IKLAN PRODUK HUBUNGI ADMIN

ENSIKLOPEDI PRAMUKA.....

Sejarah Panjang Gerakan Pramuka telah melahirkan banyak peristiwa,tokoh,benda tradisi istilah kependidikan istilah organisasi dan berbagai hal lainya yang pelu di dokumentasikan......

KA MABINAS GERAKAN PRAMUKA DARI MASA KE MASA

KA.Mabinas Gerakan Pramuka Dari Masa ke Masa:Diawali oleh Ir Soekarno, Soeharto,Baharudin Jusup Habibie,K.H.Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri dan Soesilo Bambang Yudhoyono...

PANJI GERAKAN PRAMUKA...

ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Sri Sultan Hamengku Buwono IX menerima Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Pramuka dari Presiden Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1961 di Istana Merdeka

APEL BESAR...

Para penggalang Putra dan Putri mengikuti Apel Besar Hari Pramuka yang Diselenggarakan tanggal 18 Agustus 1986 di Istana Merdeka Jakarta.......

KA KWARNAS GERAKAN PRAMUKA DARI MASA KE MASA.

Ka Kwarnas Gerakan Pramuka dari masa ke masa : Sri Sultan Hamangkubuwono IX 1961-1974, H.M. Sarbini 1974-1978(meninggal Th 1977), Mashudi 1974-1993, Himawan Sutanto 1993-1998, H.A. Rivai Harahap 1998-2003,Azrul Azwar 2003-2013,Adhyaksa Dault 2013-2018.

Sep 26, 2015

Berkemah : Teknologi Sederhana Pendingin (AC) untuk Tenda

image & concept : http://www.bintangtop.com/
Pengantar

  • Saat berkemah di lapangan terbuka atau di bumi perkemahan pada siang hari suhu di dalam tenda biasanya sangat panas dan gerah. Untuk mengatasi suhu panas dalam tenda memang disarankan untuk membuka pintu tenda di kedua arah agar sirkulasi udara dapat berjalan dengan baik sekaligus mampu mendinginkan suhu dalam tenda.
  • Pada saat ini banyak sekali berkembang teknologi sederhana dapat dibikin sendiri oleh para Pramuka untuk melengkapi sarana dan prasarana perkemahan, seperti teknologi sederhana pembuatan mesin pendingin, teknologi penjernihan air, teknologi listrik dari sampah, teknologi kompor surya, teknologi sederhana alat pemberantas nyamuk, teknologi sederhana pengolahan sampah, dsb. Melalui pemanfataan teknologi sederhana ini maka perkemahan Pramuka akan sangat mengasyikan sekaligus sebagai media pendidikan untuk mengenalkan jenis-jenis teknologi sederhana yang ramah lingkungan, mengembangkan kreativitas, membangun sikap mandiri dan bangga akan produk-produk buatan sendiri.


Teknologi Sederhana 
Pembuatan Alat Pendingan Ruang/Tenda (AC Portable) dari Ember Bekas 

Pada bagian ini kami sampaikan sebuah materi menarik tentang "Cara Membuat Sendiri Pendingin Ruang - AC Portabel dari Ember Bekas" yang bisa dijadikan sebagai bahan perlengkapan perkemahan. Tulisan ini bersumber dari situs  http:www.bintangtop.com  yang kami tulis ulang untuk keperluan ensiklopediapramuka on line.

Bahan/Material :

  1. Sediakan ember air / ember cat bekas / Bak plastik kotak / lainnya yang ada penutupnya. Sebaiknya manfaatkan barang bekas yang ada.
  2. Siapkan kipas angin seadanya yang sekiranya muat untuk dipasang ke dalam ember bagian atas. Bisa kipas angin bulat ataupun kipas angin kotak semacam exhaust fan.
  3. Pipa PVC 1 ½” (sekitar diameter 42 mm) dan Gergaji
  4. Pensil/pulpen dan Pisau
  5. Blok es batu, bisa bikin sendiri ukuran  plastik 1 kiloan, bekukan dalam kulkas anda beberapa buah secukupnya.
  6. Bawa teremos/box es portabel untuk menyimpan es balok yang telah disimpan dalam plastik yang dibikin dirumah dengan lemari es sebelum perkemahan berlangsung.



Cara Pembuatan :

  • Posisikan kipas diatas tutup ember cat, tandai sekeliling dengan pensil. Lubangi bagaian atas tutup ember, sesuai tanda garis pensil tersebut. usahakan pas agar rapat saat dipasang dan angin tidak bocor keluar dari ember saat operasional.

  • Potong Pipa PVC 1 ½” sekitar panjang 70 cm - sebanyak 3 buah.
  • Lubangi ember bagian samping/dinding 3 buah sebesar diameter pipa Pvc 1 ½ inchi, posisikan agak atas. Gunakan pensil untuk membuat lingkaran dan lubangi dengan pisau atau bor bila ada.

  • Pasang 3 Buah potongan pipa tersebut pada 3 lubang yang sudah di buat sebagai Output / Keluarnya udara dingin. Tambahkan ikatan pita plastik atau lainnya pada ujung pipa sebagai sensor bahwa saat dia melambai berarti udara dingin sudah keluar.
  • Masukkan blok es batu ke dalam ember, semakin besar ukuran es batu semakin baik agar awet. (catatan : es plastik 1 kiloan jangan dilepas plastiknya, masukkan beberapa kedalam ember, setelah beberapa jam cair, masukkan kembali kedalam kulkas dimana es batu cadangan lainnya yang sudah beku di kulkas sebagai pengganti dimasukkan ke dalam ember, jadi es batu tidak akan kehabisan meskipun jangka lama)
  • Terakhir tutup ember dengan kipas yang sudah terpasang diatasnya. Nyalakan kipas dan AC Portable anda sudah beroperasi.
Selamat mencoba dan berkreasi. Salam Pramuka

Lihat entry/topik terkait :

Sumber :
http://www.bintangtop.com/2014/08/bikin-sendiri-ac-portable-dari-ember-bekas-pendingin-ruang.html






Share:

Sep 20, 2015

Active Learning : Metode Group Resume untuk Uji SKU Pramuka



Uji SKU

  • Metode Group Resume dapat diterapkan sebagai salah satu cara menilai atau menguji SKU khususnya untuk SKU golongan Penggalang, Penegak maupun Pandega. Dengan menggunakan metode ini proses pencapaian SKU lebih menarik, menantang tetapi tetap memberikan penghargaan kepada kemampuan tiap-tiap personal.
  • Metode Group Resume memberikan ruang untuk menilai SKU atas dasar kemampuan individual dalam sebuah kerja kelompok. Bahkan melalui metode ini, Kakak Pembina bisa menilai 1 atau bahkan lebih butir SKU secara sekaligus.
  • Beberapa contoh butir SKU Penegak Bantara yang dapat dinilai dengan menggunakan metode ini adalah, Butir SKU Penegak Bantara, No 2, yaitu Berani menyampaikan saran dan kritik kepada teman dengan sopan dan santun, No. 3 yaitu Dapat mengikuti jalannya diskusi dengan baik atau  No 7, yaitu dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam pergaulan sehari-hari.
  • Metode ini juga tepat untuk menilai atau menguji butir SKU yang menuntut kompetensi penjelesan dari peserta didik. Sebagai misal Butir SKU Penegak Bantara No. 12 yaitu Dapat menjelakan sejarah kepramukaan di Indonesia dan Dunia.  SKU No.  14 yaitu Dapat menjelaskan bentuk pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehar-hari. SKU No. 20 yaitu  Dapat menjelaskan perkembangan fisik laki-laki dan perempuan, dll.

Pengertian
  • Group Resume merupakan salah satu metode "Active Learning"   yang termasuk dalam bagian pembelajaran koperatif. Tipe ini sejalan dengan metode sistem beregu dalam metode pendidikan kepramukaan karena dapat membantu peserta didik untuk lebih mengenal satu sama lain, membangun suasana latihan saling membantu, saling menghargai, saling menguatkan dan saling mengisi. 
  • Metode ini tepat diterapkan untuk regu atau kelompok yang anggotanya sudah saling mengenal. Hal itu karena Ative Group Resume merupakan salah satu cara untuk mendapatkan partisipasi aktif dari seluruh peserta didik didalam menanggapi,memperkaya, mengkritisi dan memperdalam apa yang dijelaskan oleh kelompok yang bertugas.
  • Metode ini mampu mengembangkan beragam ketrampilan kebahasaaan seperti ketrampilan berbicara (menjelaskan, berargumentasi, berdiskusi, dll), kemampuan menyimak (mendengarkan, menganalisa, mengolah, dll), kemampuan menulis (menulis resume, argumentasi, dll) serta kemampuan membaca (meresume, menemukan pokok-pokok persoalan, dll dalam sebuah bahan bacaan).
Keunggulan dan Kekurangan Metode  Group Resume

Keunggulan
  • Keunggulan metode latihan  Active Group Resume adalah peserta didik mudah diberikan tugas, menumbuhkan sikap  melaksanakan tanggung jawab pribadi dalam sebuah kerja kelompok, membuat peserta didik aktif didalam mengemukakan pendapat, bertanya jawab, bersungguh-sungguh dalam melakukan diskusi, aktif bertanya kepada Kakak Pembina semua itu dilakukan agar mereka mampu menyusun resume kelompok yang baik dan tepat.
Kekurangan
  • Kekurangan model pembelajaran Active Group Resume adalah kadang kala penetapan kelompok yang permanen membuat peserta didik kurang peduli dengan kelompok lain atau berpotensi terbentuknya peer group (group yang eksklusif)
Persyaratan Kemampuan Peserta Didik

Metode group resume akan efektif jika sebelum penerapan metode ini Kakak Pembina sudah membekali terlebih para peserta didik dalam hal :
  • Teknik Meresume naskah : peserta didik telah memiliki kemampuan untuk menangkan ide dasar atau pokok-pokok pikiran dalam sebuah naskah atau tulisan panjang.
  • Teknik Presentasi : kemampuan untuk membuat bahan presentais yang menarik (dengan sofware komputer power point, dengan karton, dengan kertas palno, dengan papan tulis).
  • Teknik bertanya dan berdiskusi : peserta didik telah diberi bekal untuk melakukan teknik diskusi secara sehat, partisipasi, cara berargumentasi dengan baik, cara menyampaian pendapat dan cara menyimpulkan hasil diskusi.
  • Etika kelompok : peserta didik telah memahami dan menghayati etika diskusi kelompok seperti saling menghargai, mencari titik temua, mempersempit perbedaan, respek terhadap pendapat orang lain, dsb.

Langkah-langkah Pelaksanaan

Persiapan Pembina
  • Memilih tempat diskusi di alam terbuka misalnya di bawah pohon rindang, di tepi sungai, di tengah hutan, di taman sekolah/kota/desa, di balai desa atau tempat-tempat lain yang membikin para peserta didik tertatik.
  • Menata lokasi diskusi dan menyiapkan perlengkapan misalnya layar jika pakai proyektor, papan tulis, papan untuk kertas plano, dsb.
  • Membagi peserta dalam kelompok-kelompok diskusi, bisa juga dengan menggunakan kelompok tetap yang sudah terbentuk seperti regu dan sangga.
  • Membagi kelompok penyaji resume atau kelompok yang akan dinilai atau diuji SKU nya dan kelompok penanggap atau penyempurna resume. Kelompok-kelompok tersebut bisa berganti peran, misalnya Kelompok 1 sebagai penyanyi dengan SKU Bantara tema Sejarah Pramuka maka pada kali lain akan menjadi kelompok penanggap atau penyempurna resume kelompok lain penyaji tema SKU tema Peran Indonesia di ASEAN dan PBB.
Persiapan Peserta Didik

  • Peserta didik penyaji, mempelajari dan membuat resume dari bahan tulisan yang disiapkan oleh Kakak Pembina. Peserta didik penanggap memperlajari materi yang sama untuk memberikan tanggapan danmasukan terhadap resume yang didiapkan kelompok penyaji.
  • Peserta penyaji menyiapkan materi dan teknik presentasi haisl resumenya apakah akan memakai computer dan proyektor, apakah akan memakai kertas karton, apakah akan memakai kertas bekas, dsb.
  • Sebelum tampil peserta berlatih terlebih dahulu bagaimana cara presentasi, berargumentasi, menyampaikan gagasan, berdiskusi dengan baik.

Pelaksanaan

Model 1 :
  1. Peserta didik duduk berkelompok terdiri dari 3-6 orang untuk 1 kelompok, diskusi ini cukup efektif jika diikuti 3 sampai 4 kelompok dengan 1 kelompok sebagai penyaji dan kelompok lain sebagai penanggap.
  2. Kakak Pembina bisa menunjuk 1 orang dari kelompok penanggap untuk menjadi moderator diskusi dan 1 orang sebagai notulis. 
  3. Diksusi dimulai dengan memberikan kesempatan kelompok penyaji untuk mempresentasikan resume yang telah dibuat berdasarkan bahan/materi yang telah disiapkan Kakak Pembina.
  4. Tanggapan kelompok : setelah selesai presentasi moderator memberikan waktu 5-7 menit untuk masing-masing kelompok penanggap berdiskusi merumuskan masukan, kritik dan saran atas resume yang dipresentasikan oleh kelompok penyaji. Agar diskusi sub kelompok ini efektif maka disarankan  kelompok penanggap harus terlebih dahulu membaca dan memperlajari materi/bahan yang diresume kelompok penyaji. 
  5. Presentasi masing-masing kelompok penanggap atas resume kelompok penyanyi bisa berupa penambahan, pengurangan, perumusan ulang, koreksi bahasa, dsb.
  6. Tanggapan dari kelompok penyaji terhadap masukan kelompok penanggap berupa usulan mana yang disetujui, mana yang ditolak, mana yang diterima sebagian, dsb.
  7. Tanggapan Kakak Pembina untuk melengkapi dan menyempurnakan hasil resume kelompok penyaji dan juga tanggapan terhadap masukan-masukan dari kelompok penanggap.
  8. Perumusan hasil akhir atau penyempurnaan resume kelompok penyaji berdasarkan masukan dari  Kakak Pembina dan kelompok Penanggap.
  9. Penyerahan hasil resume akhir kepada Kakak Pembina untuk dinilai. Peserta didik Istirahat. Kakak Pembina beserta Pembantu Pembina menilai hasil resume, proses dan usaha peserta didik, sikap dalam berdiskusi, dll untuk menetapkan kelulusan anggota kelompok penyaji dalam menempuh butir SKU yang diresumekan. 
  10. Pengumuman kelulusan dan ucapan selamat.

Model 2 :
  1. Kakak Pembina menyiapkan pokok-pokok atau garis besar resume yang harus disempurnakan oleh peserta didik yang akan diuji SKU nya secara berkelompok untuk dipresentasikan dalam diskusi yang akan dilaksanakan 1 minggu ke depan.
  2. Peserta didik berkewajiban menyempurnakan, melengkapi dan memperkaya pokok-pokok resume yang ada dengan bertanya, berdiskusi dengan nara sumber lain seperti kawan se ambalan, guru, orang tua dan narasumber lain yang dianggap menguasai masalah.
  3. Peserta didik juga diminta memperkaya pokok-pokok resume yang telah diberikan oleh Kakak Pembina dengan memperlajari sumber bacaan baik melalui buku maupun sumber-sumber on line yang kredibel.
  4. Kakak Pembina menyelenggarakan forum diskusi yang langsung dipimpin oleh Kakak Pembina sendiri.
  5. Agenda diskusi dimaksud adalah : a. presentasi hasil penyempurnaan resume dari kelompok yang akan ujian SKU,  b. tanggapan dari kawan-kawan se ambalan/se pasukan secara individual, c. tanggapan kelompok penyaji terhadap masukan dari kawan-kawannya, d. perumusan penyempurnaan resume berdasarkan hasil diskusi. 
  6. Penyerahan hasil resume akhir kepada Kakak Pembina untuk dinilai. Peserta didik Istirahat. Kakak Pembina beserta Pembantu Pembina menilai hasil resume, proses dan usaha peserta didik, sikap dalam berdiskusi, dll untuk menetapkan kelulusan anggota kelompok penyaji dalam menempuh butir SKU yang diresumekan. 
  7. Pengumuman kelulusan dan ucapan selamat.
Evaluasi Penilain

Didalam menentukan kelulusan atau evaluasi penilaian terhadap peserta didik yang presentasi, para Pembina Pramuka harus berpegang pada prinsip evaluasi pencapaian tanda kecakapan umum pramuka, yang mencakup 2 aspek yaitu aspek hasil dan aspek proses. Ruang lingkup penilaian selengkapnya adalah :
  • Aspek hasil meliputi penilaian terhadap hasil resume dan hasil presentasi yang disajikan oleh peserta didik. 
  • Aspek proses meliputi pengamatan terhadap keseriusan, kedisiplinan, kesungguhan, kemauan, kerja kera peserta didik yang sedang diuji baik dalam menyiapkan bahan, membuat resume, mempresentasikan, cara berdisiku maupun cara merumuskan hasil akhir. Dalam pendidikan kepramukaan sebagai pendidikan karakter, proses memiliki kedudukan lebih penting daripada hasil.
  • Ruang lingkup penilaian, meliputi aspek kognitif yaitu penguasaan terhadap aspek pengetahuan dari materi yang dipresentasikan seperti kemampuan mengungkap fakta, merangkaian fakta, menganalisis, menyimpulkan, mengkategorikan, dsb. Aspek Afektif yaitu unjuk sikap baik dalam proses persiapan, diskusi maupun perumusan hasil akhir seperti keterbukaan, sopan santun, menghargai pemdapat orag lain, dsb. Aspek Psikomotorik yaitu unjuk ketrampilan dalam hal menulis, mempresentasikan, berargumentasi, membuat bahan presentasi, mendengarkan, dsb.
  • Dari luasnya  aspek penilaian di atas maka sebaikanya Kakak Pembina harus sangat selektif untuk tidak meluluskan peserta didik dalam uji SKU melalui metode ini. Dengan kata lain jika semua proses sudah dilewati dengan baik maka sebaiknya peserta didik yang uji SKU melalui metode ini memiliki peluang besar untuk lulus.
Penutup 

Penerapan metode Group Resume sebagai salah satu model Active Learning (metode latihan yang berpusat pada peserta didik)   dalam latihan kepramukaan khususnya untuk metode uji SKU sangat menarik. Prinsip metode yang berbasis kerja kelompok sangat  sesuai untuk pendidikan kepramukaan yang menekankan sistem beregu. Uji SKU meski muara akhirnya kompetensi individu namun dalam prosesnya dapat melibatkan kerja kelompok, disinilah sebenarnya kekuatan sistem pendidikan kepramukaan itu. Tentu, kreativitas dan penerapan model group resume ini masih bisa dikembangkan lagi. Disitulah tantangan para Pembina Pramuka. Salam.


Lihat entry/topik terkait :
repository.uin-suska.ac.id
www.cte.cornell.edu
eprints.ums.ac.id

Penulis :
Anis Ilahi Wahdati  SPd, MSi   (Ketua DKD Kwarda DIY periode 1987 - 1991)














Share:

Sep 19, 2015

Pelantikan Pramuka Penegak



Pelantikan  Upacara pelantikan merupakan serangkaian upacara dalam rangka memberikan pengakuan dan pengesahan terhadap seorang calon Penegak dan Penegak Bantara atas prestasi yang dicapainya. Upacara pelantikan bertujuan agar para calon Penegak dan Penegak Bantara yang dilantik mendapat kesan yang mendalam atas hasil usaha yang dicapainya, dalam upaya membentuk manusia yang berkepribadian, berbudi pekerti luhur, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, peduli pada tanah air, bangsa, masyarakat.  


Administrasi dan Perlengkapan Upacara 
  1. Menyususn rencana dan acara pelantikan (susunan prosesi pelantikan) 
  2. Undangan untuk orang tua, Mabigus, dan pembina yang lain 
  3. Perlengkapan upacara : a. Bendera (Merah Putih, Cikal, WOSM, Bendera Ambalan), b. Pusaka Ambalan, c. Tanda Pelantikan, d.  Meja Kursi (secukupnya) , e. Pakaian Adat Pemangku Adat, f. Perlengkapan Adat yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing Ambalan.
  
Pelaksanaan Upacara Pelantikan Calon Penegak Menjadi Penegak Bantara 
Upacara Pelantikan Calon Penegak menjadi Penegak Bantara, tidak boleh dihadiri Calon Penegak lainnya. 

Pelaksanaannya diatur sebagai berikut :  
  1. Sangga Kerja menyiapkan perlengkapan upacara. 
  2. Calon Penegak yang akan dilantik diantar oleh pendamping kanan dan pendamping kiri ke hadapan Pembina Penegak.  
  3. Pembina minta penjelasan kepada pendamping kanan dan pendamping kiri mengenai watak dan kecakapan calon. 
  4. Pendamping kanan dan pendamping kiri kembali ke sangganya. 
  5. Sang Merah Putih dibawa petugas ke sebelah kanan depan Pembina, anggota Ambalan memberi penghormatan dipimpin oleh Pradana/Petugas. 
  6. Tanya jawab tentang Syarat-syarat Kecakapan Umum antara Pembina dan calon.  
  7. Pembina memimpin doa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.  
  8. Ucapan janji Trisatya dituntun oleh Pembina Penegak, dengan jalan memegang ujung Sang Merah Putih dengan tangan kanan yang ditempelkan di dada kiri tepat dengan jantungnya. Kemudian disusul dengan penyematan Tanda Penegak Bantara oleh calon Penegak sendiri.  
  9. Penghormatan ambalan kepada Penegak Bantara yang baru dilantik.  
  10. Ucapan selamat dari anggota ambalan.  
  11. Pendamping kanan dan pendamping kiri menjemput Penegak Bantara yang selesai dilantik untuk kembali ke sangganya.  

Pelaksanaan Upacara Kenaikan Tingkat Dari Penegak Bantara Menjadi Penegak Laksana  
Upacara Kenaikan Tingkat dari Penegak Bantara menjadi Penegak Laksana dilakukan dengan urutan sebagai berikut :  
  1. Pradana atau Pembina Penegak mengumpulkan anggota ambalan.  
  2. Penegak Bantara yang akan naik tingkat diantar oleh pendampingnya ke hadapan Pembina Penegak.  
  3. Pembina meminta pernyataan pendamping mengenai perkembangan watak dan kecakapan yang bersangkutan.  
  4. Para pendamping kembali ketempat.  
  5. Tanya jawab tentang Syarat-syarat kecakapan umum yang telah diselesaikan antara Pembina dan Penegak Bantara yang akan dilantik. 
  6. Sang Merah Putih dibawa oleh petugas ke sebelah kanan depan Pembina Penegak. Waktu Sang Merah Putih memasuki tempat upacara, anggota ambalan member penghormatan dipimpin Pradana atau petugas.  
  7. Pembina memberikan bendera Sang Merah Putih kepada Penegak yang bersangkutan.  
  8. Pembina melepas Tanda Penegak Bantara disertai pesan seperlunya.  
  9. Tanda Penegak Laksana dipasang sendiri oleh Penegak yang bersangkutan. 
  10. Penegak Bantara yang naik tingkat mengulang janji Trisatya dituntun Pembina memegang ujung Sang Merah Putih dengan tangan kanannya ditempelkan di dada kiri tepat pada jantungnya. 
  11. Pembina memimpin doa menurut agama dan keperayaan masing-masing. 
  12. Ucapan selamat dari anggota ambalan. 

Laporan Evaluasi Pelantikan
Laporan evaluasi pelantikan dilaksanakan oleh Ambalan Penegak dibantu oleh pembina. Butir butir laporan meliputi:

  1. Tahap persiapan 
  2. Tahap pelaksanaaan 
  3. Tahap penyelesaian Butir-butir laporan ini dibuat dalam bentuk matriks, agar mempermudah pengecekan/cek list. Termasuk dalam laporan adalah: laporan pertanggungjawaban keuangan dan verifikasi perlengkapan. Laporan evaluasi pelantikan bertujuan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya peningkatan acara/prosesi pelantikan yang lebih baik.  

Lihat topik/entry terkait :
Sumber :
  • Panduan Penyelesaian Syarat Kecakapan Umum Pramuka Penegak, Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta, tahun 2011









Share:

Sep 11, 2015

Keputusan Presiden RI No 238 tahun 1961 : Lampiran Anggaran Dasar Gerakan Pramuka



PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA

ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA.


MUKADDIMAH.

Bahwa sesungguhnja kemerdekaan Rakjat Indonesia jang telah diproklamirkan pada tanggal 17 gustus 1945 atas berkat rachmat Tuhan Jang Maha Kuasa dan dengan didorongkannja oleh keinginan luhur supaja berkehidupan kebangsaan bebas, adalah Hak Bangsa Indonesia.
Kemudian disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatuUndang-undang Dasar Negara Indonesia, jang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia jang berkedaulatan rakjat dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Jang Maha Esa, Kemanusiaan Jang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakjatan jang dipimpin oleh hikmad kebidjaksanaan dalam permusjawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh Rakjat Indonesia. Atas dasar itu dibentuk Pemerintah Negara Indonesia jang melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh seluruh tumpah-darah Indonesia dan untuk memadjukan kesejahteraan umum, mentjerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan.

Dan daja-upaja bangsa dan Negara Republik Indonesia untuk mentjapai tudjuan itu telah sampailah kepada taraf adanja serta dilaksanakannja Garisgaris Besar Haluan Negara Republik Indonesia jang tegas dan adanja serta dilaksanakannja Garis-garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta
Berentjana Tahapan Pertama 1961 – 1969 jang djelas.

Atas berkar rachmat Tuhan Jang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh kesadaran bertanggung-djawab atas keselamatan, kemadjuan dan kesedjateraan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, serta oleh keinginan luhur untuk membantu Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan Haluan Negara dan Pembangunan Nasional Semesta Berentjana tersebut diatas, terutama dalam bidang pendidikan anak-anak dan pemuda untuk mempersiapkan peradja muda Indonesia mendjadi tenaga pembangun bangsa dan Negara Republik Indonesia, disamping pendidikan dilingkungan keluarga dan disamping  pendidikan dilingkungan sekolah, maka disusunlah kesadaran dan keinginan itu di dalam anggaran dasar dari pada suatu perkumpulan gerakan pendidikan kepanduan pradja muda karena jang berdasarkan kepada:
  1. Ketuhanan Jang Maha Esa ;
  2. Kemanusiaan jang adil dan beradab ;
  3. Persatuan Indonesia ;
  4. Kerakjatan jang dipimpin oleh hikmad kebidjaksanaan dalam permusjawaratan/perwakilan ;
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakjat Indonesia ;

dan mendasarkan rasa, karsa, tjipta dan karya, baik dari pribadi anggotaanggotanja, maupun bersama-sama dalam organisasinja, atas landasanlandasan Manusia-Sosial-Indonesia, ialah ;
  1. Kepribadian dan Kebudajaan Indonesia ;
  2. Semangat Partiot Komplit ;
  3. Azas Pantja-sila ;
  4. Semangat Gotong Rojong ;
  5. Djwa pelopor (swadaja dan daja-tjipta) ;
  6. Susila dan Budi-luhur ;
  7. Kesadaraan dan bersahadjadan mengutamakan kerdjudjuran ;
  8. Kesadaran mendahulukan kewadjiban daripada hak ;
  9. Kasadaran mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi ;
  10. Kerelaan berkorban dan hidup hemat ;
  11. Azas Demokrasi Terpimpin ;
  12. Azas Ekonomi Terpimpin ;
  13. D i s i p i l i n ;
  14. Kepandaian untuk menghargai waktu ;
  15. Tjara berpikir rasionil dan ekonomis ;
  16. Kesadaran bekerdja untuk membangun dengan kerdja keras ; dan bertitik-titik tolak atas Amanat Presiden Republik Indonesia jang disampaikan pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Merdeka Djakarta kepada pemimpin-pemimpin pandu jang mewakili organisasi-organisasi kepanduan seluruh Indonesia.
A N G A R A N D A S A R

BAB I
Pasal 1.
Nama dan Tempat
  1. Perkumpilan ini bernama GERAKAN PENDIDIKAN KEPANDUAN PRADJA MUDA KARANA, dsingkat GERAKAN PRAMUKA.
  2. Perkumpulan ini berkedudukan di ibu-kota Negara Republik Indonesia.
Pasal 2.
Lamanja dan Tahun Perkumpulan.
    1.   a. Perkumpulan ini didirikan pada tanggal 9 Maret 1961 untuk waktu jang tidak tertentu,
          b. Tahun perkumpulan ini ialah dari tanggal 1 Djanuari sampai tanggal 31 Desember
              dalam tahun jang sama.
    2.   Tahun pertama perkumpulan ini ialah dari tanggal terdirinja sampai tanggal 31 Desember 
          tahun 1961
BAB II.
Pasal 3.

D a s a r.
Perkumpulan ini berdasarkan pada pantja-sila

Pasal 4
T u d j u a n.
Perkumpulan ini bertudjuan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan djalan kepanduan jang disesuaikan dengan pertumbuhan Bangsa dan masjarakat Indonesia dewasa ini agar supaja :
  1. mendjadi manusia jang berkepribadian dan berwatak luhur, jang tjerdas, tjakap, tangkas, terampil dan radjin,dan jang sehat djasmaniah dan rochaniah.
  2. mendjadi warga-negara Indonesia jang ber-Pantja-Sila, setia dan patuh terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan jang berpikir dan bertindak atas landasan-landasan Manusia-sosialis Indonesia ; sehingga mendjadi anggota masjarakat jang baik dan berguna. jang sanggup dan mampu menjelengarakan Amanat Penderitaan Rakjat.
Pasal 5.
S I f a t.
  1. GERAKAN PRAMUKA adalah perkumpulan gerakan pendidikan kepanduan kebangsaan Indonesia untuk anak-anak dan pemuda warga-negara Republik Indonesia.
  2. Perkumpulan ini membantu Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan dibidang pendidikan anak-anak dan pemuda disamping pendidikan dilingkungan sekolah.
  3. a. Perkumpulan ini berpegang pada Haluan Negara RepublikIndonesia dan dalam bidangnja ikut melaksanakan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berentjana. 3.b. Perkumpulan ini tidak mendjadi bagian dari partai politik atau organisasi jang beraliran politik manapun juga dan tidak mendjalankan kegiatan politik segala sesuatu partai atau organisasi politik termaksud.
  4. Perkumpulan ini memberi keleluasaan kepada tiap-tiap anggota untuk beribadat menurut agamanja atau kepertjajaannja masing-masing. 
Pasal 4.
U s a h a.

Perkumpulan ini berusaha mentjapai tudjuan dengan djalan :
  1. 1. a. Mengembangkan pada anggota-anggotanja rasa pertjaja pada diri sendiri, rasa berkewadjiban, rasa tanggung djawab dan disiplin ; 1. b (1) Melatih pantja-indera ;1.b 2) Melatih hasta-karya ; 1.b (3) Mengadakan kesempatan untuk mempeladjari matjam-matjam kedjujuran. 1.c  Melatih anggota-anggotanja dalam hal kebersihan dan kesehatan djasmaniah dan rochaniah.
  2. a. Menanam dan mengembangkan kepertjajaan terhadap Tuhan Jang Maha Esa pada anggota-anggotanja, mengandjurkan supaja mendjalankan ibadat menurut agamanja atau kepertjajaannja masing-masing, dan mendidiknja supaja menghormati agama atau kepertjajaan orang lain ; 2.b Membangun dan menjemaikan pada anggota-anggotanja rasa tjinta dan setia pada Tanah Air, rasa tanggungdjawab atas keselamatan dan kesedjahteraan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, dan membiasakan anggota-anggotanja menaati peraturan-peraturan Negara. 2.c Melatih anggota-anggotanja untuk mempraktekan sifat-sifat jang bersumber pada landasan-landasan Manusia-Sosialis-Indonesia. 2.d Menggunakan kode-kehormatan dalam bentuk djandji dan ketentuan-ketentuan moral.
  3. Melakukan usaha-usaha tersebut diatas sebanjak mungkin dengan praktek dan setjara praktis atas dasar-dasar : a. Kesukarelaan ; b. Djandji dan ketentuan-ketentuan moral ; c. Systim kerukunan ; d. Systim tanda ketjakapan ; e. Permainan jang mengandung pendidikan ; f. Penjesuaian dengan perkembangan rochani dan djasmani anakanak; g. Keprasahadjaan hidup ; h. Swadaja. 
  4. Latihan-latihan satuan diadakan terpisah untuk anggota-anggota golongan putera dan untuk anggota-anggota golongan puteri. 
  5. Mendirikan satuan-satuan dan tjabang-tjabang.
  6. Menjelenggarakan kursus-kursus pemimpin. 
  7. Mengadakan pertemuan-pertemuan anak-anak, pemuda-pemuda dan pemimpin-pemimpin untuk memupuk persaudaraan. 
  8. Mendirikan kedai-kedai pandu. 
  9. Mengadakan penerangan kedalam dan keluar perkumpulan. 
  10. Mengadakan hubungan dengan organisasi-organisasi pendidikan lain jang tudjuannja sesuai dengan tudjuan perkumpulan ini untuk meengembangkan persaudaraan dan perdamaian sedunia.
  11. Usaha-usaha lain jang tidak bertentangan dengan Undang-undang Negara dan sedjalan dengan tudjuan perkumpulan.
BAB III.
Pasal 7.
A n g g o t a.
  1. Perkumpulan ini terdiri dari warga-negara-warga-negara Republik Indonesia jang dengan suka-rela dan aktif mendjalankan kewadjiban dalam kedudukan atau djabatannja, ialah sebagai : a. Anggota Biasa, jaitu : 1. anak-anak dan pemuda; 2. pemimpin dan pembantu pemimpin; 3. andalan (komisaris); 4. anggota Madjelis Pimpinan Nasional; atau sebagai : b. Anggota Luar Biasa, jaitu : anggota Panitia Pembimbing.
  2. Keanggotaan dalam perkumpulan ini mulai sesudah pelantikan atau pernjataan tjalon jang bersangkutan, dengan ketentuan sebagi berikut : a. Keanggotaan Anggota Biasa mulai sesudah jang bersangkutan mengutjapkan atau menanda-tangani Dwisatya atau Trisatya seperti tersebut dalam pasal 14. b. Keanggotaan Anggota Luar Biasa mulai sesudah jang berangkutan menjatakan dengan tertulis persetudjuan dengan isi Anggaran Dasar perkumpulan ini. 
  3. Keanggotaan dalam perkumpulan ini berhenti karena : a. Permintaan berhenti, atau b. Diberhentikan, atau c. Meninggal dunia.
BAB IV.
Pasal 8.
O r g a n i s a s i
  1. Anggota-anggota perkumpulan ini disusun dalam satuan-satuan.
  2. Suatu satuan terdiri dari sekurang-kurannjasatu bagian dan sebanjakbanjaknja
  3. tiga bagian, jaitu : a. bagian jang terdiri dari anak-anak jang berusia 8 hingga 12 tahun. b. bagian jang terdiri dari anak-anak jang berusia 12 hingga 17 tahun. c. bagian jang terdiri pemuda-pemuda jang berusia 17 hingga 21 tahun.
  4. a. Suatu satuan dipimpin oleh seorang pemimpin. b. Suatu bagian dipimpin oleh seorang pemimpin atau lebih.
  5. Dapat disusun satuan-satuan chusus, jaitu satuan jang anggota-anggotanja memeluk agama jang sama, sehingga dapat diselenggarakan pengadjaran dan pendidikan agama didalam satuan itu.
Pasal 9.
P i m p i n a n.
  1. Pimpinan tertinggi perkumpulan ini dipegang oleh Presiden Republik Indonesia.
  2. a. 1. Pimpinan umum tertinggi perkumpulan ini dipegang oleh Madjelis Pimpinan Nasional jang terdiri dari 45 orang anggota. a. 2. Tugas Madjelis Pimpinan Nasional ialah menetapkan kebidjaksanaan umum. b. 1. 17 orang anggota Madjelis Pimpinan Nasional merupakan Kwartir Nasional. b.2. Tugas Kwartir Nasional ialah melaksanakan kebidjaksanaan jang ditetapkan oleh Madjelis Pimpinan Nasional dan membuat peraturanperaturan serta mengawasi pelaksanaannja oleh daerah-daerah, tjabang-tjabang dan satuan-satuan. c. 1. 8 orang anggota Kwartir Nasional merupakan Kwartir Nasional Harian. c.2. Tugas Kwatir Nasional Harian ialah melakukan tugas Kwartir Nasional sehari-hari.
  3. Pimpinan umum perkumpulan ini didaerah tingkat I didjalankan oleh Kwartir Daerah.
  4. 4. a. Pimpinan umum perkumpulan ini didaerah tingkat II didjalankan oleh Kwartir Tjabang. b. Pimpinan-pimpinan satuan didalam suatu daerah tingkat II bekerdja dibawah pimpinan umum Kwartir Tjabang didaerah tingkat II itu.
  5. a. Ketua Kwartir Daerah, diadakan tingkat I-nja, adalah wakil dari Ketua Kwartir Nasional. b. Ketua Kwartir Tjabang, didaerah tingkat II-nja adalah wakil dari Ketua Kwartir Daerah.
  6. a. Tiap-tiap Kwartir Daerah, Kwartir Tjabang dan Pemimipin Satuan didampingi oleh suatu Panitya Pembimbing. Tugas Panitya Pembimbing ialah memberi bimbingan dan bantuan moril, organisatoris, finansiil dan meteriil kepada Kwartir Daerah, Kwartir Tjabang, atau Pemimpin Satuan jang bersangkutan. b. Panitya Pembimbing jang mendampingi suatu Kwartir Daerah, diketuai oleh Gubernur/Kepala Daerah Tingkat I jang bersangkutan ; Panitya Pembimbing jang mendampingi suatu Kwartir Tjabang, diketua oleh Bupati/Walikota/Kepala Daerah Tingkat II jang bersangkutan ;Panitya Pembimbing jang mendampingi suatu Pemimpin satuan, diketuai oleh salah satu orang tua daripada anak-anak anggota satuan itu.
Pasal 10.
W I l a j a h.
  1. Pembagian wilajah perkumpulan ini adalah sesuai dengan pembagian administratip Negara Republik Indonesia.
  2. Luas daerah adalah sama dengan luas daerah tingkat I.
  3. Luas Tjabang adalah sama dengan luas daerah tingkat II.
Pasal 11.
M u s j a w a r a h.
  1. Musjawarah-musjawarah jang diadakan oleh perkumpulan ini merupakan musjawarah-kerdja.
  2. Tingkat-tingkat musjawarah dan hak kekuasaan serta wewenang tiap-tiap tingkat musjawarah ditetapkan dalam Petundjuk Penjelenggaraan.
Pasal 12.
P e n g h a t s i l a n
.
Penghatsilan perkumpulan ini diperoleh dari :
  1. Iuran dari anggota-anggotanja.
  2. Subsidi dan pemberian dari Pemerintah.
  3. Sokongan dan pemberian lain jang sah dan tidak mengikat.
  4. Lain-lain sumber jang tidak bertentangan dengan Undang-undang Negara.
Pasal 13.
Lambang dan Paksian Seragam.
  1. Lambang perkumpulan ini berupa gambar tunas kelapa dan dipakai pada bendera perkumpulan dan pakaian seragam.
  2. Pakaian seragam bagi anggota-anggota golongan putera dan anggotaanggota golongan puteri serta pemakaiannja diatur dalam Petundjuk Penjelenggaraan
BAB V.
Pasal 14.
Djandji dan ketentuan-Ketentuan Moral.

1. Djandji perkumpulan ini untuk anggota-anggota jang berusia 8 hingga 12 tahun ialah suatu
    kode-kehormatan jang disebut Dwisatya dan berbunji sebagai berikut :

AKU BERDJANDJI AKAN BERSUNGUH-SUNGGUH
  • mendjalankan kewadjiban terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menurut aturan Keluarga ;
  • setiap hari berbuat kebaikan.
2. Ketentuan-ketentuan moral perkumpulan ini untuk anggota-anggota jang berusia 8 tahun hingga
    12 tahun ialah dua ketentuan budipekerti jang disebut Dwidarma dan berbunji sebagai berikut :
  • Pemula itu menurut Ajah-Ibunja.
  • Pemula itu berani dan tidak putus asa.
3. Djandi perkumpulan ini untuk anggota-anggota jang berusia 12 tahun hingga 17 tahun ialah
    suatu kode-kehormatan jang dusebut Trisatya dan berbunjisebagai berikut :

DEMI KEHORMATANKU AKU BERDJANDJI AKAN BERSUNGGUHSUNGGUH
  • mendjalankan kewadjiban terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mendjalankan Pantja-Sila ;
  • menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri untuk membangun masjarakat ;
  • menepati Dasa-Darma.
4. Trisatya perkumpulan ini untuk anggota-anggota jang berusia 17 tahun keatas berbunji sebagai
    berikut :

DEMI KEHORMATANKU AKU BERDJANDJI AKAN BERSUNGGUHSUNGGUH
  • mendjalankan kewadjibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mendjalankan Pantja-Sila ;
  • menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masjarakat ;
  • menepati Dasa-Darma.
5. Ketentuan-ketentuan moral perkumpulan ini untuk anggota-anggota jang berusia 12 tahun keatas
    ialah sepuluh ketentuan budi-pekerti jang disebut Dasa-Darma dan berbunnji sebagai berikut :
  • Pramuka itu dapat dpertjaja.
  • Pramuka itu setia.
  • Pramuka itu sopan dan perwira.
  • Pramuka itu sahabat sesame manusia dan saudara bagi tiap-tiap Pramuka.
  • Pramuka itu siap menolong dan berdjasa.
  • Pramuka itu penjajang sesame machuk.
  • Pramuka itu dapat mendjalankan perintah tanpa membantah.
  • Pramuka itu sabar dan riang gembira dalam segala kesukaran.
  • Pramuka itu hemat dan tjermat.
  • Pramuka itu sutji dalam pemikiran, perkataan dan perbuatan.
6. Dwisatya dan trisatya bagi anggota-anggotanja jang beragama islam, Kristen, Katolik, Hindu Bali
    didahului dan/atau diachiri dengan perkataanperkataan menurut ketentuan agama masing-masing.

BAB IV.
Pasal 15.
Petundjuk-petundjuk Penjelenggaraan.
  1. Aggaran Dasar ini diperintji lebih landjut dalam Petundjuk-petundjuk Penjelenggaraan jang ditetapkan oleh Madjelis Pimpinan Nasional.
  2. Petundjuk-Petundjuk Penjelenggaraan tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar.
Pasal 16.
Perobahan Anggaran Dasar.

Perobahan Anggaran Dasar ini dilakukan dalam musjawarah Madjelis Pimpinan Nasional dan ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia.

Pasal 17.
P e m b u b a r a n.

Pembubaran perkumpulan ini dilakukan dalam musjawarah Madjelis Pimpinan Nasional dan ditetapkan oleh PresidenRepublik Indonesia.

Pasal 18.
P e n u t u p.

Hal-hal jang belum diatur dalam Anggaran Dasar dan Petundjuk-petundjuk Penjelenggaraan diputus oleh Kwartir Nasional.-



DJAKARTA, 20 Mei 1961.
PEDJABAT PRESIDEN REPUBLIK INDONEISIA,


H. DJUANDA.


Lihat entry/topik terkait :

Sumber :
http://sipuu.setcab.do.id/


Share:

Keputusan Presiden RI No 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka



KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NO. 238 TAHUN 1961.
TENTANG
GERAKAN PRAMUKA.


KAMI, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,


Menimbang : 
  1. bahwa anak-anak dan pemuda Indonesia perlu dididik untuk mendjadi manusia dan warga-negara Republik Indonesia jang berkepribadian dan berwatak luhur, jang tjerdas, tjakap, tangkas, trampil dan radjin, jang sehat djasmaniah dan rochaniah, jang ber-Pantja-Sila dan setia-patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan jang berpikir dan bertindak atas landasan-landasan Manusia-SosialisIndonesia, sehingga dengan demikian anak-anak dan pemuda Indonesia mendjadi kader pembangun jang tjakap dan bersemangat bagi penjelenggaraan Amanat Penderitaan Rakjat ;
  2. bahwa pendidikan untuk mentjapai maksud dan tudjuan tersebut diatas itu harus dilakukan dalam lingkungan anak-anak dan pemuda disamping pendidikan dilingkungan keluarga dan disamping pendidikan dilingkungan sekolah, dan harus diselenggarakan dengan djalan kepanduan jang disesuaikan dengan pertumbuhan Bangsa   dan masjarakat   Indonesia dewasa ini ;
  3. bahwa sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam Ketetapan Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara No.I/MPRS/1960 tanggal 19 Nopember 1960, tentang Garis garis Besar Haluan Negara dan Ketetapan Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara No.II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 19690, tentang Garis-garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berentjana Tahapan Pertama 1961-1969, jang mengenai pendidikan pada umumnja dan pendidikan kepanduan pada chususnja, perlu menetapkan satu organisasi gerakan pendidikan kepanduan jang tunggal untuk diberi tugas melaksanakan pendidikan tersebut diatas ;
Mengingat : 
  1. Pasal 4 ajat 1 Undang-undang Dasar Republik Indonesia ;
  2. Ketetapan Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara, No.I/MPRS/1960, tanggal 19 Nopember 1960, tentang Garisgaris Besar Haluan Negara ; 
  3. Ketetapan Madjelis Permusjawaratan Rakjat Sementara, No.II/MPRS/1961, tanggal 3 Desember 1960, tentang Garisgaris besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berentjana Tahapan Pertama 1961 – 1969 ;
Mengingat  pula:  Undang-undang No.10Prp. tahun1960 (Lembaran Negara tahun 1960 No.31) ;


Mendengar          : Ketua Panitya Pembentukan Gerakan Pramuka ;

M E M U T U S K A N :

Menetapkan :

PERTAMA :  Penjelenggaraan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan pemuda Indonesia
                       ditugaskan kepada perkumpulan GERAKAN PRAMUKA ;
KEDUA      :  Diseluruh wilajah Republik Indonesia perkumpulan GERAKAN PRAMUKA, 
                       DENGAN  Anggaran Dasar sebagaimana tertera pada lampiran surat keputusan ini,
                       adalah satu-satunja badan jang diperbolehkan menjelenggarakan pendidikan 
                       kepanduan itu ;
KETIGA      : Badan-badan lain jang sama sifaatnja, atau jang menjerupai perkumpulan 
                       GERAKAN PRAMUKAA, dilarang adanja ;
KEEMPAT  : Surat kep utusan ini muali berlaku pada tanggal 20 Mei 1961.



Ditetapkan di Djakarta,
pada tanggal 9 D j u n i 1961.
PEDJABAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

ttd

D J U A N D A.





Lihat topik entry terkait :
Share:

DAPATKAN APLIKASI ENSIKOPEDIA PRAMUKA DI GOOGLE PLAY FREE

DAPATKAN APLIKASI ENSIKOPEDIA PRAMUKA DI GOOGLE PLAY FREE

FACEBOOK FAN

PENGGUNAAN METODE DISCOVERY UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI KODE KEHORMATAN PRAMUKA

PENGGUNAAN METODE DISCOVERY UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI KODE KEHORMATAN PRAMUKA
Meski metode ini awalnya digunakan untuk pelatihan science namun dengan modifikasi dan kreativitas metode ini menarik untuk dijadikan metode pendidikan dan penanaman nilai-nilai yang terkandung dalam kode kehormatan pramuka. (Klik gambar untuk baca artikel selengkapnya)

INFO ENTRY/TOPIK

Hingga hari ini ensiklopediapramuka on line ini telah memuat 680 entry/topik tentang Gerakan Pramuka, Pramuka & Kepramukaan. Semoga dapat memenuhi harapan para pembaca untuk lebih memahami dan dapat menerapkan pendidikan kepramukaan dengan lebih baik. Silakan klik abjad pada daftar isi yang terkait dengan tema yang anda butuhkan, maka anda akan terhubung dengan tulisan lengkap terkait dengan tema dimaksud. Salam.

JUMLAH PENGUNJUNG

DAFTAR ISTILAH KEPRAMUKAAN INDONESIA - INGGRIS

DAFTAR ISI ENSIKLOPEDI : BERDASAR ABJAD (KLIK "ABJAD" UNTUK MEMILIH TOPIK YANG DIBUTUHKAN)

ENTRI/TOPIK TERPOPULER