Selamat Datang di ENSIKLOPEDIA PRAMUKA
go to my homepage
Go to homepage

Feb 1, 2015

Baden Powell : Kunjungan ke Indonesia




Kunjungan Baden Powell ke Indonesia
  • Suatu peristiwa yang tidak mudah dilupakan adalah kedatangan Lord Baden Powell of gilwell dan Lady Baden Powell di Indonesia, pada tanggal 3 Desember 1934, dalam rangka kunjungan keliling ke beberapa negara, waktu kembali dari Jambore di Australia. Baden Powell melihat keadaan dan perkembangan organisasi kepanduan di Indonesia, yang biarpun pada waktu itu Indonesia dijajah oleh Belanda, namun perkumpulan kepanduannya berkembang sangat pesat dan menggembirakan.
  • Penerimaan dan acara kunjungan Baden Powell itu diatur sendiri oleh NIPV. Pandu-pandu Indonesia hendak ikut serta menyambut kedatangan Baden Powell, tetapi tidak diperkenankan oleh pimpinan NIPV. Hal ini mengakibatkan bertambah besarnya ketegangan hubungan kepanduan nasional Indonesia dengan NIPV. 

Jambore Dunia

Peristiwa lain yang tidak akan dilupakan oleh yang mengikutinya adalah Jambore Dunia V yang diadakan di Vogelenzang, Negeri Belanda pada tahun 1937. Pada tahun itu "Padvinders Bond" (PVB) mencapai puncak kejayaannya, karena untuk pertama kali berhasil mengirimkan kontingen dari Indonesia (Nederlands Indie) ke Jambore Dunia sebanyak 70 orang terdiri dari :
  • satu pasukan pandu Indonesia = 27 orang.
  • satu pasukan pandu Tiongkwa = 14 orang.
  • satu pasukan padvinders Belanda = 29 orang.
Pandu putra Indonesia yang ikut serta adalah :
  • Soediani dan Soemardjo (pimpinan Pandu Indonesia).
  • Kusno Utomo (sekarang Andalan Nasional Gerakan pramuka).
  • Soewarma (sekarang Ketua Umum Pandu dan Pramuka Wreda).
  • Hadi Tayeb, Soekondo, Ranadi, Jasrin dan Pandu Indonesia lainnya yang tergabung dalam PVB/NIPV. Kemudian Soediani dan Soemardjo dapat tugas untuk mengikuti kursus Gilwell di Chingford, London, dan untuk mempelajari tempat latihan Negeri Belanda dan Swiss. Soediani yang bertindak sebagai Komisaris dalam Hoofd Kwartier NIPV, ditunjuk untuk ikut mewakili negaranya dalam International Scouts Conference ke-9 di Den Haag, negeri Belanda.
Pengetahuan dan pengalaman pandu-pandu Indonesia kelak akan bermanfaat bagi perkembangan kepanduan di Indonesia, terutama dalam hubungannya dengan organisasi kepanduan di luar negeri, dan penyelenggaraan kegiatan kepanduan yang bersifat internasional atau regional.


Lihat entry/topik terkait :



Sumber :


 
Situs ini merupakan layanan informasi pendidikan kepramukaan yang merujuk ke berbagai sumber yang bisa di pertanggung jawabkan.... Semoga Bermanfaat