Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2014

Permainan Pramuka Siaga : Polisi & Pengacau

Gambar
NAMA PERMAINAN Polisi - Pengacau KATEGORI Permainan Siaga TUJUAN Permainan ini bertujuan meningkatkan kemampuan penginderaan, ketelitiaan, kegembiraan dan kecerdikan. SASARAN Setelah mengikuti permainan ini peserta mampu : Meningkatkan semangat kebersamaan dan keakabaran sesama teman Meningkatkan kemampuan penginderaan dan keelitiaan Meningkatkan kemampuan mengatasi persoalan dan hambatan Meningkatkan kecerdikan keluar  situasi yang tidak nyaman METODE Permainan kelompok PESERTA Pramuka Siaga WAKTU 45 menit 05 menit Pengantar dan briefing. 20 menit Proses 20 menit pemaknaan dan debriefing TEMPAT Di luar - di dalam ruangan PERALATAN 8 kantong kertas merah, 8 kantong kertas biru (bisa warna lain) Dasi/stangan leher Tali (rafia, kain, dll) Kapur untuk garis PELAKSANAAN 2 barung yang ditunjuk bermain, 2 barung lainnya untuk menonton. Pada putaran kedua barung yang menonton menjadi pemaian, barung yang  bermain menjadi penonton. 2 barung yan

Kepemimpinan : Nilai-nilai Tradisional Kepemimpinan Msyarakat Bugis

Gambar
Etika Kepemimpinan Masyarakat Bugis Terdapat 2 era/periode yang melahirkan etika  kepemimpinan suku bugis, yaitu periode "galigo"  dan periode "lontara". Periode Galigo  raja/pemimpin  dianggap sebagai wakil dewa di langit, sehingga memiliki banyak kelebihdan dan  juga merupakan sumber hukum. Periode "Lontara" merupakan babakan baru dalam memandang pemimpin. Pada periode Lontara, Etika kepemimpinan masyarakat  Bugis amat menjunjung tinggi kedudukan manusia sebagai ’tau’. Pembinaan watak manusia dalam membangun PanggadÄ•rÄ•ng (tata aturan dan hukum) mendapat tempat yang amat penting. Manusia menjadi pusat penentu atas kehidupan kebudayaannya. Manusia menempati tempat tertinggi dalam menentukan nasibnya. Perideo Lontara Menurut etika kepemimpinan Bugis pada periode Lontara, syarat seorang yang menjadi pemimpin (raja) bagi adalah sebagai berikut : Jujur terhadap Dewata Seuwae dan sesamanya manusia. Takut kepada Dewata Seuwae dan meng

Kepemimpinan : Nilai-nilai Tradisional Kepemimpinan Masyarakat Melayu

Gambar
Tajus Salatin (Mahkota Raja-raja) Krisna Budiman , mahasiswa Jurusan Filsafat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) dalam makalahny yang berjudul "Cermin Khasanah Melayu: Tinjauan Pemimpin Ideal dari Sudut Pandang Melayu" (dimuat di: http://www.rajaalihaji.com), menyatakan bahwa Taj al Salatin karangan Bukhari Al Jauhari  tahun 1630 merupakan  kitab mahakarya budaya-politik-peradaban Melayu. Kitab Taj al-Salatin memberi sumbangan penting bagi pembentukan tradisi dan kultur politik Melayu dengan memberi rincian tentang syarat-syarat menjadi raja/pemimpin (mencakup syarat yang bersifat jasmaniyah dan rohaniah). Kitab ini bahkan juga digunakan oleh beberapa penguasa di pulau Jawa pada abad 17-18. Taj al-Salatin begitu berpengaruh hingga abad ke-19 ketika Munsyi Abdullah mencoba mengenal atau mengetahui watak Raffles dari air mukanya berdasarkan ilmu firasat di dalam buku tersebut. Dalam bukunya Kisah Pelayaran Abdullah ke Negeri Kelantan, Abdullah tela

Ketrampilan Pramuka : Bermain Sulap "Menebak Halaman Favorit Majalah Kesukaan Penonton"

Gambar
Pengantar Agar dapat menghadirkan latihan pramuka yang rekreatif, inspiratif, motivatif dan edukatif seorang Pembina Pramuka perlu membekali diri dengan beragam ketrampilan tambahan seperti bercerita, berstand up komedi, melukis, bernyanyi, bermain tepuk tangan, bermain sulap, dsb. Ketrampilan-ketrampilan tersebut bisa dijadikan sebagai acara selingan latihan agar peserta didik dapat mempertahankan stamina dan minatnya  hingga latihan berakhir. Bermain Sulap : Menebak Halaman Favorit Majalah Kesukaan Penonton Si pesulap menghadap meja yang didepannya terdapat setumpukan majalah bekas (minimal 10 buah majalah dan masing-masing majalah minimal 15 halaman). Si pesulap menyuruh seorang untuk maju dan mengambil sebuah majalah pada urutan keempat Setelah majalah ditangan si penonton dimaksud maka si pesulap mmeberikan kalkulator kemudian memberikan perintah piliha dan tekan angka sesukamu yang penting di bawah 100. Si pusulap memberi petintah selanjutnya kepada penonton misaln