Selamat Datang di ENSIKLOPEDIA PRAMUKA
go to my homepage
Go to homepage

Mar 30, 2013

Kerajinan Tangan sebagai Materi Kepramukaan



Pengertian
  • Bidang kerajinan atau kerajinan tangan dikelompokan sebagai cabang dari seni rupa.  Seni rupa  itu sendiri merupakan  cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep titik, garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.
  • Seni rupa dilihat dari segi fungsinya dibedakan antara seni rupa murni dan seni rupa terapan. Proses  penciptaan seni rupa murni lebih menitik beratkan pada ekspresi jiwa semata misalnya lukisan, sedangkan seni rupa terapan proses pembuatannya memiliki tujuan dan fungsi tertentu misalnya seni kriya.  Sedangkan, jika ditinjau dari segi wujud dan bentuknya, seni rupa terbagi 2 yaitu seni rupa 2 dimensi yang hanya memiliki panjang dan lebar saja dan seni rupa 3 dimensi yang memiliki panjang lebar serta ruang.
  • Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts.
  • Seni rupa terapan mengacu kepada aplikasi desain dan estetika terhadap benda-benda yang dipergunakan manusia sehari-harinya. Sementara seni rupa murni, diciptakan hanya untuk pemuasan ekspresi pribadi, seni rupa terapan menggunakan desain dan idealisme kreatif untuk menciptakan benda-benda keperluan sehari-hari, seperti cangkir atau bangku, dekorasi taman.
  • Bidang-bidang seperti desain industri, desain grafis, desain interior, seni dekorasi, dan seni fungsional, merupakan contoh-contoh seni rupa terapan. Dalam konteks kreatif dan abstrak, bidang arsitektur dan fotografi juga dianggap sebagai seni rupa terapan. (http://id.wikipedia.org)

Kerajinan Tangan sebagai Materi Pendidikan Kepramukaan
  • Gerakan Pramuka menjadikan kerajinan tangan sebagai salah satu materi latihan sebagaimana tersirat maupun tersurat dalam Syarakat Kecakapan Umum dan Syarat Kecakapan Khusus Pramuka dari berbagai golongan. Bakan dalam SKU Pramuka Siaga tersurat syarat penguasaan salah satu kerajinan tangan untuk mencapai SKU tingkatan mula, bantu atau tata.
  • Dalam pendidikan kepramukaan, pendidikan kerajinan tangan di samping sebagai media latih penguasaan ketrampilan juga menjadi media latih untuk  penghayatan, penanaman dan penerapan kode kehormatan pramuka. Para Pembina Pramuka dituntut untuk mampu memanfaatkan aspek estetika  (keindahan sebuah produk kriya), etika (nilai baik buruk sebuah produk kriya), sosial (nilai guna sebuah produkkriya),  aspek komersial (nilai jual sebuah produk kriya)  dan berbagai aspek lainnya untuk membentuk pribadi-pribadi yang berjiwa pramuka  atau pribadi-pribadi yang memegang dan menerapkan secara teguh nilai-nilai yang tercantum dalam kode kehotmatan pramuka.

Fungsi  Pendidikan Seni Rupa
Pendidikan Seni Rupa  memberikan landasan konseptual bagi  pelatihan kerajinan tangan dan kesenian.  Pelatihan kerajinan tangan dan kesenian  mampu menumbuhkan kepekaan rasa keindahan (estetika) sehingga membentuk sikap kreatif, apresiatif dan kritis. Pelatihan ini juga akan  memberikan kesempatan kepada para peserta didik  untuk memperoleh pengalaman berapresiasi dan berkreasi  sekaligus  menghasilkan suatu benda seni yang bermanfaat.

Mengacu pada  Kurikulum 2004, Standar Kompetensi Mata Pelajaran Kertakes, Depdiknas, tahu 2003, maka fungsi pendidikan kerajinan tangan dan kesenian adalah :
  • Mengembangkan kemampuan dan keterampilan siswa melalui penelaahan jenis, bentuk, sifat, fungsi, alat, bahan, proses, dan teknik dalam membuat berbagai produk teknologi dan seni yangberguna bagi kehidupan manusia, termasuk pengetahuan seni dan keterampilan dalam konteks budaya yang multikultural.
  • Mengembangkan kemampuan intelektual, imajinatif, ekspresi, kepekaan rasa, kepekaan kreatif, keterampilan, dan mengapresiasi/menghargai hasil karya seni dan kerajinan dari berbagai wilayah Nusantara dan mancanegara.
  • Menumbuhkembangkan sikap profesional, kooperatif, toleransi, kepemimpinan (leadership), kekaryaan (employmentship), dan kewirausahaan (enterpreneurship).


Metode Pelatihan Kerajinan Tangan

Metode pendidikan atau pelatihan kerajinan tangan merupakan bagian dari metode pendidikan seni rupa. Metode pendidikan atau pelatihan adalah kegiatan menata dan mengelola pelaksanaan pelatihan dengan  mengembangkan segala  jenis  interaksi antara peserta didik dan pembina dan memanfaatkan sumber pelatihan/belajar yang ada agar terjadi proses pelatihan/pendidikan yang menyenangkan serta mampu mengubah perilaku peserta didik ke arah yang positip.

Terdapat  cukup banyak  jenis metode pembelajaran/pelatihan seni rupa yang dikemukakan oleh para Ahli, diantaranya : menurut Sukmadinata, metode pembelajaran dibagi menjadi 2 kelompok,yaitu :

  1. Pembelajaran Teori, yang meliputi : pembelajaran ekspositorik : ceramah, Tanya jawab dan demonstrasi,  pembelajaran kegiatan kelompok : diskusi, bermain peran, dll, pembelajaran berbuat : eksperimen pemecahan masalah dll.
  2. Pembelajaran praktek, yang meliputi : pembelajaran praktek  dilingkungan pendidikan (sekolah, gudep, pesantren, dll - pen), pembelajaran praktek di lingkungan kerja

De Francesco, membagi metode pengajaran pendidikan seni rupa menjadi :  pengajaran langsung (Directed teaching ), ekspresi bebas (Free expression), pengajaran inti (core teaching ), engajaran berkorelasi (correlated teaching ).

Metode Ekspresi Bebas
Metode ekspresi bebas pada dasarnya adalah suatu cara untuk melatih peserta didik agar dapat mencurahkan isi hatinya dalam bentuk karya seni rupa. Agar metode ini tercapai secara maksimal, maka perlu dilakukan :

  • Tawarkan dan tetapkan beberapa pilihan tema sebagai perangsang daya cipta
  • Tetapkan beberapa pilihan media yang cocok
  • Jelaskan jenis kertas serta alasan pemilihan kertas tersebut
  • Jelaskan bentuk kegiatan menggambar tersebut
Metode ekspresi bebas identik dengan metode ekspresi – kreatif atau metode kerja cipta. Metode ini merupakan pengembangan dari pendapat Victor Lowenfield yang menganjurkan agar setiap narasumber belajar  (guru pamong, pembina, pelatih, -pen)  bermaksud mengembangkan kreasi peserta didik  untuk bebas berekspresi ( free expression ). Atas dasar itu   metode ini sering disebut metode ekspresi – kreatif.

Dalam pelaksanaan metode ini, kehadiran narasumber belajar  memiliki peran sangat kecil bahkan hampir tidak diperlukan. Metode hasil kerja cipta dapat di terapkan dalam kegiatan menggambar dekorasi, mendesain benda – benda kerajinan, menggambar reklame dan sebagainya.

Langkah – langkah kegiatan metode kerja cipta sebagai berikut :
  • Narasumber belajar  memberikan pengarahan yang berfokus pada kedudukan konsep dalam proses kelahiran suatu karya.
  • Peserta didik  mencoba menuangkan suatu konsep pada desain gambar dekorasi, reklame atau barang –barang kerajinan yang akan dibuat.
  • Selama proses pengerjaan, narasumber belajar  menganjurkan agar sumbang saran antar peserta didik terjadi dengan efektif dan dinamis.
  • Narasumber belajar memberikan saran, petunjuk dan pengarahan mengenai konsep yang dikemukakannya serta memberi petunjuk kepada peserta didik yang mengalami hambatan.
  • Selama proses kerja berlangsung, keterampilan – keterampilan dasar dan menengah sudah harus betul – betul dikuasai.
Metode Demonstrasi – eksperimen
Demonstrasi adalah kegiatan dengan cara para narasumber belajar (guru, instruktur, pamong, pembina, pelatih)  memperagakan proses pembuatan suatu benda kerajinan. Eksperimen adalah pemberian kesempatan kepada para peserta didik untuk mencoba sendiri setelah memperhatikan suatu proses pengerjaan yang didemonstrasikan narasumber. Dengan prinsip belajar/latihan : dengar/perhatikan, kerjakan dan periksa.

Metode Mencontoh
Metode mencontoh merupakan metode tertua dalam seni kerajinan. Metode ini banyak dilakukan di pusat – pusat pembelajaran seni zaman dahulu. Untuk belajar keterampilan motorik, cara ini dapat dilakukan. Pada dasarnya metode mencontoh memiliki manfaat yang tinggi dalam meningkatkan kemampuan motorik, sedangkan untuk keterampilan mental dan kreasi tidak memiliki apa – apa.
Beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam penggunaan mencontoh, diantaranya : Metode mencontoh baik digunakan apabila ditujukan untuk : (1) melatih dasar keterampilan fisik; (2) memperoleh bentuk yang sama walaupun ukurannya diperbesar atau diperkecil; (3)  memproduksi benda teradisional; (4) memahami proporsi dan anatomi yang tepat dari benda yang akan ditiru.
Kegiatan mencontoh harus memiliki makna bagi proses belajar peserta didik  bahwa : (1) mencontoh tidak di jadikan kebiasaan, (2) sebaiknya model yang akan ditiru dipilih oleh peserta didik itu sendiri, (3) seyogyanya secara berangsur – angsur apa yang dilakukan oleh peserta didik berubah dan membuat aplikasi tepat menjadi modifikasi model yang dicontoh.

Yang termasuk jenis – jenis mencontoh adalah :
  •  Metode mencontoh dengan bantuan kertas karbon;
  •  Metode mencontoh dengan bantuan kertas tipis;
  •  Metode mencontoh dengan bantuan sinar lampu;
  •  Metode mencontoh dengan bantuan alat proyektor;
  •  Metode mencontoh bantuan skala garis / skala berpetak;
  •  Metode mencontoh dengan bantuan alat pantograph;
  •  Metode mencontoh secara langsung.
Tujuan dari metode ini adalah :
  • Melatih peserta didik  bekerja teliti dalam mengamati model yang akan digambar.
  • Melatih peserta didik dalam mencari posisi/ sudut pandang yang baik dari model yang akan di gambar.
  • Peserta didik dihadapkan pada kenyataan yang rasional sehingga tidak terjadi penyimpangan dari gambar yang ditiru.
  • Melatih kepekaan rasa agar lebih sensitif terhadap keindahan.

Metode Stick Figure
Penggunaan metode ini biasanya dipakai dalam menggambar adegan gerak (action) manusia atau binatang. Metode ini merupakan penyederhanaan bentuk atau wujud menusia atau binatang menjadi tongkat atau garis patah – patah sesuai dengan lekukan/ persendian pada manusia atau binatang.

Metode Global
Metode ini biasa digunakan pada awal belajar menggambar bentuk. Tujuan penggunaan metode ini adalah agar anak dapat menangkap bentuk keseluruhan dari bentuk model yang disediakan.

Secara teknis penggunaan metode ini dibagi dua, yaitu
  • Dengan teknik silhulet : teknik ini dipandang lebih mudah, karena peserta didik  diminta untuk menangkap benda secara keseluruhan dengan mengabaikan bagian – bagian detailnya. Metode ini cocok untuk siswa yang sedang belajar pada tahap – tahap awal.
  • Dengan teknik kontur : teknik ini lebih cocok bagi peserta didik yang sudah memiliki kemampuan motorik. Secara teknik, penggambar dituntut untuk menangkap benda secara global dan menyederhanakannya dalam bentuk gambar-gambar dasar (geometris) yang dibuat dengan goresan garis. Kemudian gambar tersebut dikembangkan untuk disempurnakan menjadi bentuk benda yang kompleks (detail).

Metode kerja kelompok
Ada dua macam metode kerja kelompok, yaitu :

  • Metode Group Work  (kerja kelompok jenis paduan). Dalam kegiatan ini para peserta didik  bekerja sama untuk menyelesaikan sketsa sebuah gambar yang sebelumnya telah dirancang oleh seorang temanya yang bertindak sebagai ketua kelompok sekaligus sebagai desainer.
  • Metode Collective painting (kerja kelompok jenis kumpulan). Perbedaan antara metode kerja kelompok jenis paduan dengan metode ini adalah jumlah anggota harus genap dan pembagian tugas – yugas kelompoknya.
Metode – metode dalam kritik seni
Chapman (1978:80) menyebutkan metode kritik seni dalam upaya mengembangkan kemampuan dan kepercayaan diri peserta didik  dalam melakukan kritik seni. Metode – metode tersebut adalah :

Metode induktif : Langkah – langkah yang dapat ditempuh dalam melaksanakan metode ini adalah :
  •     Gambarkan dasar karakter karya
  •     Gambarkan hubungan antar bagian
  •     Gambarkan wilayah dan kualitas keseluruhan
  •     Tafsirkan aspek-aspek yang dihubungkan dengan pengalaman
  •     Tafsirkan dan ringkas ide, tema,kualitas ekspresi dari makna dari karya
  •     Evaluasi karya dengan criteria kritik dan tunjukkan bukti-bukti untuk mendukung penilaian.
Metode Dedukatif, pendekatan ini dapat mempertinggi keterlibatan antara pekerja seni, secara khusus jika kita mau untuk meletakkannya sebagai percobaan, untuk dibicarakan, yang memerlukan waktu banyak dengan standar perbedaan masing-masing. Pendekatan ini juga memberikan peluang bentuk pembahasan yang dapat membuktikan ketertarikan dan kejelasan tentang seni.
Langkah yang dilakukan dalam pendekatan ini adalah :
  • Tentukan kriteria yang akan digunakan
  • Uji karya seni untuk mengidentifikasi fakta-fakta yang spesifik
  • Tentukan tingkat(degree) kriteria yang dipandang pantas
Metode Empatik, adapun beberapa teknik yang dapat membantu mengembangkan rasa empati dan keterlibatannya ketika kita menilai suatu karya seni, diantaranya :
  • jangan memandang karya seni terlalu berlebihan karena dapat melupakan orang yang lebih terlatih pada bidang seni.
  • memandang kualitas visual secara murni
  • gunakan analogi dan metaphora untuk menghubungkan apa yang kita lihat dan rasakan
  • gunakan pengalaman dan pengetahuan sendiri untuk membandingkan apa yang kita lihat dapat dirasakan
  • jagan takut meninggalkan satu aspek dari karya
  • dengan seluruh pengertian, dapatkan secara fisik dan imajinasi
  • menilai karya jika kita mau melakukannya.
Metode Interaktif, pendekatan ini tidak semata-mata pendekatan deskriptif, ini bermaksud untuk menemukan sampai terjadi diskusi dan debat secara berkelompok untuk membahas karya seni. Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pendekatan ini adalah :

  • pilihlah moderator dan jelaskan aturan mainnya
  • gambarkan seperti banyak orang yang memungkinkan untuk masuk kedalam proses menjelaskan karya.
  • ketika orang kelihatan untuk keluar dari penjelasan, kemudian panggil hipotesis.
  • bawa kelompok untuk mendiskusikan hipotesis sehingga beberapa peserta diskusi memperlihatkan penafsiran dengan kesepakatan kelompok.
 
Penutup
Kerajinan Tangan sebagai bagian dari seni rupa merupakan salah satu materi latihan pramuka yang diamanatkan dalam SKU dan SKK. Materi ini dapat menjadi bahan para pembina dalam merencanakan dan melaksanakan latihan pramuka yang menarik, menyenangkan, dinamis, variatif dan sesuai dengan aspirasi para peserta didik.

Selamat berkreasi. Salam Pramuka. 


Sumber

http://aslam25.blogspot.com
http://mufamujib.blogspot.com
http://id.wikipedia.org
http://theroolfikry.blogspot.com
Kurikulum 2004, Standar Kompetensi Mata Pelajaran Kertakes, Depdiknas, tahu 2003,

Dikembangkan dan ditulis ulang untuk keperluan  "ensiklopediapramuka"  (-aiw)

 
PT.MOLINO PRAMUKA Menyelenggarakan Umroh Pramuka tahun 2013/2014 mulai bulan Desember 2013 Informasi lebih lanjut hubungi PT.Molino Pramuka 021-8731656