Orientering tidak harus selalu dilakukan di hutan atau gunung. Di lingkungan kota atau perkampungan pun, keterampilan navigasi tetap dapat dilatih secara aman dan kontekstual. Yang dibentuk bukan petualangnya, melainkan karakter dan kemampuan berpikirnya. Dalam tulisan ke 4ini, penulis akan membahas Menejemen Risko Giat Orientering, melengkapi 3 tulisan sebelumnya.
PENGANTAR
Kegiatan Kepramukaan tidak boleh terjebak dalam "activism" yaitu kegiatan untuk kegiatan itu sendiri. Dalam kepramukaan kegiatan adalah alat pedidikan untuk mencapai tujuan tertentu. Oleh sebab itu kegiatan yang dilaksanakan bukan hanya menarik, tetapi juga aman dan mendidik.
Sebagaimana telah dijelasakan pad artikel sebalumnya, orientering adalah kegiatan edukatif oleh sebab itu tidak boleh hanya mengejar keterampilan membaca peta, mengatur perjalanan, menejemen kelompok, kerjasama namun harus aman dan terencana, menerapkan penilaian bukan kompetisi, tapi pembentukan karakter, penilaian disamping diberikan secara kelompok juga diberikan atas dasar partisipasi tiap indiviu dengan segala kelehihan dan kekurangannya. Sehingga dengan ini Pembina Pramuka dapat melihat dampak orientering bagi pembentukan karakter peserta didik.
MENEJEMEN RISIKO DALAM GIAT ORIENTERING
Tentang menejemen risiko kegiatan kepramukaan Kakak-kakak dapat memmbaca selengkapnya pada artikel menejemen risiko pada web ini. Secara khusus menejemen risiko dalam kegiatan orientering terbagi dalam 3 hal yaitu: Identifikasi Risiko, Penilaian Risiko, Mitigasi Risiko dan Rencana Darurat.
IDENTIFIKASI RISIKO:
Ada 3 jenis risiko yang harus Kakak-kakak perhatikan yaitu: risiko lingkungan, risiko peserta didik dan risiko sosial.
Risiko lingkungan umumnya berupa; dari rute perjalanan atau kegiatan yang ditetapkan pada titik mana terdapat arus lalu lintas kendaraan yang padat dan ramai, sehingga peserta didik perlu bantuan penyebarangan, pada titik mana terdapat jalan sempit/licin sehingga perlu ada pengawasan agar peserta berjalan dengan hati-hati dan ikuti pertunjuk, pada titik mana terdapat jalur penyeberangan sungai dan bagaimana cara peserta didik menyebarang dan bantuannya. Risiko lingkungan juga dapat berupa risiko non fisik seperti cuaca panas, hujan, mendung atau pencaroba.
Risiko peserta didik: Kakak Pembina harus mengidentifikasi pada titik percabangan jalan yang mana peserta didik berpotensi tersesat, pada titik perjalanan yang mana peserta didik kemungkingan kelelahan misalnya jalan menanjang, menyeberang sungai, jalan licin, atau tugas pos yang berupa fisik atau olah tubuh, pada titik mana peserta kemungkinan kurang konsentrasi, dan pada titik mena kemungkinan terjadi konflik dalam regu. Semua risiko ini harus diidentfikasi, ditulis dalam skenario menejemen risiko kegiatan dan dipahami oleh seluruh panitia yang terlibat.
Risiko sosial: Setelah menetapkan rute perjalanan Kakak Pembina mengidentifikasi risiko sosial, seperti pada pos atau tidik mana peserta didik harus dirinteraksi dengan warga - apakah peserta didik sudah dibekali dengan panduan wawancara dengan warga, sopan santun seperti apa ketika berhadap dengan warga. KakakPembina juga mengidentifikasi risiko sosial yang terkait dengan area privat dan kearifan lokal. Masayarakat desa masih percaya pada lokasi-lokasi tertentu misalnya jalan dekat makam, bangunan tua, pohon tua, dsb setiap pejalan kaki harus menjaga adab. Hal ini bukan berarti Pembina Pramuka mengajarkan hal-hal "mistik" namun lebih mengaharkan ke adab menghargai alam dan lingkungan, misalnya jangan bercanda di dekat makam, dsb.
PENILAIAN RISIKO
Gunakan konsep penialain yang sederhana saja, misalnya kemungkinan terjadinya risiko rendah – sedang – tinggi. Dampak yang terjadi pada peserta didik ringan – sedang – berat. Penilaian risiko tidak perlu terlalu teknis, cukup naratif dan tabel ringan saja, yang penting seluruh materi dalam proses identifikasi risiko sudah tercakup dalam penilaian risiko. Teknik penilaian risiko, pelajari pada materi berikut.
LANGKAH MITIGASI RISIKO
Langkah mitigasi risiko tidak usah terlalu rumit yang bisa menjadikan kita sendiri malah paranoid (takut terhadap bayangan kita senriri). Sejauh langkah mitigas yang sudah dirancang berbasis identifikasi dan penilaian risiko, maka sebagai Pembina kita layak memiliki ketenangan dalam melaksanakan kegiatan, meskipun tetap waspada dan terus berdoa sebagaimana layaknya orang beragama.
Beberaoa contoh konkret mitasi risiko, adalah mengajukan beberapa pertanyaan menyangkut: apakah sudah dilakukan atau belum briefing keselamatan sebelum kegiatan, apakah kegiatan ini memiliki batas batas area jelas dengan tingkat kesulitan medan yang sudah teridentifikasi, apakah tiap regu sudah membawa bawa HP untuk panggilan darurat, apakah Kakak Pembina dudah dibadi dan standby di titik tertentu, apakah semua peserta dan panitia sudah menggunakan identitas tertentu seperti rompi, topi, tas, tanda pengenal, benderra regu, dsb agar mudah dikenali.
RENCANA DARURAT
Ini lankah yang penting ditetapkan sebelum kegiatan berlangung. Bentuk rancana darurat diantaranya, dimana titik kumpul jika kegiatan harus dihentikan di tengah perjalanan, berapa nomor darurat Pembina yang bisa dihubungi jika ada kejadian darutan, batas waktu maksimal kegiatan dan apa yang akan dilakukan jika kegiatan melebihi batas waktu yang ditetapkan, bagaimana prosedur jika ada peserta yang tersesat, apakah peserta sudah mendapat padoman meminta pertolongan kepada masyarakat, dsb.
Rencana darurat sangat penting dirancang, agar ketiak terjadi situasi yang diinginkan Kakak Pembina tidak dilanda kepanikan, tetapi dapat mengelola situasi dararat Sedengan tenang, taktis dan efektif.
PENUTUP
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahawa kegiatan harus dilaksanakan secara aman, efektif dan bertujuan, oleh sebab itu perlu diimbangi dengan penilaian yang tepat. Pada tulisan berikutnya, kita akan membahas bagaimana menilai kegiatan orientering secara adil dan berorientasi pada pembentukan karakter baik penilaian kelompok maupun kontribusi indivisuak. Selamat berkegiatan.
Penulis: Anis Ilahi - diramu dari berbagai sumber:
Topik terkait:
ORIENTERING KEGIATAN PRAMUKA DI ALAM TERBUKA

Posting Komentar