IKLAN PRODUK HUBUNGI ADMIN

ENSIKLOPEDI PRAMUKA.....

Sejarah Panjang Gerakan Pramuka telah melahirkan banyak peristiwa,tokoh,benda tradisi istilah kependidikan istilah organisasi dan berbagai hal lainya yang pelu di dokumentasikan......

KA MABINAS GERAKAN PRAMUKA DARI MASA KE MASA

KA.Mabinas Gerakan Pramuka Dari Masa ke Masa:Diawali oleh Ir Soekarno, Soeharto,Baharudin Jusup Habibie,K.H.Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri dan Soesilo Bambang Yudhoyono...

PANJI GERAKAN PRAMUKA...

ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Sri Sultan Hamengku Buwono IX menerima Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Pramuka dari Presiden Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1961 di Istana Merdeka

APEL BESAR...

Para penggalang Putra dan Putri mengikuti Apel Besar Hari Pramuka yang Diselenggarakan tanggal 18 Agustus 1986 di Istana Merdeka Jakarta.......

KA KWARNAS GERAKAN PRAMUKA DARI MASA KE MASA.

Ka Kwarnas Gerakan Pramuka dari masa ke masa : Sri Sultan Hamangkubuwono IX 1961-1974, H.M. Sarbini 1974-1978(meninggal Th 1977), Mashudi 1974-1993, Himawan Sutanto 1993-1998, H.A. Rivai Harahap 1998-2003,Azrul Azwar 2003-2013,Adhyaksa Dault 2013-2018.

Nov 11, 2015

Hiking : Jelajah Kota (Urban Wide games)



Pengantar
  • Jelajah Kota/Urban Widegames, adalah sebuah model widegames atau permainan besar yang dilaksanakan dengan mengggunakan "lingkungan kota" sebagai arena permainan,  dan "kehidupan kota" sebagai materi dan media permainan.
  • Jelajah Kota/Urban Wide games dapat berisi 1 tema dalam 1 kegiatan atau beberapa tema yang dikemas dalam 1 kegiatan atau dikemas dalam bentuk "variety games" yang menarik, menantang dan mengandung pendidikan.
  • Jelajah Kota/Urban Wide games juga bisa memadukan antara kegiatan bakti (lingkungan dan sosial), kegiatan rekreasi (berkunjung ke tempat2 rekreasi) dan kegiatan pendidikan (sejarah kota, problem kota, penduduk kota, kehidupan kota, dll).
Peserta
  • Pramuka Penggalang
  • Pramuka Penegak
  • Pramuka Pandega
Tujuan
  • Meningkatkan pemahaman pemahaman para anggota Pramuka terhadap situasi, kondisi, dan potensi lingkungan sbuah kota.
  • Meningkatkan kecintaan para anggota Pramuka terhadap lingkungan kota
  • Meningkatkan partisipasi para anggota Pramuka dalam membangun, menjaga dan merawat lingkungan sbeuah kota.
  • Memupuk ketrampilan para anggota Pramuka  hidup di  lingkungan kota dengan penuh tanggungjawab, kreatif, produktif dan mandiri.
  • Membangun sikap toleransi para anggota Pramuka dalam kehidupan kota sangat yang majememuk (plural)
Contoh Tema Jelajah Kota
  • Perjalanan Jurnalistik dan Advokasi 
  • Lost in my city  (mencari dan menemukan tempat-tempat unik di kota)
  • Perjalanan bakti lingkungan
  • Perjalanan budaya dan  sejarah kota
  • Perjalanan bakti kemanusiaan di kota (kunjungan ke panti asuhan, panti jompo, kawasan kumuh/miskin kota, dll)
  • Satu perjalanan dengan tema kombinasi dari seluruh materi di atas.
Catatan :
Agar menarik maka tema jelajah kota yang diplih dikemas ulang menjadi nama kegiatan dengan rumusan yang menarik, misalnya : my city my adventure, lost in the city, jelajah budaya, dll.

Contoh Skenario Kegiatan Jelajah Kota : My City My Passion  

Out put dan out comes Skenario Kegiatan Jelajah Kota My City My Passion
  • Out put kegiatan ini di bidang soft skills adalah meningkatnya pengetahuan, sikap dan ketrampilan peserta didik di bidang : membangun rasa kerjasama dan kepemimpinan kelompok, kreativitas dan sikap bertanggungjawab dalam bermedia sosial, bangga dan ikut serta mempromosikan keuanggulan-keunggulan kotanya, empati dan kasih sayang sesama warga kota yang tidak beruntung, serta berfikir inovatif untuk memajukan kota. Sedangkan Out put di bidang live skill meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan dan berpartisipasi di media sosial dengan isi (tulisan, foto, video) yang sehat, inspiratif dan bertanggungjawab.
  • Out comes kegiatan ini adalah menjadi warga kota yang disiplin, bertanggungjawab, beretika, kreatif, produktif dan inovatif sehingga mampu menjadi warga kota yang mandiri dan berbudaya secara sosial dan ekonomi.
Prasyarat Skenario Skenario Jelajah Kota "My City My Passion"
  • Untuk dapat ikut serta secara aktif dan menyenangkan dalam "urban widegames" para peserta didik harus sudah memperoleh latihan tentang "media sosial" pada saat latihan rutin mingguan secara memadai baik aspek konten/isi maupun platform. Pelatihan aspek konten seperti : memahami teknik penulisan jurnalistik, penulisan feature, penulisan puisi dan cerpen, fotografi, videografi, olah foto, animasi sederhana dan gambar sketsa (panorama kalau dalam tradisional scouting).
  • Melalui latihan ruting mingguan peserta juga sudah memahami sifat dan karakter semua platfom/bentuk media sosial serta cara berpartisipasi (log in, log out, upload, download), memahami dampak isi media sosial (regulasi, psikologis, sosiologis, politis, dll), kelebihan dan keunggulan media sosial sebagai media promosi, media edukasi, media advokasi dan media aktualisasi diri baik itu dengan platform/bentuk facebook, tweeter, instagram, maupun youtube.
  • Dalam permainan ini juga ditambahkan kemampuan membaca peta digital (google maps) dan mampu membaca data-data GPS.
Jarak Tempuh
  • Tidak ditentukan. Yang dipentingkan adalah variasi lokasi pos-pos pemberhentian yang memungkinkan para peserta melakukan program-program kegiatan sesuai yang direncanakan.
  • Waktu tempuh pelaksanaan kegiatan harus diperhitungkan, yaitu akan lebih baik jika  kegiatan ini selesai dalam waktu 1 hari.
Peralatan dan Perlengkapan
  • Peralatan Panitia : Ruangan "Comand Center" atau ruang kontrol kegiatan dengan 1 atau beberapa perangkat komputer yang terhubung dengan internet. Berfungsi untuk mengontrol, mengarahkan, menggerakan dan memberi informasi dan perintah kepada para peserta widegames. Peralatan Peserta : laptop, smartphone atau tabs yang dilengkapi dengan sofware tertentu (medsos, google maps, editing video, dll) sesuai tuntutan permainan.
  • Perlengkapan Panitia : 1 akun group facebook, 1 akun twiteer list (group twiter), 1 hastag twiteer yang menarik dan 1 akun youtube. Perlengkapan Peserta : 1 regu/sangga harus memiliki l 3 akun facebook yang tergabung dalam group faceebook yang disiapkan panitia, 1 regu/sangga memiliki maksimal 3 akun twiter yang tergabung dalam twiteer list panitia, dan setiap regu/sangga memiliki pasword untuk masuk dalam akun youtube yang dimiliki panitia.
Pelaksanaan

Titik Pemberangkatan
  • Di titik pemberangkatan Kakak Pembina menjelaskan bahwa target utama kegiatan adalah : melalui twiterland "menginspirasi warga kota untuk bangga dan peduli pada kotanya" dengan hastag ‪#‎guebanggajakarta‬. Semua peserta dan panitia harus berupaya keras agar ‪#‎hastag‬tersebut itu bisa menjadi trending topik. Caranya dengan aktif mentweet hal-hal menarik selama widegame dan menginvite teman, keluarga, pejabat, publicfigure dll untuk ikut berpartisipasi (mentweet dan retweet). Keberhasilan sebuah hastag yang positip menjadi trending topik akan membangun kebanggaan peserta didik karena sudah ikut serta mempromosikan sikap peduli pada kotanya.
Menuju Pos 1
  • Perjalanan dari 1 pos ke pos berikutnya, dilaksanaan dengan memberi perintah berdasar ordinat GPS. Misalnya dari Pos Pertama di Gudep Jaksel 04 yang berpangkalan di MAN 4 Jakarta, adik-adik dipersilakan menuju titik ordinat -6.17540016 106.82706955. Adik-adik kemudian membuka google map dan memasukan titik ordinat itu di kolom pencarian maka akan ketemu lokasinya yaitu Tugu Monas di Jakarta Pusat. Adik-adik merancang perjalanan menuju Monas apakah dengan menggunakan busway, metromini, kombinasi angkot dan kereta commuterline, dsb. Pilihan jenis transportasi dan rute ditetapkan oleh peserta didik berdasar durasi perjalanan yang ditetapkan. Kegiatan ini akan melatih daya analisis dan model pemecahan masalah dengan faktor pertimbangan lebih dari satu.
  • Sesampai di Pos 1 peserta didik melaporkan ke "command center" bahwa telah sampai tujuan dan siap menerima tugas melalaui WhatsAps. Comand Center memberi tugas maisalnya setiap regu/sangga diminta membuat liputan jurnalistik "human interest" dengan obyek disekitar monas, ditulis tidak lebih dari 200 kata dan disertai foto pendukung di posting di Group FB yang telah disediakan. Obyek liputan juga dikemas dengan kalimat pendek yang inspiratif, menarik dan motifatif dan diposting di list dan hastag twiteer yang telah disediakan.
Menuju Pos Pos Berikutnya.
  • Perintah menuju pos berikutnya tetap diberikan melalui ordinat GPS dan Google map. Isi kegiatan di pos-pos berikutnya bisa bervariasi. Misalnya di Pos 2 adalah JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) yang kotor dan tidak rapi. Di Pos ini peserta didik diperintahkan melakukan kerjabakti dan hasil kerjanya dilaporkan baik dengan tulisan maupun foto melalui FB dan Twiter.
  • Pos lain misalnya Taman Pahlawan, peserta didik diminta mengunjungi salah satu makam pahlawan, memfotonya dan menuliskan sejarah dan riwayat perjuangannya dengan memanfaatkan sumber-sumber di google. Bisa juga diminta menulis puisi, prosa liris bahkan jika mungkin menulis sebuah cerita pendek di posting di FB dan dibuat kalimat pendek untuk Twiteer.
  • Obyek-obyek kota lain bisa menjaid lokasi kegiatan seperti taman budaya, kota tua, panti jompo, pusat rekreasi, pusat industri kreatif, rumah tokoh bangsa, dsb. Kehadiran peserta didik dilokasi itu dilaporkan melalui media sosial dengan beragam style tulisan. Kehadiran itu bauk hanya berupa kunjungan, kerja sosial, ziarah, wisata budaya, dsb. Berbagi berita positif melalui media sosial yang direspon oleh orang lain dengan psotip pula akan membangun kebanggaan dan sikap positip peserta didik didalam memandang kota dan dunianya
Pos Audio Visual
  • Di pilih sebuah pos yang memungkinkan anak-anak untuk membuat sebuah karya video dengan format sederhana namun inspiratif dan komunikatif. Bisa diambil dengan kamera smartphone, kamera tab, kamera laptop, bahkan juga bisa dengan handycam atau DSLR. Anak-anak diminta "mengupload" hasil karyanya itu kedalam akun youtube yang telah ditetapkan. Karya-karya video youtube (webseries) pada dasarnya bisa dikemas dengan pendekatan sinematografi sederhana yang pasti secara teknis akan dapat dikuasai anak-anak dengan memperoleh pelatihan sederhana tentang proses produksi audio visual.
Penghargaan
  • Kakak Pembina/Panitia dapat mengaitkan kegiatan ini untuk memperoleh TKU dan juga TKK sesuai bidangnya.
  • Kakak Pembina/Panitia juga dapat mengeluarkan "badge" khusus yang didesain secara menarik, komunikatif dan artistik yang dapat ditempel di baju/koas lapangan peserta didik.
  • Kakak Pembina/Panitia juga dapat menyediakan beragam hadiah lain yang menarik baik secara kelompok maupun indivisu.
Evaluasi
  • Lakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini (jarak, waktu, proses penelitian, hasil, sarana prasarana, penentuan obyek, dll) untuk bahan perbaikan kegiatan serupa di masa datang.
  • Libatkan peserta didik dalam kegiatan eveluasi.
Penutup
  • Urban Widegames ini adalah perpaduan antara kemampuan menulis, mengambil gambar (foto dan audio) dan memanfaatkan media sosial secara positip. Kota dengan segenap sudutnya yang beragam bisa menjadi arena widegames yang tepat untuk mengembangkan kemampuan analitis, urban survival, kepedulian sosial, human interest, traveling, pemahaman nilai-nilai budaya dan masyarakat multikultural, dsb. Dengan itu semua maka kegiatan kepramukaan akan memperoleh relevansi, nilai guna dan nilai "jual" (kemanarikan) yang sangat luar biasa bagi anak dan remaja kota. Tentu skenario ini hanya sebuah contoh. Ditangan Kakak-kakak Pembina yang super, pasti akan lahir kegiatan "urban scouting" yang super pula. Salam. Bersambung (Anis Ilahi Wh).
Salam Pramuka. Selamat Mengembara.


Lihat entry/topik terkait :


Sumber :
Ditulis oleh Anis Ilahi Wahdati  (Ketua DKD Kwarda DIY masa bakti 1987 - 1991)

Share:

Nov 9, 2015

Sistim Administrasi Kwartir Gerakan Pramuka : Tulisan yang Bersifat Mengatur dalam bentuk "Juknis, SPK &Surat Tugas"




I. PENGERTIAN DAN JENIS

Tulisan dinas yang bersifat mengatur adalah naskah dinas yang berisi informasi mengenai apa dan bagaimana melakukan suatu kegiatan. Naskah dinas dimaksud berupa produk hukum yang bersifat pengaturan dan penetapan, naskah yang bersifat bimbingan, dan naskah yang bersifat perintah melaksanakan tugas.
  1. Keputusan & Surat Keputusan
  2. Petunjuk Penyelenggaraan. & Petunjuk Pelaksanaan (Jukran & Juklak)
  3. Petunjuk Teknis, Surat Perintah Kerja & Surat Tugas.
  4. Kesepakatan Bersama.
  5. Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU)
  6. Perjanjian Kerjasama.

II. PETUNJUK TEKNIS (JUKNIS)

a. Pengertian.
  • Petunjuk Teknis disingkat Juknis adalah tulisan dinas pengaturan yang memuat  hal-hal yang berkaitan dengan teknis kegiatan, tidak menyangkut wewenang dan  prosedur.
  • Pengesahan juknis dilampirkan dalam surat keputusan (SK).
b. Wewenang penetapan dan penandatanganan.
  • Pejabat yang berwenang menetapkan dan menandatangani juknis adalah ketua kwartir.
c. Wewenang pembuatan/pengolahan:
  •  Juknis serendah-rendahnya dibuat/dikeluarkan oleh kwartir ranting;
  •  Penomoran juknis diatur sesuai dengan penomoran SK;
  •  Distribusi juknis sesuai dengan kwartir yang menerbitkan SK tersebut
  •  Bentuk juknis mengacu pada bentuk jukran; dan
  •  Pembuatan/pengolahan juknis merujuk pada juknis kwartir di atasnya.
d. Susunan.

1) Kepala.
  •  Lampiran, nomor dan tanggal keputusan juknis dicantumkan di sebelah kanan  atas.
  • Tulisan “PETUNJUK TEKNIS” ditulis dengan huruf kapital dicantumkan di tengah  atas.
  • Kata “TENTANG” dicantumkan di bawah tulisan “PETUNJUK TEKNIS” ditulis  dengan huruf kapital;
  • Rumusan “JUDUL” PETUNJUK TEKNIS” ditulis dengan huruf kapital simetris di  bawah tulisan “TENTANG”.
2) Isi.
  • “Pendahuluan” berisi latar belakang/dasar pemikiran, maksud, tujuan, ruang  lingkup/tata urut, dan pengertian.
  •  Materi juknis.
  • Penutup terdiri atas hal yang harus diperhatikan, penjabaran lebih lanjut, dan  alamat pembuat juknis yang diajukan kepada para pembaca/pengguna atau mereka  yang akan menyampaikan saran penyempurnaan.
3) Penutup
  • Nama jabatan ketua kwartir yang menandatangani ditulis dengan huruf awal kapital,  diakhiri dengan tanda baca koma.
  • Tanda tangan.
  • Nama lengkap ditulis dengan huruf awal kapital.
  • Stempel/cap kwartir.
e. Distribusi: 
menggunakan daftar distribusi yang berlaku.

f. Bentuk
  •  Bentuk Juknis  pada umumnya dirumuskan dalam beberapa Bab seperti tercantum pada contoh jukran.

III. SURAT PERINTAH KERJA (SPK)

a. Pengertian
  • Surat Perintah Kerja adalah tulisan dinas yang memerintahkan seseorang pimpinan dalam sebuah kwartir yang berbadan hukum atau perusahaan yang berbadan hukum (PT, CV, danKoperasi), untuk melaksanakan suatu pekerjaan, yang ditentukan waktunya.
b. Wewenang pembuatan dan penandatanganan.
  • Surat Perintah Kerja dibuat dan ditandatangani oleh yang berwenang minimal oleh Sekretaris Jenderal atau Sekretaris Kwartir.
c. Susunan

1). Kepala 
  •  Kop kwartir.
  •  Kata surat perintah kerja.
  •  Nomor surat berada di bawah tulisan surat perintah kerja.
  •  Dari, kepada, perihal, dan jumlah biaya.
2) Isi
  •  Isi memuat: spesifikasi, tempat penyerahan, waktu penyerahan, pembayaran.
3) Penutup
  • Tempat dan tanggal surat tugas.
  • Pejabat yang berwenang menandatangani, ditulis dengan huruf awal kapital,  diakhiri dengan tanda baca koma.
  • Tanda tangan yang berwenang memerintahkan.
  • Nama lengkap yang menandatangani.
4) Contoh Penulisan SPK (klik untuk memperbesar contoh gambar SPK)



IV. SURAT TUGAS

a. Pengertian
  • Surat Tugas adalah tulisan dinas yang ditujukan kepada seorang atau beberapa orang pimpinan, andalan/badan pelaksana kwartir/anggota Gerakan Pramuka, memuat apa yang harus dilaksanakan.
b. Wewenang Pembuatan dan Penandatanganan.
  • Surat Tugas dibuat dan ditandatangani oleh yang berwenang berdasarkan lingkup tugas, fungsi, dan tanggungjawab.
c. Susunan

1) Kepala
  •  Kop kwartir.
  •  Kata surat tugas ditulis dengan huruf kapital.
  •  Nomor surat berada di bawah tulisan surat tugas.
2) Isi
  • Konsiderans meliputi “pertimbangan” dan/atau “dasar”. Pertimbangan memuat  alasan/tujuan ditetapkan surat tugas, sedangkan dasar memuat ketentuan yang  dijadikan landasan ditetapkan surat tugas tersebut;
  • Diktum dimulai dengan kata “menugaskan” ditulis dengan huruf kapital  dicantumkan pada posisi tengah, diikuti kata “kepada” di tepi kiri serta nama dan  jabatan karyawan yang mendapat tugas. Di bawah “kepada” ditulis “untuk” disertai  tugas-tugas yang harus dilaksanakan.
3) Penutup
  • Tempat dan tanggal surat tugas.
  • Pejabat yang berwenang menandatangani, ditulis dengan huruf awal kapital, diakhiri dengan tanda baca koma.
  • Tanda tangan yang berwenang menugaskan.
  • Nama lengkap yang menandatangani.
  • Cap/stempel kwartir
4) Distribusi dan Tembusan.
  • Surat Tugas disampaikan kepada yang mendapat tugas;
  • Tembusan disampaikan kepada pimpinan kwartir terkait/pimpinan instansi terkait.
5) Hal yang perlu diperhatikan.
  • Bagian konsiderans memuat “pertimbangan” atau “dasar”;
  • Jika tugas merupakan tugas kolektif, daftar pegawai yang ditugaskan dimasukkan  dalam lampiran yang terdiri atas kolom nomor urut, nama, pangkat, jabatan dan  keterangan;
  • Pada dasarnya surat tugas ditetapkan oleh atasan pegawai yang mendapat tugas,  kecuali apabila karena pertimbangan tertentu pejabat tersebut diberi wewenang  tertulis untuk menetapkan surat tugas untuk diri sendiri;
  • Surat Tugas tidak berlaku lagi setelah tugas yang termuat selesai dilaksanakan.
6) Contoh Penulisan Surat Tugas  (klik untuk memperbesar gambar surat tugas)


Lihat entry/topik terkait :
Sumber :
LAMPIRAN II KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN RAMUKA NOMOR 162.A TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN SISTEM ADMINISTRASI KWARTIR GERAKAN PRAMUKA 



Share:

Nov 6, 2015

Sistim Administrasi Kwartir Gerakan Pramuka : Tulisan yang Bersifat Mengatur dalam bentuk "Jukran & Juklak"


A. Pengertian dan Jenis

Tulisan dinas yang bersifat mengatur adalah naskah dinas yang berisi informasi mengenai apa dan bagaimana melakukan suatu kegiatan. Naskah dinas dimaksud berupa produk hukum yang bersifat pengaturan dan penetapan, naskah yang bersifat bimbingan, dan naskah yang bersifat perintah melaksanakan tugas.
  1. Keputusan.
  2. Petunjuk Penyelenggaraan. & Petunjuk Pelaksanaan (Jukran & Juklak)
  3. Surat Keputusan.
  4. Petunjuk Teknis.
  5. Surat Perintah Kerja.
  6. Surat Tugas.
  7. Kesepakatan Bersama.
  8. Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU)
  9. Perjanjian Kerjasama.
B. Petunjuk Penyelenggaraan (Jukran)

a. Pengertian
  • Petunjuk penyelenggaraan disingkat Jukran adalah tulisan dinas yang memuat tata  cara secara umum dalam persoalan tertentu dan bermaksud mengatur/sebagai pedoman  urutan penyelenggaraan suatu kegiatan.
  • Dalam rangka penyederhanaan jenis/bentuk tulisan dinas yang bersifat mengatur maka pengesahan jukran dilampirkan dalam keputusan, dengan demikian jukran tidak dapat  berdiri sendiri.
b. Wewenang 
  • Pembuatan/pengeluaran jukran oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
c. Penomoran 
  • Penomoran jukran tidak berdiri sendiri, maka penomorannya disesuaikan dengan keputusan pengesahan yang bersangkutan.
d. Susunan

1) Kepala.
  • Lampiran, nomor dan tanggal keputusan jukran dicantumkan di sebelah  kanan atas.
  • Tulisan “PETUNJUK PENYELENGGARAAN” ditulis dengan huruf kapital  dicantumkan di tengah atas.
  • Kata “TENTANG” dicantumkan di bawah tulisan “PETUNJUK  PENYELENGGARAAN” ditulis dengan huruf kapital.
  • Rumusan “JUDUL PETUNJUK PENYELENGGARAAN” ditulis dengan  huruf kapital simetris di bawah tulisan “TENTANG”.
2) Isi.
  • “Pendahuluan” memuat penjelasan umum, maksud, tujuan dan dasar  jukran, ruang lingkup, pengertian, dan hal lain yang dipandang perlu serta  dasar memuat peraturan/ketentuan yang dijadikan dasar/landasan jukran.
  • Isi materi jukran dengan jelas menunjukkan urutan tindakan,  pengorganisasian, koordinasi, pengendalian, dan hal lain yang dipandang perlu.
3) Penutup.
  • Tempat dan tanggal penetapan jukran.
  • Jabatan ketua kwartir yang menetapkan, ditulis dengan huruf awal kapital  diakhiri dengan tanda baca “koma”.
  • Tanda tangan ketua kwartir yang menetapkan.
  • Nama lengkap ketua kwartir yang menandatangani ditulis dengan huruf  awal kapital.
  • Distribusi Jukran disatukan dengan distribusi keputusan pengesahan yang bersangkutan.
  • Bentuk Jukran pada umumnya dirumuskan dalam beberapa Bab

B. Petunjuk Pelaksanaan (Juklak)

a. Pengertian.

  • Petunjuk Pelaksanaan disingkat Juklak adalah tulisan dinas pengaturan yang memuat  cara pelaksanaan kegiatan, termasuk urutan pelaksanaannya.
  • Pengesahan juklak dilampirkan dalam surat keputusan (SK).
b. Wewenang penetapan dan penandatanganan.
  • Pejabat yang berwenang menetapkan dan menandatangani juklak adalah ketua kwartir.
c. Susunan.

1) Kepala.
  • Lampiran, nomor dan tanggal keputusan juklak dicantumkan di sebelah kanan  atas.
  • Tulisan “PETUNJUK PELAKSANAAN” ditulis dengan huruf kapital dicantumkan di  tengah atas.
  • Kata “TENTANG” dicantumkan di bawah tulisan “PETUNJUK PELAKSANAAN”  ditulis dengan huruf kapital.
  • Rumusan “JUDUL PETUNJUK PELAKSANAAN” ditulis dengan huruf kapital simetris  di bawah tulisan “TENTANG”.
2) Isi.
  • “Pendahuluan” memuat penjelasan umum, maksud, tujuan dan dasar juklak,  ruang lingkup, pengertian, dan hal lain yang dipandang perlu serta dasar  memuat peraturan/ketentuan yang dijadikan dasar/landasan juklak.
  • Isi materi juklak dengan jelas menunjukkan urutan tindakan, pengorganisasian, koordinasi, pengendalian, dan hal lain yang dipandang perlu untuk dilaksanakan.
3) Penutup.
  • Tempat dan tanggal penetapan juklak.
  • Jabatan ketua kwartir yang menetapkan, ditulis dengan huruf awal kapital diakhiri  dengan tanda baca “koma”.
  • Tanda tangan ketua kwartir yang menetapkan.
  • Nama lengkap ketua kwartir yang menandatangani ditulis dengan huruf awal  kapital.
4) Distribusi: 
  • menggunakan daftar distribusi yang berlaku.
5) Bentuk 
  • juklak pada umumnya dirumuskan dalam beberapa Bab seperti tercantum pada contoh jukran.

Lihat entry/topik terkait :
Sumber :
LAMPIRAN II KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN RAMUKA NOMOR 162.A TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN SISTEM ADMINISTRASI KWARTIR GERAKAN PRAMUKA 
Share:

Sistim Administrasi Kwartir Gerakan Pramuka : Tulisan yang Bersifat Mengatur dalam bentuk "Keputusan & Surat Keputusan"


A. PENGERTIAN DAN JENIS

Tulisan dinas yang bersifat mengatur adalah naskah dinas yang berisi informasi mengenai apa dan bagaimana melakukan suatu kegiatan. Naskah dinas dimaksud berupa produk hukum yang bersifat pengaturan dan penetapan, naskah yang bersifat bimbingan, dan naskah yang bersifat perintah melaksanakan tugas.
  1. Keputusan & Surat Keputusan
  2. Petunjuk Penyelenggaraan.
  3. Petunjuk Pelaksanaan.
  4. Petunjuk Teknis.
  5. Surat Perintah Kerja.
  6. Surat Tugas.
  7. Kesepakatan Bersama.
  8. Nota Kesepahaman/Memorandum of Understanding (MoU)
  9. Perjanjian Kerjasama.

I. KEPUTUSAN 

a. Pengertian.
  1. Keputusan disingkat Kep adalah tulisan dinas yang memuat kebijakan pokok (basic  policy) organisasi Gerakan Pramuka, bersifat umum berlaku untuk seluruh atau  sebagian anggota/badan dalam lingkungan Gerakan Pramuka dan merupakan dasar  bagi tulisan dinas lainnya yang mempunyai persoalan yang sama.
  2. Keputusan digunakan untuk mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah  Tangga Gerakan Pramuka, Rencana Strategik (Renstra), Organisasi dan Tatakerja (Orta),  Petunjuk Penyelenggaraan (Jukran), Rencana Kerja (Renja), dan Program Kerja  (Progja).
b. Wewenang penetapan dan penandatanganan.
  • Pejabat yang berwenang menetapkan dan menandatangani keputusan tentang Rencana strategik (Renstra), Organisasi dan Tatakerja (Orta), Petunjuk Penyelenggaraan (Jukran), Rencana Kerja (Renja), dan Program Kerja (Progja) adalah Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. sedangkan penetapan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dilaksanakan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka dan penandatangan keputusan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dilaksanakan oleh Presidium Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka tersebut.
c. Penomoran
  1. Dilakukan dengan sistem nomor urut, yang dimulai pada tanggal 1 Januari dan ditutup  pada tanggal 31 Desember setiap tahunnya.
  2. Cara penomoran keputusan secara lengkap adalah sebagai berikut:  a) Nomor urut,  b) Angka tahun
Contoh:
Keputusan yang dikeluarkan pada tahun 1999 dengan nomor urut 9, penulisan menjadi
NOMOR: 9 TAHUN 1999.
d. Distribusi
  1. Keputusan yang telah ditetapkan didistribusikan kepada yang berkepentingan dan/atau kepada pejabat-pejabat yang terkait dengan keputusan.
  2. Apabila terdapat banyak alamat yang dituju, diadakan kode-kode distribusi tertentu untuk menghindari tiap kali menyebutkan secara lengkap semua alamat itu. Tetapi  untuk alamat pengiriman di sampul masing-masing harus ditulis nama/jabatan lengkap  yang dituju.
  3. Kode-kode distribusi dibuat/ditentukan oleh masing-masing pejabat yang diserahi tugas  di bidang administrasi kwartir.
  4. Distribusi serta memperbanyak keputusan dilakukan oleh penandatangan otentikasi dan/atau pejabat yang diserahi tugas di bidang administrasi kwartir.

e. Otentikasi/pengabsahan
  1. Pengabsahan merupakan suatu pernyataan bahwa sebelum digandakan dan  didistribusikan dengan sah, suatu keputusan telah dicatat dan diteliti sehingga dapat  diumumkan oleh pejabat yang bertanggungjawab di bidang administrasi.
  2. Pengabsahan dicantumkan di bawah tanda tangan sebelah kiri bawah, terdiri atas  kata salinan dan dibubuhi tanda tangan pejabat yang berwenang dan cap kwartir  yang bersangkutan.
f. Bentuk Keputusan dapat dibagi menjadi 5 bagian terdiri atas:

1)  Kepala.
  • Kop Kwartir.
  • Kata “KEPUTUSAN” dan “NAMA KWARTIR” ditulis dengan huruf kapital.
  • “NOMOR” keputusan ditulis dengan huruf kapital.
  • Kata penghubung “TENTANG” ditulis dengan huruf kapital.
  • "JUDUL KEPUTUSAN” ditulis dengan huruf kapital.
  •  Nama jabatan pejabat yang menetapkan keputusan ditulis dengan huruf kapital,  diakhiri dengan tanda baca koma.
2) Konsiderans
  • “Menimbang” adalah konsiderans yang memuat alasan/tujuan/kepentingan/pertimbangan tentang perlunya ditetapkan keputusan.
  • “Mengingat” adalah konsiderans yang memuat peraturan perundang-undangan,  Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Surat Keputusan Kwartir Nasional  Gerakan Pramuka yang relevan dengan judul keputusan, sebagai dasar pengeluaran  keputusan.
3) Diktum.
  • Diktum dimulai dengan kata “MEMUTUSKAN:” ditulis dengan huruf kapital diakhiri  dengan tanda baca “titik dua (:)”, diikuti kata “Menetapkan” di tepi kiri.
  • Substansi kebijakan yang ditetapkan, dicantumkan setelah kata “Menetapkan” ditulis dengan huruf kapital
4) Isi.
  • Isi memuat semua substansi kebijakan yang akan diatur dalam keputusan, terdiri  atas ketentuan umum, materi pokok, dan ketentuan penutup.
  • Dicantumkan saat berlakunya keputusan, perubahan, pembatalan, pencabutan  ketentuan dan peraturan yang lainnya.
  • Materi kebijakan dapat dibuat sebagai lampiran keputusan, dan pada halaman  terakhir ditandatangani oleh pejabat yang menetapkan keputusan.
5) Penutup
  • Tempat (kota sesuai dengan alamat kwartir) dan tanggal penetapan keputusan.
  • Jabatan ketua kwartir yang menetapkan, ditulis dengan huruf awal kapital, dan  diakhiri dengan tanda baca “koma”.
  • Tanda tangan ketua kwartir yang menetapkan keputusan.
  • Nama lengkap pejabat yang menandatangani, ditulis dengan huruf awal kapital.
g. Hal yang perlu diperhatikan
  • Naskah asli dan salinan keputusan yang diparaf harus disimpan sebagai pertinggal.

II. SURAT KEPUTUSAN

a. Pengertian
Surat Keputusan disingkat SK adalah tulisan dinas yang mengatur kebijakan pelaksanaan
dari kebijakan pokok, digunakan untuk:
  • Menetapkan atau mengubah status personil/materiil.
  • Mengesahkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis.
  • Membentuk, mengubah dan membubarkan suatu panitia dalam lingkungan kwartir  Gerakan Pramuka
  • Menyerahkan wewenang tertentu.
b. Wewenang pembuatan/pengeluaran.
  • Dibuat/dikeluarkan oleh Kwarnas, penandatanganan oleh Ketua Kwamas.
  • Dibuat/dikeluarkan oleh Kwarda, penandatanganan oleh Ketua Kwarda.
  • Dibuat/dikeluarkan oleh Kwarcab, penandatanganan oleh Ketua Kwarcab.
  • Dibuat/dikeluarkan oleh Kwarran, penandatanganan oleh Ketua Kwarran.
  • Penomoran SK sama dengan penomoran keputusan.
d. Distribusi SK 
  • dilakukan oleh pejabat yang diserahi tugas di bidang adminisrasi kwartir dengan mengikuti ketentuan distribusi keputusan.
e. Otentikasi/pengabsahan
  • Pengabsahan merupakan suatu pemyataan bahwa sebelum digandakan dan  didistribusikan dengan sah, suatu SK telah dicatat dan diteliti, sehingga dapat diumumkan  oleh pejabat yang bertanggungjawab di bidang administrasi.
  • Pengabsahan dicantumkan di bawah ruang tanda tangan sebelah kiri bawah, terdiri  atas kata salinan dan dibubuhi tanda tangan pejabat yang berwenang dan cap kwartir  yang bersangkutan.
f. Bentuk SK dapat dibagi menjadi 5 bagian terdiri atas:

1) Kepala
  •  Kop kwartir
  •  Kata “SURAT KEPUTUSAN“ dan “NAMA KWARTIR” ditulis dengan huruf kapital.
  •  “NOMOR” surat keputusan ditulis dengan huruf kapital.
  •  Kata penghubung “TENTANG” ditulis dengan huruf kapital.
  •  “JUDUL SURAT KEPUTUSAN” ditulis dengan huruf kapital.
  •  Nama ketua kwartir yang menetapkan surat keputusan ditulis dengan huruf kapital,  diakhiri dengan tanda baca koma.
2) Konsiderans
  • "Menimbang” adalah konsiderans yang memuat alasan/tujuan/kepentingan/ pertimbangan tentang perlunya ditetapkan keputusan.
  • “Mengingat” adalah konsiderans yang memuat peraturan-peraturan yang mendasari  dari terbitnya sebuah surat keputusan.
3) Diktum
  • Diktum dimulai dengan kata “MEMUTUSKAN:” ditulis dengan huruf kapital diakhiri  dengan tanda baca titik dua (:), diikuti kata “Menetapkan” di tepi kiri.
  • Substansi kebijakan yang ditetapkan, dicantumkan setelah kata “menetapkan” ditulis dengan huruf kapital.
  • Khusus untuk keputusan tentang penetapan status pegawai ditambahkan pernyataan  sebagai benkut: (1) “Salinan” menunjukkan para pimpinan yang berhak menerima  salinannya. (2) “Petikan” disampaikan kepada yang berkepentingan untuk diketahui dan  diperhatikan.  (3) “Salinan” dan “Petikan Keputusan” harus disahkan oleh Sekretaris Jenderal  atau pejabat kwartir yang ditunjuk satu tingkat di bawah pimpinan yang  menetapkan keputusan tersebut, ditandatangani langsung dan tidak boleh  dengan tanda tangan cap.
4) Isi
  • Isi memuat semua substansi kebijakan yang akan diatur dalam keputusan, terdiri  atas ketentuan umum, materi pokok, ketentuan peralihan, dan ketentuan penutup.
  • Dicantumkan saat berlakunya keputusan, perubahan, pembatalan, pencabutan  ketentuan dan peraturan lainnya.
  • Materi kebijakan dapat dibuat sebagai lampiran keputusan, dan pada halaman  terakhir ditandatangani oleh ketua kwartir yang menetapkan keputusan.
5) Penutup
  • Tempat (kota sesuai dengan alamat kwartir) dan tanggal penetapan keputusan.
  • Jabatan ketua kwartir yang menetapkan, ditulis dengan huruf awal kapital, dan  diakhiri dengan tanda baca koma.
  • Tanda tangan ketua kwartir yang menetapkan keputusan.
  • Nama lengkap ketua kwartir yang menandatangani, ditulis dengan huruf awal  kapital.
g. Hal yang perlu diperhatikan
  • Naskah asli dan salinan keputusan yang diparaf disimpan sebagai pertinggal.
h. SK Personil
Khusus bentuk SK yang isinya untuk menetapkan dan mengubah status seseorang (personil),
bentuknya agak berbeda dengan SK personil (materiil) karena dalam diktum dicantumkan
ketentuan sebagai berikut:
  • Dengan catatan: Apabila terdapat kekeliruan dalam surat keputusan ini, akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.
  • SALINAN dari SK, tujuannya ialah agar salinan SK tersebut (bukan rekaman/foto copy /sejenis), perlu dikirimkan kepada kwartir yang dituju.
  • PETIKAN dari SK disampaikan kepada yang berkepentingan untuk diketahui dan diindahkan seperlunya.
  • Catatan: (1) Bentuk “SALINAN” SK sama dengan bentuk aslinya. (2) Bentuk “PETIKAN” SK tidak sama (tidak lengkap) seperti bentuk SK aslinya.
i. Perbedaan antara Keputusan dengan Surat Keputusan:
  • Keputusan (Kep) :  (1)  Memuat kebijakan pokok (bersifat umum). (2)  Tidak didelegasikan.
  • Surat Keputusan (SK) : (1) Memuat kebijakan pelaksanaan dari kebijakan pokok (penjabaran kebijakan  pokok). (2)  Dapat didelegasikan kepada pejabat tertentu dalam lingkungan kwartir Gerakan  Pramuka. 
Lihat entry/topik terkait :
Sumber :
LAMPIRAN II KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN RAMUKA NOMOR 162.A TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN SISTEM ADMINISTRASI KWARTIR GERAKAN PRAMUKA KETENTUAN DAN CONTOH ADMINISTRASI KWARTIR




Share:

Nov 4, 2015

Sistim Administrasi Kwartir Gerakan Pramuka : Pembuatan dan Pemasangan Papan Nama






Papan Nama
Kwartir dan Satuan membuat dan memasang papan nama masing-masing dengan ketentuan:

a. Bentuk
  • Papan nama berbentuk segi panjang, dengan bahan kayu, besi, seng atau bahan lainnya.
b. Ukuran

   Papan Nama Kwartir
  1. Kwartir Nasional 5,00 x 1,66 m
  2. Kwartir Daerah 3,90 x 1,20 m
  3. Kwartir Cabang 3,30 x 1,00 m
  4. Kwartir Ranting 2,80 x 0,80 m
  5. Gugus Depan 2,00 x 0,60 m
    Papan Nama Pimpinan Saka
  • Jika Pimpinan Satuan Karya Pramuka, karena terpisahnya tempat dengan kwartir  bersangkutan, membuat dan memasang papan nama, maka ukuran yang dipakai  adalah ukuran kwartir dibawahnya tanpa menggunakan lambang WOSM. Contoh : Pimpinan  Saka Tingkat Nasional menggunakan ukuran kwarda, dst. 
  • Besarnya gambar dan huruf disesuaikan dengan ukuran papan nama.
c. Bidang & Warna.

Kwartir Nasional dan badan lain di tingkat nasional.
Bidang lambang
  •  dasar : kuning (warna tingkat nasional) dan ungu (warna dasar WOSM)
  •  lambang : hitam (lambang pramuka) dan putih (lambang WOSM)
Bidang huruf
  •  dasar : coklat muda
  •  tulisan : hitam
Kwartir daerah dan badan lain di tingkat daerah (provinsi).
Bidang lambang
  •  dasar : merah (warna tingkat daerah) dan ungu (warna dasar WOSM)
  •  lambang : hitam (lambang pramuka) dan putih (lambang WOSM)
Bidang huruf : seperti Kwartir Nasional

Kwartir cabang dan badan lain di tingkat cabang (kabupaten/kota).
Bidang lambang
  •  dasar : hijau (warna tingkat cabang) dan ungu (warna dasar WOSM)
  •  lambang : hitam (lambang pramuka) dan putih (lambang WOSM)
Bidang huruf: seperti Kwartir Nasional

Kwartir ranting dan badan lain di tingkat ranting (kecamatan)
Bidang lambang
  •  dasar : merah muda (warna tingkat ranting) dan ungu (warna dasar WOSM)
  •  lambang : hitam (lambang pramuka) dan putih (lambang WOSM)
Bidang huruf : seperti Kwartir Nasional

Gugus Depan
Bidang lambang
  •  dasar : hijau muda (warna tingkat gudep) dan ungu (warna dasar WOSM)
  •  lambang : hitam (lambang pramuka) dan putih (lambang WOSM)
Bidang huruf : seperti Kwartir Nasional

Satuan Karya Pramuka
Bidang lambang
  •  dasar : disesuaikan dengan warna dasar bendera saka bersangkutan.
  •  lambang : hitam (lambang pramuka)
Bidang huruf : seperti Kwartir Nasional

d. Huruf dan gambar lambang.
  1. Bentuk huruf adalah huruf cetak biasa, tanpa kaki dan bayangan serta tanpa tebal tipis  (misal: huruf arial). Huruf-huruf besar (kapital) seperti pada contoh.
  2. Gambar lambang berupa silhouette (bayangan) tanpa garis tepi dan volume  (penggambaran isi) dan gambar lambang WOSM.
  3. Jika di dalam satu kompleks terdapat kantor lain yang memerlukan papan nama, maka  dituliskan pada papan kecil warna-warni yang digantungkan pada papan nama.

 Misalnya:
 Kedai Daerah
 Sanggar Bakti Nasional

e. Pemasangan.
  1. Papan nama dipasang, didirikan atau digantung di muka gedung tempat sekretariat  bekerja. Perlu diusahakan dan dipilih tempat yang mudah terlihat bahkan menarik  perhatian orang yang melewati gedung itu.
  2. Ketinggian pemasangan dari batas papan nama sampai kepermukaan tanah adalah  1,50 m.
f. Contoh




Sumber :
LAMPIRAN II KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN RAMUKA NOMOR 162.A TAHUN 2011 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN SISTEM ADMINISTRASI KWARTIR GERAKAN PRAMUKA KETENTUAN DAN CONTOH ADMINISTRASI KWARTIR




Share:

DAPATKAN APLIKASI ENSIKOPEDIA PRAMUKA DI GOOGLE PLAY FREE

DAPATKAN APLIKASI ENSIKOPEDIA PRAMUKA DI GOOGLE PLAY FREE

FACEBOOK FAN

PENGGUNAAN METODE DISCOVERY UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI KODE KEHORMATAN PRAMUKA

PENGGUNAAN METODE DISCOVERY UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI KODE KEHORMATAN PRAMUKA
Meski metode ini awalnya digunakan untuk pelatihan science namun dengan modifikasi dan kreativitas metode ini menarik untuk dijadikan metode pendidikan dan penanaman nilai-nilai yang terkandung dalam kode kehormatan pramuka. (Klik gambar untuk baca artikel selengkapnya)

INFO ENTRY/TOPIK

Hingga hari ini ensiklopediapramuka on line ini telah memuat 680 entry/topik tentang Gerakan Pramuka, Pramuka & Kepramukaan. Semoga dapat memenuhi harapan para pembaca untuk lebih memahami dan dapat menerapkan pendidikan kepramukaan dengan lebih baik. Silakan klik abjad pada daftar isi yang terkait dengan tema yang anda butuhkan, maka anda akan terhubung dengan tulisan lengkap terkait dengan tema dimaksud. Salam.

JUMLAH PENGUNJUNG

DAFTAR ISTILAH KEPRAMUKAAN INDONESIA - INGGRIS

DAFTAR ISI ENSIKLOPEDI : BERDASAR ABJAD (KLIK "ABJAD" UNTUK MEMILIH TOPIK YANG DIBUTUHKAN)

ENTRI/TOPIK TERPOPULER