Selamat Datang di ENSIKLOPEDIA PRAMUKA
go to my homepage
Go to homepage

Oct 5, 2012

Perindukan Siaga (Filosofi & Pengorganisasiannya)



Pengertian
  1. Sebutan “Perindukan” yang berarti tempat anak cucu berkumpul, mengkiaskan kelompok Siaga yang terdiri dari 3 sampai 4 barung
  2. Sebutan “Barung” yang berarti tempat penjaga ramuan bangunan mengkiaskan kelompok kecil Siaga beranggotakan 6 sampai dengan 8 anak.

Perindukan sebagai Wadah Pembinaan Pramuka Siaga

  1. Manusia adalah makhluk sosial yang suka bergaul, berkelompok. Naluri ini juga ada pada anak-anak seusia Siaga.Dikala bermain biasanya mereka berkelompok/berkumpul bersama rekan-rekan sejenisnya untuk bersama berkumpul, bermain. Kebiasaan seperti ini oleh Gerakan Pramuka dijadikan suatu sistem dalam pelaksanaan pembinaan terhadap anak didik dalam Gerakan Pramuka, yang untuk golongan Siaga dinamakan "Perindukan Siaga".
  2. Perindukan Siaga merupakan kumpulan anak-anak yang berusia antara 7 sampai dengan 10 tahun. Jumlah maksimal 40 orang anak yang tersusun dalam barung-barung atau kelompok yang lebih kecil dan jumlahnya antara 5 sampai dengan 10 anak. Secara keseluruhan di bawah asuhan/dibina oleh orang dewasa yang disebut Pembina Perindukan (Yanda/ Bunda).
  3. Kelompok yang lebih kecil disebut Barung, pengelompokan dalam barung dimaksudkan agar anak-anak dapat lebih mudah melaksanakan latihan kepemimpinan, bakat dan sebagainya (dimbimbing dan ditemukan bakat).
  4. Dengan cara demikian dapat memudahkan terbentuknya rasa dan semangat persatuan dan kesatuan.  Jumlah anggota setiap barung maksimal 10 anak, namun apabila tidak mencapai jumlah itupun tidak mengapa, asal dapat mempermudah dan memperlancar pelaksanaan kegiatan latihan.
  5. Tiap Barung dipimpin oleh pemimpin Barung yang dipilih oleh anggota barungnya. Pengangkatan Pemimpin Barung dan wakil pemimpin Barung tidak mempengaruhi jumlah anak pada jumlah anak pada barungnya. Dari pemimpin-pemimpin Barung dapat diangkat Seorang Pemimpin Barung utama yang dipanggil Sulung yang dipercayakan oleh semua anggota Perindukan untuk memimpin.
  6. Proses pendidikan dalam Perindukan dilakukan dibawah binaan Seorang Pembina Perindukannya yang dibantu oleh beberapa orang pembantu Pembina Perindukan. Pembina Perindukan bersamaPembantu-pembantu Pembina Perindukan melaksanakan tugas dan kewaiibannya membina anak-anak melalui proses latihan secara berkala dan teratur dan mengadakan pendekatan pribadi kepada  tiap peserta didiknya dan orang tua mereka. Pembina perindukan bersama pembantu pembina Perindukan merencanakan suatu program kegiatan latihan tahunan yang kemudian dirinci dalam acara kegiatan bulanan dan mingguan secara teratur dan mengarah. Dalam menyusun suatu perencanaan Iatihan dapat memperoleh masukan dari para pemimpin Barung sebagai bahan pertimbangan. Pembina Perindukan dan pembantu pembina Perindukan perlu mengikuti pertemuan  pertemuan pembina yang diadakan oleh Kwartirnya untuk peningkatan diri.
  7. Pembina Perindukan berkewajiban memimpin dan memberi kesempatan meraih kecakapan-kecakapan/peningkatan diri kepada para Pembantu Pembina Perindukan. Setiap Perindukan paling sedikit memiliki seorang Pembantu Pembina Perindukan, dan akan lebih baik bila dibantu dengan tiga orang Pembantu Pembina Perindukan, sehingga bimbingan mereka akan lebih mantap.
Organisasi Perindukan Siaga
  1. Perindukan Siaga merupakan satuan peserta didik yang berusia antara 7-10 tahun, idealnya terdiri  antara 18-24 Pramuka Siaga.
  2. Perindukan Siaga dibagi  dalam satuan kecil yang disebut Barung, masing-masing terdiri dari 6 -8 orang. Dalam kelompok kecil ini Pramuka Siaga dapat belajar memimpin, dipimpin, bertanggungjawab, berorganisasi, dan bekerjasama dengan bantuan pembinanya.
  3. Pembentukan barung dilakukan oleh para Pramuka Siaga dengan bantuan pembina dan Pembantu Pembina Siaga.
  4. Setiap barung memakai nama barung yang dipilih sendiri oleh anggota barung. Barung  putera maupun barung putri menggunakan nama "warna" (hijau,  putih, biru, coklat, dan lain sebagainya.)
Pemimpin Pramuka Siaga
  1. Pemimpin Barung dipilih oleh dan dari para anggota barung dengan  bantuan pembina dan Pembantu Pembina Siaga.
  2. Pemimpin Barung menunjuk Wakil Pemimpin Barung dari anggota barung
  3. Barung dipimpin oleh seorang Pemimpin Barung secara bergilir.
  4. Para pemimpin barung memilih salah seorang di antara pemimpin barung sebagai Pemimpin Barung Utama di tingkat perindukan  yang dipanggil Sulung.
Pemimpin Perindukan
  1. Perindukan dipimpin    oleh Pembina Putri yang disebut Bunda atau Pembina Putra yang disebut Yanda,  dibantu oleh Bucik atau Pakcik.
  2. Dalam pembinaan, Siaga puteri dibina oleh Pembina Puteri, Siaga Putera, dibina oleh Pembina putera atau Pembina puteri, Pembina putera tidak diperkenankan membina Siaga puteri.

Lihat entri/topik terkait :
Gugusdepan Gerakan Pramuka, Bagan Organisasi Gugusdepan Gerakan Pramuka, Siaga (Filosofi & Sifat Kegiatannya), Area Pengembangan Pramuka Siaga, Pembina Siaga (Peran & tugas pokok), Dewan Siaga.

Sumber :
Buku,  Panduan Penyelesaian SKU Siaga, Kwarnas Gerakan Pramuka, tahun 2011.
Buku,  Pedoman Pembina Siaga, Kwarnas Gerakan Pramuka, 1983

 
Situs ini merupakan layanan informasi pendidikan kepramukaan yang merujuk ke berbagai sumber yang bisa di pertanggung jawabkan.... Semoga Bermanfaat