IKLAN PRODUK HUBUNGI ADMIN

ENSIKLOPEDI PRAMUKA.....

Sejarah Panjang Gerakan Pramuka telah melahirkan banyak peristiwa,tokoh,benda tradisi istilah kependidikan istilah organisasi dan berbagai hal lainya yang pelu di dokumentasikan......

KA MABINAS GERAKAN PRAMUKA DARI MASA KE MASA

KA.Mabinas Gerakan Pramuka Dari Masa ke Masa:Diawali oleh Ir Soekarno, Soeharto,Baharudin Jusup Habibie,K.H.Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri dan Soesilo Bambang Yudhoyono...

PANJI GERAKAN PRAMUKA...

ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Sri Sultan Hamengku Buwono IX menerima Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Pramuka dari Presiden Soekarno pada tanggal 14 Agustus 1961 di Istana Merdeka

APEL BESAR...

Para penggalang Putra dan Putri mengikuti Apel Besar Hari Pramuka yang Diselenggarakan tanggal 18 Agustus 1986 di Istana Merdeka Jakarta.......

KA KWARNAS GERAKAN PRAMUKA DARI MASA KE MASA.

Ka Kwarnas Gerakan Pramuka dari masa ke masa : Sri Sultan Hamangkubuwono IX 1961-1974, H.M. Sarbini 1974-1978(meninggal Th 1977), Mashudi 1974-1993, Himawan Sutanto 1993-1998, H.A. Rivai Harahap 1998-2003,Azrul Azwar 2003-2013,Adhyaksa Dault 2013-2018.

Dec 28, 2015

Usaha Dana Pramuka (3) : Tata Organisasi Tim Sponsorship Kegiatan Pramuka



Pengantar
  • Pada tulisan bagian 2 tentang Tahapan Kerja Tim Sponsoorship Kegiatan Pramuka telah dijelaskan tahap-tahap yang harus dilakukan dalam menyukseskan upaya mencari sponsor kegiatan. Tata organisasi adalah cara membagi pekerjaan pada masing-masing tahap dalam sebuah model organisasi. Organisasi yang baik harus mampu mewadahi seluruh tahapan kerja, membagi seluruh pekerjaan dan mengatur hubungan kordinasi, pelaporan dan tanggungjawab masing-masing personal yang diserahi tugas.
  • Tidak ada bentuk baku organisasi tim sponsorship kegiatan pramuka. Yang harus diperhatikan, bentuk organisasi yang disusun harus mampu membagi habis tugas  perencanaan, penjualan dan negosiasi,  produksi dan implementasi, pertanggungjawaban dan laporan, serta tugas-tugas evaluasi. Masing-masing pekerjaan bisa disatukan namun bisa dibedakan dalam struktur/kotak organisasi yang berbeda, tergantung besar kecilnya kegiatan atau juga tergantung besar kecilnya target sponsor yang harus didapatkan.
Kedudukan Tim Sponsorship dalam Organisasi Kepanitiaan Kegiatan
  • Tim sponsorship merupakan bagian dari organisasi besar kepanitiaan sebuah kegiatan.  Oleh sebab itu Tim Sponsor tidak boleh bergerak dan berjalan sendiri, merasa paling penting dan merasa paling dibutuhkan. 
  • Tim sponsor harus mampu menjalin kerjasama dengan bagian lain dalam kepanitiaan secara erat, kolaboratif, kordinatif dan saling memahami.  Bentuk organisasi tim sponsor bisa setingkat seksi, setingkat bidang, departemen atau bahkan setingkat ketua atau wakil ketua, di bawah ketua umum panitia. 
  • Tim sponsor bisa berkedudukan khusus di bawah ketua kwartir atau ka mabigus, misalnya bisa juga sejajar dengan seksi, bidang, departeman atau ketua-ketua lain dalam sebuah organisasi pelaksana kegiatan pramuka. Jika sejajar dengan bagian lain maka strukturnya akan tampak  seperti tampak pada gambar di bawah ini :


Model Organisasi Tim Sponsorship Kegiatan Pramuka

Dimanapun keudukannya, hendaknya susunan organisasi tim sponsor disusun secara spesifik, semi mandiri, mampu melakukan "one stop services" pada mitra kerja serta  memiliki ruang kordinasi yang luas, hal ini karena :
  1. Pekerjaan sponshorship membutuhkan kecepatan pelayanan baik surat-menyurat, informasi maupun kordinasi. Jika semua menggantungkan pada Panitia Induk maka akan mengalami pelambatan dan bisa kehilangan peluang.
  2. Penanganan klien/mitra harus bersifat khusus mengingat keinginan klien/mitra biasanya  sangat beragam dan membutuhkan kedalaman diskusi.
  3. Semakin banyak klien/mitra yang menjadi target sponsor akan semakin komplek pula kordinasi, informasi dan pengambilan keputusannya. Mitra/klien sponsor umumnya tidak hanya melayani satu organisasi saja – maka siapa yang lambat akan ditinggalkan.
  4. Standar pelayanan dan mutu pekerjaan dari klien/mitra umumnya sangat tinggi sehingga perlu penanganan yang focus dan professional.
Atas sejumlah pertimbangan di atas maka model organisisasi Tim Sponsorship Kegiatan Kepramu-kaan, salah satunya bisa dalam bentuk seperti di bawah ini :




Uraian Tugas dan Sistem Kordinasi

Ketua Tim Sponsorship 
  1. Bersama-sama Ketua Panitia dan Ketua lain menyusun kebijakan sponsorship seperti berapa target sponsorship, mana yang boleh disponsorkan mana yang tidak, sponsor mana yang boleh da mana yang tidak.
  2. Bertugas memimpin, mengendalikan dan mengontrol seluruh kegiatan sponsor dari mulai perencanaan hingga pertanggungjawaban dan evaluasi.
  3. Melakukan kordinasi lintas bidang, misalnya jika ada sponsor yang ingin memberikan hadiah dalam sebuah upacara penutupan, maka Ketua Tim harus berkordinasi dengan Ketua Protokoler dan memastikan hal itu bisa dilakukan.
Tim Sekretariat Sponsorship
  1. Memberikan dukungan surat menyurat, dokumen (proposal), kontrak kerjasama kepada Tim Penjualan dan Pelayanan Mitra Kerja.
  2. Mendokumentasikan seluruh data, dokumen, informasi  dan material kerjasama sponsorship.
  3. Berkordinasi dengan Sekretaris Panitia.
Tim Keuangan Sponshorship
  1. Menyusun dan mengendalikan kebutuhan biaya operasional, produksi dan pelayanan mitra kerja.
  2. Melaksanakan, mengendalikan dan mempertanggungjawabkan seluruh proses transaski keuangan Tim Sponsorship.
  3. Menyusun laporan perkembangan pendapatan sponsor dari waktu ke waktu
  4. Berkordinasi dengan Bendahara Panitia.
Bidang/Seksi Perencanaan
  1. Menyusun target pendapatan sponsor dan target mitra sponsor (perusahaan/lembaga yang potensial menjadi sponsor)
  2. Menyusun  jenis-jenis kreatif sponsorship baik yang berupa media kreatif, kegiatan kreatif, model kreatif panitia dan pelayanan peserta (kaos, topi, tas, slayer, buku panduan dll), kreatif penataan lokasi kegiatan (tong sampah, papan petunjuk, baliho, pintu masuk), dsb.
  3. Menyusun paket-paket sponsorship yang menarik baik dari segi harga, jenis materi promosi, jenis kegiatan maupun jenis-jenis sponsor lainnya.
  4. Menyusun proposal penjualan sponsorship semenarik dan sekreatif mungkin.
  5. Menemani Tim Penjualan dan Pelayanan Mitra Kerja sponsor untuk presentasi, diskusi kreatif dengan mitra sponsor maupun mencar ide-ide baru untuk mempertemukan aspirasi sponsor dengan peningkatan kualitas kegiatan.
Bidang/Seksi Penjualan & Pelayanan Mitra Sponsor

    1. Menyusun rencana penjualan/distribusi penawaran proposal sponsorship dilengkapi dengan kontak person yang bisa dihubungi sewaktu-waktu.
    2. Mengecek distribusi penawaran proposal apakah sudah sampai sesuai tujuan atau belum
    3. Melakukan kordinasi dan informasi untuk meminta waktu presentasi
    4. Melaksanakan tawar menawar dan deal dengan pihak sponsor serta memfinalisasi surat perjanjian kerjasama.
    5. Menjembatani aspirasi dan kepentingan mitra sponsor dengan Panitia Pelaksana secara kesluruhan agar apa yang menjadi pokok-pokok kerjasama dapat terlaksana dengan baik.
    6. Menjalin kerjasama erat dengan mitra sponsor selama kegiatan berlangsung.
    Catatan :  Seksi Penjualan & Pelayanan Mitra Sponsor (klien services) sebaiknya 1 orang menangani tidak lebih dari 5 mitra sponsor. Jika mitra sponsor membantu dana dalam jumlah  besar – misalnya sponsor utama maka harus ditangani oleh 1 orang, bahkan bisa lebih.

      Bidang Produksi/Implementasi


        1. Melaksanakan produksi jenis-jenis media sponsor sesuai dengan order dari Tim Penjualan & Pelayanan Mitra Sponsor.
        2. Berkordinasi dengan Tim Penjualan & Pelayanan Mitra Sponsor serta Mitra Sponsor dalam hal pembuatan desaian kreatif, produksi dan implementasi (pemasangan dan distribusi) media sponsor.
        Bidang Pelaporan dan Evaluasi

          1. Mendokumentasikan seluruh kegiatan sponsorship baik dalam bentuk dokumen tertulis, foto, video maupun bukti-bukti fisik (kaos, topi, dll) untuk menjadi bahan laporan ke mitra kerja.
          2. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan sponsorship untuk laporan, penagihan atau ucapan terimakasih kepada  mitra kerja sponsor.
          3. Melaksanakan evaluasi kegiatan sponsorship.
          Selamat berkreasi dalam semengat kemandiriran. Salam Pramuka. Bersambung.

                          Lihat entry/topik terkait :
                          Penulis :
                          Anis Ilahi Wh  (Ketua DKD Kwarda DIY  1987 - 1991) diramu dari berbagai sumber.






                          Share:

                          Dec 26, 2015

                          Usaha Dana Pramuka (2) : Tahapan Kerja Tim Sponsorship Kegiatan Pramuka

                          Pengantar

                          1. Sukses tidaknya meraih kerjasama atau dukungan sponsor terhadap program dan kegiatan pramuka tergantung bagaimana cara mengelola kerjasama tersebut. Pihak mitra sponsor umumnya mensaratkan kerja yang tertata dan terencana rapi, dilaksanakan sesuai komitmen, dipertanggungjawabkan dengan bukti-bukti yang transparan dan apa adanya serta dilaporkan sesuai fakta, waktu dan standar yang ditetapkan. Hal itu karena pihak mitra sponsor harus mempertanggungjawabkan seberapa  besar “manfaat” yang diperoleh atas “dana atau dukungan” yang telah diberikan kepada kegiatan dimaksud.
                          2. Agar pekerjaan kerjasama sponsorship dapat terlaksana dengan baik, berkelanjutan dan harmonis, maka pelaksanaan kegiatan sponsorship harus dikelola dengan menejemen yang baik dan berdasarkan tahapan yang baik dan tertata. Tanpa upaya itu maka kerjasama sponsorship akan berpotensi gagal dan  mengecewakan mitra sehingga kerjasama tidak berkelanjutan.
                          3. Tahapan-tahapan menjalin kerjasama sponsorship terdiri dari : tahap perencanaan, tahap penjualan dan negosiasi, tahap produksi dan implementasi, tahap pertanggungjawaban dan laporan, tahap evaluasi. 
                          4. Gambar tahapan kerja Sponsorship :


                          Tahap 1 : Perencanaan Kerjasama Spsonsorship
                          1. Ada dua hal yang harus disiapkan yaitu persiapan teknis dan persiapan strategis. Persiapan teknis paling tidak berisi tujuan, target pendapatan – penjualan sponsorship (lihat entry perencanaan keuangan dan taret sponsor), potensial klien, waktu pelaksanaan, organisasi (pembagian tugas) tim sponsor,  dsb. Persiapan teknis disusun dalam sebuah proposal untuk kepentingan internal atau laporan kepada Ketua Panitia Pelaksana (lihat entry proposal teknis kegiatan sponsorship).
                          2. Persiapan strategis, paling tidak berisi informasi kegiatan, keunggulan kegiatan, jenis-jenis/peluang kerjasama sponsor, harga paket sponsor, contoh-contoh media sponsor – spanduk, kaos, topi, bak sampah, dll. Persiapan strategis disusun dalam sebuah proposal “sponsorship” untuk kepentingan eksternal atau diedarkan kepada calon mitra sponsor (lihat entry : contoh pemaketan harga sponsorship kegiatan dan  juga entry : contoh proposal sponsorship).

                          Tahap 2 : Penjualan, Presentasi dan Negosiasi

                          Tahap penjualan dan negosiasi merupakan tahap mendistribusikan proposal sponsorship yang telah disusun pada tahap perencanaan. Beberapa hal yang harus diketahui pada saat mendistribusikan proposal sponsor :
                          1. Akan lebih baik sebelum surat dan proposal sponsorship dikirim, sudah kenal atau tahu terlebih dahulu pejabat yang berwenang mengambil keputusan sponsorship di perusahaan/lembaga yang akan dituju.  Jika sudah kenal buatlah perjanjian untuk bertemu, presentasi atau janji akan mengirim surat dan proposal. 
                          2. Kirimlah surat dan proposal pada lembaga atau perusahaan yang dituju, mintalah tanda terima surat dan proposal yang dikirim. Tanda terima berisi : siapa yang menerima, tanggal terima, kontak/telp/email yang bisa dihubungi untuk konfirmasi.
                          3. Tindaklanjuti surat yang sudah dikirim yaitu  menanyakan surat sudah sampai mana, apa keputusan pimpinan, kapan bisa presentasidsb. Tindak lanjut bisa melalui konfirmasi telepon, mendatangi calon mitra, atau cara-cara lainnya misalnya minta bantuan orang yang berpengaruh, dsb.
                          4. Jika diundang untuk presentasi berarti mitra sponsor sudah mulai berminat,  siapkan presentasi dengan baik, menarik dan meyakinkan.
                          5. Lakukan negosiasi jika mitra sponsor sudah tertarik, jangan terlalu kaku, cari jalan tengah. Sudah lazim kalau mitra sponsor akan meminta kompensasi sebanyak-banyaknya dengan harga semurah-murahnya. Tawar menawar dan negosiasilah dengan baik dan fair.
                          6. Jika negosiasi sudah deal atau sepakat, siapkan kontrak kerjasama yang mengatur hak dan kewajiban kedua belah pihak termasuk cara dan jadwal pembayaran.
                          7. Lakukan kordinais pada saat produksi dan implementasi sponsorship dengan mitra sponsor agar tidak terjadi kesalahan baik dalam proses produksi maupun pemasangan/penggunaan media sponsor. Mitra kerja sering tidak mau mambayar jika ada kesalahan produksi media sponsor yang tidak sesuai komitmen.

                          Tahap 3 :  Produksi dan Implementasi
                          • Tahap Produksi dan Implementasi adalah tahap melaksanakan hal-hal yang sudah disepakati antara Panitia Kagiatan yang diwakili oleh Tim Sponsor dengan Mitra Sponsor. Hal terbaik yang dilakukan adalah apa yang disepakti harus dilakukan atau diimplementasikan. Misalnya sebuah lembaga/perusahaan menyepakati menyeponsori  Raimuna Ranting, sbb :

                          • Dari contoh paket di atas maka materi yang harus diproduksi adalah kaos, spanduk, umbul-umbul, dan tenda kerucut untuk pameran. Tim Produksi harus membuat materi tersebut dengan spesifikasi jumlah, bentuk, warna, model, ukuran sesuai kesepakatan dengan sponsor. Setelah selesai diproduksi maka harus didistribusikan atau dipasang sesuai kesepakatan baik lokasi, lama waktu maupun jumlah pemasangannya, kadang juga ada yang minta tinggi rendahnya tempat pemasangan.

                          Tahap 4 : Pertanggungjawaban dan Laporan
                          • Sejumlah mitra sponsor umumnya meminta laporan pertanggungjawaban atas pekerjaan sponsorship yang terlah dilaksanakan. Bahkan beberapa mitra sponsor menjadikan laporan pertanggungjawaban sebagai syarat pencairan dana sponsorship. Oleh sebab itu Panitia atau Tim Sponsor berkewajiban menyusun laporan kepada mitra sponsor. Laporan pertanggungjawaban ke mitra sponsor secara garis besar dibagi menjadi dua, pertama “laporan singkat penyelenggaraan kegiatan” dan kedua, "laporan kegiatan sponsorship dari mulai perencanaan, produksi, implementasi hingga selesai". Laporan disertai dengan foto-foto sebagai bukti, termasuk foto spanduk atau umbul2 yang terpasang, kaos dan topi yang dipakai panitia, dan berbagai jenis pemasangan media sponsor lainnya sesuai perjanjian.
                          Tahap 5 :  Evaluasi

                          Tahap evaluasi dilaksanakan untuk menilai proses, kekurangan, keberhasilan, dan hambatan-hambatan yang terjadi. Evaluasi lebih bersifat untuk kepentingan internal panitia dan digunakan untuk perbaikan di masa datang. Evaluasi dapat dilakukan dengan cara :
                          • Membandingkan antara target, misalnya target sponsor  10 juta rupiah. Kalau tercapai apa faktor suksesnya, kalau tidak tercapai apa faktor penghambatnya.
                          • Pelayanan pada mitra, apakah sudah sesuai komitmen apa belum, faktor suksesnya apa faktor penghambatnya apa.
                          • Manfaat bagi kegiatan, apakah sponsor yang didapat mampu meningkatkan kualitas kegiatan atau tidak, kalau bermanfaat faktornya apa, kalau tidak bermanfaat faktornya apa.
                          • Organisasi atau Tim Sponsor, efektif atau tidak cara kerjanya, cara kerja apa yang harus dipertahankan, apa yang harus ditingkatkan, dan apa yang harus dihindar.
                          • dsb.

                          Selamat berkreasi. Bersambung. Salam Pramuka.

                          Lihat entry/topik terkait :
                          Penulis :
                          Anis Ilahi Wh  (Ketua DKD Kwarda DIY  1987 - 1991) diramu dari berbagai sumber.







                          Share:

                          Dec 21, 2015

                          Usaha Dana Pramuka (1) : Jenis Sponsorship Kegiatan Pramuka


                          Pengantar


                          Undang-undang No 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, Bab VII tentang Keuangan, Pasal 43 ayat 1 menyatakan : Keuangan Gerakan Pramuka diperoleh dari (a) iuran anggota sesuai dengan kemampuan, (b) sumbangan masyarakat yang tidak mengikat, dan (c) sumber lain yang tidak lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.


                          Gerakan Pramuka dalam melaksanakan program dan kegiatannya dapat menjalin kerjasama sponsorship dengan berbagai pihak seperti perusahaan, yayasan, dan beragam jenis lembaga lainnya. Kerjasama sponsorship   merupakan salah satu bentuk usaha dana yang sejalan dengan Undang-undang No 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dimaksud. Sponsorship sering diartikan sebagai dukungan dana oleh sebuah perusahaan atau lembaga  kepada suatu organisasi, orang, atau aktivitas yang dipertukarkan dengan publisitas merek dan merupakan suatu upaya kerjasama  untuk membangun citra dan memperluas pasar (konsumen). 


                          Potensi Kegiatan Pramuka sebagai Media Sponsorship

                          Dalam menjalin kerjasama sponsorship para penyelenggara kegiatan kepramukaan hendaknya jangan hanya melihat kegiatan sponsorship semata-mata sebagai aktivitas penggalangan dana untuk mendukung acara kegiatan yang dibuat. Cara seperti ini menunjukan kesalahan cara pandang sehingga kerjasama sponsorship tidak bisa berumur panjang, penuh masalah dan tidak memberikan keuntungan siginifikan  kepada mitra sponsor.  Bisa jadi dengan kerjasama seperti ini penyelenggara kegiatan akan tetap berhasil mendapatkan sponsor, tapi akan gagal mempertahankan hubungan kerjasama jangka panjang, berkelanjutan, saling menguntungkan dan menjalin hubungan kemitraan yang berkualitas. Ketatnya persaingan pemasaran produk dan jasa telah mengubah kegiatan sponsorship secara drastis. Sponsorshipnya tidak sekedar upaya "menyumbang dana" tetapi harus dapat dijadikan sebagai media mengembangkan kegiatan pemasaran untuk membangun citra dan memperluas konsumen sebuah produk atau jasa.   

                          Secara prinsipil dapat dicontohkan jika sebuah produk mensponsori "Jambore Nasional Pramuka" pada dasarnya produk tersebut tidak sedang ingin  diasosiasikan sebagai pendukung  "Jambore Nasional Pramuka" semata, namun produk tersebut justru  ingin membangun dan memperkuat hubungan personal, menjalin kedekatan emosional dan meningkatkan pemahaman para peserta, panitia, dan seluruh personal yang terkait dalam kegiatan "Jambore Nasional Pramuka" dimaksud.   Oleh sebab karakter sponsorship yang semacam itu maka pemilihan sponsor dalam kegiatan kepramukaan harus dilakukan secara selektif.

                          Kegiatan kepramukaan pada dasarnya memiliki potensi sponsorship yang besar. Hal itu karena kegiatan kepramukaan dapat dijadikan sebagai media meningkatkan citra, nilai jual, hubungan saling pengertian  dan dukungan keberlanjutan sebuah merek produk atau jasa. Besarnya jumlah dan jenis peserta didik, ragam dan uniknya kegiatan, tujuan kegiatan yang strategis dan mulia, waktu dan lokasi kegiatan yang menarik, perhatian khalayak yang tinggi merupakan potensi kegiatan kepramukaan yang memiliki nilai jual dihadapan para sponsor. 

                          Jenis Kerjasama Sponsorship

                          Sponsor Komersial

                          Sponsor komersial merupakan kerjasama Gerakan Pramuka atau panitia penyelenggara kegiatan kepramukaan dengan perusahaan tertentu yang perusahaan tersebut diberi kompensasi/ kewenangan untuk melaksanakan kegiatan  promosi serta melaksanakan program komunikasi pemasaran terpadu dalam sebuah  kegiatan kepramukaan yang disponsorinya. Program-program kegiatan komunikasi pemasaran terpadu ini harus mampu memberi nilai tambah pengetahuan, sikap dan ketrampilan para peserta didik Gerakan Pramuka yang mengikuti kegiatan dimaksud.

                          Sponsor CSR (Corporate Sosial Responsibility)

                          Termasuk jenis sponsor non komersial, yaitu kerjasama Gerakan Pramuka atau panitia penyelenggara kegiatan kepramukaan dengan perusahaan tertentu yang memiliki program CSR baik berupa bantuak program kegiatan, program dana dukungan kegiatan, program bantuan sarana prasarana maupun jenis program CSR lainnya. Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan sebuah konsep bahwa organisasi, khususnya (namun bukan hanya) perusahaan harus  memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, masyarakat  dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, pendidikan dan lingkungan.

                          Sponsor Non Komersial

                          Sponsor Non Komersoal merupakan sumbangan dari berbagai lembaga profit (perusahaan) maupun non profit (yayasan, LSM, pemerintah, organisasi amal, dll) kepada Gerakan Pramuka tanpa meminta imbalan apapun. Jenis sponsor ini bisa berupa program kegiatan, sarana dan prasarana kegiatan, sarana dan prasarana gugusdepan, dsb.

                          Sponsor Program

                          Sponsor Non Komersoal merupakan sumbangan program kegiatan yang sesuai atau dibutuhkan untuk memperkaya dan memvariasikan kegiatan kepramukaan yang diberikan berbagai lembaga profit (perusahaan) maupun non profit (yayasan, LSM, pemerintah, organisasi amal, dll) kepada Gerakan Pramuka tanpa meminta imbalan apapun. Jenis sponsor ini  seperti kegiatan, wisata sejarah, bakti lingkungan, program pendidikan ketrampilan, program bela negara, program pendidikan kewirausahaan, program pendidikan desain grafis, program kesehatan lingkungan, program peningkatan hobis, dll.

                          Terimakasih, ikuti tulisan berikutnya. Salam Pramuka.




                          Lihat entry/topik terkait :


                          Penulis :
                          Anis Ilahi Wh  (Ketua DKD Kwarda DIY  1987 - 1991) diramu dari berbagai sumber.






                          Share:

                          DAPATKAN APLIKASI ENSIKOPEDIA PRAMUKA DI GOOGLE PLAY FREE

                          DAPATKAN APLIKASI ENSIKOPEDIA PRAMUKA DI GOOGLE PLAY FREE

                          FACEBOOK FAN

                          PENGGUNAAN METODE DISCOVERY UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI KODE KEHORMATAN PRAMUKA

                          PENGGUNAAN METODE DISCOVERY UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI KODE KEHORMATAN PRAMUKA
                          Meski metode ini awalnya digunakan untuk pelatihan science namun dengan modifikasi dan kreativitas metode ini menarik untuk dijadikan metode pendidikan dan penanaman nilai-nilai yang terkandung dalam kode kehormatan pramuka. (Klik gambar untuk baca artikel selengkapnya)

                          INFO ENTRY/TOPIK

                          Hingga hari ini ensiklopediapramuka on line ini telah memuat 680 entry/topik tentang Gerakan Pramuka, Pramuka & Kepramukaan. Semoga dapat memenuhi harapan para pembaca untuk lebih memahami dan dapat menerapkan pendidikan kepramukaan dengan lebih baik. Silakan klik abjad pada daftar isi yang terkait dengan tema yang anda butuhkan, maka anda akan terhubung dengan tulisan lengkap terkait dengan tema dimaksud. Salam.

                          JUMLAH PENGUNJUNG

                          DAFTAR ISTILAH KEPRAMUKAAN INDONESIA - INGGRIS

                          DAFTAR ISI ENSIKLOPEDI : BERDASAR ABJAD (KLIK "ABJAD" UNTUK MEMILIH TOPIK YANG DIBUTUHKAN)

                          ENTRI/TOPIK TERPOPULER