Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Berkemah : Pengusir Lalat Ramah Lingkungan

Gambar
Pengantar Menjaga kebersihan lingkungan tenda harus diutamakan dalam setiap kegiatan perkemahan. Namun demikian seringkali tidak bisa dihindari karena keterbatasan daya dukung lingkungan perkemahan, menjadikan lingkungan tidak bisa sebersih yang dipersyaratkan. Lingkungan perkemahan yang tidak bersih mengundang hadirnya berbagai serangga pengganggu dan penyebar penyakit yang salah satu diantaranya adalah lalat. Salah satu yang disarankan dalam perkemahan adalah melatih kemampuan melakukan pengusiran lalat dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Pengusiran lalat dengan menggunakan bahan-bahan kimia dalam sebuah perkemahan akan berdampak kurang baik pada lingkungan sekitar disamping juga dapat mengurangi "rasa cinta lingkungan". Perkembangbiakan Lalat   Lalat merupakan salah satu serangga yang mengganggu dan sebagai salah satu serangga penyebar penyakit. Lalat adalah media berbagai kuman penyakit dikarenakan memakan  bangkai, kotoran manusia dan hew

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara : Kedudukan dan Sejarah

Gambar
Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional diperoleh sejak awal kelahirannya, yaitu tanggal 28 Oktober 1928 dalam Sumpah Pemuda. Bahasa Indonesia dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional sekaligus merupakan bahasa persatuan. Adapun dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional , bahasa Indonesia mempunyai fungsi sebagai berikut : (1) Lambang jati diri (identitas). (2) Lambang kebanggaan bangsa. (3) Alat pemersatu berbagai masyarakat yang mempunyai latar belakang etnis dan sosial-budaya, serta bahasa daerah yang berbeda. (4) Alat penghubung antarbudaya dan antardaerah Sebagai Bahasa Resmi/Negara Kedudukan bahasa Indonesia yang kedua adalah sebagai bahasa resmi/negara; kedudukan ini mempunyai dasar yuridis konstitusional, yakni Bab XV pasal 36 UUD 1945. Dalam kedudukannya sebagai bahasa resmi/negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai berikut : (1) Bahasa resmi negara . (2) Bahasa pengantar resmi di lemb

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara : Pengaturan, Penggunaan dan Pengembangan

Gambar
Sumber Pengaturan Tata Cara Penggunaan Bendera Negara Sang Merah Putih, diatur secara lengkap pada UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2009 TENTANG BENDERA,  BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN Tulisan di bawah ini mengacu sepenuhnya pada UU dimaksud di atas khususnya Bab III pasal  25 sampai dengan pasal 45. Umum Bahasa Indonesia yang dinyatakan sebagai bahasa resmi negara dalam Pasal 36 Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 bersumber dari bahasa yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 sebagai bahasa persatuan yang dikembangkan sesuai dengan dinamika peradaban bangsa. Bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai jati diri bangsa, kebanggaan nasional, sarana pemersatu berbagai suku bangsa, serta sarana komunikasi antardaerah dan  antarbudaya daerah. Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara sebagaimana juga memiliki fungsi  sebagai bahasa resmi kenegaraan, pengantar pendidikan, komunikasi tingkat na

Kepemimpinan : Nilai-nilai Kepemimpinan Tradisional Jawa

Gambar
Pengantar Seiring dengan kakayaan tradisi berbagai suku bangsa di Indonesia terkandung pula sumber-sumber nilai dan etika kepemimpinan. Hal itu karena kepemimpinan sebagai produk sebuah peradaban tebentuk dan terinternalisasi berdasar nilai-nilai masyarakat pendukungnya. Nilai-nilai tradisional kepemimpinan ini perlu terus digali untuk dijadikan dasar pembentukan watak kepemimpinan peserta didik Gerakan Pramuka, agar menjadi pribadi yang tangguh di masa depan. Hasta Brata Delapan laku/tindak merupakan nilai-nilai kepemimpinan yang bersumber dari ephos Ramayana yaitu ketika Sri Rama memberi petuah/nasehat kepada Bharata sang adik sebelum menjadi raja. Kedelapan nilai kepemimpinan tersebut adalah : Indra Brata : pemimpin harus  mampu memberi kepuasan jasmani dan ruhani Yama Brata : pemimpin harus  berpihak ada keadilan dan kepastian hukum Surya Brata : pemimpin harus mampu memberi rangsangan kepada anak buah untuk bergerak, berkarya dan berprestasi Caci Brata : pemimp

Kepemimpinan : Syarat, Sifat, Azas & Profile Kepemimpinan

Gambar
Syarat Kepemimpinan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Memiliki watak yang baik  (karakter, moral dan budi pekerti) Memiliki intelegensia yang baik Memiliki kesiapan lahir dan batin Sadar akan tanggungjawab Memiliki sifat-sifat kepemimpinan yang menonjol Membimbing diri dan perilakunya dengan sifat dan prinsip kepemimpinan yang benar Melaksanakan program dan kegiatan dengan efisien dan efektif Mengenal anggota yang dipimpinya dengan baik dan mendalam Paham mengukur dan mengevaluasi  kepemimpinan dari waktu ke waktu  Sifat Kepemimpinan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Memiliki watak yang baik  (karakter, moral dan budi pekerti) Memiliki intelegensia yang baik Memiliki kesiapan lahir dan batin Manjadi tauladan Tahan uji Loyal Tidak mementingkan diri sendiri Antusias Simpatik  Rendah hati Azas Kepemimpinan Taqwa : Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan taat kepada-Nya. Ing Ngarsa Sung Tulada : Memberi suri tauladan di hadapan anak buah. Ing Madya

Kepemimpinan : Pengertian, Teori dan Fungsi

Gambar
Definisi Kepemimpinan Kepemimpinan adalah proses memengaruhi, memberi contoh atau memberi keteladanan oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Dalam diri setiap individu manusia pada dasarnya memiliki potensi kepemimpinan. Cara alamiah untuk mengembangkan potensidi kepemimpinan adalah dengan "pendidikan dan pengalamanan".  Pendidikan merupakan proses internalisasi nilai dan konsep kepemimpinan sedangkan pengalaman merupakan praktek "melakukannya kerja-kerja kepemimpinan" dalam alam yang nyata. Pendidikan dan pengalaman pengembangan kepemimpinan akan efektif jika dilakukan dengan cara terbimbing. Kepemimpinan adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan. Lebih jauh lagi, Griffin (2000) membagi pengertian kepemimpinan menjadi dua konsep, yaitu sebagai proses, dan sebagai atribut: Sebagai proses , kepemimpinan difokuskan kepada apa yang dilakukan oleh para pemi

Lagu Kebangsaan Indonesia Raya : Sejarah Penciptaan & Penggunaan

Gambar
Sejarah Lagu Indonesia Raya Lagu Indonesia Raya karya kmponis Wage Rudolf Soepratman, pertama kali diperdengarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 pada saat Kongres Pemuda II di Batavia. Isi dan muatan lagu ini menandakan unculnya pergerakan nasionalisme Indonesia yang berupa mendukung ide satu "Indonesia" sebagai penerus Hindia Belanda dan bukan negera atau wilayah yang terpecah-pecah. WR Sopertaman gigih memperjuangkan agar lagu ciptaannya itu bisa dinyanyikan di Konggres Pemuds. Untuk itu pada tanggal 28 Oktober 1928 malam, di gedung Jl. Kramat Raya 106 Batavia, Ia menyebarkan lirik dan konsep suatu lagu kepada hadirin dan peserta konggres. Perjuangan itu membuahkan hasil, pada malam penutupan Kongres Pemoeda itu,  Supratman dengan gesekan biolanya mengiringi sebarisan paduan suara, mengetengahkan lagu ciptaannya berjudul Indonesia Raja. Pada bulan Oktober 1928 di Jakarta dilangsungkan Kongres Pemuda II. Kongres itu melahirkan Sumpah Pemuda. Pada malam penutupan kon

Lagu Kebangsaan Indonesia Raya : Isi dan Tatacara Penggunaan

Gambar
Sumber Pengaturan Tata Cara Penggunaan Bendera Negara Sang Merah Putih, diatur secara lengkap pada UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2009 TENTANG BENDERA,  BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN Tulisan di bawah ini mengacu sepenuhnya pada UU dimaksud di atas khususnya Bab V pasal  58 sampai dengan pasal 64. Umum Lagu Kebangsaan adalah Indonesia Raya yang digubah oleh Wage Rudolf Supratman. Lagu Kebangsaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran yang tidak terpisahkan dari Undang-Undang ini. Penggunaan Lagu Kebangsaan Lagu Kebangsaan wajib diperdengarkan dan/atau dinyanyikan: untuk menghormati Presiden dan/atau Wakil Presiden; untuk menghormati Bendera Negara pada waktu pengibaran atau penurunan Bendera Negara yang diadakan dalam upacara; dalam acara resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah; dalam acara pembukaan sidang paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Dae

Cinta Tanah Air : 10 Keunggulan Alam Indonesia

Gambar
Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau, termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni.Indonesia memiliki 3 dari 6 pulau terbesar didunia, yaitu Pulau Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km2), Pulau Sumatera (473.606 km2) dan Pulau Papua (421.981 km2) Indonesia adalah Negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas 93 ribu km2 dan panjang pantai sekitar 81 ribu km2 atau hampir 25% panjang pantai di dunia. Indonesis merupakan negera dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku. Menggunakan 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa tersebut Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua. Indonesia memiliki Terumbu Karang (Coral Reef) terkaya di dunia (18%

Cinta Tanah Air : Keunggulan-keunggulan Indonesia

Gambar
Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 750 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku. Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia . Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia . Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850). INI SALAH SATU DARI 7 KEAJAIBAN DUNIA. Tempat ditemukannya manusia purba tertua