Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Susilo Bambang Yudhoyono (Kamabinas, periode 2004 - 2014) : Sambutan Hari Pramuka ke 53 Tahun 2014

Gambar
AMANAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA SELAKU KAMABINAS GERAKAN PRAMUKA PADA PERINGATAN HARI PRAMUKA KE 53, 14 AGUSTUS 2014 BUMI PERKEMAHAN CIBUBUR, JAKARTA Bismillahirrohmanirrahim, Assalamu’ alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Salam Sejahtera Untuk Kita Semua Para tamu undangan dan para hadirin yang saya hormati dan saya muliakan, Saudara Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, beserta kakak-kakak dan adik-adik pramuka yang saya cintai dan saya banggakan. Hari ini kita bersyukur ke khadirat Tuhan Yang Maha Kuasa Allah SWT karena atas rahmat dan karunianya pada hari yang bersejarah ini kita dapat menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 Gerakan Pramuka. Saya ingin menggunakan kesempatan yang membahagiakan ini untuk menyampaikan selamat ulang tahun kepada para anggota, Pelatih dan Pembina Pramuka di seluruh tanah air serta di kantor-kantor perwakilan di luar negeri. Semoga peringatan Hari Pramuka yang khidmat ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan p

Hiking : Perjalanan Spiritual

Gambar
Jenis Kegiatan Perjalanan (malam/siang) dengan jarak, tugas, dan halangan-halangan tertentu yang dapat menumbuhkan suasana spiritualitas atau kejiwaan peserta didik. Jarak, tugas dan halangan yang diberikan bisa terkait dengan hal-hal agama, jejak tokoh, jejak peristiwa, maupun lokasi-lokasi yang bernilai sejarah dan peradaban yang diakui masyarakat banyak. Perjalanan spiritual umumnya dilaksanakan sebagai bagian dari pendadaran atau pelantikan calon penegak, penegak bantara atau laksana atau juga pandega. Perjalanan spiritual dapat pula dikemas sebagai sebuah event baik tingkat Gudep maupun Kwartir seperti miasalnya : Perjalanan Malam Muharaam - Peringatan 1 Muharam. Perjalanan Gerilya - Peringatan hari lahir kota, dsb. Peserta Diutamakan calon penegak, penegak atau pandega. Bisa bersifat massal, kelompok kecil atau individu Tujuan Mendewasakan kejiwaan peserta didik, Menggembleng ketahanan mental. Meskipun juga bertujuan untuk meningkatkan daya tahan fisik

Sejarah Pendidikan Nasional Indonesia : INS Kayutanam

Pengantar Tokoh Pendiri Kayu Tanam  Moh. Syafei seorang yang berdarah Minang dilahirkan di Kalimantan Barat tepatnya di daerah Natan tahun 1895. Anak dari Mara Sutan dengan Indung Khadijah. Ia menamatkan di Sekolah Rakyat tahun 1908, masuk sekolah Raja (Sekolah Guru) lulus pada tahun 1914. Kemudian beliau hijrah ke Jakarta dan menjadi guru pada sekolah Kartini selama 6 tahun. Disela-sela kesibukannya menyempatkan diri untuk belajar menggambar lulus tahun 1916, bahkan aktif dalam Budi Utomo serta Insulide serta membantu Wanita Putri Merdeka. Moh. Syafei pada tanggal 31 Mei 1922 berangkat ke negeri Belanda menempuh pendidikan atas biaya sendiri. Belajar selama 3 tahun dengan memperdalam ilmu musik, menggambar, pekerjaan tangan, sandiwara termasuk memperdalam pendidikan dan keguruan. Pada tahun 1925 kembali ke Indonesia untuk mengabdikan ilmu pengetahuannya. Perkembangan Pendidikan INS Kayu Tanam A. Masa Awal RP INS Kayutanam Kayutanam adalah nama desa kecil di Sumatera Ba