Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2012

Baris-berbaris : Bentuk Barisan dengan Isyarat Tangan

Gambar
Pengantar Bentuk barisan dengan isyarat tangan merupakan metode baris berbaris dalam pendidikan kepramukaan yang sangat penting untuk menanamkan sikap disiplin, kerjasama, kekompakan, kecermatan kerjasama kelompok, rasa saling percaya dan sikap penuh tanggungjawab untuk menjaga reputasi kelompok (regu/sangga). Kegiatan ini merupakan jenis kegiatan membentuk formasi berbagai bentuk barisan yang disesuaikan dengan isyarat tangan oleh Kakak Pembina, Pembantu Kakak Pembina, Pemimpin Sangga atau  oleh berbagai pihak lain yang menjadi pemimpin barisan. Baris berbaris membentuk barisan dengan isyarat tangan bisa dilombakan antar gugusdepan maupun antar kwartir. Kegatan ini juga bisa menjadi sebuah eksebishi yang menarik kepada masyarakat luas karena akan dapat mencerminkan sikap sikap disiplin, kerjasama, kekompakan, kecermatan kerjasama kelompok, rasa saling percaya dan sikap penuh tanggungjawab para anggota Pramuka. Perubahan dari satu formasi ke formasi lain akan membentuk sebuah

Baris-berbaris dalam Pendidikan Kepramukaan

Gambar
Pengantar Latihan baris berbaris merupakan salah satu cara untuk menanamkan  rasa disiplin, kebiasaan hidup tertib, memupuk kerjasama dan keleluargaan, serta memupuk sikap bertanggung jawab dan dapat dipercaya. Disiplin terutama disiplin pribadi merupakan salah satu bentuk untuk menunjukkan citra seorang Pramuka. Oleh karena itu pembentukan dan penanaman sikap disiplin merupakan salah satu tuntutan yang wajib dipenuhi oleh Gerakan Pramuka dalam usahanya menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan rokhani dan jasmani para anggotanya. Para Pembina Pramuka dituntut untuk mampu menyelenggarakan berbagai bentuk latihan yang menarik, di alam terbuka dan mampu memupuk disiplin dan kerjasama kelompok. Baris berbaris dengan berbagai aturan dan variasinya merupakan salah satu materi yang tepat untuk pendidian disiplin dan kerjasama kelompok. Penyajian Kegitan Baris Berbaris dalam Kepramukaan akan disajikan dalam bentuk : barisan atau pasukan yang menggunakan tongkat pramuka. baris

PPPK : Sakit karena Sengatan Sinar Matahari

Gambar
Pengantar Kegiatan Pramuka kadang dilaksanakan di alam terbuka dalam susana panas matahari. Kadang ditemuka ada anggota pramuka yang tiba-tiba merasa demam, pusing kepala, naik temperature tubuh, atau muntah-muntah akibat sengatan panas matahar. Untuk memberikan pertolongan anggota pramuka atau orang yang sakit karena sengatan panas matahari dapat dilakukan dengan cara  sbb :   Gambar 1 :  Segera bawa korban ke tempat yang dingin dan berilah segera pertolongan medis.  Gambar 2 :  Bersihkan anggota badan dan wajah korban dengan air panas-kuku.     Gambar 3  :  Tempatkan korban di atas lapisan basah untuk mendinginkan suhu tubuh.   Gambar 4 :   Berikan korban dengan cairan yang bisa merangsang atau  menyadarkan, tetapi bukan alcohol.  Gambar 5 :   Bila pertolongan pertama dianggap sudah cukup bawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis berikutnya. Selamat berlatih, salam pramuka.

PPPK : Mengeluarkan Debu atau Pasir yang Masuk ke Mata

Gambar
Pengantar Dalam pelaksanaan latihan atau kegiatan pramuka di alam terbuka kadang-kadang terjadi kecelakaan kecil yang perlu penanganan segara. Debu atau pasir yang masuk ke mata merupakan salah satu kecelakaan ringan yang kadang terjadi. Namun demikian kecelakaan ringan ini jika pertolongan pertamanya tidak tepat akan menimbulkan sakit yang lebih parah. Di bawah ini adalah beberapa cara pertolongan pertama  khusnya cara  mengeluarkan debu atau pasir yang masuk ke mata.       Gambar 1 : Ketika debu atau pasir masuk ke mata, korban tidak boleh menggosok-gosok matanya karena berpotensi menimbulkan luka akibat gesekan debu atau pasir dengan kelopak mata.                   Gambar 2 : Biarkan air mata terus mengalir, kedip-kedipkan mata pelahan-lahan, dengan derasnya air mata yang mengalir maka biasanya pelan-pelan debu atau pasir yang masak akan keluar terbawa oleh air mata tersebut.                     Gambar 3 : Jika de

Sejarah Kelahiran Gerakan Pramuka

Gambar
Gerakan penentangan terhadap pendirian Gerakan Pioner Muda oleh PKI telah menyatukan tokoh-tokoh Kepanduan saat itu. Pada tanggal 9 Maret 1961 para Pemimpin Pandu yang mewakili organisasi-organisasi kepanduan nasional Indonesia yang ada, dipimpinan Pandu Agung Indonesia, Sri Sultan Hamengkubuwono IX  menghadap Bung Karno memohon agar bersedia  mengamanatkan kepada  semua organisasi kepanduan yang ada untuk meleburkan diri dalam satu wadah organisasi kepanduan nasional, yaitu satu Organisasi  Kepanduan Nasional yang berdasarkan Pancasila yang isi dan arah kegiatannya sesuai dengan kebutuhan bangsa dan negara yang sedang membangun  mengisi cita-cita kemerdekaan  17 Agustus 1945. Permohonan dari para pimpinan Gerakan Kepanduan di atas disetujui oleh  Bung Karno selaku selaku Presiden Republik Indonesia. Beliau mengamanatkan kepanduan yang  harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti,  seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut   P

Kwartir Cabang Kabupaten Tabalong

Gambar
Pofil  Gedung Joeang Jl. Ir.PHM Noor Pembataan Tanjung - Tabalong Kalimantan Selatan  Web log : http://pramukatabalong.blogspot.com/ PENGURUS KWARTIR CABANG GERAKAN PRAMUKA KABUPATEN TABALONG MASA BAKTI 2009 – 2014 No. Nama Lengkap Jabatan Kwarcab 1.         H. M u c h l i s, S.H Ketua Kwartir Cabang Tabalong 2.         Drs. H. Juhrani Asham, S.Ag, MM Waka / Kabid I Kwartir Cabang 3.         Mayor Inf. Edy Susanto Waka / Kabid II Kwartir Cabang 4.         Kompol. Pasma Royce, S.IK Waka / Kabid III Kwartir Cabang 5.         Drs. H. Erwan Mardani, SH, M.AP Waka / Kabid IV Kwartir Cabang 6.         Drs. H. Syabilarrusdi Waka / Kabid V Kwartir Cabang 7.         Syam Indra Permana, S.Pt, MM Sekretaris Kwartir Cabang 8.         Syaiful Arifin, S.Pd Wakil Sekretaris I Kwarcab 9

Bung Karno : Pidato Di Depan Pimpinan Pandu Indonesia

Gambar
Pidato PJM Presiden pada hari Kamis, tanggal 9 Maret 1961,  djam 20.00 jang disampaikan kepada Para Pemimpin Pandu jang mewakili Organisasi-organisasi Kepanduan jang terdapat di Indonesia. Saudara-saudara sekalian, Ada satu hal yang amat penting, jang hendak saja beritahukan kepada Saudara-saudara sekalian sebagai berikut : Saudara-saudara sekalian mengetahui, bahwa kita sekarang ini sedang didalam satu revolusi jang maha hebat. Malah satu revolusi jang sebagai saja kata-kan didalam salah satu pidato, lebih besar daripada revolusi lain-lain Bangsa; lebih besar daripada revolusi Amerika abad ke-18; lebih besar dari revolusi Perantjis -achirabad ke-18; lebih besar daripada revolusi Sovjet, ialah oleh karena revolusi kita ini satu revolusi jang kataku tempo hari ber-pantja¬muka, ja- revolusi Nasional, ja, revolusi poltik, ja, revolusi sosial, ja revolusi kebudajaan kultureel, ja, revolusi membangun manusia Indonesia baru; sedangkan revolusi-revolusi-jang lain itu adalah revo

Merangkai Gambar (Permainan Kepemimpinan Penegak)

Gambar
Konsep Merangkai gambar merupakan sebuah permainan yang sederhana yaitu : bekerja secara kelompok untuk  merangkai potongan-potongan gambar sehingga menjadi sebuah gambar yang utuh. Meski demikian dengan rekayasa tertentu pemainan ini dapat menjadi media memahami, meghayati dan melatih seorang Pramuka Penegak Pandega dalam hal menganalisis situasi, mengambil keputusan dan mengembangkan inisiatif demi terwujudnya efektifitas kerja sebuah kelomopok/sangga.  Alur Permainan Alur permainan ini agar efektif sebagai media pembelajaran dan pengembangan potensi kepemimpinan para Pramuka Penegak dan Pandega maka harus diterapkan dengan urutan : bermain – mengalami – menghayati – mendiskusikan – menyimpulkan dan mengambil pelajaran. Alur yang demikian merupakan salah satu metode pendidikan andragogi atau pendidikan orang dewasa atau juga sering disebut dengan pendidikan partisipatif, yang sangat sesuai dengan alam Pramuka Penegak dan Pandega.   Spesifikasi Format     :    Permainan

Tali - temali : Jenis-jenis Ikatan

Gambar
Ikatan Palang   Gambar 1   : buatlah simpul palang pada tiang Z, lalu belitkan sisa simpul itu (A) pada a Gambar 2 :   belitkan  tali a berkali-kali melalui tiang Y dan Z Gambar 3 :        Kalau dilakukan dengan benar maka hasil ikatan yang dilakukan pada langkah pertama dan kedua akan tampak seperti pada gambar di atas.   Gambar 4 : Ikatan palang yang dilihat dari samping Gambar 5 : Setelah sedemikian rupa dan cukup banyak belitan-belitan yang mengikat tiang Y dan Z itu, maka belitan-belitan tersebut dibelit lagi oleh sisa a sehingga belitan akan menjadi kuat dan akhiri dengan simpul pangkal pada tiang Y Ikatan Canggah Gunanya untuk menyambung dua buah tiang atau untuk membuat canggah. Caranya dimulai dengan membuat simpul pangkal pada satu tiang, lalu tali itu dibelitkan beberapa kali pada kedua tiang, setelah belitan itu dibelit lagi dengan tali yang itu juga antara kedua tiang, kemudian ikatan itu diakhiri dengan simpul pada tiang y