IKLAN PRODUK HUBUNGI ADMIN

ENSIKLOPEDI PRAMUKA.....

Sejarah Panjang Gerakan Pramuka telah melahirkan banyak peristiwa,tokoh,benda tradisi istilah kependidikan istilah organisasi dan berbagai hal lainya yang pelu di dokumentasikan......

KA MABINAS GERAKAN PRAMUKA DARI MASA KE MASA

KA.Mabinas Gerakan Pramuka Dari Masa ke Masa:Diawali oleh Ir Soekarno, Soeharto,Baharudin Jusup Habibie,K.H.Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri dan Soesilo Bambang Yudhoyono...

PANJI GERAKAN PRAMUKA...

ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Sri Sultan Hamengku Buwono IX menerima Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Pramuka dari Presiden Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1961 di Istana Merdeka

APEL BESAR...

Para penggalang Putra dan Putri mengikuti Apel Besar Hari Pramuka yang Diselenggarakan tanggal 18 Agustus 1986 di Istana Merdeka Jakarta.......

KA KWARNAS GERAKAN PRAMUKA DARI MASA KE MASA.

Ka Kwarnas Gerakan Pramuka dari masa ke masa : Sri Sultan Hamangkubuwono IX 1961-1974, H.M. Sarbini 1974-1978(meninggal Th 1977), Mashudi 1974-1993, Himawan Sutanto 1993-1998, H.A. Rivai Harahap 1998-2003,Azrul Azwar 2003-2013,Adhyaksa Dault 2013-2018.

Jun 14, 2015

Active Learning : 29 Jenis Metode


image : inspiringrahmat.wordpress.com

 1. INQUIRING MINDS WANT TO KNOW
  • Fasilitator membuat pertanyaan terkait dengan apa yang diinginkan
  • Peserta memberi jawaban
  • Fasilitator menampung jawaban. Yang kemudian dijadikan sebagai jembatan apa yang akan disampaikan
2.    POINT-COUNTER-POINT
  •  Memilih issu-issu yang berperspektif
  • Membagi kelompok berdasarkan jumlah perspektif
  • Meminta kelompok menyiapkan argumen-argumen, masing-masing kelompok duduk terpisah
  • Peserta menyampaikan argumennya, minta tanggapan, bantahan atau koreksi dari kelompok lain 
  • Merangkum debat dengan mengarisbawahi argumen-argumen yang muncul
3. GROUP RESUME
  • Fasilitator membagi siswa ke dalam kelompok –kelompok
  • Fasilitator memberi tugas kepada masing-masing kelompok untuk mengidentifikasi dan membuat resume kelompok
  • Fasilitator memberi kertas plano dan spidol kepada kelompok untuk menulis resume
  • Kelompok mempresentasikan resume
  • Fasilitator memberikan klarifikasi
4.   PRACTICE--REHEARSAL
  • Memilih ketrampilan yang akan dipelajari oleh siswa
  • Siswa menyusun KETRAMPILAN yang diajarkan
  • Siswa mendemonstrasikan
  • Fasilitator memberikan klarifikasi
5.    ACTIVE KNOWLEDGE SHARING
  • Membuat pertanyaan
  • Peserta menjawab pertanyaan
  • Peserta menjawab pertanyaan dengan saling membantu
  • Memeriksa jawaban perserta, mengenalkan topik yang penting
6.   LEARNING START WITH A QUESTION
  • Memilih bacaan dan membagikannya kpd peserta
  • Meminta peserta mempelajari bacaan sendirian atau dengan teman
  • Meminta peserta memberi TANDA pada bagian bacaan yang tidak dipahami
  • Peserta menulis pertanyaan tentang materi  yg dibaca
  • Mengumpulkan pertanyaan yang telah ditulis peserta
  • Menyampaikan pembelajaran dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut
7.    CARD SHORT
  • Membagi potongan kertas yang berisi informasi dalam satu atau lebih kategori
  • Peserta berkeliling kelas untuk menemukan kategori yang sama
  • Peserta mempresentasikan kategori yang sama di depan kelas
  • Memberikan poin-poin penting terkait dengan materi
8.   THE POWER OF TWO
  • Mengajukan pertanyaan yang menuntut perenungan dan pemikiran
  • Meminta peserta menjawab pertanyaan secara individu
  • Meminta peserta untuk berpasangan dan saling bertukar jawaban dan membahasnya
  • Meminta pasangan membuat jawaban baru dari pertanyaan dan memperbaiki jawaban individualnya.
  • Membandingkan jawaban setiap pasangan di dalam kelas
9.    JIGSAW LEARNING
  • Memilih materi menjadi beberapa segmen
  • Membagi peserta menjadi beberapa kelompok
  • Setiap kelompok mendapat tugas membaca dan memahami materi yang berbeda
  • Setiap kelompok mengirimkan anggotanya ke kelompok lain untuk menyampaikan apa yang telah dipelajari
  • Mengembalikan suasana kelas seperti semula
  • Memberi pertanyaan untuk mengecek pema-haman peserta terhadap materi
10. EVERYONE IS A TEACHER HERE
  • Membagi secarik kertas/kartu indeks ke peserta. Peserta diminta membuat satu pertanyaan tentang materi.
  • Mengumpulkan kertas, mengacaknya dan membagi-kannya  kepada setiap peserta
  • Meminta peserta secara sukarela membacakan pertanyaan dan menjawabnya
  • Setelah jawaban diberikan, mintalah peserta lainnya untuk menambahkan
  • Melanjutkan  dengan sukarelawan berikutnya
11. READING GUIDE
  • Menentukan bacaan yang akan dipelajari
  • Membuat kisi-kisi pertanyaan yang akan dijawab oleh siswa melalui bahan bacaan yang telah dipilih
  • Membagikan bahan-bahan bacaan dengan kisi-kisi pertanyaan kepada setiap siswa
  • Setiap siswa mempelajari bahan bacaan dengan menggunakan kisi-kisi pertanyaan yang ada
  • Membahas kisi-kisi pertanyaan dengan menanyakan jawabannya kepada siswa.
12. READING A LOAD
  • Pilih satu teks yang cukup menarik untuk dibaca  dengan keras. Usahakan teks tidak terlalu panjang
  • Berikan copy-an teks kepada siswa . Beri tanda poin-poin atau isu-isu yang menarik untuk didiskusikan
  • Ketika bacaan sedang berlangsung, berhentilah pada beberapa tempat atau tanda untuk menekankan arti penting poin-poin tertentu, untuk bertanya atau memberi contoh. Beri kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi  jika mereka menunjukkan ketertarikan pada poin tersebut
  • Akhiri proses dengan bertanya kepada siswa apa yang ada dalam teks.   
13. INFORMATION SEARCH
  • Buatlah beberapa pertanyaan yang dapat dijawab dengan mencari informasi yang dapat ditemukan  dalam bahan-bahan sumber yang bisa diakses siswa, seperti : hands out, dokumen, buku teks, informasi dari internet, dll).
  • Bagikan pertanyaan-pertanyaan tsb kepada siswa
  • Minta siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan secara individual atau kelompok
  • Beri komentar atas jawaban yang diberikan siswa.
  • Kembangkan jawaban untuk memperluas stop pembahasan
14. INDEX CARD MATCH
  • Buatlah potongan-potongan kertas sejumlah  siswa yang ada di kelas
  • Bagi jumlah potongan kertas tersebut menjadi dua bagian yang sama
  • Tulis pertanyaan tentang materi yang telah diberikan sebelumnya pada setengah bagian kertas yang telah disiapkan. Setiap kertas berisi satu pertanyaan
  • Pada separuh kertas yang lain, tulis jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tadi dibuat
  • Kocoklah semua kertas, sehingga akan tercampur  antara soal dan jawaban
  • Beri setaip siswa satu kertas. (Jelaskan ini adalah aktivitas yang dilakukan berpasangan, separuh siswa akan mendapatkan soal dan separuh yang lain akan mendapatkan jawaban)
  • Minta siswa untuk menemukan pasangan mereka. Jika sudah ketemu pasangannnya, minta mereka untuk duduk berdekatan. Terangkan juga agar mereka tidak memberitahu materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lain.
  • Setelah semua siswa menemukan pasangan dan duduk berdekatan, mintalah setiap pasangan secara bergantian untuk membaca soal dan jawaban dengan keras kepada teman-teman yang lain.
  • Akhiri proses ini dengan membuat klarifikasi dan kesimpulan
15. GIVING QUESTIONS AND GETTING ANSWERS
  • Membuat potongan kertas sebanyak dua kali jumlah peserta
  • Meminta setiap peserta melengkapi ; kertas (1) saya masih belum paham tentang ….. kertas (2) saya dapat menjelaskan tentang …
  • Membagi kelompok kecil
  • Kelompok memilih kertas 1 …… dan kertas 2 …………..
  • Meminta masing-masing kelompok membacakan kertas 1 …… dan kertas 2 .................
  • Menyampaikan rangkuman dan klarifikasi dari jawaban dan penjelasan peserta
16. PICTURE AND PICTURE
  • Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  • Menyajikan materi sebagai pengantar
  • Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
  • Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
  • Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
  • Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
  • Kesimpulan/rangkuman
17. NUMBERED HEADS TOGETHER
  • Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  • Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
  • Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
  • Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
  • Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
  • Kesimpulan
18. COOPERATIVE SCRIPT 
  • Guru membagi siswa untuk berpasangan
  • Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
  • Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
  • Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.
  • Sementara pendengar : (1) Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap, (2) Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
  • Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.
  • Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru
  • Penutup
19.  STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)
  • Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll)
  • Guru menyajikan pelajaran
  • Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti dapat  menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
  • Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu
  • Memberi evaluasi
  • Kesimpulan
20. PROBLEM BASED INTRODUCTIONS  
  • Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan. Memotivasi siswa untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
  • Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
  • Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
  • Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
  • Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan
21. ARTIKULASI
  • Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  • Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
  • Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
  • Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya
  • Menugaskan siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya
  • Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
  • Kesimpulan/penutup
22. THINK PAIR AND SHARE
  • Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
  • Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru
  • Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
  • Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya
  • Berawal dari kegiatan tersebut, Guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa
  • Guru memberi kesimpulan
  • Penutup
23. DEBATE
  • Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lainnya kontra
  • Guru memberikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas
  • Setelah selesai membaca materi, Guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara saat itu, kemudian ditanggapi oleh kelompok kontra. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa bisa mengemukakan pendapatnya.
  • Sementara siswa menyampaikan gagasannya, guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan sampai mendapatkan sejumlah ide diharapkan.
  • Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap
  • Dari data-data yang diungkapkan tersebut, guru mengajak siswa membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.
24. ROLE PLAYING
  • Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan
  • Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dalam waktu beberapa hari sebelum KBM
  • Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang
  • Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai
  • Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan
  • Masing-masing siswa berada di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan
  • Setelah selesai ditampilkan, masing-masing siswa diberikan lembar kerja untuk membahas penampilan masing-masing kelompok.
  • Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya
  • Guru memberikan kesimpulan secara umum
  • Evaluasi
  • Penutup
25. GROUP INVESTIGATION
  • Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen
  • Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok
  • Guru memanggil ketua kelompok dan setiap kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain
  • Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif  yang bersifat penemuan
  • Setelah selesai diskusi, juru bicara kelompok menyampaikan hasil pembahasan kelompok
  • Guru memberikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan
  • Evaluasi
  • Penutup
26. SNOWBALL THROWING
  • Guru menyampaikan materi yang akan disajikan
  • Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi
  • Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya
  • Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
  • Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit
  • Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian
  • Evaluasi
  • Penutup
27. STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING
  • Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  • Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi
  • Memberikan kesempatan siswa untuk menjelaskan kepada siswa lainnya misalnya melalui bagan/peta konsep.
  • Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa.
  • Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu.
  • Penutup
28. COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC)
  • Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen
  • Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran
  • Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas
  • Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok
  • Guru membuat kesimpulan bersama
  • Penutup
29. INSIDE-OUTSIDE  CIRCLE
(lingkaran kecil-lingkaran besar)
  • Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar
  • Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama, menghadap ke dalam
  • Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan
  • Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam.
  • Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya

Lihat topik/entry terkait :

Sumber :
  • Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No 200, Tahun 2011 tentang Panduan Teknis Kurus Pembina Pramuka Mahir
  •  www.academia.edu /9699715/Makalah_Model_Active_Learning_2014
  •  puanrose1.blogspot.com/2013/05/29-macam-strategi-pembelajaran-berbasis.html




Share:

Active Learning sebagai Metode Pendidikan Kepramukaan


image : ridhatiwi.wordpress.com

Pengantar

Mengacu pada Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No 200, Tahun 2011 tentang Panduan Teknis Kurus Pembina Pramuka Mahir, disebutkan bahwa pendidikan Kepramukaan merupakan proses pendidikan sepanjang hayat menggunakan tata cara kreatif, rekreatif dan edukatif dalam mencapai sasaran dan tujuannya. Melalui Kegiatan yang menarik, menyenangkan, tidak menjemukan, penuh tantangan, serta sesuai dengan bakat dan minatnya diharapkan kemantapan spiritual, emosional, sosial, intelektual, fisik dan pengalaman peserta didik dapat berkembang dengan baik dan terarah.

Menghadirkan acara latihan Pramuka yang menarik, menyenangkan, tidak menjemukan dan penuh tantangan dapat dicapai melalui penerapan metode latihan yang tepat, salah satunya adalah "metode actve learning". Metode ini besifat "dari, oleh dan untuk para peserta didik" atau menjadikan "peserta didik sebagai pusat pembelajaran" bukan "kakak pembina sebagai pusat pembelajaran". Menurut para ahli pendidikan terdapat "active learnin" memiliki  ciri-ciri  yaitu :  
  1. pembelajaran atau latihan berpusat pada peserta didik
  2. pembelajaran atau latihan terkait dengan kehidupan nyata,
  3. pembelajaran atau latihan mendorong peserta didik  untuk berpikir tingkat tinggi, 
  4. pembelajaran atau latihan mampu melayani gaya belajar peserta didik  yang berbeda-beda, 
  5. pembelajaran atau latihan mampu mendorong peserta didik untuk berinteraksi multiarah antara dirinya dengan temannya, dirinya dengan pembinannya, dirinya dengan lingkungannya, dll.
  6. pembelajaran atau latihan menggunakan lingkungan sebagai media atau sumber belajar, 
  7. penataan lingkungan belajar memudahkan peserta didik  untuk melakukan kegiatan belajar atau latihan,
  8. pembina  memantau proses belajar peserta didik dan 
  9. pembina  memberikan umpan balik terhadap hasil kerja anak.

Kelebihan Model Active Learning

Metode  pembelajaran “active learning”, salah satunya dilatarbelakangi oleh pandangan Konfusius di China lebih dari 2400 tahun yang silam, yang menyatakan bahwa: yang saya dengar, saya lupa; yang saya lihat, saya ingat; dan  yang saya lakukan, saya paham. Untuk tujuan pembelajaran atau pendidikan  Silberman (2006) memodifikasi dan memperluas ketiga pernyataan sederhana dalam ajaran konfusius di atas menjadi apa yang disebut paham belajar aktif, sebagai berikut: What I hear, I forget; What I see, I remember a litle; What I hear, see and ask questions abaut or discuss with someone else, I begin to Understand; What I hear,  see, discuss, and do, I acquire knowledge and skill; What I teach to another, I master. 

Badan Pendidikan dan Kebudayaan PBB mencanangkan  4  pilar pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan yaitu :
  1. learning to know, yaitu mempelajari ilmu pengetahuan berupa aspek kognitif dalam pembelajaran, 
  2. learning to do, yaitu belajar melakukan yang merupakan aspek pengamalan dan  pelaksanaannya, 
  3. learning to be,  yaitu belajar menjadi diri sendiri berupa apsek  kepribadian dan kesesuaian dengan diri anak 
  4. learning to life together, yaitu  belajar hidup dalam kebersamaan yang merupakan aspek kesosialan anak,  bagaimana bersosialisasi, dan bagaimana hidup toleransi dalam keberagaman yang ada di sekililing siswa/peserta didik.
Keempat aspek tersebut di atas diterjamahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) juga berpusat pada anak (studen-centered learning ) dan  pembelajaran harus bersifat menyenangkan (learning is fun), agar mereka termotivasi untuk belajar sendiri tanpa diperintah dan agar mereka tidak merasa terbebani atau takut. 

Metode Active Learning untuk Pendidikan Kepramukaan
Active learning sejalan dengan pendidikan kepramukaan yang menekankan pentingnya proses pendidikan, latihan dan kegiatan yang yang menarik, menyenangkan, tidak menjemukan, penuh tantangan, serta sesuai dengan bakat dan minatnya sebagaimana disebutkan dalam rujukan pendidikan kepramukaan di atas. Metode ini juga akan menjadikan latihan pramuka menarik karena peserta didik menjadi aktif dan tidak pasif


Untuk dapat menerapkan active leaning maka para Pembina Pramuka harus memperhatikan 4 yaitu : pendidikan kepramukaan, peserta didik, pembina dan proses pendidikan kepramukaan. Keempat aspek tersebut harus diperhatikan dan menjadi satu kesatuan pemahaman dan acuan dalam menyusun program dan kegiatan. Pemahaman terhadap pendidikan  kepramukaan adalah pemahanan terhadap  hakekat prinsip dasar dan metode pendidikan kepramukaan. Pemahaman terhadap peserta didik adalah pemahaman terhadap keberadaan, sifat dan karakter anak dan remaja Indonesia yang memiliki bakat dan minat berbeda, Pemahaman terhadap Pembina Pramuka adalah pemahaman tugas dan tanggungjawab Pembina Pramuka sebagai anggota dewasa Gerakan Pramuka serta Pemahaman terhadap proses pendidikan kepramukaan adalah pemahaman terhadap segenap kurikulum, metode, model dan media latihan di lingkungan kepramukaan.


Lihat topik/entry terkait :

Sumber :
  • Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No 200, Tahun 2011 tentang Panduan Teknis Kurus Pembina Pramuka Mahir
  •  www.academia.edu /9699715/Makalah_Model_Active_Learning_2014
  •  puanrose1.blogspot.com/2013/05/29-macam-strategi-pembelajaran-berbasis.html


Share:

DAPATKAN APLIKASI ENSIKOPEDIA PRAMUKA DI GOOGLE PLAY FREE

DAPATKAN APLIKASI ENSIKOPEDIA PRAMUKA DI GOOGLE PLAY FREE

FACEBOOK FAN

PENGGUNAAN METODE DISCOVERY UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI KODE KEHORMATAN PRAMUKA

PENGGUNAAN METODE DISCOVERY UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI KODE KEHORMATAN PRAMUKA
Meski metode ini awalnya digunakan untuk pelatihan science namun dengan modifikasi dan kreativitas metode ini menarik untuk dijadikan metode pendidikan dan penanaman nilai-nilai yang terkandung dalam kode kehormatan pramuka. (Klik gambar untuk baca artikel selengkapnya)

INFO ENTRY/TOPIK

Hingga hari ini ensiklopediapramuka on line ini telah memuat 680 entry/topik tentang Gerakan Pramuka, Pramuka & Kepramukaan. Semoga dapat memenuhi harapan para pembaca untuk lebih memahami dan dapat menerapkan pendidikan kepramukaan dengan lebih baik. Silakan klik abjad pada daftar isi yang terkait dengan tema yang anda butuhkan, maka anda akan terhubung dengan tulisan lengkap terkait dengan tema dimaksud. Salam.

JUMLAH PENGUNJUNG

DAFTAR ISTILAH KEPRAMUKAAN INDONESIA - INGGRIS

DAFTAR ISI ENSIKLOPEDI : BERDASAR ABJAD (KLIK "ABJAD" UNTUK MEMILIH TOPIK YANG DIBUTUHKAN)

ENTRI/TOPIK TERPOPULER