Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

Regu Penggalang : Melatih dan Membina Anggota Baru

            MELATIH DAN MEMBINA ANGGOTA BARU Sewaktu-waktu regumu akan menerima anggota baru untuk melengkapi dan memperkuat regumu! Untuk itu adik selaku PINRU dan sebagai Kakak dari anak-anak itu harus dapat membina dan memberikan tuntunan untuk menjadi anggota regumu dan menjadi seorang Pramuka Penggalang yang berwatak dan berkepribadian luhur, cerdas dan tangkas sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Dasa Darma dan Trisatya. Jadi jelaslah, bahwa anak yang baru itu juga harus bersifat ksatria seperti adik sekarang ini. Pembinaan dan tuntunan yang diberikan kepada anak itu tentu tidak adik lakukan sendiri. Adik dapat menunjuk salah seorang anggota regumu yang sudah mencapai tingkat Rakit atau Terap atau anak lain sesuai dengan pembagian tugas dalam regumu. Anggota yang ditunjuk untuk menuntun anak itu bertanggung jawab sampai anak yang baru itu mengenal dan tahu kehidupan dalam regu dengan jiwa regu, tata kehidupan regu dan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam Gerakan P

Regu Penggalang : Jiwa dan Regu yang Hidup

Gambar
      REGU YANG HIDUP Jangan lupa bahwa adik bertanggung jawab kepada teman-teman dan regumu, bahkan kepada pasukanmu! Teman-temanmu senang sekali kepada pemimpinnya yang cakap lagi bijaksana. Mereka akan lebih senang lagi bila pemimpinnya, berusaha menghidupkan dan membangun regunya bersama-sama mereka dengan memberi semangat kepada mereka untuk menempuh cita-cita yang tinggi dan berguna. Adik akan berguna bagi regumu dan berhasil dengan baik dan memuaskan bila adik : berusaha mengorganisir regumu sebaik dan setertib-tertibnya; memenuhi dan menaati tata tertib regu; menjalin tali persaudaraan dalam regu antar anggota regumu; mengadakan kegiatan yang teratur dan menarik hati temanmu seregu. Ini meminta perhatianmu ! Tatalah regumu sedemikian rupa hingga semua anggota regumu mematuhi segala peraturan dan tata tertib regu. Bawalah mereka ke arah cita-cita yang luhur dalam membangun regumu dengan rupa-rupa kegiatan yang hidup dan berguna. Jagalah selalu agar segala k

Regu Penggalang : Menjadi Wakil Pemimpin Regu

Gambar
‎ Kita belum banyak membicarakan tugas temanmu yang setia, ialah Wakil Pemimpin Regu. Adik harus ingat, bahwa temanmu itu adalah seseorang yang adik pilih sendiri untuk menjadi seorang wakil pemimpin regumu. Tugasnya ialah membantu dan menjadi tangan kananmu dalam memimpin regu. Berat juga juga tugas temanmu yang setia itu, bukan? Ia juga mempunyai tanggmg jawab yang besar seperti adik terhadap anggota dan regunya. Walaupun ia mengenakan tanda jabatan WAPINRU dengan satu janur merah saja pada lengan kirinya, akan tetapi tidaklah ringan tugas dan kewajibannya terhadap regunya. Ia adalah pembantumu yang setia dan mewakili adik bila adik berhalangan. Ia tidak kurang pentingnya dibandingkan teman-teman lainnya seperti juru uang, juru tulis, juru perlengkapan, dan juru-juru lainnya yang ada dalam regumu. Mereka semua berguna bagi regumu. Maka dari itu, adik harus berusaha untuk dapat bahu-membahu dan akrab mengatur dan menuntun anggota regumu bersama teman setiamu itu,

Regu Penggalang : Menjadi Pemimpin Regu

Gambar
MENJADI PEMIMPIN Dalam salah satu acara Dewan Regu, adik terpililih menjadi pemimpin dari regumu. Teman-temanmu memilih dan menghendaki adik menjadi pemimpin mereka. Mula-mula mungkin adik menolaknya Tetapi setelah adik sadar, bahwa setiap anggota Gerakan Pramuka harus sanggup memimpin dan dipimpin, maka engkau menerimanya juga. Bukankah begitu ? Selain kehendak dari teman-temanmu se-regu, juga Dewan Kehormatan Pasukanmu dalam musyawarahnya menyetujui dan mengukuhkan pemilihan teman-temanmu itu. Maka Pembina Penggalang melantikmu dalam suatu upacara yang khidmat sekali, walaupun sederhana. Tanda jabatan pemimpin regu disematkan pada pakaian seragammu, setelah adik mengucapkan janji di hadapan teman-teman dan Pembinamu. Pembinamu mengucapkan selamat kepadamu. begitu pula para Pembantu Pembina dalam pasukanmu itu. Apalagi teman-temanmu seregu, karena gembira mempunyai seorang pemimpin seperti adik. Mereka itu menyambutnya dengan senang hati, karena adik kini telah menjadi

Suprapto, Pahlawan Pandu yang Gugur ditembak Tentara Belanda

Gambar
17 Agustus 1948 ketika para Pandu Indonesia akan menyelenggarakan peringatan HUT ke 3 Kemerdekaan RI bertempat di Gedung Pegangsaan Timur 56 Jakarta, diserbu oleh Polisi Milter Belanda. Pada peristiwa penyerbuan itu seorang Pandu bernama Suprapto yang sedang mengatur jalannya perayaan tewas ditembak oleh Poilisi Milter Belanda. Suprapto gugur sebagai pandu, sebagai patriot yang membuktikan kecintaannya pada ibu pertiwi, pada NKRI dan pada cita-citra proklamasi 17 Agustus 1945. Peristiwa itu sebenarnya tidak perlu terjadi kalau tentara Belanda kesatria, karena gencatan senjata antara tentara Belanda dengan Pemerintah RI yang sah, baru saja diumumkan. Nafsu dan keinginan Belanda untuk menguasasi kembali Ibu Pertiwi memang tidak pernah surut, bahkan dengan menghalalkan segala cara. Namun demikian atas perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dan tumbuhnya semangat perlawahan yang hebat, pantang menyerah dari seluruh rakyat Indonesia termasuk perlawanan dari para pandu cikal bakal