Perencanaan Latihan Pramuka Siaga (3) : Musium Kereta Api



Pengantar
  • Agar latihan rutin dapat berjalan efektif, menarik minat dan perhatian peserta didik, Kakak Pembina diwajibkan menyusun rencana  latihan secara lengkap baik aspek materi, metode, media, sasaran, waktu pelaksanaan dan sarana-prasarana yang dibutuhkan. Kakak Pembina dapat mengembangkan model perencanaan latihan secara mandiri dan sesuai kebutuhan peserta didik. 
  • Di bawah ini merupakan contoh perencanaan latihan perindukangan siaga dengan tema Kereta Api. Rumusan tema hanya merupakan sebuah simbolisasi namun mengikat rangkaian kegiatan dari kegiatan satu  ke kegiatan berikutnya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
  • Bunda dan Yanda dapat menggunakan instrumen perencanaan ini untuk membuat tema-tema latihan lain. Semakin dekat tema latihan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik maka akan semakin efektif, komunikatif, rekreatif dan implementatif.


Tema Latihan
MUSIUM KERETA API

Acara sebelum latihan : 

Materi Kegiatan
Bersih berarti Sehat

Sasaran Kegiatan 
pemeriksaan kebersihan.

Acara Kegiatan 
  • Bunda bersama para pembautunya menyiapkan karcis berupa potongan karton berwarna biru, merah dan kuning dan berpencar merupakan seolah-olah stasiun kereta api di tepi desa.
  • Barung membuat rangkaian seperti kereta api, berseret kebelakang sambil memegang bahu teman di depannya, berjalan sambil bernyanyi riang menuju salah satu stasiun dan berhenti. Setelah diperiksa di beri karcis (biru artinya baik, kuning sedang dan merair kurang).
  • Bunda memeriksa kuku, Bucik I (gigi), Bucik II (telinga) danBucik IV (pakaian seragam, kerapihan).
  • Yang paling banyak memperoleh karcis biru menjadi Barung Kehormatan dan menyiapkan upacara pembukaan.
Acara ke-1 

Materi Kegiatan
Upacara Pembukaan Latihan

Sasaran Kegiatan
Takut Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Acara Kegiatan :
  • Setelah Upacara selesai dan berdo'a, Bunda bercerita tentang Keagungan Sang Maha Pencipta, alam semesta dengan segala isinya dan peristirva alam yang terjadi seperti bencana aiam, dan lain-lain.
  • Ajak Siaga untuk tetap bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan selalu tidak lupa mohon perlindungan dan bantuan-Nya.
  • Ceritakan juga tentang musibah kecelakaan kereta api.
Acara ke-2 
  
Materi Kegiatan
Salah Wesel

Sasaran Kegiatan
mencairkan kebekuan

Acara Kegiatan
  • Barung membentuk rangkaian kereta api, pemimpin barung menjadi lokomotifnya dan lainnya menjadi rangkaian gerbong.
  • Bucik menyiapkan tiga buah pluit 1, yang bunyinya berlainan (satu peluit untuk satu perintah).
  • Setelah diberi aba-aba mulai, rangkaian kereta mulai berjalan kian kemari, menjaga agar rangkaian jangan sampai bertabrakan dan siap mendengarkan bunyi peluit.
  • Pakcik membunyikan : (a) peluit pertama : satu kali berarti rangkaian harus berhenti dan dua kali boleh jalan kembali. (b) peluit kedua : satu kali rangkaian harus berjalan mundur dan dua kali jalan kembali. (c) peluit ketiga : satu kali rangkaian jongkok dan dua kali rangkaian jalan jongkok seperti kreta api menanjak pada pegunungan.

Acara ke-3 

Materi Kegiatan
Musium Kereta Api

Sasaran Kegiatan
ketranrpilan hasta karya

Alat Kegiatan
kertas garnbar dan alat gambar (spidol, pensil berwarna, danlain-lain).

Acara  Kegiatan :
  • Barung membentuk formasi lomba, kertas gambar dan alat gambar diletakkan sejauh 4 meter di depan masing-masing Barung.
  • Setelah dibunyikan tanda mulai, Siaga paling depan lari membuat gambar rangkaian kereta api yang melintasi jembatan dengan latar belakang pegunungan, sawah, pohon, dan lain-lain.
  • Tiap Siaga hanya menggambar sebagian dan lainnya melengkapi sampai seluruhnya mendapat giliran (jika belum selesai diulang).
  • Gambar terbaik diberi penghargaan, karya disimpan untuk pameran mendatang.

Acara ke-4 

Materi Kegiatan
Stasiun Kereta Api

Sasaran Kegiatan
kecerdasan, kerjasama, imajinasi

Acara Kegiatan
  • Perindukan membuat setengah lingkaran, jarak antara Barung agar dipelihara dan Bucik berada ditengah.
  • Karton ukuran 11 x 20 cm berisi tulisan nama-nama stasiun kereta api di pulau Jawa dan Sumatera ditumpuk di muka Bucik.
  • Pada tanda mulai pemimpin Barung mengambil sebuah karton dan menunjukkan kepada Barungnya. Tugas berikutnya adalah tiap Barung menyusun nama stasiun sesuai yang diambilnya, dari benda-benda yang dikumpulkan menurut huruf awal dari nama benda tersebut.
  • Misalnya, Kayu = K, Rumput = R, Akar = A, dan seterusnya.
  • Dikumpulkan dari benda-benda yang ada disekitarnya, diletakkan di atas tanah dan disusun sehingga dapat dibaca (huruf awalnya) sesuai nama stasiun.
  • Barung yang paling dulu selesai diberi penghargaan, misalnya permen.
Acara ke-5 

Materi Kegiatan
Tanda Sinyal

Sasaran Kegiatan 
riang gembira dan akrab.

Acara Kegiatan 
  • Formasi bentuk lingkaran besar, Siaga berpegangan tangan sambil bernyanyi bergerak searah jarum jam.
  • Bila bunda bertepuk tangan, ganti arah dan tetap bernyanyi sambil berjalan, tanda pada tanda tepuk tangan dua kali berhenti menghadap ke tengah melihat tanda-tanda yang diberikan yakni : (a)  bila Bunda mengangkat tangan kanan ke atas, Siaga lompat kedepan. (b) bila Bunda mengangkat tangan kir, Siaga lompat ke belakang. (c) bila kedua tangan ke samping, semua jongkok.
  • Untuk mengecoh, Bunda dapat membuat gerakan yang salah seperti kedua tangan ke atas, menyilang di depan dada, dan seterusnya).
Acara ke-6 

Materi Kegiatan
Rangkaian Gerbong

Sasaran Kegiatan
Ketrampilan membuat simpul

Alat Kegiatan
tiap Barung 3 utas tali panjang dua meter

Acara Kegiatan :
  • Dari tiap Barung dipilih 3 orang Siaga yang berada di luar barisan memegang tali dan berpencar, lainnya membentuk rangkaian gerbong.
  • Setelah di beri tanda, rangkaian berjalan menuju salah satu Siaga dan membuat simpul pangkal pada badan Siaga yang paling belakang.
  • Setelah selesai menuju Siaga ke-2 dan membuat simpul mati, lalu menuju Siaga ke-3 membuat simpul anyam.
  • Catatan : Setelah semua selesai, Siaga membuat setengah lingkaran dan duduk, simpul telah dilepas dan tali disiapkan masing-masing Barung. Bucik minta tiap Barung menampilkan satu orang ke tengah lingkaran, menghadap ke arah siaga dan dengan tangan di belakang membuat simpul.
Acara ke-7 

Materi Kegiatan
Kereta Bergigi

Sasaran Kegiatan
ketangkasan, gotong royong

Acara Kegiatan :
  • Siaga dalam bentuk lomba Barung, berderet ke belakang mata ditutup saputangan dan memegang bahu teman didepannya. Kecuali pemimpin Barung yang berada di belakang rangkaian, gerbong mengemudikan jalannya kereta api bergigi menuju stasiun yang telah ditentukan.
  • Pada tanda mulai, rangkaian berjalan perlahan ke depan, denga tanda menepuk kedua tangan pada bahu didepannya yang diteruskan secara estafet kedepan.
  • Bila ingin berhenti bahu ditarik ke belakang (stop), dan bila ingin belok kiri tangan kiri menepuk bahu kiri, belok kanan tangan kanan menepuk bahu kanan.
  • Jika ada bunyi peluit dua kali, Siaga berjalan jongkok (masih dalam rangkaian seperti memasuki terowongan).
  • Usahakan jangan sampai tabrakan atau putus rangkaian gerbongnya.
Acara ke-8 

Materi Kegiatan
Upacara Penutupan Latihan

Sasaran Kegiatan
peduli lingkungan

Acara Kegiatan
  • Mulai dari hal-hal kecil seperti , mengatasi sampah, penyakit ringan seperti batuk, pilek dan lain-lain serta kepedulian terhadap orang yang sudah lanjut usia.
  • Dari hal-hal kecil akan menambah wawasan ke bidang yang lebih luas.

Selamat berlatih dengan gembira, Salam Pramuka

Lihat topik entri terkait :
Sumber :




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama