkan kemampuan, pengetahuan, pengalaman, keterampilan, mempererat persaudaraan dan kekeluargaan bagi Pembina Pramuka sehingga mampu meningkatkan mutu pendidikan kepramukaan di gugusdepan dan satuannya.
  2. Sasaran: Peserta mampu menjalin persaudaraan dan kekeluargaan, meningkatkan  pengetahuan dan keterampilan, berbagi pengalaman dan kepemimpinan untuk meningkatkan pendidikan kepramukaan di Satuannya.
  3. Kelompok Target: Pembina Pramuka Mahir S/G/T/D, Pamong Saka, Instruktur Saka.
  4. Proses/metode: Diskusi interaktif, demonstrasi, Kelompok Kerja, dan bermain peran.
  5. Masukan: Diarahkan pada peningkatan pendidikan kepramukaan di Gugus Depan dan Satuan yang ditetapkan kwartir meliputi: (a). Bidang Organisasi; (b). Bidang Administrasi; (c) Bidang kegiatan Peserta didik; (d). Bidang Pendidikan; (e) e. Bidang Pengetahuan Umum.
  6. Fasilitas: Disediakan oleh Kwartir penyelenggaran dapat bekerjasama dengan pihak luar.
Gelang Ajar
  1. Tujuan: Membina persaudaraan dan kekeluargaan tukar pengalaman, berbagi pengetahuan dan keterampilan dalam rangka meningkatkan kemampuan membina Pramuka di satuannya.
  2. Sasaran: Peserta mampu menjalin persaudaraan, berbagi pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas pembinaan kepada peserta didik.
  3. Kelompok Target: Pembantu Pembina dan Pembina Pramuka.
  4. Proses/metode: diskusi interaktif, demonstrasi, semiloka dan bermain peran serta bercerita.
  5. Masukan: hal-hal yang berkaitan dengan pembinaan Pramuka di satuan yang disepakati bersama.
  6. Fasilitas: disediakan oleh Kwartir atau satuan penyelenggara, serta dapat bekerjasama dengan pihak luar.
Pitaran Pelatih
  1. Tujuan : membina jiwa korsa, persaudaraan,kekeluargaan, tukar pengalaman, berbagi pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan kepelatihannya.
  2. Sasaran : peserta mampu menjalin kerjasama, berbagi pengalaman, pengetahuan dan keterampilan.
  3. Kelompok Target : pelatih Lulusan KPD dan KPL
  4. Proses/metode: diskusi interaktif, demonstrasi, simulasi dan lain-lain.
  5. Masukan : hal-hal yang berkaitan dengan kepelatihan atau lainnya yang disetujui bersama.
  6. Fasilitas : disediakan sendiri atau bersama-sama oleh peserta.
Penyegaran Pelatih
  1. Tujuan : Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan wawasan para pelatih pembina pramuka agar mampu melatih dengan baik.
  2. Sasaran :peserta mampu menambah pengetahuan, memperkaya keterampilan dan meningkatkan wawasan.
  3. Kelompok target : Pelatih Pembina Pramuka yang memenuhi syarat yang ditetapkan oleh kwartir.
  4. Proses/metode : diskusi Interaktif, tim kerja, demonstrasi, bermain peran dan lain-lain.
  5. Masukan: materi-materi yang ditetapkan oleh kwartir.
  6. Fasilitas: disediakan oleh kwartir dan dapat bekerjasama dengan pihak luar


Lihat entri/topik terkait :
Sumber :
  • Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 201 Tahun 2011 tentang Sistem Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka,



Sisdiklat Gerakan Pramuka (2) : Sistem Pendidikan dan Pelatihan Peserta Didik dan Orang Dewasa


Skema dan Sistem

  1. Sisdiklat Gerakan Pramuka merupakan bagian dari proses pembinaan anggota Gerakan Pramuka yang secara garis besar terdiri atas kegiatan pendidikan, pelatihan dan pertemuan.
  2. Skema Sisdiklat bagi anggota muda dan anggota dewasa sebagaimana terlampir.
  3. Sisdiklat merupakan suatu sistem yang dilaksanakan berjenjang dan tidak berjenjang sesuai dengan kemampuan dan minat anggota Gerakan Pramuka.
  4. (a) Sistem secara linier adalah pelaksanaan kegiatan pendidikan, pelatihan danpertemuan secara berurut dan berjenjang. (b) Sistem secara non-liniar adalah pelaksanaan kegiatan pendidikan, pelatihan danpertemuan yang tidak berurut dan berjenjang. (c) Sistem secara modular (terbuka) adalah pelaksanaan kegiatan pendidikan, pelatihan,dan pertemuan yang sesuai dengan kemampuan dan minat anggota GerakanPramuka.
Pramuka Siaga
Jenis kegiatan pendidikan, pelatihan dan pertemuan bagi anggota Pramuka Golongan Siaga terdiri atas:
  1. latihan rutin.
  2. latihan gabungan.
  3. pesta siaga.
  4. bazar siaga
  5. perkemahan sehari.
  6. kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dengan perkembangan rohanidan jasmani anak.
Jenis kegiatan, pendidikan, pelatihan dan pertemuan anggota Pramuka Siaga dibuat petunjuk pelaksa- naan dan petunjuk teknis dalam bentuk panduan tersediri.  

Pramuka Penggalang
Jenis kegiatan pendidikan, pelatihan dan pertemuan bagi anggota Pramuka Golongan Penggalang terdiri atas :
  1. latihan rutin;
  2. latihan gabungan;
  3. lomba tingkat penggalang;
  4. Kemah Bakti Penggalang;
  5. jambore;
  6. Gladian Pemimpin Regu (Dianpinru);
  7. berbagai latihan ketangkasan penggalang;
  8. berbagai kegiatan lain yang sesuai dengan perkembangan rohanidan jasmani Pramuka Penggalang;
Jenis kegiatan, pendidikan, pelatihan dan pertemuan anggota Pramuka Penggalang dibuat petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dalam bentuk panduan tersediri.

Pramuka Penegak
Jenis kegiatan pendidikan, pelatihan dan pertemuan bagi Pramuka Golongan Penegak terdiri atas:
  1. latihan rutin;
  2. latihan gabungan;
  3. Perkemahan Bakti Penegak dan Pekemahan Bakti Satuan Karya;
  4. Raimuna (Pertemuan Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan);
  5. Perkemahan Wirakarya;
  6. Gladian Pemimpin Satuan (Dianpinsat);
  7. Kursus Pengelola Dewan Kerja;
  8. Latihan Kepemimpinan Penegak dan Pandega;
  9. kegiatan-kegiatan satuan karya;
  10. berbagai kegiatan yang sesuai dengan minat, bakat, penegak yangmengandung penddidikan;
Jenis kegiatan, pendidikan, pelatihan dan pertemuan anggota Pramuka Penegak dibuat petunjuk pelaksa- naan dan petunjuk teknis dalam bentuk panduan tersediri.

Pramuka Pandega
Jenis kegiatan pendidikan, pelatihan dan pertemuan bagi anggota Pramuka Pandega terdiri atas:
  1. latihan rutin;
  2. latihan gabungan;
  3. perkemahan bakti Pandega dan Pekemahan Bakti Satuan Karya;
  4. Raimuna (Pertemuan Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan);
  5. Perkemahan Wirakarya;
  6. Gladian Pemimpin Satuan (Dianpinsat);
  7. Kursus Pengelola Dewan Kerja;
  8. Latihan Kepemimpinan Penegak dan Pandega;
  9. kegiatan-kegiatan satuan karya;
  10. kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat;
  11. berbagai kegiatan yang sesuai dengan minat, bakat, Pandega yang mengandung penddidikan;
Jenis kegiatan pendidikan, pelatihan, dan pertemuan anggota Pramuka Pandega dibuat petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dalam bentuk panduan tersediri. 

Anggota Dewasa
Jenis kegiatan pelatihan dan pertemuan bagi anggota Gerakan Pramuka usia dewasa adalah : Kegia- tan Kursus terdiri atas:

Kursus Pembina Pramuka Mahir : 

Kursus Pembina Pramuka Mahir adalah kursus bagi anggota dewasa agar dapat membina peserta didik, terdiri atas 2 (dua) jenjang dan merupakan satukesatuan yang tidak dapat dipisahkan; 

  1. Jenjang pertama kursus bagi pembina adalah Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). KMD diselenggarakan bagi anggota dewasa dan Pramuka Pandega yang akan membina anggota muda di gugus depan. Narakarya I merupakan masa pengembangan bagi lulusan KMD dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan setelah seseorang meyelesaikan KMD. Lulusan KMD memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai pembina minimal selama 6 bulan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga mendapatkan Surat Keterangan telah menyelesaikan masa pengembangan tersebut.
  2. Jenjang ke dua kursus bagi pembina adalah Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML). Seseorang dapat mengikuti KML dengan persyaratan telah menyelesaikan masa Narakarya 1 yang dibuktikan dengan Surat Keterangan. Narakarya II merupakan masa pemantapan bagi lulusan KML dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan setelah seseorang meyelesaikan KML. Lulusan KML memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai pembina minimal selama 6 bulan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga mendapatkan Surat Keterangan, dan dilantik oleh Kwarcab serta berhak mengenakan atribut Pembina Mahir (Pita dan Selendang) sesuai golongannya.
Kursus Pelatih Pembina Pramuka
Kursus Pelatih Pembina Pramuka adalah kursus untuk menyiapkan tenaga Pelatih Pembina Pramuka, terdiri atas 2 (dua) jenjang yang tidak dapat dipisahkan yaitu : 

  1. Jenjang pertama kursus bagi Pelatih Pembina Pramuka adalah Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD). KPD hanya boleh diselenggarakan oleh Kwartir Nasional dan Kwartir Daerah. Lulusan KPD adalah calon Pelatih Pembina Pramuka yang akan bertugas di Kwartir Cabang. Naratama I merupakan masa pengembangan bagi lulusan KPD dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan setelah seseorang meyelesaikan KPD. Lulusan KPD memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai pelatih pembina minimal selama 6 bulan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga mendapatkan Surat Keterangan telah menyelesaikan masa pengembangan tersebut.
  2. Jenjang kedua Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan (KPL), merupakan jenjang lanjutan dari Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar. Naratama II merupakan masa pemantapan bagi lulusan KPL dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan setelah seseorang meyelesaikan KPL. Lulusan KPL memiliki kewajiban untuk melaksanakan tugas-tugas sebagai pelatih pembina minimal selama 6 bulan sesuai ketentuan yang berlaku.
LPK Pramuka Penegak Pandega
Pendidikan Pengembangan Kepemimpinan Pramuka Penegak dan Pandega adalah pendidikan yang diberikan untuk menanamkan dan mengembangkan jiwa kepemimpinan bagi para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam Gerakan Pramuka. 

KPDK
Kursus Pengelola Dewan Kerja adalah kursus bagi anggota Dewan Kerja Penegak dan Pandega agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai staf pengelola Dewan Kerja dengan baik.

Dianpinsat
Gladian Pimpinan Satuan (Dianpinsat) adalah pendidikan yang diberikan kepada Pramuka Penegak dan Pandega untuk pengembangan keterampilan kepramukaan dan jiwa kepemimpinan di gugus depan.

Kursus Pamong SAKA
Kursus Pamong Satuan Karya Pramuka adalah kursus untuk menyiapkan pembina sebagai tenaga Pamong Saka yang bertugas mengelola, dan mengembangkan Saka.

Kursus Instruktur Satuan Karya
Kursus Instruktur Satuan Karya Pramuka adalah kursus untuk menyiapkan tenaga instruktur di bidang teknik krida-krida Saka.

Kursus Andalan Kwartir
Kursus Andalan adalah kursus khusus bagi andalan untuk meningkatkan kinerja Andalan dalam mengelola kwartir.

Kursus Pengembangan Karakter
Kursus pengembangan karakter dan keterampilan adalah kursus yang diselenggarakan untuk mengembangkan nilai-nilai, karakter dan keterampilan bagi anggota Gerakan Pramuka. Adapun jenis-jenis kursus yang dimaksud adalah:
  1. Kursus Pendidikan Bela Negara bagi Pandega, Pembina, Pelatih, dan orang dewasa di luar Gerakan Pramuka. Kursus ini sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kecintaan berbangsa dan bernegara kepada peserta didik;
  2. Kursus Fasilitator Pendidikan Bela Negara merupakan suatu bentuk pendidikan dan pelatihan bagi orang dewasa dalam upaya mempersiapkan diri sebagai fasilitator yang akan memberikan pelatihan pada peserta didik golongan Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega, Pembina serta anak muda dan orang dewasa di luar anggota Gerakan Pramuka. Peserta kursus ini adalah Pembina Pramuka yang telah mengikuti Kursus Mahir Tingkat Lanjutan, dan telah mengikuti kursus Pendidikan Bela Negara;
  3. Kursus Keterampilan Kepramukaan adalah kursus untuk memberikan bekal keterampilan kepramukaan yang mendukung Gerakan Pramuka;
  4. Kursus Manajemen Kwartir adalah kursus untuk menyiapkan tenaga professional pengelola kwartir Gerakan Pramuka dan telah mengikuti KMD.
  5. Kursus Pembina Profesional (Professional Scouters) adalah kursus bagi Pelatih Pembina Pramuka dalam suatu bidang keahlian tertentu agar dapat bekerja penuh di kwartir, guna membantu sukarelawan (andalan) sebagai mitra kerja dalam rangka mencapai tujuan Gerakan Pramuka;
  6. Kursus Instruktur adalah kursus keterampilan kepramukaan bagi Pramuka Penegak dan Pandega;
  7. Kursus Kewirausahaan adalah bentuk pendidikan dan pelatihan yang dipersiapkan bagi Pramuka Penegak dan, Pandega, Pembina, Pelatih, atau peminat di luar Gerakan Pramuka dalam upaya memberikan motivasi, jiwa kemandiran, dan keterampilan berusaha sesuai dengan kebutuhan, minat dan bakat yang diinginkan peserta didik;
  8. Kursus Apiari adalah kursus keterampilan di bidang perlebahan bagi anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat;
  9. Kursus-kursus lainnya yang penting dan bermanfaat dapat diselenggarakan kwartir melalui kerjasama dengan lembaga lain; 
 Jenis Pertemuan bagi anggota dewasa :
  1. Seminar dan lokakarya adalah pertemuan Anggota Dewasa dan Pramuka Penegak dan Pandega untuk membahas kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kepramukaan dalam rangka peningkatan kualitas;
  2. Orientasi adalah pertemuan Anggota Dewasa Gerakan Pramuka untuk pengenalan organisasi Gerakan Pramuka dan Kepramukaan secara umum;
  3. Karang Pamitran adalah pertemuan Pembina Pramuka di kwartir dan antar kwartir untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan serta meningkatkan pengetahuan, berbagi pengalaman dan kepemimpinannya;
  4. Gelang Ajar adalah pertemuan Pembina Pramuka untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan serta meningkatkan pengetahuan, berbagi pengalaman dan kepemimpinannya antar gugus depan di kwartir.
  5. Pitaran Pelatih adalah pertemuan Pelatih Pembina Pramuka di kwartir dan antar kwartir untuk memperat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan serta meningkatkan pengetahuan, berbagi pengalaman dan kepemimpinannya.
  6. Penyegaran Pelatih adalah pertemuan Pelatih Pembina Pramuka di kwartir dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan wawasan para pelatih pembina pramuka agar mampu melatih dengan baik.


Lihat entri/topik terkait :
Sumber :
  • Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 201 Tahun 2011 tentang Sistem Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka,


Sisdiklat Gerakan Pramuka (1) : Sistem Pendidikan & Latihan Gerakan Pramuka

www.ensiklopediapramuka.com


Umum
Gerakan Pramuka bertujuan membentuk setiap anggotanya memiliki kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila serta melestarikan lingkungan hidup. Gerakan Pramuka merupakan pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda di Indonesia.Anggota muda Gerakan Pramuka, terdiri atas Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega berkedudukan sebagai peserta didik.

Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan Kepramukaan bagi kaum muda, guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, yang sanggup bertanggungjawab dan mampu membina serta mengisi kemerdekaan nasional. Dalam pelaksanaannya diperlukan dukungan anggotadewasa.

Anggota dewasa dalam Gerakan Pramuka mempunyai tugas yang berbeda-beda sesuai dengan fungsinya dalam penyelenggaraan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda. Sehubungan dengan hal tersebut anggota dewasa diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya sesuai dengan tugas dan fungsinya melalui pendidikan dan pelatihan.

Pendidikan dan pelatihan diselenggarakan oleh kwartir dengan tujuan untuk membekali anggota dewasa sebagai kader gerakan melalui berbagai kemampuan agar dapat berperanserta bagi tercapainya tujuan Gerakan Pramuka.

Sistem Pendidikan dan Pelatihan dalam Gerakan Pramuka selanjutnya disebut Sisdiklat, yang perlu ditinjau secara berkala agar dapat disesuaikan dengan perkembangan dalam mendukung program kaum muda di lingkungan Gerakan Pramuka. Dalam operasionalisasinya Sisdiklat dijabarkan dalam panduan masingmasing kegiatan pelatihan dan pertemuan. 

Maksud dan Tujuan

Maksud Sisdiklat adalah :
  1. Sebagai sarana proses pendidikan bagi peserta didik dan pelatihan bagi anggota dewasa yang teratur, berkesinambungan dan berjenjang untuk meningkatkan kinerja anggota Gerakan Pramuka.
  2. Sebagai sarana pembekalan dan pemberdayaan anggota Gerakan Pramuka dalam berbagai kegiatan peserta didik, serta pelatihan bagi anggota dewasa.
Tujuan Sisdiklat adalah :
memberi pedoman bagi kwartir dan satuan Gerakan Pramuka dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan, agar dapat melaksanakan perannya di lingkungan Gerakan Pramuka.

Pengertian
  1. Sistem adalah sekumpulan komponen atau bagian yang saling berkaitan, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan.
  2. Pendidikan dan pelatihan adalah upaya yang terarah untuk meningkatkan kemampuan dan kinerja seseorang.
  3. Sisdiklat Gerakan Pramuka adalah sistem pendidikan bagi anggota muda GerakanPramuka dan pelatihan kepramukaan untuk meningkatkan kinerja anggota dewasa dalam Gerakan Pramuka.
  4. Anggota muda dalam Sisdiklat Gerakan Pramuka adalah Pramuka golongan Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega.
  5. Anggota Dewasa dalam Sisdiklat Gerakan Pramuka adalah Pembina Pramuka, Pelatih Pembina Pramuka, Pembina Profesional, Pamong Saka, Instruktur Saka, Pimpinan Saka, Andalan, Anggota Majelis Pembimbing, Pimpinan Satuan Komunitas (Sako), dan Anggota Gugus Darma.
  6. Pelatihan dan pertemuan adalah bentuk pendidikan kepramukaan yang diberikan untuk anggota Gerakan Pramuka yang memiliki tujuan, sasaran, kurikulum, dan metode.
Tata urut
Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 201 Tahun 2011 tentang Sistem Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka, disusun dengan tata urut sbb :
  1. Pendahuluan.
  2. Sistem Pendidikan dan Pelatihan.
  3. Pola Operasional.
  4. Kewenangan.
  5. Pengakuan kecakapan dan kemampuan.
  6. Penutup.
Tim Penyusun Sisdiklat Gerakan Pramuka

Penanggungjawab
Kak Jana T. Anggadiredja (Waka Kwarnas Bidang Diklatlit)

Tim Sistem Pendidikan dan Pelatihan dalam Gerakan Pramuka
1. Kak Joko Mursitho
2. Kak D. Kamarukmi
3. Kak Poernoto
4. Kak Asyiah. Suriadikusumah
5. Kak Susi Yuliati
6. Kak A. Eko Setiyo


Lihat entri/topik terkait :
Sumber :
  • Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 201 Tahun 2011 tentang Sistem Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka,



Sep 11, 2014

Regu Penggalang : Mengelola Kehidupan Regu



Suatu regu  itu akan hidup bila selalu mempunyai kesibukan dengan karya dan daya para anggotanya.
Selaku PINRU adik harus selalu siap berusaha agar regumu mempunyai rencana berkarya dan berbakti serta selalu berbuat kebajikan demi nama baik regumu. Anggota regumu akan senang sekali dengan acara-acara berkarya dan berbakti serta berbuat kebajikan, bila acara itu dibuat sebagai hasil musyawarah antar anggota regumu.

Satu-satunya jalan untuk menghidupkan dan memajukan regumui itu ialah membuat rencana yang baik dan menarik hati para anggotanya, karena mereka senang sekali mengikuti serta mengerjakannya. Dalam latihan regu dan pertemuan regu jangan lupa adik selalu membukanya dengan acara-acara Pembukuan Pertemuan Regu. Misalnya dalam latihan regu yang harus dikerjakan ialah:
  1. Upacara pembukaan pertemuan regu yang khidmat tapi singkat ; (a) berkumpu, (b) pengibaran bendera di dalam atau di luar ruangan, (c) berterimakasih kepada Tuhan dengan do’a, (d)  pembacaan Dasadarma Pramuka.
  2. Pengumuman regu;
  3. Permainan yang seru tapi pendek;
  4. Instruksi-instruksi;
  5. Latihan kecakapan yang disyaratkan untuk tiap tingkatan SKU;
  6. Merencanakan karya bakti regu dalam rangka hari-hari besar dan hari-hari agama;
  7. Permainan-permainan seperti latihan panca indera dan lain-lain;
  8. Acara lain;
  9. Upacara penutupan pertemuan regu atau latihan regu.
Acara dan bahan latihan itu sebelumnya diusahakan agar adik kuasai lebih dahulu dan atau difahami oleh wakilmu. Acara itu harus adik laksanakan dengan baik bersama wakilmu, agar acara yang diharapkan itu benar-benar berhasil dengan sukses. Selanjutnya untuk mencapai sasaran regumu menjadi regu terbaik dan regu teladan dalam pasukanmu, maka regu sangatlah penting dan menentukan, juga bagi keberhasilannya itu. Dalam pertemuannya itulah para anggota regumu akan mendapat berbagai kecakapan dan pengetahuan yang belum pernah dimiliki. Contoh-contoh pribadi masing-masing anggota lebih mudah dicontoh daripada nasihat-nasihat atau ceramah-ceramah yang muluk-muluk. 
Dari contoh-contoh pribadi ini para anggotamu akan melihat mana yang baik, mana yang patut dicontoh, dan mana yang tidak. Di samping itu sudah tentu mereka dapat belajar, berlatih dan mengerjakan bersama-sama semua hal yang belum pernah mereka miliki selama ini, seperti pengetahuan tentang kecakapan umum tingkat Ramu, Rakit dan Terap.
Telah disinggung dalam uraian terdahulu, bahwa acara pertemuan regu ini di antaranya :
  1. Membicarakan acara latihan, artinya acara latihan regu dengan pasukan yang akan datang.
  2. Membicarakan rencana kerja regu, misalnya : Berkemah kerja dengan tujuan berbuat jasa terhadap sesama teman dan lainnya, memperbaiki jembatan bambu di sebuah kampungyang telah lapuk atau rusak, membersihkan halaman dan tempat-tempat ibadah, tempat-tempat umum lainnya yang ada hubungannya dengan kesehatan dan kebersihan kota atau kampung, mengumpulkan barang-barang bekas untuk kebutuhan regu, misalnya surat kabar, botol-botol bekas, atau lain yang dapat dijadikan uang.
  3. Mempraktekkan atau berlatih bersama sampai dapat atau menguasainya, seperti kecakapan dan keterampilan kepramukaan antara lain :  tali-temali atau simpul-simpul, PPPK,  memasang dan membongkar tenda, pioneering, pengetahuan umum, dll.
  4. Membuat dan menyusun laporan kegiatan regu bulan lalu dan lain-lain yang akan diajukan dalam pertemuan Dewan Kehormatan atau Dewan Penggalang.

Bersama wakilmu adik mengatur acara pertemuan regu atau Dewan Regu itu. Pertemuan Dewan Regu ini dapat diadakan dua minggu sekali dan dapat juga sepuluh hari sekali dengan bergiliran tempatnya. Misalnya minggu pertama di rumahmu, minggu berikutnya di rumah wakilmu atau di rumah temanmu seregu lainnya, demikian terus-menerus sehingga semua medapat giliran.

Sudah tentu sebelum diadakan pertemuan itu adik harus meminta izin terlebih dahulu kepada orang tuamu masing-masing. Tak lupa juga Kakak Pembinamu diberitahu dan diminta hadir dalam Dewan Regu atau Pertemuan Regu. Sebab mungkin saja ada hal yang memerlukan pendapat Kakak Pembinamu. Pertemuan ini paling lama satu setengah jam saja dan tidak lebih. Upacara Pembukaan Dewan Regu tidak boleh dilalaikan seperti halnya pada pembukaan dan penutupan latihan Pasukan.
Tata upacara Pembukaan Dewan Regu dapat ditentukan oleh regu itu sendiri sesuai dengan Adat Regu.

Buku-buku regu jangan lupa diisinya! Selama pertemuan regu, acara pertemuan harus dijalankan sesuai dengan acara yang telah ditentukan dan dimulai serta diakhiri tepat pada waktunya. Usahakan itu semua dilaksanakan bersama regumu dengan tertib. Pertama kali adik akan melaksanakan Dewan Rgu itu dengan ragu-ragu karena terdapat kekurangan di sana-sini bukan? Tapi lama kelamaan jalannya Dewan Regu itu akan tertib dan teratur, dengan jalan berusaha melakukannya dengan baik setiap diadakan Dewan Regu.

Oleh karena itu, setiap hal yang baru yang adik jumpai, hendaknya adik perhatikan baik-baik dan pelajarilah, berlatihlah bersama temanmu dan kerjakanlah pula dengan baik, teratur dan tertib.
Ingat! Bila ada kekurangan pada dirimu dalam hal pengetahuan atau keterampilan kepramukaan, hendaknya adik segera meminta saran dan petunjuk dari Kakak Pembinamu yang setia dan selalu siap memberikan apa yang adik perlukan untuk tugasmu itu.

Datanglah selalu tepat pada waktunya atau lebih dahulu datang dari anggota-anggota regumu pada acara pertemuan dan latihan regu atau latihan pasukan


Lihat entri/topik terkait :

Sumber :
"Penuntun Bagi Pemimpin Regu", TA Soebandi MT. Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta 1988.



Sep 8, 2014

Idik Sulaeman Nataatmadja



Drs. H. IDIK SULAEMAN NATAATMADJA, AT. 
Lahir di Kuningan pada hari Kamis, tanggal 20 Juli 1933. Beliau merupakan  pencetus nama  Pasikibraka. Adik didik Kak Husein Mutahar  di kepanduan ini jugalah yang menyempurnakan seluruh kelengkapan Paskibraka sebagai sebuah Korps, mulai dari sistem/metode pelatihan, silabus, atribut dan kelengkapannya. Bersama dengan para pembina lainnya, Idik membantu Mutahar menyempurnakan konsep pembinaan Paskibraka. Pasukan yang pada tahun 1966 dan 1967 diberi nama Pasukan Pengerek Bendera Pusaka, pada tahun 1973 mendapat nama baru yang dilontarkan oleh Idik. Nama itu adalah PASKIBRAKA, yang merupakan akronim dengan kepanjangan PASuKan PengIBar BendeRA PusaKA. Selain memberi nama, Idik juga menyempurnakan wujud Paskibraka dengan menciptakan Seragam Paskibraka, Lambang Korps, Lambang Anggota, serta Tanda Pengukuhan berupa Lencana Merah-Putih Garuda (MPG) dan Kendit Kecakapan.
Kak Idik menghabiskan masa kecil di daerah kelahirannya, sampai tamat SMP di Purwakarta dan pindah ke Jakarta saat masuk SMA. Sejak kecil, jiwa seni sudah terlihat dalam dirinya. Tak heran bila setamat SMA Idik memilih seni rupa sebagai pilihan profesinya dengan menamatkan pendidikan sebagai sarjana seni rupa di Departemen Ilmu Teknik Institut Teknologi Bandung ITB pada 9 April 1960.  Dunia seni dan tekstil harus ditinggalkan ketika Idik pindah kerja ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud), sebagai Kepala Dinas Pengembangan dan Latihan pada 1 Desember 1967. Saat inilah, ia banyak membantu Husein Mutahar dalam mewujudkan gagasannya membentuk Paskibraka.


Pada 30 Juni 1975, ia diangkat menjadi Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pembinaan Kegiatan di Direktorat Pembinaan Generasi Muda (Ditbinmud). Pada 9 Maret 1977, ia mencapai posisi puncak di Ditbinmud setelah ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Direktur Pembinaan Generasi Muda, Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Olahraga (Ditjen PLSOR). Tiga tahun penuh ia benar-benar menjadi ”komandan” dalam latihan Paskibraka, yakni Paskibraka 1977, 1978 dan 1979.

Pada 24 November 1979, Idik ditarik ke Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Dikdasmen) dan menjabat Direktur Pembinaan Kesiswaan sampai 15 November 1983. Selama empat tahun itu, dengan latar belakang pendidikan seni rupa dan pengalaman kerja di bidang tekstil, Idik mencatat sejarah dalam penciptaan seragam sekolah yang kita kenal sampai sekarang: SD putih-merah, SMP putih-biru dan SMA putih-abu-abu, lengkap dengan lambang sekolah dasar (SD) dan OSIS yang kini selalu melekat di saku kiri seragam sekolah.

Idik menikah dengan Aisah Martalogawa pada 29 Oktober 1961, Idik dikaruniai tiga anak, yakni Ir. Ars Isandra Matin Ahmad (yang beristrikan Ir.ars Retno Audite), Isantia Dita Asiah (yang bersuamikan Drs. Mohammad Imam Hidayat), dan Dra Isanilda Dea Latifah yang bersuamikan Ari Reza Iskandar). Dari ketiganya, Idik memiliki enam orang cucu, masing-masing 3 cucu laki-laki dan 3 cucu perempuan.


PENGALAMAN DALAM KEPANDUAN

Tahun 1939 ia memasuki Kepanduan Natipy masuk sebagai pandu muda. Baru tahun 1946 Pandu Rakyat berdiri di kota Tasikmalaya, ia masuk Kepanduan itu menjadi Perintis dan dilantik di daerah Manonjaya. Tahun 1950 pindah ke Purwakarta dan masuk Kepanduan lagi sebagai Pandu Pawang. Setamat SMP pindah ke Jakarta dan masuk SMA dan masuk Kelompok Jakarta-17, jadi Pandu Penuntun.

Setamat SMA pindah ke Bandung dan memasuki ITB ambil Jurusan Seni Rupa dan mendirikan Perindukan Pemula. Ketika Gerakan Pramuka berdiri, ia ikut dalam susunan Kwartir Daerah Jawa Barat sebagai Andalan Daerah Urusan Perlengkapan. Dua tahun setelah itu ia mau dijadikan Ketua Kwartir Cabang Kotamadya Bandung, menggantikan sdr. A. Djamil. Karena kepindahan ke Jakarta, ia diangkat menjadi Asisten Sekjen Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Mulai mendirikan Pramuka di Universitas Trisakti, mula-mula mendiskusikan dengan beberapa dosen dan pimpinan Universitas.  Kursus orientasi dengan tokoh-tokoh mahasiswa dan mulai mendirikan di kampus A, B, dan C. Menjadi Andalan Nasional mulai tahun 1988 dan berakhir 1998. Mendapat tanda penghargaan: Tanda Bakti, Karya Satya 8 tahun (IV) dan Bunga Melati. Dari Pemerintah mendapat WIBAWA SEROJA NUGRAHA, BINTANG JASA PRATAMA, dan KARYA SATYA XXX TAHUN. Kini ia aktif sebagai Pandu Tua, anggota Pengurus Pusat HIPPRADA.
Kak Idik meninggal pada tahun 2013. Jasa-jasanya juga sangat luar biasa terutama dalam menulis dan menerbitkan buku-buku pramuka di Indonesia. Puluhan buku pramuka telah Beliau tulis dan hingga kini menjadi pegangan para Pembina Pramuka di seluruh Indonesia dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggungjawabnya.
Sumber ;


 
Situs ini merupakan layanan informasi pendidikan kepramukaan yang merujuk ke berbagai sumber yang bisa di pertanggung jawabkan.... Semoga Bermanfaat