Selamat Datang di ENSIKLOPEDIA PRAMUKA
go to my homepage
Go to homepage

Apr 27, 2013

Stand Up Comedy : Materi & Inspirasi untuk Pembina Pramuka



Pengantar
Suasana latihan yang menyenangkan, inspiratif dan motivatif akan mendorong para Pramuka untuk selalu ingin hadir latihan. Untuk  itu para Pembina dituntut mampu merancang program latihan yang menarik dengan menerapkan berbagai metode. Di bawah ini,  beberapa contoh  materi humor yang dikemas dengan gaya stand up comedy yang bisa dijadikan sebagai sumber inspirasi bagi Para Pembina Pramuka untuk tampil mengesankan di depan para peserta didiknya.


Materi 1 : Salam Pramuka, Kurang Kompak

Meteri ini bisa dibawakan dengan  stand up comedy teknik "rule of three" atau teknik tiga angka, yaitu  dua  kalimat awal sebagai set up dan kalimat ketiga sebagai punch punch line. Teknik ini bisa dikatakan teknik  normal, normal, gila.


Contoh :
Setelah Upacara Pembukaan Latihan Mingguan, Kakak Pembina meminta adik-adik penggalang duduk setengan lingkaran. Ia akan menyampaikan materi tentang Salam Pramuka (filosofi, manfaat dan cara memberi salam). Namun sebelumnya, Kakak Pembina ingin membukanya dengan sebuah humor yang dikemas dengan gaya stand up comedy.

Kakak Pembina : "Di sore yang cerah ini kakak ingin mengawali latihan dengan kisah dari kawan kakak bernama Kak Tatang.   Suatu saat Kak Tatang diminta membantu  menjadi Instruktur tamu di sebuah Pasukan Penggalang. Kak  Tatang dikenal tegas, penuh semangat dan bersuara lantang didalam memberikan instruksi. Di awal latihan Kak Tatang menyapa para Penggalang :

Kak Tatang  :  Selamat  sore, adik-adik !
Penggalang  :  Selamat Sore, Kak Tatang .. !
Kak Tatang  :  Kurang Kompak ... !!!
Penggalang  :  Selamat soreee .... Kak Tatang .... !!!!
Kak Tatang  :  Apa kabar, adik-adik !
Penggalang  :  Baik Kak Tatang !
Kak Tatang  :  Bagus kompak sekali ...!!


Kak Tatang  :  Salam Pramuka !!
Penggalang  :  Salam Pramuka !!!
Kak Tatang  :  Kurang Kompak !!!
Penggalang  :  Kurang Kompak ... !!!!
Kak Tatang  :  hah .... (kaget)

(Setelah semua tertawa dan suasana latihan cair kemudian Kakak Pembina mulai menjelaskan apa filosofi, menfaat dan cara pemberian Salam Pramuka).



Materi 2 : Taat Instruksi

Materi ini bisa dibawakan dengan  stand up comedy teknik "impersonation"  yaitu teknik menirukan sosok yang sudah terkenal  dan sudah dikenal oleh para penonton, dengan  mengambil gaya bicara, gerakan, atau kata-kata khas. Dalam materi ini Kakak Pembina bertindak sebagai Kak Tono impersonal Jendeal - Komandan Pasukan. Kakak Pembina juga bertindak sebagai para anggota pasukan impersonal prajurit tentara yang taat atasan. Perbedaan blocking (posisi berdiri) dan suara antara Kakak Pembina sebagai Jenderal dan sebagai Prajurit akan sangat menghidupkan materi stand up comedy di bawah ini.

Contoh :
Dalam sebuah latihan Pramuka Penegak, Kakak Pembina ingin menyampaikan materi "Cara Memberikan Instruksi" sebagai materi pengembangan potensi kepemimpinan. Pemimpin yang kompeten adalah Pemimpin yang bisa memberikan instruksi dengan jelas, tegas dan benar yang kemudian diikuti oleh anak buahnya dan menghasilkan pekerjaan yang benar. Agar Para Penegak terkesan dengan materi ini, Kakak Pembina ingin mengawalinya dengan humor yang dikemas dengan gaya stand up comedy, contoh  :

Kakak Pembina :  "Adik-adik, Pemimpin yang baik adalah yang mampu memberikan instruksi dengan jelas, tegas dan benar yang kemudian diikuti oleh anak buahnya.  Kak Tono  anggota DKD Kwarda DIY adalah tipe pemimpin seperti itu. Suatu hari Kak Tono diminta untuk menjadi Instruktur "Latihan Dasar-dasar Militer" di DKC yang diikuti oleh Para Penegak Pandega, sambil bergaya seperti Komandan Pasukan Tempur lengkap dengan tongkat komandonya, Kak Tono menjelaskan :

"Taat instruksi adalah sikap dasar dalam militer yang patut kita contoh, sebab dalam suasana genting atau peperangan jika instruksinya bermacam-macam dan tidak jelas maka pasukan akan tercerai berai  sehingga mudah dikalahkan lawan. Paham ..."

Peserta       :   "Paham ...."  (menjawab serempak seperti Prajurit)
Kak Tono   :   "Bagus .... "  (sambil memukul-mukulkan tongkat komandonya ditangan). Kak Tono melanjutkan bicaranya :  "Untuk menguji ketaatan kalian pada instruksi, saya minta kalian menjawab dengan mencari lawan kata atau antonim dari kata yang saya sebut,  saya berkata "kuat"  kalian jawab lawan katanya yaitu  "lemah". Jelas ..."

Peserta       :  "Jelasss ....."
Kak Tono   :  "Baik, mohon  konsentrasi dan harus kompak, satu komando" Sekarang kita mulai :
Kak  Tono  :  Siang  !!.
Peserta       :  Malam !!!
Kak Tono   :  Panjang !!
Peserta       :  Pendek !!!
Kak Tono   :  Gelap !!
Peserta       :  Terang !!!

Kak Tono   :  "Bagus-bagus, kalian memang pintar, kompak dan penuh konsentrasi" (Puji Kak Tono kepada para peserta dengan gaya seorang Komandan Tentara - Jenderal Lapangan). "Mari kita lanjutkan ...":

Kak Tono   :   Kasar ...
Peserta       :   Halus..
Kak Tono   :   Ke Kanan ...
Peserta       :   Ke Samping ...
Kak Tono   :   Salah  !!!   (sambil membentak)
Peserta       :   Benar !!!!!  (merasa tidak bersalah)
Kak Tono   :   Bukan itu...!!!!
Peserta       :   Iya ini ... !!!!!
Kak Tono   :   Kalian bodoh ..... !!!!!!!
Peserta       :   Kami pintar  ........ !!!!!!!!
Kak Tono   :   Sudah Cukup.  Diaaaaaaaam !!! ( Kak Tono mulai geram)
Peserta       :   Belum Cukup. Ribuuuutttt  !!!!! (merasa tidak ada yang salah)
Kak Tono   :   Aduhhh .... mati saya !?!!??  (Kak Tono panik)
Peserta       :   Aduhhh .... hidup kamu !!!   (para peserta terus menjawab dengan tenang)
Kak Tono   :   Awas, hari ini  kalian saya   hukum ... !!!
Peserta        :  Awas,  besok kami tidak dihukum  ..... !!!!
Kak Tono    :  (Bengong, kelelahan ....)
Peserta        :  (Bingung, mencari lawan sikap bengong .....)

(diinsipirasi dari sumber asli di : http://www.humoria.net)

(Setelah semua tertawa dan suasana latihan cair kemudian Kakak Pembina mulai menjelaskan "Teknik memberikan Instruksi" sebagai salah satu kompetensi kepemimpinan yang efektif)


Materi 3 :  Kak Fauzi & Penggalang Desa yang Cerdik

Materi ini bisa dibawakan dengan  stand up comedy teknik  "One Liner"  yaitu  bit (joke/humor) singkat yang terdiri dari satu sampai beberapa  kalimat saja. 

"Adik-adik Penggalang, Kakak Punya teman namanya Kak Fauzi, dia adalah Ketua Racana  gugusdepan IKIP YOGYAKARTA, suatu hari ia dan kawan-kawan  melakukan bina satuan di  pasukan Penggalang gugusdepan yang berpangkalan di SD Kampung pedalaman ...."

Kak Fauzi    :  "adik-adik siapa yang bisa mengukur tinggi tiang bendera dari bambu ini .."
Bagus       :  "saya tahu Kak" ... Penggalang Bagus maju, membawa tali ukuran dan langsung memanjat tiang bendera itu.
Kak Fauzi   : "lho ... lhoo ... lhoo ..." Tidak begitu caranya, berbahaya - bisa roboh. Begini, tiang ini kita robohkan baru kemudian kita ukur ..."
Bagus          : "Kak Fauzi, kalau dirobohkan begitu namanya mengukur panjang bambu, bukan mengukur tinggi bambu. Pertanyaan Kakak  tadi kan mengukur tinggi ..." (Protes Penggalang Bagus)
Kak Fauzi    :  tersipu ...

(Setelah semua tertawa dan suasana latihan cair kemudian Kakak Pembina mulai menjelaskan bahwa "bertindak dan berpikir cerdik dan cerdas, harus terus dikembangkan untuk dapat mencari jalan keluar memecahkan masalah")


Materi 4 :  Masuk Surga

Materi ini bisa dibawakan dengan  stand up comedy teknik  "comparisons" yaitu teknik humor/joke dengan membandingkan sesuatu dengan suatu yang lainnya khususnya tindakan satu orang dengan orang lain. Humor ini tepat untuk dijadikan sebagai pengantar atau membangun suasana latihan yang akan membahas tentang nilai-nilai agama.


Contoh :
Kak Aji adalah Pembina Pramuka yang sangat agamis, suatu hari ini ia ingin mengetes kecintaan adik-adik penggalang terhadap kehidupan di surga.

"Adik-adik, siapa yang mau masuk surga?" tanya Kak Aji dengan lemah lembut.
"Saya Kak, saya Kak ...," teriak Para Penggalang, kecuali  si Udin yang diam.
"Yang mau masuk surga berdiri...!" kata Kak Aji, lagi.
Semua murid berdiri, kecuali si Udin.
"Udin, kamu tidak mau masuk surga?" tanya Kak Aji dengan heran
"Mau donk, Kak" jawab Udin
"Kenapa kamu  tidak berdiri?" tanya Kak Aji, lagi.
"Lha, memang ....,  mau berangkat sekarang ke sorganya , Kak?"  Jawab Udin dengan kalem.

(Diisnpirasi dari sumber kiriman Septi Sawandi P dalam http://www.sabda.org)


Materi  5 :  Bohong itu Berbahaya

Materi ini bisa dibawakan dengan  stand up comedy teknik "rule of three"  yaitu  teknik tiga angka, yaitu  dua  kalimat awal sebagai setu up dan kalimat ketiga sebagai punch punch line. Materi humor ini sangat tepat untuk mengajarkan tentang kebohongan.

Contoh :
Kak Idi memiliki 3 orang Penegak yang suka bolos, suka terlambat datang ke latihan karena terlalu banyak main di jalan. Suatu hari para Penegak ini datang latihan terlambat lagi,  agar tidak dimarahi Kak Idi  mereka menyusun strategi  dengan menyampaikan alasan-alasan yang bohong.

Penegak 1 : Maaf  Kak kami terlambat Ujian SKU
Penegak 2 : Iya Kak tadi di  jalan, sepasang kakek nenek  ingin menyeberang, jalan ramai sekali
Penegak 3 : Iya Kak, sebagai Pramuka Penegak kita kan  harus rajin menolong terhadap sesama.
Penegak 1 : Kami telah berbuat baik Kak, maka kami terlambat. Mohon kami bisa ujian SKU minggu depan ya Kak.

Kak Idi menyetujui permintaan mereka - meski tetap agak curiga. Ketika saat ujian SKU tiba, Kak Idi memisahkan ketiganya pada tempat yang berbeda. Kemudian memberikan dua soal. Jawaban soal pertama hanya akan dinilai jika jawaban soal no 2 benar.

Soal pertama : "... sebutkan contoh-contoh perilaku Pramuka Penegak itu cinta alam dan kasih sayang sesama manusia ...". Para Penegak itu tersenyum merasa sangat mudah untuk mengerjakan. Mereka baru berkeringat  dingin dan takut kebohongannya terbongkar ketika membaca soal kedua : "... sebutkan baju apa yang dipakai oleh Kakek dan Nenek yang minggu lalu kalian bantu menyeberang jalan ....."

(Diisnpirasi dari sumber kiriman Septi Sawandi P dalam http://www.sabda.org)

(... Setelah semua tertawa dan suasana latihan cair, Kakak Pembina mengajarkan tentang bahayanya berbohong dan akibat sikap bohong bagi kehidupan bersama. Sebab untuk mempertahankan kebohongan harus membuat kebohongan-kebohongan baru. Dalam kehidupan sosial makin banyak kebohongan yang dibuat maka daya rusak sosialnya akan makin besar pula .... )
 

Guyon  parikeno :  Menggembirakan Pramuka, Menggembirakan Dunia.


Sumber :
Dari berbagai sumber, ditulis ulang dan diadaptasi untuk keperluan  "ensiklopediapramuka"  (-aiw)


Lihat Entri/Topik Terkait



 
Situs ini merupakan layanan informasi pendidikan kepramukaan yang merujuk ke berbagai sumber yang bisa di pertanggung jawabkan.... Semoga Bermanfaat