IKLAN PRODUK HUBUNGI ADMIN

ENSIKLOPEDI PRAMUKA.....

Sejarah Panjang Gerakan Pramuka telah melahirkan banyak peristiwa,tokoh,benda tradisi istilah kependidikan istilah organisasi dan berbagai hal lainya yang pelu di dokumentasikan......

KA MABINAS GERAKAN PRAMUKA DARI MASA KE MASA

KA.Mabinas Gerakan Pramuka Dari Masa ke Masa:Diawali oleh Ir Soekarno, Soeharto,Baharudin Jusup Habibie,K.H.Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri dan Soesilo Bambang Yudhoyono...

PANJI GERAKAN PRAMUKA...

ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Sri Sultan Hamengku Buwono IX menerima Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Pramuka dari Presiden Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1961 di Istana Merdeka

APEL BESAR...

Para penggalang Putra dan Putri mengikuti Apel Besar Hari Pramuka yang Diselenggarakan tanggal 18 Agustus 1986 di Istana Merdeka Jakarta.......

KA KWARNAS GERAKAN PRAMUKA DARI MASA KE MASA.

Ka Kwarnas Gerakan Pramuka dari masa ke masa : Sri Sultan Hamangkubuwono IX 1961-1974, H.M. Sarbini 1974-1978(meninggal Th 1977), Mashudi 1974-1993, Himawan Sutanto 1993-1998, H.A. Rivai Harahap 1998-2003,Azrul Azwar 2003-2013,Adhyaksa Dault 2013-2018.

Apr 30, 2014

Berkemah : Membuat Lampu Hias Sederhana



Pengantar

Perkemahan merupakan salah satu metode dan mendia pendidikan kepramukaan yang "multi fungsi dan multi peran". Salah satunya  adalah sebagai media pengembangan kreativitas dan cinta lingkungan terutama dalam hal menyiapkan beberapa perangkat dan perlengkapan perkemahan. Penyiapan perangkat dan perlengkapan perkemahan yang mandiri atau berasal dari kreasi sendiri akan menambah nilai dan bobot pendidikan.

Nama Program

Membuat Lampu Hias untuk Perkemahan

Sumber
http://mstudiosolo.blogspot.com

Nilai Pendidikan
  1. Memberikan pengatuan kepada peserta didik untuk mengolah sampah/barang bekas  menjadi barang baru yang unik dan menarik. 
  2. Meningkatkan kterativitas dan ketrampilan kepada peserta didik mengolah  kertas kardus bekas menjadi barang yang cantik dan bermanfaat.
  3. Memberikan pengalaman peseta didik terhadap kegiatan  3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle yang sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah dengan berbagai permasalahannya.
Alat yang Diperluan
  1. Kardus bekas
  2. Penggaris
  3. Pensil
  4. Cutter
  5. Cat semprot
  6. Lem tembak
  7. Kabel
  8. Fitting
  9. Lampu
Cara Membuat
  • Siapkan kardus bekas, tandai dengan pensil membentuk bidang persegi panjang. Dengan panjang 60cm dan lebar 21cm kemudian potong (untuk ukuran panjang dan lebar potongan dapat disesuaikan dengan kebutuhan).
  •  Langkah selanjutnya warnai salah satu sisi dari potongan kardus tersebut dengan cat semprot. Pilih warna cat sesuai dengan selera Anda, lalu diamkan sampai cat benar-benar kering.
  •  Tandai sisi panjang kardu yang tidak dicat menjadi lima bagian sama panjang, kemudian garis dengan cutter tapi ingat jangan sampai terpotong kardusnya. Hal ini bertujuan agar kardus dapat dilipat menjadi bentuk segilima sama sisi seperti yang terlihat pada gambar diatas.

  • Bentangkan kembali kardus dari lipatan segilima kemudian potong memanjang kardus menjadi tujuh bagian dengan masing-masing bagian memiliki ukuran panjang 60cm dan lebar 3cm.

  •  Setelah diperoleh potongan kecil-kecil, hubungkan antar ujung potongan tersebut sehingga membentuk segilima dengan sisi yang di cat berada pada posisi bagian dalam. sampai ujung ketujuh potongan tersebut terhubung semuanya. Kemudian susun ketujuhnya seperti yang terlihat pada gambar diatas. Ini nanti akan kita gunakan sebagai frame/bingkai dari lampu gantung.
  • Selanjutnya kita siapkan untuk membuat bagian atas dari kap lampu tersebut. Potong kardus dengan bentuk segilima sama sisi dengan panjang sisi-sisinya 12cm, sesuai dengan ukuran potongan frame yang telah kita buat. Supaya mudah kita jiplak ukuran frame segilima sama sisi yang telah dibuat sebelumnya diatas kardus kemudian tinggal dipotong menggunakan cutter.
  • Buat lubang ditengah-tengah bagian atas dari kap lampu yang telah kita buat sebelumnya sehingga ujung lampu dapat masuk ke fitting kemudian lem fitting dengan kardus tersebut.
  • Tinggal kita pasang frame yang telah dibuat dengan atasannya, dan rekatkan dengan lem tembak sehingga terbentuk lampu gantung yang cantik seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.


Penutup 

  • Kreasi pembuatan lampu gantung ini juga bisa dimanfaatkan untuk menghias sanggar pramuka, rumah dan juga tempat-tempat kegiatan lain. 
  • Kreativitas yang ramah lingkungan akan menghasilkan nilai tambah pendidikan yang tinggi bagi para anggota Gerakan Pramuka.
Selamat berlatih. Salam Pramuka.

Lihat topik/entry terkait :






Share:

Apr 29, 2014

Naskah Usulan Kegiatan (Proposal Kegiatan)




Pengantar
  • Sebagai bagian dari proses pendidikan satuan organisasi dalam Gerakan Pramuka seringkali harus menyusun, melaksanaan dan mengevaluasi program kegiatan baik itu perkemahan, penjelajahan, peringahat hari ulan tahun, pelatihan (dinapinsat,dianpinsu, KPDK, LPK, KMD,) dll. Penyelenggaraan kegiatan tersebut harus diawali dengan penyusunan NUK baik sebagai dokumen perencanaan kerja maupun dokumen usulan dan pengesahan dari pejabat terkait. Dokumen ini seringkali disebut dengan Naskah Usulan Kegiatan (NUK).
  • Naskah Usulan Kegiatan adalah suatu usulan yang berupa rancangan/pedoman pelaksanaan kegiatan  yang telah ditetapkan dan akan segera dilaksanakan. Di beberapa organisasi, NUK sering pula disebut proyek proposal, term of reference (TOR), pokok-popok penyelenggaraan, panduan kegiatan, dll.

Arti Penting
  • NUK (sering disebut dengan proyek proposal), merupakan usulan perencanaan dan pelaksanaan suatu bentuk kegiatan dalam bentuk tertulis dan menggunakan sistematika tertentu. Oleh karena itu NUK harus mampu menjelaskan seluruh aspek yang menyangkut keberadaan kegiatan yang dimaksud.
  • NUK hendaknya disusun secara baik, lengkap, jelas, dan sistematis. NUK yang disusun dengan kriteria-kriteria tersebut, akan dapat dijdikan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan serta dapat dijadikan sebagai tolak ukur evaluasi keberhasilan pelaksanaan kegiatan.
  • NUK pada umumnya disusun oleh sebuah organisasi/sekelompok individu/ individu tertentu, untuk diusulkan kepada lembaga lain/atasan/pihak-pihak yang berkaitan sehubungan dengan program/kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut. Pengusulan tersebut dimaksudkan baik berupa sebagai laporan pelaksanaan kegiatan untuk memperoleh dukungan maupun untuk memperoleh dukungan maupun fasilitas-fasilitas yang diperlukan sehubungan dengan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan yang dimaksud dari lembaga/atasan/pihak terkait.

Hierarki  Perencanaan Gerakan Pramuka
  • Renstra atau rencana strategis, umumnya disusun untuk jangka waktu panjang antara 20 - 25 tahun. Berisi kebijakan di bidang pendidikan, organisasi dan pengabdian masyarakat yang sudah disesuaian dengan tuntutan perkembangan zaman, tuntutan kehidupan sosial masyarakat, aspirasi generasi muda Indonesia serta tuntutan persatuan dan kesatuan bangsa. Renstra disusun dalam bentuk Pola Umum Gerakan Pramuka.
  • Renja atau recana kerja, umumnya disusun untuk satu satuan waktu masa kerja kepengurusan kwartir mapun satuan pendidikan gudep, saka, ambalan, racana, dewan kerja, dll. Renja merupskan strategi antara pencapaian renstra. Berisi pokok-pokok acuan program dan kebijakan operasional di bidang pendidikan dan pendukungnya, tata organisasi dan program pengabdian masyarakat.
  • Progja atau Program Kerja umumnya disusun untuk jangka waktu satu tahun baik oleh kwartir, saka maupun satuan pendidikan lainnya. Program Kerja merupakan penjabaran dan operasionalisasi dari Rencana Kerja dalam bentuk program kegiatan baik dalam bidang pendidikan, organisasi, pembinaan anggota maupun pengabdian masyarakat.
  • NUK atau Naskah Usulan Kegiatan merupakan rancangan (proposal) penyelenggaraan satu kegiatan tertentu sebagai bagian dari realisasi program kerja yang telah ditetapkan. NUK berisi pokok-pokok panduan pelaksanaan kegiatan dan pembiayaannya, diajukan untuk diperiksa dan disetujui oleh pejabat yang berwenang.
  • Jukran atau Petunjuk Penyelenggaraan Kegiatan, NUK yang telah disetuji selanjutnya disebut sebagai petunjuk penyelenggaraan kegiatan yang harus dijadikan pedoman oleh seluruh pemangku kepentingan yang terlibat didalamnya.
  • Juknis atau Petunjuk Pelaksanaan, merupakan uraian detail dari pokok-pokok pelaksanaan pekerjaan/kegiatan yang tertera dalam Petunjuk Penyelenggaraan. Juknis sudah memuat aspek sangat teknis untuk terlaksananya sebuah kegiatan baik yang menyangkut  "man, money, material & method".

Syarat NUK Yang Baik.

Untuk Membuat NUK yang baik, sistematis, dan terencana, perlu diperhatikan beberapa syarat sebagai berikut:
  • Disusun dengan baik, lengkap, jelas, dan sistemati sehingga kegiatan yang akan dilaksanakan mampu tergambar dengan jelas dari mulai persiapan, pelaksanaan sampai pada tujuan yang ingin dicapai dan dapat dijadikan pedoman pelaksanaan serta dapat dijadikan tolak ukur dan evaluasi keberhasilan kegiatan.
  • Menggunakan bahasa yang baku (Standard).
  • Menggunakan tata tulis yang baik dan rapi, serta didukung dengan penggunaan ejaan yang tepat.
  • Menggunakan sistem penomoran (notasi) yang baik. Agar mendapatkan NUK yang jelas, lengkap, perlu dianjurkan serangkaian pertanyaan yang di kenal dengan istilah 5W+1H.

Rumus 5W + 1 H dalam Penyusunan NUK

What – Apa
  • Apa nama kegiatan.
  • Apa yang akan dilaksanakan.
  • Apa latar belakang pelaksanaan tersebut.
  • Apa yang dimaksud, tujuan dan sasaran pelaksanaannya.
  • Apa bentuk dan isi kegiatannya.
  • Apa perlengkapan yang dibutuhkan, dsb
Why – Mengapa
  • Mengapa kegiatan itu demikian.
  • mengapa kegiatan itu iperlukan, dsb (jawaban pertanyaan mengapa pada dasarnya merupakan alasan dari pertanyaan apa di atas).
Where – Dimana
  • Dimana kegiatan itu dilaksanakan.
  • Dimana perlengkapan daya dukung lainnya dapat diperoleh.
Who – Siapa
  • Siapa penanggung jawab kegiatan tersebut.
  • Siapa pelaksana kegiatan tersebut.
  • Siapa evaluator dan verifikator.
  • Siapa pesertanya, dsb
When – Kapan
  • Kapan persiapan kegiatan tersebut.
  • Kapan pelaksanaan kegiatan tersebut.
  • Kapan pelopor kegiatan tersebut disusun, dsb
How – Bagaimana
  • Bagaimana bentuk kegiatannya.
  • Bagaimana mekanisme kerja kepanitiaannya.
  • Bagaimana pembiayaannya.
  • Bagaimana aturan main, metode, strategi pelaksanaan kegiatannya, dsb.\

Kerangka Penulisan NUK

Jawaban-jawaban dari pertanyaan 5W + 1H di atas selanjutnya dirumuskan dalam kerangka NUK. Oleh karena itu, kerangka NUK tersebut tidak seluruhnya tepat bila digunakan untuk menyusun naskah kegiatan tertentu. Ada dari isi kerangka NUK, tetapi adakalanya suatu bentuk kegiatan membutuhkan perincian selanjutnya, isi dari kerangka NUK sangat variatif tergantung dari isi dan bentuk kegiatannya.

Contoh Penulisan Kerangka NUK

Nama Kegiatan
  • Sebutkan nama kegiatan yang diselenggarakan.
Pendahuluan
  • Uraikan dasar pemikiran dan latar belakang kegiatan tersebut dilaksanakan beserta kendalanya.
Tema
  • Cantumkan tema kegiatan yang akan dilaksanakan.
Dasar Pelaksanaan Kegiatan
  • Cantumkan dasar hukum pelaksanaan kegiatan. Disusun mulai dari dasar yang tertinggi sampai yang terendah. Misalnya: AD/ART Gerakan Pramuka, Pola Umum Gerakan Pramuka, Pola Pembinaan Penegak dan Pandega, Program Kerja, dll.
Maksud, Tujuan, dan Sasaran
  • Uraikan sesuatu yang ingin dicapai dari penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dari sesuatu yang bersifat sangat abtrak dan umum (maksud), sesuatu yang umum (tujuan), dan sesuatu yang konkrit / nyata (sasara). Contoh: Maksud : Meningkatkan semangat patriotisme. Tujuan : Memahami arti dan fungsi lagu-lagu wajib.Sasaran : paham dan hafal lagu Bagimu Negeri (Sasaran sering pula disebut dengan tujuan antara)
Waktu dan tempat penyelenggaraan
  • Cantumkan jumlah waktu pelaksanaan kegiatan dan tempat penyelenggarannya. Bila tempat yang digunakan lebih dari satu, sebutkan secara terperinci.
Bentuk kegiatan
  • Sebutkan bentuk kegiatan, misalnya: Perkemahan, Penjelajahan, Giat Prestasi, beserta uraian-uraian dari bentuk kegiatan tersebut.
Metoda
  • Sebutkan metoda kegiatannya dengan uraian seperlunya
Jadwal
  • Cantumkan jadwal kegiatan. Jadwal kegiatan dapat disusun dalam bentuk kotak, rincian jam kegiatan. Jadwal pada umumnya terletak di Lampiran NUK.
Peserta
  • Uraian jumlah, syarat, asal dan beberapa hal lainnya yang sekiraya diperlukan.
Penyelenggaraan
  • Uraian bentuk / susunan panitia penyelenggara serta lembaga asal dari panitia tersebut. Susunan panitia pada umumnya diletakkan pada lampiran NUK.
Fasilitas
  • Uraian fasilitas yang harus disediakan peserta, fasilitas untuk peserta yang disediakan panitia dan fasilitas yang dibutuhkan panitia. Kebutuhan fasilitas (perlengkapan) panitia biasanya dicanumkan dalam lampiran NUK.
Biaya
  • Uraikan anggaran pembelanjaan dan anggaran masukannya, uraikan pembiayaan kegiatan pada umumnya dicantumkan dalam lampiran NUK.
Penutup
  • Uraikan harapan dan perhatian yang dimintakan pada pihak yang diminta dukungan dan pengesahannya.
Lampiran-Lampiran
  • Lampiran NUK selain apa yang dikemukakan di atas biasanya ditambah dengan jadwal panitia.
 Desain/Kemasan NUK

  • Naskah NUK hendaknya disusun secara komunikatif, atraktif dan artistik. Mengemas NUK secara baik sangat penting karena akan dapat membangun kesan profesional, menunjukan keseriusan kerja, tidak asal-asalan  dan kemauan untuk maju
  • Beberapa contoh templat kemasan NUK


Selamat Berlaih. Salam Pramuka

Lihat topik/entry terkait :

  • Pola Umum Gerakan Pramuka
  • SPPA  (Sistem Perencanaan Pemrograman & Pengganggaran) Gerakan Pramuka
  • Teknik Penyusunan Program Kerja
  • Teknik Evaluasi Program Kerja
  • Teknik Penyusunan Anggaran Biaya dan Belanja Program Kegiatan Gerakan Pramuka
Sumber :
  • Naskah Usulan Kegiatan (NUK), Buku Rujukan KPDK Kwarda XII DIY, Yogyakarta, tahun 1988
  • Naskah Usulan Kegiatan (NUK), Anshari Kadir, Sekretaris Kwarda Riau dalam  ttps://www.facebook.com/sekretaris..kwardariau?fref=ts diakses tanggal  24 Mei 2014







Share:

Kepemimpinan : Assesment Test Gaya & Adaptabilitas Kepemimpinan



Pengantar

Di bawah ini adalah model assesment test yang dapat dijadikan sebagai bahan simulasi untuk menilai gaya kepemimpinan seseorang dalam satuan waktu tertentu. Umumnya hasil penilaian tidaklah bersifat tetap dan bisa berubah baik karena faktor usia, pengalaman, pendidikan maupun faktor-faktor lain. Instrumen ini bagus untuk bahan latihan kepemimpinan di lingkungan Gerakan Pramuka.

Nama Assesment Test

GAYA & ADAPTABILITAS KEPEMIMPINAN
(LEADER EFFECTIVENESS & ADAPTABILITY DESCRIPTION-LEAD SELF)

Petunjuk

Misalkan Anda terlibat dalam 12 situasi di bawah ini. Setiap situasi mempunyai 4 PILIHAN TINDAKAN yang dapat Anda pilih. BACALAH setiap nomor dengan teliti. PIKIRKAN tindakan apa yang akan Anda lakukan dalam masing-masing situasi tersebut, kemudian LINGKARILAH salah satu huruf pilihan tindakan yang paling sesuai untuk menggambarkan perilaku Anda dalam menghadapi situasi itu. 

Instrumen Test 



SITUASI
PILIHAN TINDAKAN
1.    Akhir-akhir ini, para bawahan Anda tidak memberikan tanggapan atas percakapan bersahabat dan perhatian tentang kesejahteraan yang Anda lakukan. Produktivitas kerja mereka menurun.
a.        Menekankan penggunaan prosedur yang seragam dan pentingnya penyelesaian tugas yang diberikan.
b.       Menyediakan diri untuk berdiskusi tetapi tidak memaksakan keterlibatan Anda.
c.        Berbicara dengan para bawahan, kemudian merumuskan tujuan yang hendak dicapai.
d.       Secara sengaja tidak campur tangan.
2.    Prestasi kerja para bawahan Anda meningkat. Anda yakin bahwa mereka menyadari tanggungjawab dan mengetahui standard prestasi yang diharapkan.
a.        Berinteraksi secara bersahabat, tetapi terus meyakinkan diri bahwa semua bawahan menyadari tanggungjawab dan standard prestasi yang diharapkan.
b.       Tidak melakukan tindakan yang pasti.
c.        Melakukan sesuatu untuk membuat para bawahan merasa penting dan terlibat.
d.       Menekankan pada pentingnya batas waktu penyelesaian tugas.
3.    Para bawahan Anda tidak mampu memecahkan suatu masalah sendiri. Anda biasanya membiarkan mereka untuk mengatasinya. Prestasi dan hubungan kerja mereka baik.
a.        Bekerja bersama bawahan dan bersama-sama memecahkan masalah.
b.       Membiarkan mereka
c.        Melakukan sesuatu untuk membuat para bawahan merasa penting dan terlibat.
d.       Menekankan pada pentingnya batas waktu penyelesaian tugas.
4.    Anda sedang mempertimbangkan suatu perubahan. Para bawahan Anda mempunyai prestasi kerja yang baik. Mereka mengerti dan menghargai perlunya perubahan tersebut.
a.        Memperbolehkan keterlibatan bawahan dalam mengembangkan perubahan, tetapi tidak memaksakan.
b.       Mengumumkan perubahan itu kemudian mengimplementasikan dengan pengawasan ketat.
c.        Memperbolehkan para bawahan merumuskan arahnya sendiri.
d.       Memadukan unsur-unsur bawahan tetapi Anda yang memimpin perubahan.
5.    Prestasi kerja bawahan Anda menurun dalam beberapa bulan terakhir ini. Mereka tidak lagi menghiraukan sasaran rapat. Pada masa lalu, perumusan kembali tugas dan tanggungjawab dapat memulihkan kerja mereka. Mereka selalu perlu diingatkan untuk dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.
a.        Memperbolehkan para bawahan merumuskan arahnya sendiri.
b.       Memadukan usulan-usulan bawahan tetapi sasaran harus tercapai.
c.        Merumuskan kembali tugas dan tanggungjawab bawahan serta mengawasinya dengan cermat.
d.       Memperbolehkan keterlibatan bawahan dalam menentukan tugas dan tanggungjawab namun tidak memaksakan.
6.    Anda menghadapi suatu organisasi yang efisien. Pemimpin yang terdahulu mengontrol situasi dengan ketat. Anda ingin mempertahankan situasi yang produktif tetapi juga ingin menciptakan lingkungan kerja yang manusiawi.
a.        Melakukan sesuatu yang dapat membuat bawahan merasa penting dab terlibat.
b.       Menekankan pentingnya batas waktu penyelesaian tugas.
c.        Secara sengaja tidak campur tangan.
d.       Melibatkan para bawahan dalam membuat keputusan tetapi sasaran harus tercapai.
7.    Anda sedang mempertimbangkan perubahan struktur yang merupakan hal baru bagi bawahan Anda. Para bawahan telah membuat saran-saran tentang perubahan yang dibutuhkan. Selain peroduktif, mereka telah memperlihatkan fleksibilitas dalam pekerjaannya sehari-hari.
a.        Menjelaskan perubahan dan mengawasinya dengan cermat.
b.       Berpartisipasi dengan para bawahan dalam mengembangkan perubahan tetapi memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengatur pelaksanaannya.
c.        Bersedia membuat perubahan-perubahan seperti yang diusulkan tetapi tetap mengontrol pelaksanaannya.
d.       Menghindari konfrontasi; membiarkan segala sesuatu terjadi dengan sendirinya.
8.    Prestasi kerja dan hubungan antar bawahan berjalan baik. Anda merasa tidak yakin akan kurangnya pengarahan Anda terhadap para bawahan.
a.        Membiarkan bawahan bekerja sendiri.
b.       Mendiskusikan situasi dengan para bawahan kemudian membuat perubahan-perubahan yang diperlukan.
c.        Mengambil langkah-langkah untuk mengarahkan bawahan agar bekerja dengan tata cara yang baik dan telah ditentukan.
d.       Memberikan dukungan dalam mendiskusikan situasi  dengan bawahan tetapi tidak terlalu mengatur.
9.    Atasan Anda telah menunjuk Anda untuk memimpin sebuah tugas khusus yang sudah sangat terlambat dalam pembuatan konsep untuk suatu perubahan. Para bawahan Anda tidak jelas terhadap tujuan yang harus dicapai. Kehadiran mereka dalam rapat sangat kurang. Rapat-rapat yang diadakan telah berubah fungsinya menjadi semacam pertemuan social. Secara potensi mereka mempunyai bakat yang diperlukan untuk penyelesaian tugas mereka.
a.        Membiarkan para bawahan memecahkan masalahnya sendiri.
b.       Memadukan usulan-usulan bawahan tetapi tujuan harus tercapai.
c.        Merumuskan kembali tujuan dan mengawasi dengan cermat.
d.       Memperbolehkan para bawahan melibatkan diri dalam menentukan tujuan tetapi tidak memaksa.
10. Para bawahan Anda yang biasanya mampu melaksanakan tanggungjawabnya tidak memberikan tanggapan terhadap perumusan kembali standard ketentuan-ketentuan kerja yang baru-baru ini Anda lakukan.
a.        Memperbolehkan para bawahan melibatkan diri dalam merumuskan kembali standard ketentuan kerja, tetapi tidak mengendalikan.
b.       Merumuskan kembali ketantuan-ketentuan kerja dan mengawasinya dengan cermat.
c.        Menghindarkan konfrontasi dengan tidak melakukan tekanan; membiarkan situasi berjalan dengan sendirinya.
d.       Memadukan usulan-usulan mereka tetapi standard ketentuan kerja yang baru harus tercapai.
11. Anda dipromosikan untuk  menjabat posisi baru. Suprvisor yang terdahulu tidak pernah terlibat dengan para bawahannya. Mereka dapat menangani tugas-tugas dan arah-arah kerja secara memadai. Hubungan/kerja sama mereka baik.
a.        Mengambil langkah-langkah untuk mengarahkan bawahan agar bekerja dengan tata cara yang baik dan telah ditentukan.
b.       Melibatkan bawahan dalam membuat keputusan dan memancing kontribusi/ sumbangan yang baik.
c.        Mendiskusikan prestasi kerja masa lalu dengan para bawahan kemudian memeriksa kebutuhan akan cara-cara baru.
d.       Terus membiarkan para bawahan bekerja sendiri.
12. Informasi baru mengindikasikan adanya beberapa kesulitan internal di antara para bawahan. Data prestasi kerja mereka baik. Mereka telah mempertahankan tujuan jangka panjang secara efektif dan telah bekerja secara harmonis pada tahun-tahun sebelumnya. Kualitas kerja mereka sangat baik.
a.        Mencoba solusi Anda dengan bawahan dan memeriksa kebutuhan akan cara-cara baru.
b.       Memperbolehkan mereka memecahkan masalahnya sendiri.
c.        Bertindak cepat dan tegas untuk memperbaiki dan mengarahkan kembali.
d.       Berpartisipasi dalam mendiskusikan permasalahan sambil memberi dukungan pada bawahan.




 Petunjuk Pengisian
  • Lingkarilah hurup yang telah dipilih sesuai dengan pilihan tindakan yang akan anda lakukan.Masukan plihan hurup kedalam kolom 1 dan 2 dengan cara melinkari/mencoret huruf yang dijadikan pilihan.
  • Ubahlah hurup ke dalam nilai angka dengan range  A = 1,B = 2, C = 3, D = 4. 
  • Hitunglah nilai angka pada kolom 1 dan 2 (sesuaikan dengan rumus), hasil akhir masukan dalam tabel "Model Kepemimpinan Efektif 3 Dimensi". Dengan ini maka hasil profile kepemimpinan anda akan tampak kecenderungan.
  • Diskusikan hasil di atas  dengan mengemukakan pertanyaan mengapa profile kepemimpian anda semacam itu ? apa yang mempengaruhi ? apa plus minusnya ? Kedepan yang bisa dikembangkan seperti apa ? dsb. Diskusikan dengan Pelatih atau Kakak Pembina atau Instruktur yang ada.
Contoh Kolom 1 & Simulasi Pengisian Kolom 1



Contoh Kolom 2 & Simulasi Pengisian Kolom 2


Tabel "Model Kepemimpinan Efektif Tiga Dimensi"
  


Analisis
  • Berdasarkan nilai pada kolom 1 yang dimasukan kedalam tabel kepemimpinan efektif 3 dimensi, maka profile kepemimpinan "Pengisi Kuisiener" dominan berada di kuadrant 2 yaitu profil kepemimpinan yang mengutamakan hasil kerja yang tinggi dan juga hubungan antar manusia yang tinggi.
  • Sedangkan berdasar nilai kolom 2, profie kepemimpinan "Pengisi Kuisiener" memiliki profile kepemimpinan yang efektif dengan range antara -7 s/d + 20  dari  total range antara -24 s/d +24.
  • Untuk memperkaya analisis profile kepemimpinan ini silakan baca entri Kepemimpinan : Kepemimpinan Efektif (Teori William Reddin).

Selamat Mencoba. Salam Pramuka. Jadilan pemimpin masa depan yang efektif dan humanis. 


Lihat topik/entry terkait :

Sumber :
  • Fauzi Eko Pranyono "Pengelola & Kepemimpinannya dalam Organisasi", Buku Rujukan KPDK Kwarda DIY, Yogyakarta tahun 1988. 
  • repository.usu.ac. id
  • repository.unhas.ac.id
  •  eprints.undip.ac.id/




Share:

Apr 28, 2014

Kepemimpinan : Kepemimpinan Efektif (Teori William Reddin)



Pengantar 

William J. Reddin (1970), berasal dari Kanada merupakan  pencetus gaya kepemimpinan tiga dimensi (three-dimensional-model). Dalam gaya ini, ada tiga kelompok yang saling berhubungan, yaitu gaya dasar, gaya efektif, dan gaya tak efektif. Tiga gaya itu diorientasikan pada dua hal, yaitu orang (people oriented) dan tugas (task oriented).

  • Kepemimpian yang berorientasi pada orang ditentukan dalam staffing, yaitu menempatkan orang sesuai dengan keahliannya dan pengalaman kerjanya. 
  • Kepemimpinan yang beroientasi tugas adalah mempertimbangkan tugas-tugas yang mampu dilaksanakan oleh karyawan sesuai dengan keahlian dan pengalamannya.
Model 3 Dimensi Kepemimpinan Reddin juga dikenal dengan sebutan 3-D model karena menghubungkan tiga kelompok gaya kepemimpinan seperti disebutkan di atas. Penjelasan ketiga kelompok di atas, adalah :
  • Kelompok gaya dasar, terdiri dari gaya pemisah, pengabdi, penghubung, dan terpadu.
  • Kelompok gaya efektif, terdiri dari gaya birokrat, otokrat bijak, pengembang, dan eksekutif.
  • Kelompok gaya tak efektif, terdiri dari gaya pelari, otokrat, penganjur, dan kompromis.


Gaya Dasar  

Dalam teori 3 dimensi kepemimpinan  Reddin  dikemukakan :  bahwa perilaku/orientasi kepemimpinan pada  tugas dan prilaku/orientasi kepemimpinan hubungan/orang mengandung dimensi ke 3 yaitu efektfitas. Teori ini menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang efektif hanya dapat dipahami dalam konteks situasi kepemimpinan. Maksudnya ialah setiap gaya dari keempat gaya dasar kepemipinan dapat efektif atau tidak efektif tergantung pada situasi dan konsisi di mana proses kepemimpinan berlangsung dan diterapkan. Empat gaya dasar ini akan menjadi delapan gaya kepemimpinan. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

Gaya Dasar “INTEGRATED”  (Terpadu) 


Kepemimpinan gaya ini menunjukan oreintasi pada tugas tinggi dan hubungan dengan orang/staf yang juga tinggi. 
  1. Gaya ini  menjadi gaya “EXECUTIVE” bila diekspresikan dalam situasi yang efektif. Tandanya ialah memenuhi kebutuhan kelompok dalam menetapkan tujuan dan bagaimana mencapainya, tetapi juga sangat memperhatikan hubungan dalam kelompok. Kelompok menjadi kohesif dan bekerja keras. 
  2. Bila tidak efektif, maka akan menjadi gaya “COMPROMISER” yang ditandai dengan selalu memecahkan masalah dengan mengadakan kompromi antara tugas dan hubungan sehingga tidak berorientasi pada hasil yang akan dicapai.
Gaya Dasar “RELATED”  (Berhubungan)

Kepemimpinan gaya ini menunjukan orientasi pada hubungan dengan orang/staf yang tinggi dan oreintasi kepada tugas/out put pekerjaan  rendah. 
  1. Bila efektif akan menjadi gaya “DEVELOPER”. Yakni percaya kepdaa anggota staf-nya dan memberikan kemudahan untuk berkembang pada anggota staf-nya dan memberikan kemudahanuntuk berkembang pada anggotas stafnya dalam usaha mencapai tujuan organisasi. 
  2. Apabila tidak efektif akan menjadi gaya “MISSIONARI”, yaitu hanya tertarik pada adanya harmoni dan kadang-kadang tidak bersedia mengorbankan hubungan meskipun tujuan tidak tercapai.
Gaya Dasar “SEPARATED”  (Terpisah)

Kepemimpinan gaya ini menunjukan orientasi pada hubungan orang/staf yang rendah dan orientasi kepada tugas/out put pekerjaan juga rendah.
  1. Bila efektif akan menjadi gaya “BUREUCRAT”, yakni mendelegasikan wewenang pada bawahan untuk mengambil keputusan tentang apa yang perlu dikerjakan. 
  2. Bila tidak efektif akan menjadi gaya “DISERTER”, Yakni tidak memberikan struktur yang jelas dan dukungan moral pada waktu diperlukan.
Gaya Dasar “ DEDICATED”  (Pengabdian)

Kepemimpinan gaya ini menunjukan orientasi pada tugas/out put pekerjaan tinggi dan orientasi pada hubungan dengan orang/staf  rendah.
  1. Bila efektif akan menjadi gaya “BENEVOLENT AUTOCRAT”, yakni mempunyai tata kerja yang sangat berstruktur tapi jelas untuk anggota-anggota staf-nya. 
  2. Bila tidak efektif akan menjadi gaya “AUTOCRAT”, yakni semua kebijakan ditetapkan sendiri tanpa memperdulikan anggota staf.

Gaya Efektif

Ada 4 gaya kepemimpinan efektif, menurut Reddin yaitu:
  1. Eksekutif. Gaya ini banyak memberikan perhatian pada tugas-tugas pekerjaan dan hubungan kerja. Seorang manajer yang menggunakan gaya ini disebut sebagai motivator yang baik, mau menetapkan standar kerja yang tinggi, berkehendak mengenal perbedaan diantara diantara individu, dan berkeinginan menggunakan tim kerja dalam manajemen.
  2. Pecinta pengembangan (developer). Gaya ini memberikan perhatian yang maksimum terhadap hubungan kerja, dan perhatian yang minimum terhadap tugas-tugas pekerjaan. Seorang manajer yang menggunakan gaya ini mempunyai kepercayaan yang implicit terhadap orang-orang yang bekerja dalam organisasinya, dan sangat memperhatikan pengembangan mereka sebagai individu.
  3. Otokratis yang baik (Benevolent autocrat), Gaya ini memberikan perhatian yang maksimum terhadap tugas, dan perhatian minimum terhadap hubungan kerja. Manajer ini mengetahui secara tepat apa yang ia inginkan dan bagaimana memperoleh yang diinginkan tersebut tanpa menyebabkan ketidakseganan di pihak lain.
  4. Birokrat. Gaya ini memberikan perhatian yang minimum baik terhadap tugas maupun hubungan kerja. Manajer ini sangat tertarik pada peraturan-peraturan dan menginginkan peraturan tersebut dipelihara serta melakukan control situasi secara teliti.

Gaya Tidak Efektif

Ada 4 gaya kepemimpinan yang tidak  efektif menurut Reddin yaitu :
  1. Pencinta kompromi (compromiser). Gaya ini memberikan perhatian yang besar pada tugas dan hubungan kerja dalam suatu situasi yang menekankan pada kompromi. Manajer seperti ini merupakan pembuat keputusan yang tidak bagus karena banyak tekanan yang mempengaruhinya.
  2. Missionari. Gaya ini memberikan penekanan yang maksimum pada orang-orang dan hubungan kerja, tetapi memberikan perhatian minimum terhadap tugas dan perilaku yang tidak sesuai. Manajer semacam ini hanya menilai keharmonisan sebagai suatu tujuan dalam dirinya sendiri.
  3. Otokrat. Gaya ini memberikan perhatian maksimum terhadap tugas dan minimum terhadap hubungan kerja dengan suatu prilaku yang tidak sesuai. Manajer seperti ini tidak mempunyai kepercayaan pada orang lain, tidak menyenangkan, dan hanya tertarik pada jenis pekerjaan yang segera selesai.
  4. Deserter (Lari dari tugas). Gaya ini sama sekali tidak memberikan perhatian baik pada tugas maupun pada hubungan kerja. Dalam situasi tertentu gaya ini tidak begitu terpuji, karena manajer seperti ini menunjukkan sikap positif dan tidak mau ikut campur secara aktif dan positif.
Gambar 3 Dimensi Kepemimpinan Reddin


Penutup
Untuk mengukur seberapa efektifkan gaya kepemimpinan Kakak-kakak dapat mengitu atau mengisi test kepemimpinan dalam entry/topik  "Kepemimpinan : Test Kepemimpinan Efektif"

Selamat Memandu. Salam Pramuka

Lihat topik/entry terkait :

Sumber :
  • Fauzi Eko Pranyono "Pengelola & Kepemimpinannya dalam Organisasi", Buku Rujukan KPDK Kwarda DIY, Yogyakarta tahun 1988. 
  • repository.usu.ac. id
  • repository.unhas.ac.id


Share:

Apr 22, 2014

Ketrampilan Pramuka : Bermain Sulap Mengubah Warna Balon




Pengantar
Agar dapat menghadirkan latihan pramuka yang rekreatif, inspiratif, motivatif dan edukatif seorang Pembina Pramuka perlu membekali diri dengan beragam ketrampilan tambahan seperti bercerita, berstand up komedi, melukis, bernyanyi, bermain tepuk tangan, bermain sulap, dsb. Ketrampilan-ketrampilan tersebut bisa dijadikan sebagai acara selingan latihan agar peserta didik dapat mempertahankan stamina dan minatnya  hingga latihan berakhir.

Bermain Sulap : Mengubah Warna Balon
  • Si pesulap mengeluarkan sebuah balon yang mempunyai warna ungu atau warna lain yg penting gelap yang telah disiapkannya sebelumnya.
  • Balon itu ditunjukkan kepada adik-adik/pemirsa dan selanjutnya balon tersebut dilambung-lambungkan keatas.
  • Hingga pada suatu ketika si pesulap akan menangkap balon yang dilambungkan sambil memutarkan tubuhnya membelakangi penonton dan ketika pesulap itu berbalik lagi menghadap penonto maka balon yang berada ditangannya telah berubah  warna misalnya kuning menjadi merah.

Bahan permainan:

Untuk melakukan pertunjukan ini diperlukan bahan-bahan:
  • 2 buah balon dengan warna yg berbeda atau lebih dan gunakanlah balon yang mudah . pecah dan tidak begitu bersuara.
  • Sebuah jarum yang pada pangkalnya diberi sedikit pegangan agar bisa dijepit atau dipegang oleh jari tangan(jarum pentul).

Rahasia Permainan :
  • Persiapan permainan - mengatur penonton : Aturlah adik-adik untuk duduk berbaris didepan Kakak-kakak, jangan ada yang disamping dan jangan ada yang dibelakang Kakak-kakak. Atur jarak pandang sedemikian rupa agar permainan/trik dari sulap ini tidak terlihat oleh adik-adik/peonton.
  • Persiapan permainan - mengatur balon sebagai alat sulap : Masukkan salah satu balon kedalam balon yang lainnya (usahakan balon luar berwarna gelap, misalnya hitam dan balon yang di dalam berwarna merah). Kemudian tiup balon pertama yang diluar hingga besar dan balon kedua tidak terlalu  besar sehingga ada ruang antara kulit balon pertama dengan kulit balon kedua.  Usahakan jarak antara kulit balon pertama dan kedua jangan terlalu dekat atau terlalu jauh. Setelah  ditiuap dan dua balon itu seolah menyatu ikatlah dengan baik. Jangan lupa siapkan  jarum yang hendak digunakan untuk menusuk balon luar dan selipkan pada jas atau baju anda dan usahakan atau tempat lain yang mudah diambil dan  tidak terlihat oleh adik/adik atau penonton.
 
  • Di awal permainan : balon yang telah ditiup dan jarum siap digunakan. Silakan  keluarkan balon yang sudah disiapkan atau diletakkan diatas meja atau tempat lain di depan peserta. -lemparkan balon ke atas dengan tangan kiri untuk mengalihkan perhatian penonton supaya tangan kanan anda bisa mengambil jarum yang telah disiapkan. Sambil melempar-lemparkan balon Kakak-kakak bisa membangun suasana dramatis dengan kata-kata, misalnya : "Hanya seorang pesulap yang sangat canggih yang mampu mengubah warna balon ini dari warna semula hitam akan menjadi merah. Sulap ini tidak mengandalkan bantuan jin, hantu atau sejenisnya namun hanya semata-mata kekuatan mata pesulap untuk mengubahnya .... dst, dst. Semakin dramatis kata-kata akan semakin membentuk suasana mengundang rasa ingin tahu.
  • Di tengah permainan : Ketika Kakak  berhasil mengalihkan perhatian penonton agar terpusat pada balon yang dilempar-lempar ke atas dan terpusat pada kata-kata Kakak,  maka segeralah tangan kanan mengambil jarum yang telah disiapkan dan selipkan pada jari-jari tangan kanan dengan rapi.
  •  Klimak permainan : Lemparkan kembali lagi balon  keatas dan dengan gaya tubuh berputar sehingga membelakangi penonton tangkap balon itu dengan tangan kiri. Usahakan pada saat menangkap balon itu Kakak-kakak  dalam posisi menghadap kebelakang dan sempurna membelakangi adik-adik/penonton. Pada saat kakak menghadap kebelakang posisikan balon tersebut persisi didepan tubuh Kakak  sehingga adik-adik/penonton tidak bisa melihatnya. Bersamaan dengan itu tusuklah balon terluar atau balon pertama dengan menggunakan jarum hingga meletus. Cara menusuk harus hati-hati supaya tidak terjadi letusan dengan suara keras dan juga tidak menusuk balon yang ada didalam. Setelah balon luar meletus dan balon yang didalam  yang berbeda warna tampak, maka tunjukkan kehadapan penonton/adik-adik. Lakukan semua gerakan itu dengan cepat.  
  • Di akhir permainan : Ajak penonton memberikan applaus agar suasana gembira dan segar tercapai untuk melanjutkan acara latihan berikutnya.

Tips & Trik
  • Ingat! Kecepatan gerakan anda sangat mendukung permainan agar tidak terlihat oleh penonton, oleh sebab itu berlatihlah secara rutin.
  • Bisa diiringi dengan musik untuk meredam suara letusan balon. 
  • Dukungan akting (gerak tubuh) dan susunan kata-kata yang memukau dan mengundang rasa ingin tahu akan menambah bobot permainan ini.
  • Survey lokasi untuk mengatur penonton baik jarak maupun kompisisi sangat penting dilakukan agar meyakinkan bahwa semua gerakan ketika berbalik tidka terlihat oleh penonton.
  • Kemampuan melakukan gerakan secara cepat dipadu dengan dramatisasi yang didukung dengan gerak tubuh dan pilihan kata yang bagus akan tetap dapat memukau penonton terhadap permainan ini, meskipun penonton bisa jadi telah memahami trik/rahasia sulap ini.
  • Selamat berlatih dan mencoba.

Lihat entry/topik terkait :
  •  Sulap Sebagai Media Pendidikan Kepramukaan Yang Menghibur
Sumber :
  • triksulapkartusederhana.blogspot.com/2014/01/

Share:

DAPATKAN APLIKASI ENSIKOPEDIA PRAMUKA DI GOOGLE PLAY FREE

DAPATKAN APLIKASI ENSIKOPEDIA PRAMUKA DI GOOGLE PLAY FREE

FACEBOOK FAN

PENGGUNAAN METODE DISCOVERY UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI KODE KEHORMATAN PRAMUKA

PENGGUNAAN METODE DISCOVERY UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI KODE KEHORMATAN PRAMUKA
Meski metode ini awalnya digunakan untuk pelatihan science namun dengan modifikasi dan kreativitas metode ini menarik untuk dijadikan metode pendidikan dan penanaman nilai-nilai yang terkandung dalam kode kehormatan pramuka. (Klik gambar untuk baca artikel selengkapnya)

INFO ENTRY/TOPIK

Hingga hari ini ensiklopediapramuka on line ini telah memuat 680 entry/topik tentang Gerakan Pramuka, Pramuka & Kepramukaan. Semoga dapat memenuhi harapan para pembaca untuk lebih memahami dan dapat menerapkan pendidikan kepramukaan dengan lebih baik. Silakan klik abjad pada daftar isi yang terkait dengan tema yang anda butuhkan, maka anda akan terhubung dengan tulisan lengkap terkait dengan tema dimaksud. Salam.

JUMLAH PENGUNJUNG

DAFTAR ISTILAH KEPRAMUKAAN INDONESIA - INGGRIS

DAFTAR ISI ENSIKLOPEDI : BERDASAR ABJAD (KLIK "ABJAD" UNTUK MEMILIH TOPIK YANG DIBUTUHKAN)

ENTRI/TOPIK TERPOPULER