Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Berkemah : Simpul & Ikatan Tali Untuk Mendirikan Tenda

Gambar
Pengantar Untuk mendirikan tenda diperlukan pengetahuan mengenai simpul atau ikatan yang digunakan. Yang perlu diperhatikan adalah gunakan simpul atau ikatan pada tenda yang mudah mengikat dan melepaskannya. Simpul atau ikatan pada tenda dapat terdiri dari dua hingga empat macam simpul, tergantung dari situasi dan kondisi cuaca pada saat berkemah.   Simpul & Ikatan Tali pada Tenda Simpul atau Ikatan yang biasa digunakan sewaktu mendirikan tenda, yaitu :    Simpul atau Ikatan Pangkal :  Digunakan untuk mengikat ujung tiang tenda atau pasak yang berlobang.  Simpul atau lkatan Tiang :  Digunakan untuk mengikat ujung tiang tenda atau pasak yang berlobang.   Simpul atau Ikatan Nelayan :  Digunakan untuk mengikat pada lobang diujung pojok tenda.   Simpul atau Ikatan Jangkar :  Digunakan untuk mengikat lobang di pinggir tenda agar kencang atau tegang. Untuk mengantisipasi perubahan cuaca€ yang datang secara mendadak, i

Menejemen Konflik : Model & Metode Resolusi Konflik

Gambar
Metode-metode Pengelolaan Konflik S timulasi konflik, yaitu upaya  menstimulasi konflik yang terlalu rendah sehingga pelaksanaan program menjadi lambat dengan agar menjadi konflik yang dapat memicu untuk persaingan untuk menuju ke hal-hal positip seperti percepatan kerja, pencapaian target yang lebih tinggi, memacu inovais dan kreativitas baru, dsb. Pengurangan atau penekanan konflik , yaitu upaya untuk mengurangi konflik yang terlalu tinggi sehingga berpotensi produktivitas, mengganggu kerjasama kelompok, terlantarnya pelaksanaan program, terganggunya emosi anggota kelompok, dsb. Penyelesaian konflik, yaitu upaya menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi agar tidak menganggu jalannya organisasi. Metode Stimulasi  Konflik Konflik yang terlalu rendah dapat  menyebabkan kehidupan organisasi menjadi pasif, kurang menantang, monoton sehingga menurunkan produktivtas, sikap inovatif dan motivasi meraih prestasi terbaik. Dalam menghadapi situasi semacam kehidupan organisasi p

Menejemen Konflik : Pengertian dan Faktor Penyebab Konflik

Gambar
Latar Belakang Sebagai pribadi atau individu manusia memiliki persamaan dan perbedaan  perilaku, pemikiran, motivasi, cara pandang, keinginan dan kebutuhan satu sama lain. Perbedaan-perbedaan tersebut sering memicu terjadinya konflik. Organisasi merupakan tempat manusia berinteraksi dalam kehidupan sosial untuk mencapai tujuan bersama. Tidak jarang dalam sebuah organisasi terjadi "konflik" karena perbedaan-perbedaan individual dimaksud di atas terbawa dalam kehidupan berorganisasi. Konflik dalam organisasi yang tidak ditangani  dengan baik dapat merusak kehidupan organisasi dan berpengerauh pada kepribadian masing-masing personal yang ada didalamnya. Oleh sebab itu "mengelola konflik" kini menjadi perhatian para ahli agar tidak menganggu kehidupan organisasi maupun pribadi. Pandangan Lama dan Baru   Dalam pandangan lama konflik dalam organisasi dipandang sebagai : Konflik dalam organisasi  dapat dihindarkan, oleh sebab itu dalam kehidupan organisasi ti

Permainan Pramuka Berkebutuhan Khusus : Pemboyong Sang Merah Putih

Gambar
NAMA PERMAINAN PEMBOYONG SANG MERAH PUTIH KATEGORI Permainan Pramuka Tuna Daksa TUJUAN Permainan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat patriotisme dan jiwa  nasionalisme SASARAN Setelah mengikuti permainan ini peserta mampu : Meningkatkan semangat patriotisme dan jiwa nasionalisme Memiliki kecintaan dan kebanggaan terhadap bendera nasional Menggunakan kursi roda dengan terampil Meningkatkan koordinasi mata dan anggota gerak METODE Permainan PESERTA Pramuka Siaga, Penggalang dan Penegak WAKTU 45 menit, dengan rincian : 10 menit Pengantar dan briefing. 25 menit Proses 10 menit Debriefing TEMPAT Di luar - di dalam ruangan PERALATAN Tongkat untuk tiang gawang dan tongkat bendera (3 buah) Lingkaran plastik/gelang-gelang dari selang/alat holahoop ukuran kecil sejumlah peserta (10 buah) TaIi Pramuka/rafia / kapur secukupnya untuk tanda batas arena Bendera merah putih di pinggir arena Peluit 1 buah PELAKSANA   Pengantar dan briefing (10 men

Permainan Pramuka Berkebutuhan Khusus : Mengenal Tempat Pelayanan Umum

Gambar
NAMA PERMAINAN MENGENAL TEMPAT PELAYANAN UMUM KATEGORI Permainan untuk Pramuka Tuna Daksa TUJUAN Permainan ini bertujuan untuk mengenalkan tempat-tempat pelayanan umum dan fungsinya. SASARAN Setelah mengikuti permainan ini peserta mampu: Menyebutkan tempat-tempat pelayanan umum Menyebutkan fungsi tempat-tempat pelayanan umum Melakukan koordinasi mata dan anggota gerak. METODE Permainan, Tanya Jawab PESERTA Pramuka Penggalang dan Penegak WAKTU 45 menit, dengan rincian : 15 menit Pengantar dan briefing 25 menit Proses   5 menit Debriefing TEMPAT Di luar - di dalam ruangan. PERALATAN Bola Kertas untuk menuliskan nama tempat pelayanan umum, dipasang di dada peserta Alat tulis PELAKSANAAN Pengantar dan briefing (15 menit) Pembina mengumpulkan peserta membentuk lingkaran. Pembina mengucapkan salam, memperkenalkan diri, dan berdoa. Pembina mengajak peserta melakukan tepuk Pramuka. Pembina menjelaskan tentang macam-macam tempat pelayanan umum d

Ice Breaker : "Jika - Maka"

Gambar
Pengantar Kerjasama kelompok yang efektif membutuhkan pemahaman terhadap kelebihan dan kekurangan para anggota kelompok satu sama lain. Hakekat kerjasama kelompok adalah mensinergikan semua kekuatan dan  saling menutup kekurangan yang dimiliki oleh tiap individu untuk mencapai tujuan bersama. Salah satu pilar dalam pembentukan kelompok yang efektif adalah komunikasi yang sehat, terbuka dan jujur. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk melatih  kemampuan berkomunikasi secara sehat, jelas dan jujur sehingga  dapat menjadi  "salah satu sikap positip" seorang anggota pramuka. Tujuan Memberikan pengalaman kepada anggota kelompok bahwa komunikasi yang sehat, terbuka dan jujur membutuhkan kemauan dan kebersamaan.  Memberikan dasar-dasar pentingnya membangun suasana kehidupan kelompok yang cair, penuh kegembiraan, saling mengisi dan saling menginspirasi.    Melatih konsentrasi, kerjasama dan pentingnya keterbukaan Alat yang Dibutuhkan Alat yang dibutuhkan : Selemba

Api Unggun : Tata Acara & Naskah Pembawa Acara

Gambar
Persiapan : Semua peserta sudah berkumpul membentuk lingkaran besar mengitari  kayu api unggun Petugas : Pembawa Acara, Sesepuh Upacara, Pemimpin Upacara, Pembawa Obor Utama, Pembawa Obor Dasa Darma, Petugas Do'a - telah siap. Semua perlengkapan upacara telah dicek dalam keadaan lengkap serta siap digunakan.   Pelaksanaan   Pembawa Acara Pramuka Putra & Putri : "Assalamualaikum warokhmatullahi wabarakatuh ..." "Salam Sejahtera bagi kita semua ..." "Salam Pramuka ...." Pembawa Acara Pramuka Putra : "Di malam yang hening dan sunyi, kita berkumpul membentuk lingkaran ..." Pembawa Acara Pramuka Putri : "Mempererat rasa persaudaraan, agar rasa kasih sayang yang ada tetap terpatri di hati ..." Pembawa Acara Putra : "Kita sering kehilangan arah, agar kita tak tertusuk panah, maka kita perlu Pemimpin Upacara ... " Pemimpin Upacara : Pemimpin upacara memasuki arena api unggun   Pembawa Acara Putri

Permainan Pramuka Berkebutuhan Khusus : Tugas Rahasia

Gambar
  NAMA PERMAINAN TUGAS RAHASIA KATEGORI Permainan untuk Pramuka Tuna Daksa TUJUAN Permainan ini bertujuan untuk menanamkan rasa tanggung jawab terhadap tugas. SASARAN Setelah mengikuti permainan ini peserta mampu: Bertanggungjawab menyampaikan pesan dengan benar Berkomunikasi dengan baik METODE Permainan PESERTA Pramuka Penggalang dan Penegak WAKTU 45 menit, dengan rincian : 10 menit Pengantar dan briefing 25 menit Proses 10 menit Debriefing TEMPAT Di luar - di dalam ruangan PERALATAN Kertas. Alat tulis. PELAKSANAAN Pengantar dan briefing (10 menit) Pembina mengumpulkan peserta. Pembina mengucapkan salam, memperkenalkan diri, dan berdoa. Pembina mengajak peserta melakukan tepuk pramuka/satu macam tepukan lainnya dan satu lagu kepramukaan. Peserta membentuk lingkaran besar dan merentangkan tangan untuk mengatur jarak. Pembina menjelaskan cara permainan sebagai berikut : (1)    Pesan disampaikan oleh pembina secara berbisik kepada peserta

Permainan Pramuka Berkebutuhan Khusus : Roda Kilat

Gambar
NAMA PERMAINAN RODA KILAT KATEGORI Permainan untuk Pramuka Tuna Daksa TUJUAN Permainan ini bertujuan untuk menghafalkan Dasa Darma Pramuka. SASARAN Setelah mengikuti permainan ini peserta mampu : Menyebutkan isi Dasa Darma Melakukan motorik kasar dan motorik halus Menggunakan kursi roda dengan terampil METODE Permainan PESERTA Pramuka Penggalang dan Penegak WAKTU 45 menit, dengan rincian : 10 menit Pengantar dan briefing 25 menit Proses 10 menit Debriefing TEMPAT Di luar - di dalam ruangan PERALATAN Kertas putih sejumlah Peserta Alat tulis Meja 1 buah diletakkan ditengah lingkaran PELAKSANAAN Pengantar dan briefing (10 menit) Pembina mengumpulkan peserta dan membentuk lingkaran. Pembina mengucapkan salam, memperkenalkan diri, dan berdoa. Pembina mengajak peserta melakukan tepuk Pramuka dan satu macam tepuk lainnya. Pembina menjelaskan cara permainan sebagai berikut : (1)    Setiap peserta membawa selembar kertas dan alat tulis. (2)    S

Pusdiklatcab Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Jambi

Gambar
Badge  Pusdiklatcab Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Jambi TALISATU : Kependekan dari kata “TANAH PILIH PESAKO BETUAH” yang juga merupakan Motto/Semboyan dari Pemerintah Kota Jambi. Mengandung arti  bahwa para Pelatih dihimpun dalam satu wadah/ikatan atau dihimpun di Pusdiklat TALISATU. MAKNA "TANAH PILIH PESAKO BETUAH"  "Tanah Pilih Pesako Betuah" mengandung pengertian secara harfiah , sebagai berikut : Tanah : permukaan bumi paling atas atau kondisi area suatu tempat.  Pilih : pilihan yang dipilih dari yang lain dengan teliti.  Pesako : warisan.  Betuah : memiliki kelebihan luar biasa (sakti) yang tidak dimiliki oleh yang lain  "Tanah Pilih Pesako Betuah" pada hakekatnya mengandung pengertian sebagai berikut : Melambangkan suatu pernyataan bahwa Kota Jambi adalah berasal dari tanah yang dipilih oleh Raja Jambi untuk dijadikan Pusat Pemerintahan Kerajaan Melayu Jambi yang diwariskan kepada kita yang mempunyai nilai-nilai seja

Permainan Pramuka Berkebutuhan Khusus : Mencari Rembulan/Bulan

Gambar
NAMA PERMAINAN MENCARI REMBULAN KATEGORI Permainan untuk Pramuka Tuna Daksa TUJUAN Permainan ini bertujuan untuk mengenalkan arah mata angin. SASARAN Setelah mengikuti permainan ini peserta mampu : Menyebutkan 4 arah mata angin utama Melakukan koordinasi anggota tubuh Bekerjasama dalam kelompok METODE Permainan PESERTA Pramuka Siaga dan Penggalang WAKTU 45 menit, dengan rincian : 10 menit Pengantar dan briefing 25 menit Proses 0 menit Debriefing TEMPAT Di luar - di dalam ruangan PERALATAN Balon/bola (1 buah) diibaratkan sebagai rembulan Tongkat pramuka 4 buah Kartu huruf bertuliskan huruf-huruf SELATAN, UTARA, BARAT, TIMUR Peluit 1 buah PELAKSANAAN     Pengantar dan briefing (10 menit) Pernbina mengumpulkan peserta dan membentuk angkare. Pembina mengucapkan salam, memperkenalkan diri, dan berdoa. Pembina mengajak peserta melakukan tepuk Pramuka. Pembina menjelaskan cara permainan sebagai berikut : (1)    Pembina membentuk kelompok bera

Permainan Pramuka Berkebutuhan Khusus : Juru Rias

Gambar
NAMA PERMAINAN JURU RIAS KATEGORI PERMAINAN UNTUK PRAMUKA TUNA DAKSA TUJUAN Permainan ini bertujuan untuk melatih kemandirian dalam berpakaian. SASARAN Setelah mengikuti permainan ini peserta mampu: Memasang dasi/kacu/setangan leher Pramuka Melakukan koordinasi anggota tubuh Bekerjasama METODE Permainan PESERTA Pramuka Siaga dan Penggalang WAKTU 45 menit, dengan rincian : 15 menit Pengantar dan briefing 20 menit Proses 10 menit Debriefing TEMPAT Di luar ruangan. PERALATAN Dasi/kacu/setangan leher pramuka Pengikat/ring bagi peserta putra PELAKSANAAN Pengantar dan briefing (15 menit) Pembina mengumpulkan peserta dan membentuk angkare. Pembina mengucapkan salam, memperkenaikan diri, dan berdoa. Pembina mengajak peserta melakukan tepuk Pramuka/satu macam tepuk lainnya dan satu lagu kepramukaan. Pembina memberikan contoh memasang dasi/kacu/setangan leher Pramuka. Pembina menjelaskan cara permainan sebagai berikut : (1)    Pembina mengum

Ice Breaker sebagai Media Pendidikan Kepramukaan

Gambar
Pengantar Sistem pendidikan kepramukaan yang menekankan pentingnya sistem beregu memerlukan pembentukan suasan latihan/belajar dalam kelompok yang baik dan nyaman. Kelompok yang dinamis dengan para anggota yang bersedia  saling mengisi, saling bekerjasama, saling memotivasi, saling menginspirasi dan saling memuliakan akan sangat menentukan keberhasilan sebuah latihan kepramukaan baik dalam bentuk latihan mingguan, perkemahan, gladian satuan, latihan pengembangan kepemimpinan, kursus-kursus  dan berbagai jenis pertemuan lainnya. Pengelolaan kehidupan beregu atau kehidupan kelompok harus selalu menjadi perhatian oleh Para Pembina sebelum sebuah proses latihan kepramukaan dilaksanakan. Permainan "ice breaker" adalah salah satu cara yang cukup  efektif untuk memulai sesi pelatihan atau "team building"  sebelum proses utama pelatihan dilaksanakan. "Ice breaker" dapat mencairkan suasan kebekuan, sifat saling menunggu, sifat menjaga jarak, sifat enggan

Pendidikan Nilai : Senyum Sedotan

Gambar
Konsep  "Senyum Sedotan" merupakan permainan sederhana yang efektif  dijadikan media pendidikan untuk penyadaran tentang arti tersenyum, tertawa dan bahagia. Bahwa dalam alam nyata kehidupan tidak selamanya menyenangkan memang benar namun terlalu larut dalam kesedihan akan menyebabkan kegagalan untuk menggapai langkah-langkah kehidupan berikutnya. Hal inilah yang menjadi inti dari permainan "senyum sedotan" yaitu agar peserta didik memiliki kemampuan untuk keluar dari tekanan lingkungan yang kadang tidak sesuai dengan keinginan dirinya. Tujuan Permainan ini efektif membantu peserta didik untuk mengembangkan sikap empati, memaafkan, optimis dan mampu berdamai dengan kenyataann dirinya sendiri. Cara Penyampaian Sampaikan permainan secera sederhana, sesuaikan dengan jenjang peserta didik, serta berpeganglah pada rumus KISS (kerjakan itu dengan singkat dan sederhana. Sesuatu yang singkat dan sederhana akan lebih berkasan pada diri anak-anak dan mereka

Afirmasi Alat Bantu Pendidikan Nilai

Gambar
Pengantar  Dalam pendidikan kepramukaan  seyogyanya janganlah bermain hanya untuk permainan itu sendiri. Gunakanlah permainan sebagai media pendidikan yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan, mengubah perilaku dan meningkatkan ketrampilan. Demikian pula   bernyanyi, tepuk tangan, menari, bercerita, menggambar dan berbagai aktivitas lain janganlah hanya berhenti sebagai sebuah nyanyian, sebuah tepuk tangan, sebuah cerita dan sebuah gambar tanpa makna. apa-apa. Contoh : salah satu tolok  ukur  “mendongeng” dapat  menjadi media pendidikan yang efektif  dalam kepramukaan,  jika setelah kegiatan mendongeng  para Siaga dapat merumuskan kata-kata  : “Saya bangga menjadi Siaga yang jujur kerena pribadi yang jujur adalah pribadi yang tidak merugikan sesam a”. Rumusan kalimat  di atas yang disebut dengan “afirmasi” Afirmasi sebagai Alat Bantu  Pendidikan Nilai Pasal 11, Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka menyatakan bahwa pada hakikatnya semua kegiatan dalam Geraka