Selamat Datang di ENSIKLOPEDIA PRAMUKA
go to my homepage
Go to homepage

Apr 28, 2014

Kepemimpinan : Kepemimpinan Efektif (Teori William Reddin)



Pengantar 

William J. Reddin (1970), berasal dari Kanada merupakan  pencetus gaya kepemimpinan tiga dimensi (three-dimensional-model). Dalam gaya ini, ada tiga kelompok yang saling berhubungan, yaitu gaya dasar, gaya efektif, dan gaya tak efektif. Tiga gaya itu diorientasikan pada dua hal, yaitu orang (people oriented) dan tugas (task oriented).

  • Kepemimpian yang berorientasi pada orang ditentukan dalam staffing, yaitu menempatkan orang sesuai dengan keahliannya dan pengalaman kerjanya. 
  • Kepemimpinan yang beroientasi tugas adalah mempertimbangkan tugas-tugas yang mampu dilaksanakan oleh karyawan sesuai dengan keahlian dan pengalamannya.
Model 3 Dimensi Kepemimpinan Reddin juga dikenal dengan sebutan 3-D model karena menghubungkan tiga kelompok gaya kepemimpinan seperti disebutkan di atas. Penjelasan ketiga kelompok di atas, adalah :
  • Kelompok gaya dasar, terdiri dari gaya pemisah, pengabdi, penghubung, dan terpadu.
  • Kelompok gaya efektif, terdiri dari gaya birokrat, otokrat bijak, pengembang, dan eksekutif.
  • Kelompok gaya tak efektif, terdiri dari gaya pelari, otokrat, penganjur, dan kompromis.


Gaya Dasar  

Dalam teori 3 dimensi kepemimpinan  Reddin  dikemukakan :  bahwa perilaku/orientasi kepemimpinan pada  tugas dan prilaku/orientasi kepemimpinan hubungan/orang mengandung dimensi ke 3 yaitu efektfitas. Teori ini menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang efektif hanya dapat dipahami dalam konteks situasi kepemimpinan. Maksudnya ialah setiap gaya dari keempat gaya dasar kepemipinan dapat efektif atau tidak efektif tergantung pada situasi dan konsisi di mana proses kepemimpinan berlangsung dan diterapkan. Empat gaya dasar ini akan menjadi delapan gaya kepemimpinan. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

Gaya Dasar “INTEGRATED”  (Terpadu) 


Kepemimpinan gaya ini menunjukan oreintasi pada tugas tinggi dan hubungan dengan orang/staf yang juga tinggi. 
  1. Gaya ini  menjadi gaya “EXECUTIVE” bila diekspresikan dalam situasi yang efektif. Tandanya ialah memenuhi kebutuhan kelompok dalam menetapkan tujuan dan bagaimana mencapainya, tetapi juga sangat memperhatikan hubungan dalam kelompok. Kelompok menjadi kohesif dan bekerja keras. 
  2. Bila tidak efektif, maka akan menjadi gaya “COMPROMISER” yang ditandai dengan selalu memecahkan masalah dengan mengadakan kompromi antara tugas dan hubungan sehingga tidak berorientasi pada hasil yang akan dicapai.
Gaya Dasar “RELATED”  (Berhubungan)

Kepemimpinan gaya ini menunjukan orientasi pada hubungan dengan orang/staf yang tinggi dan oreintasi kepada tugas/out put pekerjaan  rendah. 
  1. Bila efektif akan menjadi gaya “DEVELOPER”. Yakni percaya kepdaa anggota staf-nya dan memberikan kemudahan untuk berkembang pada anggota staf-nya dan memberikan kemudahanuntuk berkembang pada anggotas stafnya dalam usaha mencapai tujuan organisasi. 
  2. Apabila tidak efektif akan menjadi gaya “MISSIONARI”, yaitu hanya tertarik pada adanya harmoni dan kadang-kadang tidak bersedia mengorbankan hubungan meskipun tujuan tidak tercapai.
Gaya Dasar “SEPARATED”  (Terpisah)

Kepemimpinan gaya ini menunjukan orientasi pada hubungan orang/staf yang rendah dan orientasi kepada tugas/out put pekerjaan juga rendah.
  1. Bila efektif akan menjadi gaya “BUREUCRAT”, yakni mendelegasikan wewenang pada bawahan untuk mengambil keputusan tentang apa yang perlu dikerjakan. 
  2. Bila tidak efektif akan menjadi gaya “DISERTER”, Yakni tidak memberikan struktur yang jelas dan dukungan moral pada waktu diperlukan.
Gaya Dasar “ DEDICATED”  (Pengabdian)

Kepemimpinan gaya ini menunjukan orientasi pada tugas/out put pekerjaan tinggi dan orientasi pada hubungan dengan orang/staf  rendah.
  1. Bila efektif akan menjadi gaya “BENEVOLENT AUTOCRAT”, yakni mempunyai tata kerja yang sangat berstruktur tapi jelas untuk anggota-anggota staf-nya. 
  2. Bila tidak efektif akan menjadi gaya “AUTOCRAT”, yakni semua kebijakan ditetapkan sendiri tanpa memperdulikan anggota staf.

Gaya Efektif

Ada 4 gaya kepemimpinan efektif, menurut Reddin yaitu:
  1. Eksekutif. Gaya ini banyak memberikan perhatian pada tugas-tugas pekerjaan dan hubungan kerja. Seorang manajer yang menggunakan gaya ini disebut sebagai motivator yang baik, mau menetapkan standar kerja yang tinggi, berkehendak mengenal perbedaan diantara diantara individu, dan berkeinginan menggunakan tim kerja dalam manajemen.
  2. Pecinta pengembangan (developer). Gaya ini memberikan perhatian yang maksimum terhadap hubungan kerja, dan perhatian yang minimum terhadap tugas-tugas pekerjaan. Seorang manajer yang menggunakan gaya ini mempunyai kepercayaan yang implicit terhadap orang-orang yang bekerja dalam organisasinya, dan sangat memperhatikan pengembangan mereka sebagai individu.
  3. Otokratis yang baik (Benevolent autocrat), Gaya ini memberikan perhatian yang maksimum terhadap tugas, dan perhatian minimum terhadap hubungan kerja. Manajer ini mengetahui secara tepat apa yang ia inginkan dan bagaimana memperoleh yang diinginkan tersebut tanpa menyebabkan ketidakseganan di pihak lain.
  4. Birokrat. Gaya ini memberikan perhatian yang minimum baik terhadap tugas maupun hubungan kerja. Manajer ini sangat tertarik pada peraturan-peraturan dan menginginkan peraturan tersebut dipelihara serta melakukan control situasi secara teliti.

Gaya Tidak Efektif

Ada 4 gaya kepemimpinan yang tidak  efektif menurut Reddin yaitu :
  1. Pencinta kompromi (compromiser). Gaya ini memberikan perhatian yang besar pada tugas dan hubungan kerja dalam suatu situasi yang menekankan pada kompromi. Manajer seperti ini merupakan pembuat keputusan yang tidak bagus karena banyak tekanan yang mempengaruhinya.
  2. Missionari. Gaya ini memberikan penekanan yang maksimum pada orang-orang dan hubungan kerja, tetapi memberikan perhatian minimum terhadap tugas dan perilaku yang tidak sesuai. Manajer semacam ini hanya menilai keharmonisan sebagai suatu tujuan dalam dirinya sendiri.
  3. Otokrat. Gaya ini memberikan perhatian maksimum terhadap tugas dan minimum terhadap hubungan kerja dengan suatu prilaku yang tidak sesuai. Manajer seperti ini tidak mempunyai kepercayaan pada orang lain, tidak menyenangkan, dan hanya tertarik pada jenis pekerjaan yang segera selesai.
  4. Deserter (Lari dari tugas). Gaya ini sama sekali tidak memberikan perhatian baik pada tugas maupun pada hubungan kerja. Dalam situasi tertentu gaya ini tidak begitu terpuji, karena manajer seperti ini menunjukkan sikap positif dan tidak mau ikut campur secara aktif dan positif.
Gambar 3 Dimensi Kepemimpinan Reddin


Penutup
Untuk mengukur seberapa efektifkan gaya kepemimpinan Kakak-kakak dapat mengitu atau mengisi test kepemimpinan dalam entry/topik  "Kepemimpinan : Test Kepemimpinan Efektif"

Selamat Memandu. Salam Pramuka

Lihat topik/entry terkait :

Sumber :
  • Fauzi Eko Pranyono "Pengelola & Kepemimpinannya dalam Organisasi", Buku Rujukan KPDK Kwarda DIY, Yogyakarta tahun 1988. 
  • repository.usu.ac. id
  • repository.unhas.ac.id


 
Situs ini merupakan layanan informasi pendidikan kepramukaan yang merujuk ke berbagai sumber yang bisa di pertanggung jawabkan.... Semoga Bermanfaat