KOLABORASI MEMBUAT SKETSA PANORAMA DENGAN GAMBAR Ai

Tulisan ini pertama kali dirilis pada tanggal 1 Oktober 2012. Diperbaharui dengan menambahkan topik kolaborasi antara pembuatan sketsa panorama manual diubah menjadi gambar Ai, sekaligus sebagai media pendidikan karakter di era digital. 

Alam tidak hanya untuk dilihat, tetapi dipahami. Sketsa mengajarkan kita memperhatikan, AI mengajarkan kita membandingkan. 


Sketsa Panorama

Dalam melakukan perjalanan di alam terbuka seringkali dijumpai pemandangan yang menarik untuk diabadikan, memang dengan teknologi kamera yang canggih seperti saat ini (kamera pocket, kamera yang menyatu dengan handphone, dll) serasa sangat mudah untuk mengabadikan pemandangan tersebut. Namun demikian mengabadikan pemandangan dalam kegiatan kepramukaan dengan membuat sketsa panorama tetap menarik karena banyak hal yang bisa dijadikan sebagai proses belajar dan berlatih. Biasanya sketsa panorama dilampirkan dalam pembuatan laporan perjalanan bersama dengan peta pita.
 
Pada era kecerdasan buatan, pelatihan pembuatan sketsa panorama bisa dikolaborasikan dengan Ai. Proses kolaborasi ini sangat efektif untuk pendidikan karakter terutama dalam mengembangkan karakter ketelitian dan kesungguhan melakukan pengamatan, kedisiplinan & kepatuhan terhadap aturan, tanggung jawab terhadap tugas, sikap terjadap teknologi Ai, kemampuan refleksi dan kejujuran, kerjsama dan kekompakkan tim. Rubrik penilaian kegiatan ini selengkapnya akan ditulis pada bagian terpisah.

Apa Itu Sketsa Panorama?

Sketsa panorama adalah gambar sederhana yang menggambarkan pemandangan alam dari satu titik pandang tertentu, dibuat berdasarkan hasil pengamatan langsung. Sketsa ini tidak bertujuan menghasilkan gambar indah atau artistik, melainkan merekam kondisi alam secara proporsional dan informatif.

Ciri utama sketsa panorama dalam kepramukaan: dibuat dalam waktu singkat, menggunakan garis sederhana, tidak menekankan detail atau warna, fokus pada bentuk besar dan posisi objek. Dengan demikian, sketsa panorama melatih ketelitian, kesabaran, dan kemampuan menyederhanakan bentuk.

Unsur-Unsur dalam Sketsa Panorama

Dalam membuat sketsa panorama, Pramuka perlu memperhatikan beberapa unsur utama, antara lain: latar belakang (gunung, bukit, jajaran pohon, langit). Bagian tengah (sawah, sungai, hutan, permukiman). Bagian depan (pohon besar, semak, jalan, batu). Penyusunan unsur dilakukan berdasarkan urutan jarak pandang, bukan berdasarkan keindahan semata. Hal ini membantu Pramuka memahami ruang dan orientasi alam.

Peralatan yang diperlukan

Dalam melakukan perjalanan di alam terbuka seringkali dijumpai pemandangan yang menarik untuk diabadikan antara lain: Kertas gambar (dapat pula kertas HVS atau yang sejenis atau kertas grafik); Pensil, karet penghapus, penggaris panjang atau segitiga; Pembidik (dibuat dari kertas karton/plastik atau bekas kotak korek api, yang diberi benang bersilang pada kolom pandang) dan kompas penunjuk arah;Alas dari tripleks atau plastik.

Bentuk/Model Sketsa Panorama
Ada beberapa macam bentuk/model sketsa panorama.


Cara membuat Sketsa Panorama
  • Kolom-kolom dibuat sesuai dengan keperluan (lihat contoh di atas); 
  • Pemandangan yang akan digambar dilihat melalui pembidik dengan arah pandang tertentu (misal jika lebar pembidik 10 Cm dan jarak pembidik dari mata 5 Cm, maka sudut pandangnya sebesar 900); 
  • Bagian kertas yang akan dipakai untuk membuat sketsa (kolom gambar) juga dibuat seperti pembidik, yaitu dibagi dengan garis tipis menjadi4 bagian sama besar; 
  • Melalui pembidik digambar pemandangan yang tampak, seluas bidang yang tampak pada pembidik. Pada saat membuat sketsa pembidik tidak boleh dipindahkan ke arah lain, agar pemandangan yang digambar tidak berubah/berbeda; 
  • Yang digambarkan pada kertas gambar adalah garis-garis batas luardari benda yang terlihat melalui pembidik; 
  •  Setelah selesai digambar garis batas luar kemudian di arsir. Pekerjaan mengarsir di mulai dari yang dekat kemudian berturut-turut sampai yang terjauh; 
  • Untuk benda yang paling dekat dibuat garis arsiran tebal dan hamper berimpit, makin jauh makin tipis dan makin jarang, tiap-tiap benda di arsir dengan garis yang berbeda-beda (tegak, miring, atau mendatar): 
  •  Keterangan untuk masing-masing benda ditulis di luar kolom gambar.
Keterangan Garis Arsir


Beberapa hal yang perlu diperhatikan
  • Membuat sketsa panorama bukan melukis. Yang digambarkan adalah wujud yang menyerupai bentuk aslinya, dalam hal ini hanya menggambarkan garis batas luar dari benda yang akan digambar, Meskipun demikian hasilnya diharapkan menunjukkan keindahan dari pemandangan yang digambar;
  • Benda-benda yang mudah bergerak atau cepat berubah bentuk (missal : mobil, orang, awan, binatang) tidak digambarkan dalam sketsa panorama;
  • Arsiran bisa digantidengan pensilberwarna, benda-benda yang dekat digambar dengan warna tua, makin jauh warnanya makin muda, tetapi tetap bukan melukis;
  • Pembuatan sketsa panorama merupakan bagian darisuatu perjalanan, maka waktu yang dipergunakan harus singkat, kurang dari sepuluh menit.  

Kolaborasi dengan Ai 

Di era digital, keterampilan klasik seperti sketsa panorama tetap relevan jika diperkaya dengan pendekatan baru. Salah satunya adalah mengkolaborasikan sketsa panorama manual dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dalam pendekatan ini, sketsa manual tetap menjadi langkah utama, sementara AI digunakan sebagai alat refleksi visual, bukan pengganti keterampilan. Terdapat beberapa langkah dalam model kolaborasi Sketsa Panorama dengan Ai.

Langkah  pertama: membuat Sketsa Panorama Manual dengan cara digambar langsung di alam,mMengikuti kaidah sketsa panorama Pramuka. Fokuskan pada posisi objek, proporsi atau komposisi letak obyek dan urutan depan–tengah–belakang

Langkah kedua: lakukan Digitalisasi hasil Sketsa manual dengan cara difoto atau dipindai dengan HandphoneHasil foto harus cukup jelas (tidak harus sempurna). G aris pensil masih terlihat

Langkah ketiga: Hasil digitalisasi dipload ke AI. Sketsa di-upload ke AI sebagai referensi visual agar AI bisa membaca: komposisi, posisi objek, arah pandang.

Langkah keempat: Tambahkan Prompt langkah ini sangat penting. Prompt berfungsi untuk menjelaskan apa yang dilihat,  menegaskan detail yang tidak jelas di sketsa dan mengarahkan gaya visual.  

Contoh Prompt:

Ubah sketsa panorama ini menjadi lukisan pemandangan alam Indonesia yang realistis. Di latar belakang sebelah kiri terdapat jajaran pohon kelapa, di sebelah kanan perbukitan. Di tengah terbentang sawah yang luas. Di depan sawah sebelah kiri terdapat pohon besar, semak-semak, lalu pohon besar lagi. Di sebelah kanan sawah terdapat semak belukar, jalan tanah menuju kampung, dan perbukitan. Suasana pagi atau sore hari, warna alami, cahaya lembut, gaya lukisan realistis, landscape 16:9. 

Teknik penulisan prompt dan skenario kegiatan, akan disampaikan pada tulisan berikutnya. 

 Contoh hasil gambar sketsa panorama 

Catatan: Artikel ini memuat tautan afiliasi Shopee. Jika pembaca melakukan pembelian melalui tautan tersebut, pembaca  tidak akan dikenakan tambahan biaya.  

Ditulis oleh: Anis Ilahi WahdatiSelamat Berlatih. Salam Pramuka

Sumber :
Buku Panduan Kepramukaan, Agus Widodo, Klaten tahun 2012
Dan berbagai sumber lain yang relevan
 
Tulisan Terkait:

Lebih baru Lebih lama