Selamat Datang di ENSIKLOPEDIA PRAMUKA
go to my homepage
Go to homepage

Sep 13, 2012

Lambang Pramuka Penegak dan Pandega




Bentuk :

Dua buah siluet tunas kelapa yang  ukurannya sama dan sebangun dengan posisi saling bertolak belakang.

Kiasan

Makna kiasan dari lambang di atas adalah mencerminkan bagian dari isi Tri Satya Pramuka Penegak Pandega  yang berbunyi  "IKUT SERTA MEMBANGUN MASYARAKAT".

Penjelasan  

Dari makna bentuk lambang dan kiasan lambang dimaksud, adalah : 
  • Menggambarkan bahwa  Pramuka Penegak dan Pandega  sudah memiliki  kewajiban  ikut serta  membangun masyarakat.  Oleh sebab itu   kegiatan  dan latihan kepramukaan  para Penegak Pandega  tidak lagi hanya untuk kepentingan pengembangan  diri dan pribadi sendiri  melainkan juga  untuk memenuhi  kewajiban  mengabdi pada kepentingan masyarakat.
  • Kedua sisi siluet tunas kelapa dimaksud, satu sisi  menggambarkan  kegiatan untuk "diri sendiri",  dan sisi lainnya menggambarkan kegiatan untuk mengabdi kepada masyarakat.     Ukuran kedua sisi yang sama sebangun menandakan bahwa antara sisi pengembangan diri dan  pengabdian masyarakat dilaksanakan secara seimbang, saling melengkapi, saling mengisi dan    saling menguatkan satu sama lain.
  • Letak / posisi siluet tunas kelapa yang bertolak belakang  mengkiaskan bahwa antara kegiatan  pengembangan diri dan pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan       atau saling mengisi. Maksudnya  kegiatan untuk mengembangkan diri sendiri akan juga      meningkatkan dan berpangruh pada kegiatan pengabdian masyarakat demikian pula sebaliknya       dengan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat maka para Penegak Pandega akan dapat  mengembangkan dirinya melalui pengalaman langsung (learning by doing) di tengah-tengah kehidupan   nyata masyarakat.
  • Dalam kegiatan Pramuka Penegak Pandega pengembangan diri sendiri disebut dengan       pengembangan sisi internal/indidisu sedangkan pengabdian pada masyarakat disebut dengan     pengembangan sisi eksternal/lingkungan sosial. Sisi internal dan sisi eksternal dikembangkan   secara bersama-sama dengan kegiatan yang menarik, partisipatif, sehat dan menyenangkan        dengan dilandasi pengamalan Kode Kehormatan Pramuka dan dilaksanakan dengan menerapkan  Sistem dan Metode Pendidikan Kperamukaan.
Sebagai contoh :
  • Agenda kegiatan dalam  lingkup Sangga yang dimaksudkan untuk pengembangan individu        dapat disebut dengan kegiatan internal namun pada saat yang bersamaan  agenda kegiatan       Sangga  yang  sifatnya berkelompok dan digunakan untuk pengembangkan  sikap (kecerdasan)  sosial dapat disebut dengan kegiatan eksternal.
  • Agenda kegiatan ditingkat Ambalan / Racana  maka kegiatan internal nya adalah Sangga dan    para pribadi anggota Sangga sedangkan kegiatan eksternal nya adalah Ambalan / Racana          sebagai lembaga.
  •  Racana sedangkan kegiatan eksternalnya  Gugusdepan itu sendiri sebagai sebuah lembaga,        demikian sterusnya.
  • Keseimbangan sisi internal dan eksternal mencerminkan bahwa para Penegak Pandega tetaplah  sebagai peserta didik  oleh sebab itu semua kegiatan dan program pembinaan yang dirancang dan  dilaksanakan, apapun bentuknya  harus tetap menjadi sebuah media pendidikan untuk mencapai  tujuan-tujuan yang ditetapkan.  
Contoh  konkrit dari kiasan Lambang Pramuka Penegak  & Pandega  adalah : 
  • Proses pencapaian SKU, SKK, 
  • Latihan Kepemimpinan,
  • Kegiatan kesakaan, 
  • Ubaloka, 
  • Perkemahan Wirakarya, Raimuna, dll.


Lihat Entri/Topik Terkait :

Sumber : 
Kak Amang Tarunaningprang (Mantan Ketua DKD Kwarda Jawa Tengah yang Pertama)





print this page Print this page

 
Situs ini merupakan layanan informasi pendidikan kepramukaan yang merujuk ke berbagai sumber yang bisa di pertanggung jawabkan.... Semoga Bermanfaat