Selamat Datang di ENSIKLOPEDIA PRAMUKA
go to my homepage
Go to homepage

KA MABINAS GERAKAN PRAMUKA DARI MASA KE MASA

KA.Mabinas Gerakan Pramuka Dari Masa ke Masa:Diawali oleh Ir Soekarno, Soeharto,Baharudin Jusup Habibie,K.H.Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri dan Soesilo Bambang Yudhoyono...

ENSIKLOPEDI PRAMUKA.....

Sejarah Panjang Gerakan Pramuka telah melahirkan banyak peristiwa,tokoh,benda tradisi istilah kependidikan istilah organisasi dan berbagai hal lainya yang pelu di dokumentasikan......

PANJI GERAKAN PRAMUKA...

ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Sri Sultan Hamengku Buwono IX menerima Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Pramuka dari Presiden Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1961 di Istana Merdeka

APEL BESAR...

Para penggalang Putra dan Putri mengikuti Apel Besar Hari Pramuka yang Diselenggarakan tanggal 18 Agustus 1986 di Istana Merdeka Jakarta.......

KA KWARNAS GERAKAN PRAMUKA DARI MASA KE MASA.

Ka Kwarnas Gerakan Pramuka dari masa ke masa : Sri Sultan Hamangkubuwono IX 1961-1974, H.M. Sarbini 1974-1978(meninggal Th 1977), Mashudi 1974-1993, Himawan Sutanto 1993-1998, H.A. Rivai Harahap 1998-2003,Azrul Azwar 2003-2013,Adhyaksa Dault 2013-2018.

May 27, 2015

Pendidikan Kepramukaan



Pengantar

Selama ini istilah Gerakan Pramuka, Pendidikan Kepramukaan dan Pramuka, digunakan secara
rancu, sehingga mengaburkan pengertian sebenarnya.
  • Gerakan Pramuka, adalah nama organisasi pendidikan di luar sekolah dan di luar keluarga yang menggunakan Prinsip Dasar Pendidikan Kepramukaan dan Metode Pendidikan  Kepramukaan.
  • Pendidikan Kepramukaan, adalah nama kegiatan anggota Gerakan Pramuka.
  • Pramuka, adalah anggota Gerakan Pramuka yang terdiri dari anggota muda yaitu peserta didik Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega dan anggota dewasa yaitu Pembina Pramuka, pembantu Pembina Pramuka, Pelatih Pembina Pramuka, Pembina Profesional, Pamong Saka dan  Instruktur Saka, Pimpinan Saka, Andalan, Pembantu Andalan, Anggota Mabi dan Staf
Pendidikan Kepramukaan
  1. Pendidikan Kepramukaan adalah proses pendidikan yang praktis, di luar sekolah dan di luar keluarga yang dilakukan di alam terbuka dalam bentuk kegiatan yang menarik, menantang, menyenangkan, sehat, teratur dan terarah, dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Pendidikan Kepramukaan, yang sasaran akhirnya adalah terbentuknya kepribadian, watak, akhlak mulia dan memiliki kecakapan hidup.
  2. Pendidikan Kepramukaan merupakan proses belajar mandiri yang progresif bagi kaum muda untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya, meliputi aspek spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
  3. Pendidikan Kepramukaan merupakan proses pendidikan sepanjang hayat menggunakan tata cara kreatif, rekreatif dan edukatif dalam mencapai sasaran dan tujuannya. Melalui Kegiatan yang menarik, menyenangkan, tidak menjemukan, penuh tantangan, serta sesuai dengan bakat dan minatnya diharapkan kemantapan spiritual, emosional, sosial, intelektual, fisik dan pengalaman peserta didik dapat berkembang dengan baik dan terarah.
  4. Pendidikan Kepramukaan merupakan proses pembinaan dan pengembangan potensi kaum muda agar menjadi warganegara yang berkualitas serta mampu memberikan sumbangan positif bagi kesejahteraan dan kedamaian masyarakat, baik nasional maupun internasional.
  5. Kegiatan Pendidikan Kepramukaan merupakan kegiatan di alam terbuka (outdoor activity ) yang mengandung dua nilai, yaitu : (a) Nilai formal, atau nilai pendidikannya yaitu pembentukan watak (characterbuilding ), dan  (b) Nilai materiil, yaitu nilai kegunaan praktisnya.
  6. Pendidikan Kepramukaan berfungsi sebagai: (a) permainan (game) yang menarik, menyenangkan dan menantang serta mengandung pendidikan bagi peserta didik;  (b) pengabdian bagi anggota dewasa; (c)  alat pembinaan dan pengembangan generasi muda bagi masyarakat.
  7. Sifat Pendidikan Kepramukaan : (a) Terbuka: dapat didirikan seluruh Indonesia dan diikuti oleh warga Negara Indonesia tanpa membedakan suku, ras dan agama. (b) Universal: tidak terlepas dari idealisme prinsip dasar dan metode Pendidikan Kepramukaan sedunia. (c) Sukarela : tidak ada unsur paksaan, kewajiban dan keharusan untuk menjadi anggota Gerakan Pramuka, (d)  Patuh dan taat terhadap semua peraturan dan perundang-undangan Negara Kesatuan Republik Indonesia, (e) Non politik : (1) bukan organisasi kekuatan sosial politik dan bukan bagian dari salah satu dari kekuatan organisasi sosial politik; (2)   seluruh jajaran Gerakan Pramuka tidak dibernarkan ikutserta dalam kegiatan politik praktis; (3) secara pribadi anggota Gerakan Pramuka dapat menjadi anggota organisasi sosial politik.
  8. Kegiatan Pendidikan Kepramukaan wajib meperhatikan 3 pilar Pendidikan Kepramukaan   yaitu :  (a) modern: selalu mengikuti perkembangan; (b) asas manfaat: kegiatan yang memperhatikan manfaatnya bagi peserta didik; (c) asas taat pada kode kehormatan: sehingga dapat mengembangkan watak/karakternya.
  9. Dalam kegiatan Pendidikan Kepramukaan selalu terjalin 5 (lima) unsur terpadu, yaitu : (a) Prinsip Dasar Pendidikan Kepramukaan; (b) Metode Kepramukaan; (c) Kode Kehormatan Pramuka; (d)  Motto Gerakan Pramuka; (e) Kiasan Dasar Pendidikan Kepramukaan.

Lihat entry/tema terkait :
  • Metode Kepramukaan;
  • Prinsip Dasar Pendidikan Kepramukaan
  • Kode Kehormatan Pramuka;
  • Moto Gerakan Pramuka;
  • Kiasan Dasar Pendidikan Kepramukaan.
  • Sistim Among dalam Pendidikan Kepramukaan
Sumber :
  • Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No 200, Tahun 2011 tentang Panduan Teknis Kurus Pembina Pramuka Mahir


Prinsip Dasar Kepramukaan


Pengantar 

Salah satu pengertian pendidikan Kepramukaan adalah proses pendidikan yang praktis, di luar sekolah dan di luar keluarga yang dilakukan di alam terbuka dalam bentuk kegiatan yang menarik, menantang, menyenangkan, sehat, teratur dan terarah, dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Pendidikan Kepramukaan, yang sasaran akhirnya adalah terbentuknya kepribadian, watak, akhlak mulia dan memiliki kecakapan hidup.

Dalam kegiatan Pendidikan Kepramukaan selalu terjalin 5 (lima) unsur terpadu, yaitu:
  1. Prinsip Dasar Pendidikan Kepramukaan;
  2. Metode Kepramukaan;
  3. Kode Kehormatan Pramuka;
  4. Motto Gerakan Pramuka;
  5. Kiasan Dasar Pendidikan Kepramukaan
Prinsip Dasar Pendidikan Kepramukaan 
  1. Prinsip Dasar ialah asas yang mendasar yang menjadi dasar dalam berfikir dan bertindak.
  2. Prinsip Dasar meliputi nilai dan norma dalam kehidupan seluruh anggota Gerakan Pramuka.
  3. Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik menyenangkan, menantang yang dilakukan di alam terbuka dengan sasaran akhir pembentukan watak.
  4. Prinsip Dasar Kepramukaan (PDK) adalah asas yang mendasari kegiatan kepramukaan dalam upaya membina watak peserta didik.
  5. Analog dengan fondasi, makin kuat penjiwaan PDK dalam diri peserta didik makin kuat pula jiwa kepramukaannya.
  6. Prinsip Dasar Kepramukaan mencakup :  (a) iman dan takwa kepada Tuhan YME;  (b)  peduli terhadap bangsa, negara, sesama manusia dan alam serta isinya; (c) peduli terhadap diri sendiri; (d) taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.
  7. Menerima dan menerapkan PDK adalah hakekat Pramuka, baik sebagai mahkluk Tuhan YME, makhluk sosial, maupun individu yang menyadari bahwa pribadinya : (a) Taat kepada perintah Tuhan YME dan beribadah sesuai tata cara menurut agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. (b) Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri, melainkan hidup bersama dengan sesama  manusia dalam kehidupan bersama yang didasari oleh prinsip perikemanusiaan yang adil dan beradab. (c)  Diberi tempat hidup dan berkembang oleh Tuhan YME, di bumi yang berunsurkan tanah, air dan udara sebagai tempat bagi manusia untuk hidup bersama, berkeluarga,bermasyarakat, berbangsa dengan rukun dan damai. (d) Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial serta memperkokoh persatuan menerima kebhinekaan dalam Negara Kesatuan RepublikIndonesia. (e)  Merasa wajib peduli terhadap lingkungannya dengan cara menjaga, memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik. (f)  Menyadari bahwa sebagai anggota masyarakat, wajib peduli pada kebutuhan diri sendiri agar dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan. (g) Selalu berusaha taat pada Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.
  8. Fungsi Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai : (a)  norma hidup anggota Gerakan Pramuka. (b)b. landasan kode etik Gerakan Pramuka. (c)  landasan sistem nilai Gerakan Pramuka. (d) pedoman dan arah pembinaan kaum muda anggota Gerakan Pramuka. (e)  landasan gerak dan kegiatan Pramuka mencapai sasaran dan tujuannya.
Penerapan Prinsip Dasar Kepramukaan
  1.  Prinsip Dasar Kepramukaan hendaklah dapat ditanamkan secara mendalam, karena semua perilaku anggota Gerakan Pramuka akan dijiwai olehnya. 
  2. 2. Prinsip Dasar Kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan kepramukaan dari
    pendidikan lain

Lihat entry/tema terkait :
  • Metode Kepramukaan;
  • Kode Kehormatan Pramuka;
  • Moto Gerakan Pramuka;
  • Kiasan Dasar Pendidikan Kepramukaan.
  • Sistim Among dalam Pendidikan Kepramukaan
Sumber :
  • Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No 200, Tahun 2011 tentang Panduan Teknis Kurus Pembina Pramuka Mahir


Metode Kepramukaan

metode kepramukaan sebagai sistem

Pengantar 

Salah satu pengertian pendidikan Kepramukaan adalah proses pendidikan yang praktis, di luar sekolah dan di luar keluarga yang dilakukan di alam terbuka dalam bentuk kegiatan yang menarik, menantang, menyenangkan, sehat, teratur dan terarah, dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Pendidikan Kepramukaan, yang sasaran akhirnya adalah terbentuknya kepribadian, watak, akhlak mulia dan memiliki kecakapan hidup.

Dalam kegiatan Pendidikan Kepramukaan selalu terjalin 5 (lima) unsur terpadu, yaitu:
  1. Prinsip Dasar Pendidikan Kepramukaan;
  2. Metode Kepramukaan;
  3. Kode Kehormatan Pramuka;
  4. Motto Gerakan Pramuka;
  5. Kiasan Dasar Pendidikan Kepramukaan.
Metode Kepramukaan

Metode ialah suatu cara/teknik untuk mempermudah tercapainya tujuan kegiatan.
Metode Kepramukaan adalah cara memberikan pendidikan kepada peserta didik melalui kegiatan yang menarik, menyenangkan dan menantang, yang disesuaikan kondisi, situasi dan kegiatan peserta didik.
Metode Kepramukaan merupakan cara belajar progresif melalui :
  1. pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;
  2. belajar sambil melakukan (learning by doing);
  3. sistem beregu (patrol system);
  4. kegiatan yang menarik dan menantang di alam terbuka yang mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda;
  5. kegiatan di alam terbuka;
  6. kemitraan dengan anggota dewasa dalam setiap kegiatan;
  7. sistem tanda kecakapan;
  8. sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri;
  9. kiasan dasar;
Penjelasan Metode Kepramukaan

1. Pengamalan Kode Kehormatan

Kode kehormatan dilaksanakan dengan:
  1. menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing
  2. membina kesadaran berbangsa dan bernegara;
  3. mengenal, memelihara dan melestarikan lingkungan berserta alam seisinya;
  4. memiliki sikap kebersamaan;
  5. hidup secara sehat jasmani dan rohani;
  6. bersikap terbuka, mematuhi kesepakatan dan memperhatikan kepentingan bersama, membina diri untuk bertutur kata dan bertingkah laku sopan, ramah dan sabar;
  7. membiasakan diri memberikan pertolongan, berpartisipasi dalam kegiatan bakti/sosial, dan mampu mengatasi tantangan tanpa mengenal sikap putus asa;
  8. kesediaan dan keikhlasan menerima tugas, berupa melatih keterampilan dan
  9. pengetahuan, riang gembira dalam menjalankan tugas menghadapi kesulitan maupun tantangan; bertindak dan hidup secara hemat, teliti dan waspada dengan membiasakan hidup secara bersahaja.
  10. Mengendalikan dan mengatur diri, berani menghadapi tantangan dan kenyataan, berani mengakui kesalahan, memegang teguh prinsip dan tatanan yang benar dan taat terhadap aturan / kesepakatan
  11. Membiasakan diri menepati janji dan bersikap jujur.
  12. Memiliki daya pikir dan daya nalar yang baik, dalam gagasan, pembicaraan dan tindakan.
2.  Belajar sambil melakukan

Belajar sambil melakukan, dilaksanakan dengan:
  1. kegiatan pendidikan kepramukaan dilakukan melalui praktek secara praktis sebanyak mungkin;
  2. mengarahkan perhatian peserta didik untuk melakukan kegiatan nyata, serta merangsang rasa keingintahuan terhadap hal-hal baru dan keinginan untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan.

3. Sistem Beregu
  1. Sistem beregu dilaksanakan agar peserta didik memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin berorganisasi, memikul tanggungjawab, mengatur diri, menempatkan diri, bekerja sama dalam kerukunan (gotong royong).
  2. Peserta didik dikelompokkan dalam satuan gerak yang dipimpin oleh mereka sendiri, dan merupakan wadah kerukunan diantara mereka.
  3. Kegiatan ini mempermudah penyampaian pesan di alam terbuka, dan mengurangi rentang kendali (spend of control).
4. Kegiatan yang menantang dan menarik serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan jasmani dan rohani anggota muda.

Pelaksanaan metode dilakukan dengan :
  1. kegiatan pendidikan kepramukaan yang menantang dan menarik minat kaum muda, untuk menjadi pramuka dan bagi mereka yang telah menjadi pramuka agar tetap terpikat dan mengikuti serta mengembangkan acara kegiatan yang ada;
  2. kegiatan pendidikan kepramukaan bersifat kreatif, inovatif dan rekreatif yang mengandung pendidikan;
  3. kegiatan dilaksanakan secara terpadu;
  4. pendidikan dalam Gerakan Pramuka dilaksanakan dalam tahapan peningkatan bagi kemampuan dan perkembangan induvidu maupun kelompok;
  5. materi kegiatan pendidikan pendidikan kepramukaan disesuaikan dengan usia dan perkembangan jasmani dan rohani peserta didik;
  6. kegiatan pendidikan kepramukaan diusahakan agar dapat mengembangkan bakat, minat dan emosi peserta didik serta menunjang dan berfaedah bagi perkembangan diri pribadi, masyarakat dan lingkungannya.
5. Kegiatan di alam terbuka
  1. Kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dengan kebutuhan untuk melestarikannya, selain itu mengembangkan suatu sikap bertanggungjawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam.
  2. Kegiatan di alam terbuka memotivasi peserta didik untuk ikut menjaga lingkungannya dan setiap kegiatan hendaknya selaras dengan alam.
  3. Kegiatan di alam terbuka dapat:  (a) mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi, (b) membangun kesadaran bahwa tidak ada sesuatu yang berlebihan di dalam dirinya, (c) menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan, (d)- membina kerja sama dan rasa memiliki.
6.  Kemiteraan dengan anggota dewasa dalam setiap kegiatan

Hal ini berarti bahwa dalam setiap melakukan kegiatan pendidikan kepramukaan:
  1. anggota dewasa berfungsi sebagai perencana, organisator, pelaksana, pengendali, pengawas, dan penilai; serta bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan pendidikan kepramukaan anggota muda.
  2. pramuka penegak dan pandega berfungsi sebagai pembantu anggota dewasa dalam melaksanakan kegiatan pendidikan kepramukaan;
  3. anggota muda mendapatkan pendampingan dan pembinaan dari anggota dewasa; sebelum melaksanakan kegiatan, anggota muda berkonsultasi dahulu dengan anggota dewasa.
7. Sistem Tanda Kecakapan
  1. Tanda kecakapan adalah tanda yang menunjukkan kecakapan dan keterampilan tertentu yang dimiliki seorang peserta didik.
  2. Sistem tanda kecakapan bertujuan mendorong dan merangsang para Pramuka agar selalu berusaha memperoleh kecakapan dan keterampilan.
  3. Setiap Pramuka wajib berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan yang berguna bagi kehidupan diri dan baktinya kepada masyarakat.
  4. Tanda kecakapan yang disediakan untuk peserta didik sebagai berikut:  (a)  Tanda Kecakapan Umum (TKU) yang diwajibkan untuk dimiliki oleh peserta didik, (b) Tanda Kecakapan Khusus (TKK), yang disediakan untuk dimiliki oleh peserta didik sesuai dengan minat dan bakatnya, (c)  Tanda Pramuka Garuda (TPG).
  5. Tanda kecakapan diberikan setelah peserta didik menyelesaikan ujian-ujian masing-masing SKU, SKK atau SPG.
8.  Sistem satuan terpisah untuk putera dan puteri
  1. Satuan Pramuka puteri dibina oleh pembina puteri, satuan Pramuka putera dibina oleh Pembina putera.
  2. Perindukan Siaga Putera dapat di bina oleh Pembina Puteri.
  3. Jika kegiatan diselenggarakan dalam bentuk perkemahan harus dijamin dan dijaga agar tempat perkemahan Puteri dan tempat perkemahan putera terpisah.
  4. Perkemahan puteri dipimpin oleh Pembina puteri dan perkemahan putera dipimpin oleh Pembina putera.
9. Kiasan dasar (symbolic frame)
  1. Kiasan dasar adalah ungkapan yang digunakan secara simbolik dalam penyelenggaraan kegiatan Pendidikan Kepramukaan.
  2. Kiasan dasar digunakan untuk mengembangkan imajinasi, sesuai dengan usia perkembangan peserta didik.
  3. Kegiatan Pendidikan Kepramukaan bila dikemas dengan kiasan dasar akan lebih menarik, dan memperkuat motivasi.
  4. Kiasan Dasar bila digunakan akan mempercepat perkuatan lima ranah kecerdasan  terutama kecerdasan emosional.
Pelaksanaan Metode Kepramukaan
  • Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan.
  • Metode Kepramukaan sebagai suatu sistem terdiri atas unsur-unsur pengamalan kode kehormatan, belajar sambil melakukan, sistem berkelompok, kegiatan yang menantang yang mengandung pendidikan, kegiatan di alam tebuka, sistem tanda kecakapan, sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri dan sistem among. Sistem Among merupakan sub sistem terpadu dan terkait, yang tiap unsurnya mengandung unsur pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan.  (lihat gambar di atas)

Lihat entry/tema terkait :
  • Prinsip Dasar Pendidikan Kepramukaan;
  • Kode Kehormatan Pramuka;
  • Motto Gerakan Pramuka;
  • Kiasan Dasar Pendidikan Kepramukaan.
  • Sistim Among dalam Pendidikan Kepramukaan
Sumber :
  • Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No 200, Tahun 2011 tentang Panduan Teknis Kurus Pembina Pramuka Mahir



Mar 1, 2015

Teknik Hidup di Alam Bebas : Mengatasi Kram Otot

Hasil gambar untuk kram otot
image : artiketgizikesehatan.bogspot.com



Pengantar

  • Kram otot adalah kontraksi / tarikan otot tertentu yang berlebihan, terjadi secara mendadak tanpa disadari. Kontraksi dari kram otot sendiri dapat terjadi dalam waktu beberapa detik sampai beberapa menit.
  • Kram ditandai dengan rasa nyeri akibat spasme otot (kejang/kaku otot) yang pada umumnya sering terjadi di daerah kaki yang timbul karena otot berkontraksi terlalu keras. Daerah yang paling sering kram adalah otot betis di bawah, belakang lutut, dan juga jari kaki. Namun, tak jarang juga kram otot dialami pada daerah leher, ketika salah menggelengkan kepala (otot leher menjadi tertarik/menegang). Orang jawa sering menyebutnya dengan “tengeng-en”. Nyeri kram dapat berlangsung beberapa detik hingga menit dengan keparahan bervariasi. 
  • Pada kram kaki, biasanya terjadi saat kita berjalan, berolahraga (seperti saat berenang, melakukan aktifitas olahraga lainnya), beristirahat, bahkan mungkin sedang tidur. Orang tua lebih sering terkena kram daripada orang muda, selain itu wanita hamil juga kerap kali mengalami kram betis, ketika kehamilannya sudah memasuki trimester akhir. Pada beberapa orang tua, kram bahkan bisa terjadi setiap hari.
  • Serangan kram akan menyebabkan kontraksi yang membuat otot memendek, terapi ke arah berlawanan dengan serangan kram akan membantu membuat otot kembali memanjang, namun harus dilakukan dengan perlahan karena gerakan secara paksa/terlalu keras dan tiba-tiba dapat berisiko merobek serabut otot itu.
 Penyebab 

  • Otot yang kelelahan 
  • Penggunaan otot yang berlebihan 
  • Kurangnya elektrolit tubuh (Ca dan K) karena keluar melalui keringat 
  • Penumpukan asam laktat ( hasil metabolisme di otot) 
  • Terganggunya oksigenisasi jaringan otot 
  • Terganggunya sirkulasi darah ke jaringan otot
Tips Menghindari Kram Otot

1. Pilih sepatu yang longgar
  • Sepatu yang terlalu ketat di bagian ujung membuat jari kaki sering mengalami tekanan saat melangkah, apalagi saat berjinjit. Akibatnya aliran darah di tempat itu kurang lancar sehingga jari mudah kram.
2. Jaga keseimbangan cairan tubuh
  • Kekurangan cairan tubuh juga merupakan faktor risiko terjadinya kram otot, termasuk di jari kaki. Perbanyak minum air putih terutama saat melakukan olahraga berat dan banyak mengeluarkan keringat.
3. Cukupi kebutuhan mineral tubuh
  • Salah satu pemicu kram pada jari kaki adalah kekurangan mineral terutama kalsium, kalium dan magnesium. Asupan minimal yang disarankan adalah 1.000 mg kalsium dan 4,7 gram kalium setiap hari. Khusus magnesium, anjuran per harinya adalah 400-420 mg untuk pria dan 310-320 mg untuk wanita.
4. Olahraga jari kaki
  • Tidak butuh peralatan khusus untuk melatih kelenturan dan kekuatan jari kaki. Cukup dengan menggerak-gerakkannya untuk mengambil handuk atau kelereng di lantai sambil berdiri misalnya, atau gerakkan saja sesuka hati sambil duduk santai menonton.
6. Pijat atau rendam di air hangat
  • Banyak cara untuk melancarkan peredaran darah di kaki, namun yang paling mudah dan nyaman untuk dilakukan adalah sering-sering memijatnya. Cara lain yang cukup menyenangkan adalah sering-sering merendam dalam air hangat.
Cara Mengatasi kram pada jari kaki :
  1. Cari tempat duduk / tempat bersandar
  2. Lepaskan alas kaki / sepatu
  3. Angkat telapak kaki yg sakit ke atas pangkuan, atau angkat kaki dan luruskan
  4. Jangan membungkuk, karena posisi membungkuk bisa menekan daerah perut
  5. Perhatikan arah tekanan otot ketika terjadi serangan kram : bila kram menyebabkan jemari kaki dalam keadaan menguncup ke bawah, gunakan tangan anda untuk secara perlahan menekan jemari kaki kearah atas hingga membuka/normal kembali. Pijat bagian otot yang menyempit, gosok-gosok, remas atau tekan-tekan.
  6. Bila kram telah reda, pijat telapak kaki agar aliran darah kembali lancar dan regangkan jari-jari kaki. Peregangan yang berulang-ulang membantu untuk membawa darah yang kaya oksigen ke otot yang tegang untuk penyembuhan.
Serangan kram akan menyebabkan kontraksi yang membuat otot memendek, terapi ke arah berlawanan dengan serangan kram akan membantu membuat otot kembali memanjang, namun harus dilakukan dengan perlahan karena gerakan secara paksa/terlalu keras dan tiba-tiba dapat berisiko merobek serabut otot itu.

Cara Mengatasi kram pada betis kaki :
  1. Segera duduk atau bersandar pada dinding
  2. Secara perlahan, luruskan kembali lutut dengan bantuan tangan
  3. Jika lutut telah kembali lurus, pijat betis untuk melancarkan peredaran darah
  4. Lakukan peregangan kaki (stretching) termasuk telapak kaki.
  5. Peregangan yang berulang-ulang membantu untuk membawa darah yang kaya oksigen ke otot yang tegang untuk penyembuhan
  6. Meski kram sudah mereda, istirahat dulu beberapa menit sebelum kembali beraktifitas.
  7. Jika diperlukan kompres betis pada bagian otot yang tegang.
  8. Jika kram menyebabkan cedera, kompres dengan es dapat mengurangi pembengkakan.

Sumber :
  •  Dirangkum dari berbagai sumber

Feb 2, 2015

Teknik Hidup di Alam Bebas : Menghadapi Serangan Pacet


Pengantar
  • Habitat pacet biasanya sering ditemukan pada lingkungan hutan hujan tropis, dimana dalam kondisi lingkungan yang lembab. Kehadirannya sering ditemui pada ujung-ujung daun, batang pohon, jalur pendakian, rumput ataupun pada tempat lainnya yang notabene masih memiliki kelembaban.
  • Sebagian besar pacet merupakan binatang parasit yang menghisap darah dari mangsa yang menjadi sumber makanannya. Ketika pacet sudah menempel pada tubuh mangsanya, maka pacet akan mulai menghisap darah dengan menggunakan alat penghisap di kedua ujung tubuhnya.
  • Hasil gigitan pacet ini sebenarnya tidak berbahaya karena efeknya hanya berupa gatal. Namun jika gatal ini terus digaruk maka besar kemungkinan akan terjadi infeksi pada kulit yang terluka. Untuk itulah perlu sebuah penanganan yang tepat agar bisa meminimalisir resiko dari serangan binatang satu ini.
Tips Menghindari Serangan Pacet
  • Jangan mendaki saat musim penghujan. Musim hujan merupakan puncaknya binatang ini muncul. Dapat dipastikan anda akan menemukan di setiap medan jalur yang dilalui. 
  • Sebaiknya mendakilah saat musim kemarau. Selain cuaca bisa lebih bagus, kehadiran pacet juga dapat lebih di minimalisir.


Tips Menghindari dan Mengobati Serangan Pacet

  1. Oleskan air Tembakau : Air tembakau juga bermanfaat untuk meminimalisir serangan binatang pacet. Cara membuatnya pun cukup sederhana, anda hanya perlu mencampurkan tembakau ke dalam wadah yang berisi air, lalu kocok dan diamkan hingga beberapa jam agar kandungan zat yang terdapat pada tembakau dapat larut dalam air. Kemudian oleskan air tembakau tersebut pada bagian tubuh yang rentan terhadap serangan pacet, seperti pada bagian kaki ataupun lengan.
  2. Menutup bagian tubuh yang rentan terhadap serangan pacet : Pacet akan lebih mudah menyerang pada bagian tubuh yang terbuka. Biasanya pacet akan menempel pada bagian kaki, lengan ataupun bagian tubuh lain yang mudah dicapainya. Untuk itu tutuplah bagian tubuh tersebut seperti dengan menggunakan topi rimba, slayer, baju lengan panjang dan juga sarung tangan. Pada bagian kaki gunakanlah sepatu dengan kaos kaki panjang, pakailah pula celana panjang dengan bagian ujung celana dimasukkan ke dalam kaos kaki. Terakhir gunakanlah gaiter sebagai pertahanan terluarnya.
  3. Selalu cek keadaan tubuh setiap beberapa waktu : Tidak ada salahnya anda berhenti sejenak untuk mengecek kondisi tubuh. Ini cukup berguna bagi anda yang merasa sedikit paranoid terhadap binatang pacet. Jangan mengecek kondisi tubuh sambil berjalan karena menjadikan anda tidak fokus pada jalur pendakian sehingga lebih beresiko terjadi kecelakaan.
  4. Oleskan minyak komando : Minyak komando adalah sebuah istilah nama karena sering digunakan oleh pasukan komando saat menjelajah hutan. Minyak ini banyak manfaatnya karena selain dapat digunakan untuk menggoreng juga dapat digunakan untuk meminimalisir dari serangan binatang pacet. Cara membuatnya pun cukup sederhana, yaitu potong tipis beberapa siung bawang merah, kemudian masukkan dalam botol yang berisi minyak kelapa atau minyak goreng. Tunggu sampai sekitar 15 menit sampai getah bawang bercampur dengan minyak. Semakin lama waktu penyimpanannya maka semakin bagus khasiatnya. Setelah jadi maka tinggal oleskan saja minyak tersebut pada bagian tubuh yang diinginkan. Ketika menggunakan minyak ini, setidaknya anda harus tahan dengan baunya yang menyengat.
  5. Lotion anti nyamuk : Banyak produk lotion anti nyamuk yang beredar di pasaran sehingga tidaklah sulit untuk mencarinya. Oleskan lotion pada permukaan kulit karena lotion selain berfungsi menghalau serangan nyamuk juga berfungsi untuk meminimalisir serangan pacet. Sebisa apapun kita berusaha menghindari pacet, tetap saja bukan jaminan untuk terhindar 100 % dari gigitannya. Jika kita menemukan pacet yang tengah menghisap darah di tubuh, sebaiknya jangan langsung dicabut dengan tangan kosong karena lebih beresiko terjadi pendarahan akibat alat penghisapnya yang bisa saja tertinggal di kulit. Lalu apa yang bisa kita lakukan ? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan jika terkena gigitan pacet :
  6. Gunakan api atau puntung rokok : Pacet tidak akan tahan dengan suhu panas dari api dan puntung rokok. Dengan menempelkan api dan puntung rokok pada tubuh pacet maka akan membuat pacet menggeliat dan melepaskan gigitannya sendiri.
  7. Oleskan dengan sesuatu yang memiliki rasa dan bau yang menyengat : Pacet tidak tahan dengan rasa dan bau yang menyengat. Beberapa diantaranya adalah dengan menggunakan air garam, balsem, minyak kayu putih, minyak tanah, air tembakau ataupun minyak komando. Cukup oleskan saja pada tubuh pacet dan di sekitar area gigitanya, dijamin pacet akan melepaskan sendiri gigitannya karena tidak tahan dengan aroma tajam yang ada.
  8. Beri betadine : Terakhir berilah betadine atau obat antiseptic sejenis pada luka yang terbuka. Hal ini cukup berguna untuk mencegah terjadinya infeksi pada luka.

Lihat entry/topik terkait :
Sumber :
  • Akun FB Vita Lestari   https://www.facebook.com/vitae diakses tanggal 1 Februari 2014


Feb 1, 2015

Peraturan Baris Berbaris (PBB) - Bagian 3


Pengantar
  • Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka tanpa umumnya menggunakan tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI .

Gerakan Bubar

Aba-aba :
Bubar - JALAN

Pelaksanaannya;
  • Pemberian  aba aba tersebut dilaksanakan dalam keadaan sikap sempurna. Setelah melakukan penghormatan kemudian balik kanan dan setelah menghitung dua hitungan  dalam hati, lalu bubar.

Gearakan Jalan di tempat
Aba-aba: 
Jalan ditempat - GERAK

Pelaksaannya:
  • Gerakan dimulai dengan mengangkat kaki kiri, lutut berganti-ganti diangkat, paha rata-rata, ujung kaki menuju ke bawah, tempo langkah sesuai dengan langkah biasa, badan tegak, pandangan mata tetap ke depan, lengan dirapatkan pada badan (tidak melenggang)

 Gerakan dari Jalan ke Tempat Berhenti.
Aba-aba :
Henti – GERAK

Pelaksanaannya:
  • Pada aba-aba pelaksanaan dapat dijatuhkan kaki kiri/kanan,pada hitungan ke dua kaki kiri/kanan diharapkan pada kaki kiri/kanan dan kembali ke sikap sempurna.

Gerakan Membuka/menutup barisan.

Aba-aba : 
Buka barisan – JALAN

Pelaksanaannya :
  • Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah ke samping kanan dan kiri, sedang regu tangah tetap di tempat.

Catatan :Membuka barisan gunanya untuk memudahkan pemeriksaan.


Gerakan Tutup barisan

Aba-aba :
tutup barisan – JALAN

Pelaksanannya :
  • Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri membuat satu langkah kembali ke samping kanan dan kiri, sedang regu tengah tetap ditempat.

Tabel :



Gerakan Maju Jalan

Dari sikap sempurna

Aba-aba : 
Maju – JALAN

Pelaksanaannya:
  1. Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diayunkan ke depan, lutut lurus, telapak kaki diangkat rata sejajar dengan tanah setinggi ± 15 cm, kemudian dihentakkan ke tanah dengan jarak setengah langkah dan selanjutnya berjalan dengan langkah biasa.
  2. Langkah pertama dilakukan dengan melenggangkan lengan kanan ke depan 90°, lengan kiri 30° ke belakang, pada langkah selanjutnya lengan atas dan bawah lurus dilenggangkan ke depan 45°, dan ke belakang 30°.
Catatan :
  • Seluruh anggota meluruskan barisan ke depan dengan melihat pada belakang leher.
  • Dilarang keras : berbicara-melihat kanan/kiri
  • Pada waktu melenggangkan tangan supaya jangan kaku.

Gerakan Langkah Biasa
  1. Pada waktu berjalan, kepala dan badan seperti pada waktu sikap sempurna. Waktu mengayunkan kaki ke depan lutut dibengkokkan sedikit (kaki tidak boleh diseret). Kemudian diletakkan ke tanah menurut jarak yang telah ditentukan.
  2. Cara melangkahkan kaki seperti pada waktu berjalan biasa. Pertama tumit diletakkan di tanah selanjutnya lurus ke depan dan ke belakang di samping badan. Ke depan 45°, ke belakang 30°. Jari-jari tangan digenggam, dengan tidak terpaksa, punggung ibu jari menhadap ke atas.

Gerakan Langkah Tegap

Dari sikap sempurna

Aba-aba : 
Langkah tegap – JALAN

Pelaksanaannya :
  • Mulai berjalan dengan kaki kiri, langkah pertama selebar setengah langkah, selanjutnya seperti jalan biasa (panjang dan tempo) dengan cara kaki dihentakkan terus menerus tetapi tidak dengan berlebih-lebihan, telapak kaki rapat dan sejajar dengan tanah, lutut kaki tidak boleh diangkat tinggi. Bersama dengan langkah pertama lengan dilenggangkan lurus ke depan dan ke belakang di samping badan, (lengan tangan 90° ke depan dari 30° ke belakang). Jari-jari tangan digenggam dengan tidak terpaksa, punggung ibu jari menghadap ke atas.

Dari langkah biasa

Aba-aba : 
Langkah tegap – JALAN

Pelaksanaannya :
  • Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah, ditambah satu langkah selanjtnya mulai berjalan seperti tersebut pasa butir 1.

Kembali ke langkah biasa

Aba-aba :
 Langkah biasa – JALAN

Pelaksanaannya :
  • Aba-aba diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah ditambah satu langkah dan mulai berjalan dengan langkah biasa, hanya langkah pertama…….
Catatan :
  • Dalam lsedang berjalan cukup menggunakan aba-aba peringatan : Langkah tegap/langkah biasa-JALAN, pada tiap-tiap perubahan langkah (tanpa kata maju).

Gerakan Langkah Pelahan
Untuk bergabung (mengantar jenazah dalam upacara kemiliteran)

Aba-aba : 
Langkah perlahan maju – JALAN

Pelaksanaannya :
  1. Gerakan dilakukan dengan sikap sempurna
  2. Pada aba-aba “jalan”, kaki kiri dilangkahkan ke depan, setelah kaki kiri menapak di tanah segera disusul dengan kaki kanan ditarik ke depan dan ditahan sebentar di sebelah mata kaki kiri, kemudian dilanjutkan ditatapkan kaki kanan di depan kaki kiri.
  3. Gerakan selanjutnya melakukan gerakan-gerakan seperti semula.

Catatan :
  • Dalam keadaan sedang berjalan, aba-aba adalah “langkah perlahan JALAN” yang diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh di tanah ditambah selangkah dan kemudian mulai berjalan dengan langkah perlahan.
  • Tapak kaki pada saat menginjak tanah tidak dihentakkan, tetapi diletakkan rata-rata untuk lebih khidmat.

Berhenti dalam langkah perlahan
Aba-aba : 
Henti – GERAK

Pelaksanaannya :


Gerakan Langkah ke Samping

Aba-aba : 
…….. langkah ke kanan/kiri – JALAN

Pelaksanaannya :
  • Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri/kanan dilanjutkan ke samping kanan/kiri sepanjang 40 cm. Selanjutnya kaki kiri/kanan dirapatkan pada kaki kiri/kanan.Sikap badan tetap seperti pada sikap sempurna, sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.

Gerakan Langkah ke Belakang

Aba-aba : 
…….. langkah ke belakang – JALAN

Pelaksanaannya :
  • Pada aba-aba pelaksanaan, peserta melangkah ke belakang mulai kaki kiri menurut panjangnya langkah dan sesuai dengan tempo yang telah ditentukan, menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Lengan tidak boleh dilenggangkan dan sikap badan seperti dalam sikap sempurna. Sebanyka-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.

Gerakan Langkah ke Depan

Aba-aba : 
……. langkah ke depan – JALAN

Pelaksanaannya :
  • Pada aba-aba pelaksanaan, peserta melangkahkan kaki ke depan mulai dengan kaki kiri menurut panjangnya langkah dan tempat yang telah ditentukan, menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Gerakan kaki seperti gerakan langkah tegap dan dihentikan dan sikap seperti sikap sempurna. Sebanyak-banyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.

Langkah di Waktu Lari

Dari sikap sempurna

Aba-aba : 
Lari maju – JALAN

Pelaksanaannya:
  • Aba-bab peringatan ke dua tangan dikepalkan dengan lemas dan diletakkan di pinggang sebelah depan dengan punggung tangan menghadap keluar, ke dua siku sedikit ke belakang, badan agak dicondongkan ke depan. Pada aba-aba pelaksanaan, dimulai lari dengan menghentakkan kaki kiri setengah langkah dan selanjutnya menurut panjang langkah dan tempo yang ditentukan dengan kaki diangkat secukupnya. Telapak kaki diletakkan dengan ujung telapak kaki terlebih dahulu, lengan dilenggangkan secara tidak kaku.
Dari langkah biasa

Aba-aba : 
Lari – JALAN

Pelaksanaannya:
  • Aba-aba peringatan pelaksanaannya sama dengan ayat 1. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah kemudian ditambah satu langkah, selanjutnya berlari menurut ketentuan yang ada.
Kembali ke langkah biasa

Aba-aba : 
Langkah biasa – JALAN

Pelaksanaannya :
  • Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh ke tanah ditambah tiga langkah, kemudian berjalan dengan langkah biasa, dimuali dengan kaki kiri dihentakkan; bersama dengan itu kedua lengan digenggam.
Catatan :
  • Untuk berhenti dari keadaan berlari aba-aba seperti langkah biasa henti – GERAK. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri jatuh ke tanah ditambah tiga langkah, selanjutnya kaki dirapatkan kemudian kedua kepal tangan diturunkan untuk mengambil sikap sempurna.

Gerakan Langkah Merdeka

Dari langkah biasa

Aba-aba : 
Langkah merdeka – JALAN

Pelaksanaannya :
  • Anggota berjalan bebas tanpa terikat pada ketentuan panjang, tempo dan ketentuan langkah. Atas pertimbangan Pimpinan, anggota dapat dijinkan untuk membuat sesuatu yang dalam keadaan lain terlarang (antara lain berbicara, buak topi, menghapus keringat). Langkah merdeka biasanya dilakukan untuk menempuh jalan jauh/diluar kota/lapangan yang tidak rata. Anggota tetap dilarang meninggalkan barisan.
Kembai ke langkah biasa
  • Untuk melaksanakan gerakan ini lebih dahulu harus diberikan ……………….samakn langkah. Setelah langkah barisan sama, Pemimpin dapat memberikan aba-aba peringatan dan pelaksanaan.
Aba-aba : 
Langkah biasa – JALAN

Pelaksanaannya :
  • Seperti tersebut pada petunjuk dari langkah tegap ke langkah biasa.

Gerakan Ganti Langkah

Aba-aba : 
Ganti langkah – JALAN

Pelaksanaannya :
  • Gerakan dapat dilakukan pada waktu langkah biasa/tegap. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan/kiri di tanah kemudian ditambah satu langkah. Sesudah ujung kaki kiri/kanan yang sedang di belakang dirapatkan pada badan. Untuk selanjutnya disesuaikan dengan langkah baru yang disamakan. Kemudian gerakan ini dilakukan dalam satu hitungan.

Lihat entry/topik terkait :

Sumber/ Referensi :
  • Pedoman Penyelenggaraan Paskibraka - Depdiknas.
  • Peraturan Baris Berbaris - Pusdiklat TNI-AD.
  • Pramuka.net



PRABUHI : Pramuka Buku Hidup



Latar Belakang
  • I am Reading Volunteer Scout, so are you! We're brothers and sisters, best friends forever! We read for mankind, equality, and peace! Widya Pradana Dharma Kosala" atau dalam Bahasa Indonesia "Saya Prabuhis, Kakak Prabuhis, kita bersaudara, Sahabat sejati. Kita membaca untuk Kemanusiaan, Kesetaraan, dan Perdamaian. Widya Pradana Dharma Kosala!". Kalimat  itulah yang diucapkan seorang anggota pramuka ketika diinagurasi untuk dapat  bergabung dalam sebuah gerakan moral atau aksi sosial bernama Prabuhi atau Pramuka Buku Hidup.  Prabuhi adalah fenomena baru dalam lingkungan pendidikan kepramukaan di era media sosial. Komunitas ini hidup dan berkembang ditopang oleh media sosial yang dikelola secara sehat, dinamis, komunikatif dan kreatif.
  • Prabuhi merupakan kelompok sukarelawan membaca yang mengejawantahkan ajaran founder pendidikan kepanduan Lord Baden Powell tentang  "semangat belajar sepanjang hayat, dan berbagi pada sesama". Dengan kata lain pula Prabuhi adalah para  pramuka yg berhimpun dalam satu "kelompok belajar, berkarya dan berkarsa" sekaligus sebagai salah satu upaya  mengamalkan Tri Satya & Dharma ke-2 + ke-5 dalam Dasa Dharma..
  • Prabuhi mengusung spirit keterbukaan dan equality atau kesetaraan yang artinya tidak pilih kasih dan menganggap semuanya memiliki HAK UNTUK TAHU yang berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali. Termasuk mereka yang tidak bisa membaca karena keterbatasan fisik, karena secara kultur tidak suka/ingin membaca, dan juga mereka yang tidak memiliki akses pada sumber-sumber literasi.
  • Prabuhi itu karsa utamanya adalah membaca buku (belajar sepanjang masa) tapi kita hanya membaca dan belajar yang bersifat baik dan benar serta sesuai etika dan norma yang berlaku sehingga pada akhirnya memiliki pemahaman yang lebih baik.
Para Pelopor
  • Pada awalnya gerakan moral ini digawangi oleh 5 orang Pramuka Dewasa: Atta Verin (Bandung), Susanti Yulianti (Sukabumi), Madrim Kusumah Andhini (Bandung), Abdi Matondang (Jakarta) dan D Faried Azziz (Bekasi). Dengan menggunakan media jejaring social facebook & twitter sebagai “markas besar” aksi ini dicanangkan oleh Ketua Kwarda Jabar kak Dede Yusuf Macan Effendi pada Hari Bela Negara tanggal 19 Desember 2012.
  • Kemudian kegiatan ini diapresiasi oleh World Organizatin of Scout Movement (WOSM) dengan pemberian penghargaan Messengers of Peace Hero Award tahun 2013, pada 23 September 2013 lalu kepada Kak Atta Verin sebagai salah satu penggagasnya. Prabuhi kini telah beranggotakan lebih dari 3000 volunteer muda / pramuka relawan membaca yang tersebar dibeberapa kota: Bandung, Sukabumi, Bogor, Jakarta, Kuningan, Tasikmalaya, Bekasi, Garut, Cimahi, Denpasar, Yogya , Medan dan beberapa kota lainnya.
Program Kegiatan
  • Sebagai sebuah gerakan moral Prabuhi tak mengenal soal jenjang registrasi dan hirarki birokrasi, namun  lebih mengutamakan kebersamaan, kesukarelaan, inovasi,  kreativitas dan kerja-kerja layaknya sebuah komunitas yang hidup.
Program-program PRABUHI sejalan dengan proses pendidikan kepramukaan yang mengutamakan volunterisme. Oleh karena itu Prabuhi dapat dilakukan oleh siapa saja yang terpanggil seara sukarela untuk melaksanakan gerakan moral dalam bidang literasi khususnya meningkatkan budaya baca para anggota Pramuka khususnya dan masyarakat pada umumnya. Tim perintis PRABUHI di tiap kota biasanya bermula dari para Kakak  Pembina yang memiliki ketertarikan  dalam bidang relawan membaca.

Tujuan dan Sasaran
  • Dengan mengusung tujuan mendorong anggota pramuka menjadi agen aktif mengupayakan pemerataan dalam memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan; mengembangkan minat baca masyarakat dari semua kalangan; memupuk rasa ingin tahu (better understanding citizen) dan memasyarakatkan budaya “belajar seumur hidup” (long life learning); mendekatkan sastra pada semua kalangan masyarakat; mengembangkan kemampuan berempati dan menjadi relawan rutin (aset/daya) di tengah masyarakatnya sendiri.
  • Prabuhi menargetkan masyarakat dari berbagai kalangan sebagai sasarannya; yaitu mereka yang tidak mampu membaca karena gangguan fisik, dan mereka yang karena kondisi ekonomi, jenjang pendidikan dan kultur menjauhkan diri dari buku (karya sastra dan bacaan sumber informasi dan ilmu pengetahuan lainnya) sehingga tidak melek informasi.
  • Diharapkan Pramuka Penggalang, Penegak & Pandega sebagai pelaksana aksi rutin (Prabuhis) dapat memperoleh manfaat yang sama dengan yang orang yang dibacakan melalui pengulangan proses menyerap informasi; dan mengasah kepekaan jiwa seorang sukarelawan, pembiasaan sikap peduli pada masyarakat & lingkungan sekitar lewat aksi berbagi, sekaligus menjadi aset bagi lingkungannya.


 Metode Implementasi Program

 Mengapa “Pramuka Buku Hidup”? 
Alasan:
  • Pramuka memiliki kewajiban pengamalan dharma ke-2 dan ke-5 dari Dasa Dharma (setidak-tidaknya).
  • Menjadikan kegiatan sebagai relawan suatu rutinitas, paling tidak seminggu sekali.
  • Membantu menumbuhkan minat baca dan mendorong pemerataan akses terhadap ilmu pengetahuan dan informasi bagi seluruh kalangan, termasuk mereka yang tidak mampu membaca atau memiliki keterbatasan untuk membaca di Jawa Barat.
  • Mengembangkan empati dan sifat welas asih.
  • Mewujudkan Jawa Barat makmur sejahtera dari warganya yang cerdas dan melek informasi.
Siapakah sasarannya?
Mereka yang tak mampu membaca, tapi ingin membaca
  • Tuna Netra
  • Lansia yang sudah memiliki gangguan penglihatan
  • Mereka yang tuna aksara
  • Mereka yang sakit (jika membaca akan memperburuk kondisinya)
  • Anak-anak kecil yang belum mampu membaca
  • Mereka yang malas membaca atau tidak suka membaca
  • Orang miskin yang tidak mampu beli koran, buku, atau majalah.
  • Orang yang tidak suka membaca, tapi suka mendengarkan/dibacakan.
  • Ibu-ibu/bapak-bapak yang merasa tidak punya waktu untuk baca tapi senang berkumpul (arisan, pengajian, dll.).
Siapakah pelaksananya?
  • Seluruh pramuka sebagai pribadinya masing-masing mulai tingkat Penggalang, Penegak dan Pandega; diimbau dan dilakukan pembiasaan (conditioning).
  • Pramuka tingkat Pembina; untuk memberi suri tauladan.
  • Relawan yang di luar pramuka yang ingin bergabung dalam kegiatan Pramuka Buku Hidup.

Bagaimana Membuat Laporan Setelah Melaksanakan Prabuhi
Untuk keperluan evaluasi kegiatan, Kakak minta adik-adik pelaksana Prabuhi melakukan pelaporan langsung setelah melaksanakannya:
  • Twitter : Tulis laporan singkat dimana lokasi prabuhi, siapa sasarannya dan kesan setelah pelaksanaan, follow @@prabuhiScout
  • Facebook : Tulis secara lengkap dan mendetail kegiatan prabuhi yang sudah kalian lakukan, di Group Pramuka Buku Hidup dengan Hastag #TPK = Kuningan #TPG= garut  #TPP= Pemalang,  #TPJ= Jakarta, #TPB= Bali, # TPT= Tasik dan tag ke Pramuka Buku Hidup
Standar Pelaksanaan
  • Pramuka penggalang, penegak, pandega, putra dan putri.
  • Sehat jasmani dan rohani (misalnya; tidak dalam keadaan batuk, sesak nafas, dll)
  • Melakukannya dengan ikhlas, gembira dan sepenuh hati.
  • Sudah memastikan sasarannya memang ingin dan bersedia dibacakan, sudah membuat janji waktu pelaksanaan dan menyetujui bahan bacaan yang akan dibacakan.
  • Jadwal di poin 4 sudah disetujui Kakak Pembina (kecuali utk Pandega, bisa mandiri).
  • Report afterward.
Do and Don’ts
Yang Boleh Dilakukan Saat Prabuhi:
  • Mengganti bahan bacaan sesuai mood atau keinginan sasaran saat itu.
  • Mengganti lokasi pembacaan demi kenyamanan sasaran dan prabuhi.
  • Mengobrol dengan sasaran sebelum membaca
  • Ngemil sambil membaca, jika itu yang dikehendaki sasaran (jika ditawari makanan).
  • Menawarkankan bahan bacaan lainnya, jika materi yang pertama sudah selesai dibacakan.
  • Membicarakan dan mendiskusikan isi bacaan setelah pembacaan selesai.
  • Jika diskusi tidak memuaskan sasaran atau dirasa mengganjal, prabuhi boleh menyarankan ada orang ketiga untuk menengahi.
  • Boleh meneruskan ngobrol beberapa saat setelah prabuhi, tetapi pastikan dulu selesai pembacaan, langsung laporan ke Kwartir.
Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Prabuhi:
  • Tidak mengawali pembacaan dengan salam, dan sopan santun
  • Mengganti bahan bacaan dan lokasi tanpa persetujuan sasaran.
  • Mengobrol dan ngemil sambil membaca tanpa persetujuan sasaran.
  • Membawa teman yang membuat konsentrasi membaca terbagi.
  • Berargumen kasar saat diskusi setelah pembacaan, apalagi sampai bertengkar dengan sasaran – sangat tidak boleh.
  • Tidak mengucapkan pamitan dengan baik dan santun setelahnya.
Selamat Berprabuhi. Salam Pramuka.

Sumber :
  • Tulisan dikirim oleh Kak Zeze (Leader Prabuhi). Ditulis ulang untuk keperluan ensiklopediapramuka on line oleh Anis Ilahi Wh.


Kerajinan Tangan Pramuka : Membuat Pagar dengan Pita Anyaman untuk Menghias Tenda Perkemahan



Bahan:
  • 2 lembar pita anyaman panjang, berukuran 30 x 2 cm
  • 6 lembar pita anyaman pendek, berukuran 16 x 2 cm

 Cara membuat:
  1. Lipatlah tiap lembar pita menjadi 2 bagian sama panjang.
  2. Peganglah pita panjang I pada bagian lipatan. (Bagian lipatan ini di sebelah bawah).
  3. Peganglah pita panjang II, dengan dengan bagian terbuka berada di sebelah bawah. Posisi pita II di sebelah kanan Pita I.
  4. Pita panjang di sebelah kanan, diapit dengan pita pendek I. Pita pendek I masukkanke dalam pita panjang sebelah kiri. Jadilah anyaman I.
  5. Baliklah arah kiri dan kanan pita panjang. Pita dianyam seperti anyaman I, begitu seterusnya sampai selesai.
  6. Tarik berlawanan arah kedua ujung pita panjang.
  7. Guntinglah runcing atau terserah kepada kreasi anak, semua ujung pita pendek.
  8. Bukalah ujung bawah pita, agar pagar dapat berdiri.
  9. Pagar sudah jadi   (lihat panduan gambar di bawah ini)
Panduan Gambar : 






Catatan :
Dengan mengubah bahan misalnya dari karton atau bambu dan mengubah ukuran lebih diperbesar, karya ini bisa dijadikan sebagai pagar tenda perkemahan yang cantik, kreatif dan ramah lingkungan.

Selamat Mencoba. Salam Pramuka


Lihat entry/topik terkait :
Sumber :
  • "Menganyam",  Ibue Lies Basir, Intan Pariwara, Edisi Pertama, 1989, Klaten.










Baden Powell : Kunjungan ke Indonesia




Kunjungan Baden Powell ke Indonesia
  • Suatu peristiwa yang tidak mudah dilupakan adalah kedatangan Lord Baden Powell of gilwell dan Lady Baden Powell di Indonesia, pada tanggal 3 Desember 1934, dalam rangka kunjungan keliling ke beberapa negara, waktu kembali dari Jambore di Australia. Baden Powell melihat keadaan dan perkembangan organisasi kepanduan di Indonesia, yang biarpun pada waktu itu Indonesia dijajah oleh Belanda, namun perkumpulan kepanduannya berkembang sangat pesat dan menggembirakan.
  • Penerimaan dan acara kunjungan Baden Powell itu diatur sendiri oleh NIPV. Pandu-pandu Indonesia hendak ikut serta menyambut kedatangan Baden Powell, tetapi tidak diperkenankan oleh pimpinan NIPV. Hal ini mengakibatkan bertambah besarnya ketegangan hubungan kepanduan nasional Indonesia dengan NIPV. 

Jambore Dunia

Peristiwa lain yang tidak akan dilupakan oleh yang mengikutinya adalah Jambore Dunia V yang diadakan di Vogelenzang, Negeri Belanda pada tahun 1937. Pada tahun itu "Padvinders Bond" (PVB) mencapai puncak kejayaannya, karena untuk pertama kali berhasil mengirimkan kontingen dari Indonesia (Nederlands Indie) ke Jambore Dunia sebanyak 70 orang terdiri dari :
  • satu pasukan pandu Indonesia = 27 orang.
  • satu pasukan pandu Tiongkwa = 14 orang.
  • satu pasukan padvinders Belanda = 29 orang.
Pandu putra Indonesia yang ikut serta adalah :
  • Soediani dan Soemardjo (pimpinan Pandu Indonesia).
  • Kusno Utomo (sekarang Andalan Nasional Gerakan pramuka).
  • Soewarma (sekarang Ketua Umum Pandu dan Pramuka Wreda).
  • Hadi Tayeb, Soekondo, Ranadi, Jasrin dan Pandu Indonesia lainnya yang tergabung dalam PVB/NIPV. Kemudian Soediani dan Soemardjo dapat tugas untuk mengikuti kursus Gilwell di Chingford, London, dan untuk mempelajari tempat latihan Negeri Belanda dan Swiss. Soediani yang bertindak sebagai Komisaris dalam Hoofd Kwartier NIPV, ditunjuk untuk ikut mewakili negaranya dalam International Scouts Conference ke-9 di Den Haag, negeri Belanda.
Pengetahuan dan pengalaman pandu-pandu Indonesia kelak akan bermanfaat bagi perkembangan kepanduan di Indonesia, terutama dalam hubungannya dengan organisasi kepanduan di luar negeri, dan penyelenggaraan kegiatan kepanduan yang bersifat internasional atau regional.


Lihat entry/topik terkait :



Sumber :


Jan 31, 2015

Peraturan Baris Berbaris (PBB) - Bagian 2





Gerakan Perorangan – Gerakan Dasar

Sikap sempurna
  • Aba-aba : Siap - GERAK. Pelaksanaanya : pada aba-aba pelaksanaan badan/tubuh berdiri tegap, ke dua tumit rapat, ke dua telapak kaki membentuk sudut 60…, lutut lurus paha dirapatkan, berat badan di atas ke dua kaki, perut ditarik sedikit, dada dibusungkan, pundak ditarik sedikit ke belakang dan tidak dinaikkan, lengan rapat pada badan, pergelangan tangan lurus, jari-jari tangan menggenggam tidak terpaksa rapat pada paha, ibu jari segaris dengan jahitan celana, leher lurus, dagu ditarik, mulut ditutup, gigi dirapatkan, mata memandang tajam ke depan, benafas sewajarnya.

Istirahat
Aba-aba istirahat ditempat – GERAK
  • Pada aba-aba pelaksanaan, kaki kiri dipindahkan ke samping kiri dengan jarak sepanjang telapak kaki (30cm)
  • Ke dua belah tangan dibawa ke belakang dan dibawah pinggang, punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri, tangan kanan dikepalkan dengan dilemaskan, tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk, ke dua tangan dilemaskan, badan dapat bergerak.
Catatan:
  • Pasukan dalam keadaan istirahat di tempat, pemimpin atau atasan lainnya datang untuk memberikan perhatian atau petunjuk-petunjuk, maka atas ucapan pemimpin/atasan dengan menggunakan kata Perhatian pasukan segera mengambil sikap sempurna tanpa mengucapkan kata siap, kemudian mengambil sikap istirahat.
  • Pada kata perhatian, selesai atau sekian, pasukan mengambil sikap sempurna tanpa didahului aba-aba kemudian kembali ke sikap istirahat di tempat.
  • Maksud dari sikap siap terakhir ini adalah sebagai jawaban tanpa suara, bahwa petunjuk-petunjuk yang diberikan akan dijalankan
Lencang kanan/kiri : (hanya dalam bentuk bersaf)
Aba-aba : Lencang kanan/kiri - GERAK

Pelaksanaannya: Gerakan ini dijalankan dalam sikap sempurna.
  • Pada aba-aba pelaksanaan, saf depan mengangkat lengan kanan/kiri ke samping, jari-jari kanan/kiri menggenggam menyentuh bahu kanan/kiri orang yang berada di sebelah kana/kirinya, punggung tangan menghadap ke atas, bersamaan dengan ini kepala dipalingkan ke kanan/kiri tidak berubah tempat masing-masing meluruskan diri
  • Saf tengah dan saf belakang kecuali penjuru, setelah meluruskan ke depan dengan pandangan mata, ikut pula memalingkan muka ke samping dengan tidak mengangkat tangan.
  • Penjuru saf tengan dan belakang mengambil antar ke depan 1 (satu) lengan kanan/kiri ditambah 2 (dua)  kepalan tangan dan setelah lurus menurunkan tangan kanan/kiri tanpa menunggu aba-aba.
  • Pada aba-aba tegak-GERAK semua dengan serentak menurunkan lengan dan memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.
  • Pada waktu pemimpin pasukan memberikan aba-aba lencang kanan/kiri dan barisan sedang meluruskan safnya, Pemimpin pasukan yang berada dalam barisan itu memberikan kelurusan saf dari sebelah kanan/kiri pasukan dengan menitikberatkan pada kelurusan tumit (bukan ujung depan sepatu).
Catatan:
  • Untuk menghindarkan keributan pada waktu mengangkat lengan kanan/kiri, hendaknya lengan diluruskan melalui belakang punggung orang yang berada di samping, kalau jarak 1 (satu) lengan tidak cukup. Dengan demikian dihindarkan gerakan seolah-olah meninju rekannya yang berada di smaping.
  • Kelurusan barisan dilihat dari tumit.
Setengah lencang kanan/kiri
Aba-aba : Setengah lencang kanan/kiri - GERAK

Pelaksanaannya:
  • Seperti pada waktu lencang kanan/kiri, tetapi tangan kanan/kiri di pinggang (bertolak pinggang) dengan siku menyentuh lengan orang yang berdiri disebelahnya, pergelangan tangan lurus, ibu jari di sebelah belakang pinggang, empat jari lainnya rapat pada pinggang sebelah depan (khusus saf depan). Pada aba-aba tegak GERAK dengan serentak menurunkan lengan sambil memalingkan muka ke depan dan berdiri dalam sikap sempurna.
Lencang depan  (hanya dalam bentuk berbanjar)Aba-aba : Lencang depan - GERAK

Pelaksanaannya:
  • Penjuru tetap sikap sempurna : nomor dua dan seterusnya meluruskan ke depan dengan mengangkat tangan dengan jarak satu lengan ditambah dua kepalan tangan.
  • Saf depan banjar tengah dan kiri mengambil antara satu lengan ke samping kanan, setelah lurus menurunkan tangan dan memalingkan kepala kembali ke depan dengan serentak tanpa menunggu aba-aba.
  • Banjar tengah/kiri tanpa mengangkat tangan
Cara berhitung
Aba-aba : Hitung – MULAI

Pelaksanaannya:
  • Jika bersaf, pada aba-aba peringatan penjuru tetap melihat ke depan, saf terdepan memalingkan mukanya ke kanan.
  • Pada aba-aba pelaksanaan, berturut-turut di mulai dari penjuru menyebutkan nomornya sambil memalingkan muka ke depan.
  • Pengucapan nomor secara tegas dan tepat.
  • Jika berbanjar, pada aba-aba peringatan semua anggota tetap dalam sikap sempurna.
  • Pada aba-aba pelaksanaan mulai dari penjuru kanan berturut-turut ke belakang menyebutkan nomornya masing-masing.
  • Jika pasukan berbanjar/bersaf tiga, maka yang berada paling kiri mengucapkan : LENGKAP atau KURANG SATU/KURANG DUA.

Perubahan Arah
(dalam keadaan berhenti)

Hadap kanan/kiri
Aba-aba : Hadap kanan/kiri – GERAK

Pelaksanaaan:
  • Kaki kiri/kanan diajukan melintang di depan kaki kanan/kiri lekukan kaki kanan/kiri berada di ujung kaki kanan/kiri, berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan.
  • Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 90°
  • Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.
Hadap serong kanan/kiri
Aba-aba : Hadap serong kanan/kiri – GERAK

Pelaksanaan:

  • Kaki kiri/kanan diajukan ke muka sejajar dengan kaki kanan/kiri
  • Berputarlah arah 45° ke kanan/kiri
  • Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri
Balik kanan

Aba-aba : Balik kanan/kiri – GERAK

Pelaksanaan :

  • Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan melintang (lebih dalam dari hadap kanan) di depan kaki kanan.
  • Tumit kaki kanan beserta badan diputar ke kanan 180°
  • Kaki kanan/kiri dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.

Catatan:
  • Dalam keadaan berhenti pada hitungan ke tiga, kaki dirapatkan dan kembali ke sikap sempurna
  • Dalam keadaan berhenti berjalan pada hitungan ketiga, kaki kanan/kiri tidak dirapatkan melainkan dilangkahkan 0,5 langkah dengan cara dihentikan.

Cara berkumpul

Aba-aba : 3 bersaf/ 3 berbanjar kumpul - MULAI

Pelaksanan:

  • Pelatih menunjuk seorang anggota sebagai penjuru dan orang yang ditunjuk mengulangi perintah yang diberikan oleh pelatih. Contoh:  Sdr.Gatot sebagai penjuru. Aba-aba pelatih : Gatot sebagai penjuru. Oleh orang yang ditunjuk (dalam sikap sempurna) aba-aba diulangi : Gatot sebagai penjuru.
  • Orang yang ditunjuk tadi lari dan berdiri di depan pelatih ± 4 langkah
  • Setelah aba-aba pelaksanaan MULAI diberikan pelatih, maka orang-orang lainnya berlari dan berdiri disamping kiri penjuru serta meluruskan diri seperti pada waktu lencang kanan.
  • Pada waktu berkumpul, penjuru melihat ke kiri setelah lurus, penjuru memberikan isyarat dengan perkataan LURUS, pada isyarat ini penjuru nelihat ke depan, yang lainnya (saf depan) menurunkan lengannya dan kembali ke sikap sempurna.
Cara latihan memberi hormat

Aba-aba : Hormat - GERAK

Pelaksanaan (dengan tutup kepala, keadaan berhenti) :
  • Pada aba-aba pelaksanaan, dengan gerakan cepat tangan kanan diangkat ke arah pelipis kanan, siku-siku 15° serong ke depan, kelima jari rapat dan lurus, telapak tangan serong ke bawah dan kiri ujung, jari tengah dan telunjuk mengenai pinggir bawah dari tutup kepala setinggi pelipis.
  • Pergelangan tangan lurus, bahu tetap seperti dalam sikap sempurna, pandangan mata tertuju kepada yang diberi hormat.
  • Jika tutup kepala mempunyai klep, maka jari tengah mengenai pinggir klep.
  • Jika selesai menghormat, maka lengan kanan lurus diturunkan secara cepat ke sikap sempurna.

Selamat berlatih. Salam Pramuka

Lihat entry/topik terkait :

Sumber/ Referensi :
  • Pedoman Penyelenggaraan Paskibraka - Depdiknas.
  • Peraturan Baris Berbaris - Pusdiklat TNI-AD.
  • Pramuka.Net


 
Situs ini merupakan layanan informasi pendidikan kepramukaan yang merujuk ke berbagai sumber yang bisa di pertanggung jawabkan.... Semoga Bermanfaat