JENIS-JENIS RISIKO DALAM KEGIATAN KEPRAMUKAAN DI ALAM TERBUKA
Seri Tulisan Menejemen Resiko Bagian 2:
Terjadinya beberapa kali kecelakaan dalam Kegiatan Kepramukaan di alam terbuka, menjadikan topik "Menejemen Risiko" sangat penting dipahami dan diterapkan oleh para Pembina Pramuka. Ensiklopedia pramuka akan menghadidirkan tulisan berseri dan form simulasi menejemen risiko yang dapat Kakak-kakak jadikan model dan masukan.
Pasal 10 Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tentang Metode Kepramukaan ayat 1.e menyebutkan Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui kegiatan di alam terbuka. Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar hidup bersama, menghadapi alam, bekerja sama dalam regu, belajar disiplin, serta belajar mengelola daya tahan fisik dan emosi dalam situasi yang tidak selalu nyaman. Namun demikian kegiatan di alam terbuka disamping memiliki banyak keunggunal keunggulan juga memiliki banyak risiko yang harus dikelola dengan baik.
Dalam berbagai laman digital diberitakan terjadi beberapa kali insiden dan kecalakaan kegiatan kepramukaan di alam terbuka yang menyebabkan luka bahkan hingga kematian. Kegiatan di alam terbuka sebenarnya amat dan dianjurkan dilaksanakan namun harus diimbangi dengan memahami jenis-jenis risiko dan menerapkan menejemen risiko yang secara benar.
Memahami jenis-jenis risiko dalam kegiatan di alam terbuka bukan bertujuan menakut-nakuti, melainkan membantu pembina dan peserta didik bersikap lebih hati-hati, bertindak pernuh pertimbangan dan kesadaran, membangun waspadaan, dan bertanggung jawab dalam menjalankan kegiatan. Jenis-jenis risiko yang perlu dipahami dan dikelola dalam kegiatan di alam terbuka antara lain:
Risiko Lingkungan dan Alam
Risiko lingkungan merupakan risiko yang paling sering ditemui dalam kegiatan di alam terbuka. Faktor alam sering kali berada di luar kendali manusia, namun dapat diantisipasi melalui perencanaan yang baik.
Beberapa contoh risiko lingkungan antara lain: perubahan cuaca yang tiba-tiba, hujan deras dan angin kencang, medan licin, curam, atau tidak stabil, suhu ekstrem terlalu baik panas atau terlalu dingin, permukaan air sungai yang tiba-tiba naik dan deras, jalur jalan yang longsor atua tertutup pohon dan berbagai kejadian alam lainnya.
Dalam konteks kepramukaan, mengenalkan peserta didik pada risiko alam juga merupakan bagian dari penghayatan dan pengamalan Dasa Darma ke 2 yang berbunyi “Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia”. Mengenali risiko lingkungan dan alam dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik bahwa alam perlu dihormati dan dijaga, bukan dieksploitasi.
Risiko Kesehatan dan Fisik Peserta
Setiap peserta didik memiliki kondisi fisik dan kesehatan yang berbeda. Risiko kesehatan sering kali muncul bukan karena kegiatan terlalu berat, tetapi karena kurangnya pemahaman terhadap kondisi diri sendiri.
Risiko kesehatan yang umum terjadi meliputi: kelelahan berlebihan, dehidrasi, Cedera ringan seperti terkilir atau lecet, gangguan kesehatan mendadak. Untuk menghindari terjadinya hal ini para Pembina perlu merancang kegiatan di alam terbuka yang sesuai dengan usia, kemampuan, dan kesiapan peserta. Keselamatan peserta didik merupakan priorotas utama dan menjadi bagian dari tanggung jawab moral Pembina Pramuka dalam pelaksanaan kegiatan dialam terbuka..
Risiko Perlengkapan dan Logistik
Perlengkapan yang kurang memadai atau tidak sesuai standar dapat menjadi sumber risiko yang potensial. Masalah kecil pada perlengkapan bisa berdampak besar di lapangan, oleh sebab itu pemeriksanaan dan pengadaan perlengkapan dan logistic kegiatan harus dilakukan secara detail baik dari aspek standar maupun kecukupannya.
Beberapa contoh risiko terkait perlengkapan dan logistik: tenda tidak layak pakai, alat transportasi yang tidak layak, peralatan memasak tidak aman, persediaan air dan makanan tidak cukup, alat navigasi yang tidak berfungsi, perlengkapan PPPK yang tdak lengkap, perlengkapan komunikasi yang tidak layak, dan berbagai hal lainnya.
Melalui pengelolaan perlengkapan yang baik, peserta didik belajar pentingnya persiapan, ketelitian, kelengkapan, dan kecukupan sesuai dengan jenis dan tingkat kompleksitas kegiatan.
Risiko Perilaku Manusia
Faktor kelalaian dan kekurangprofesionalaan manusia sering kali menjadi penyebab utama terjadinya insiden dalam kegiatan Pramuka. Risiko ini tidak selalu bersifat teknis, melainkan berkaitan dengan sikap, emosi, dan perilaku.
Contoh risiko manusia antara lain: kurang disiplin, kelelahan mental, konflik antar peserta, keputusan terburu-buru, menganggap mudah rintangan alam, kurang waspada, kesembronoan, dsb. Hal-ha semacam ini dapat menimbulkan risiko yang menyebabkan kergugian terutama ketoka berkegiatan di alam bebas
Untuk megurangi risiko ini para Pembina perlu mengelola pengorganisasian dan dinamika kelompok dengan baik, bukan hanya fokus pada teknis kegiatan. Dengan car aini maka kegiatan di alam bebas akan menjadi pembelajaran karakter yang optimal..
Risiko Organisasi dan Manajerial
Risiko juga dapat timbul dari perencanaan dan pengelolaan kegiatan yang kurang matang. Risiko ini sering kali tidak terlihat langsung pada awal perencanaan dan baru terlihat ketika kegiatan dilaksanakan tetapi seringkali berdampak besar.
Beberapa contoh risiko manajerial: organisasi tim dan pembagian tugas tidak jelas, komunikasi antar anggota tim yang tidak efektif, kurangnya rencana darurat, koordinasi pembina yang lemah, kekurangkompakkan, alur pengambilan keputusan ketika situas darurat yang tidak jelas, administrasi dan dokumentasi kegiatan yang tidak lengkap.
Manajemen kegiatan yang baik mencerminkan profesionalisme dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan kegiatan di alam terbuka.
Mengajarkan Kesadaran Risiko sebagai Bagian Pendidikan Karakter
Mengenalkan jenis-jenis risiko kepada peserta didik dan cara mengelolanya bukan berarti membebani dengan kekhawatiran dan ketakutan yang tidak perlu. Sebaliknya, mengenalkan hal ini akan membantu peserta didik: berpikir kritis, mengenali batas diri, belajar mengambil keputusan, bertanggung jawab terhadap anggota kelompok
Kesadaran risiko merupakan bagian dari proses pendewasaan yang selaras dengan tujuan pendidikan kepramukaan. Oleh sebab itu menejemen risiko tidak hanya untuk menjaga keselamatan kegiatan terapi merupakan upaya mengembangkan karakter peserta didik.
Penutup
Setiap kegiatan perkemahan, penjelajahan, susur Sungai dan pantai, hiking dan berbagai kegiatan Pramuka di alan terbuka selalu mengandung risiko. Dengan mengenali jenis-jenis risiko, Pembina dan peserta didik dapat merencanakan kegiatan secara lebih bijak, aman, nyaman dan bertanggung jawab. Risiko tidak untuk dihindari sepenuhnya, tetapi dikelola agar kegiatan tetap aman, bermakna, dan mendidik.
Topik terkait
.png)
Posting Komentar