Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

Ki Hadjar Dewantoro

Gambar
Pengantar  Pasal 29 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka menjelaskan bahwa pendidikan kepramukaan jika ditinjau dari hubungan antara anggota dewasa dengan anggota muda bersendikan Sistem Among.  Sistem Among dalam Gerakan Pramuka berarti mendidik anggota Gerakan Pramuka menjadi insan merdeka jasmani, rohani, dan pikirannya, disertai rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain.     Sistem among adalah prinsip-prinsip pendidikan yang dikemukan olah Ki Hadjar Dewantoro tokoh pendidikan nasional, yang memuat prinsip-prinsip pendidikan : Ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan) Ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluasiang untuk berprakarsa), Tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan)   Riwayat Hidup Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih dikenal dengan Ki Hadjar Dewantara adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata

Sistem Among dalam Pendidikan Kepramukaan

Gambar
Sistem Among dalam Pendidikan Kepramukaan Mengacu pasal 29 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, maka dinyatakan bahwa pendidikan kepramukaan jika ditinjau dari hubungan antara anggota dewasa dengan anggota muda bersendikan Sistem Among.  Sistem Among dalam Gerakan Pramuka berarti mendidik anggota Gerakan Pramuka menjadi insan merdeka jasmani, rohani, dan pikirannya, disertai rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya bermitra dengan orang lain. Sistem among mewajibkan anggota Gerakan Pramuka melaksanakan prinsip-prinsip kepemimpinan sebagai berikut: lng ngarso sung tulodo maksudnya di depan menjadi teladan; lng madyo mangun karso maksudnya di tengah membangun kemauan; Tut wuri handayani maksudnya dari belakang memberi dorongan dan pengaruh yang baik ke arah kemandirian. Dalam melaksanakan tugasnya anggota dewasa wajib bersikap dan berperilaku berdasarkan: Kasih sayang, kejujuran, keadilan, kepatutan, kesederhanaan, kesanggupan berkorban dan rasa kesetiakawan

Baden Powell : Ucapan & Pemikirannya

Gambar
UCAPAN DAN PEMIKIRAN BADEN POWELL TENTANG PENDIDIKAN KEHIDUPAN KEPRAMUKAAN MAMPU MEMECAHKAN MASALAH "Seorang Pandu sejati adalah penuh akal. Ia dapat menemukan jalan keluar dari tiap-tiap kesukaran atau hal-hal yang tidak menyenangkan"    HAKEKAT KEPRAMUKAAN "Kepramukaan bukanlah suatu ilmu yang harus dipelajari secara tekun. Bukanlah pula suatu kumpulan ajaran-ajaran dan naskah-naskah buku.Bukan itu !  Kepramukaan adalah suatu permainan (games) yang menyenangkan di alam terbuka, tempat orang dewasa berjiwa muda dan anak-anak dapat pergi bersama mengadakan pengembaraan bersama seperti kakak-beradik membina kesehatan dan kebahagiaan, mendapatkan ketrampilan dan kesediaan menolong satu sama lain". PENGERTIAN KEPRAMUKAAN "Kepramukaan bukanlah ilmu yang sukar atau mendalam; lebih baik diartikan sebagai permainan yang menarik, bila anda tempatkan pada kedudukan yang benar. Sekaligus permainan itu bersifat pendidikan, dan ia condong memberi manfa

Fotografi & Videografi Pramuka : Imaginary Line/Crossing Line/Rule of 180 Degree

Gambar
Topik Imaginary Line/Crossing Line/Rule of 180 Degree  ini diperlukan terutama untuk pengambilan gambar berseri (foto seri) atau pengambilan adegan untuk sebuah film/video. Materi ini sangat penting agar gambar adegan yang diambil di lapangan yang biasanya diambil/di shot adega demi adegan dapat disambung di ruang editing sehingga menjadi gambar yang berurutan baik komposisi, size maupun penceritaannya. Dalam pengambilan gambar saat produksi maka ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan oleh Kamerawan. Prinsip tersebut antara lain adalah continuity of direction dan  continuity of action. Untuk menjamin kesinambungan / continuity dari arah pandang, arah gerakan dari object dalam frame, maka ditetapkan suatu garis sumbu / axis line/ imaginary line dari object-object.  Bila prinsip ini tidak diikuti maka akan menyulitkan saat editing (Pascaproduksi) serta  akan membinggungkan penonton  dalam menyaksikan suatu ceritera / program acara. Garis ini ditarik / diambil dari arah

HS Mutahar - Tokoh Pandu/Pramuka Indonesia

Gambar
M. Husein Mutahar, lahir di Semarang, Jawa Tengah, 5 Agustus 1916 – meninggal di Jakarta, 9 Juni 2004 pada umur 87 tahun). Beliu lebih dikenal dengan nama H. Mutahar, seorang komposer musik Indonesia, terutama untuk kategori lagu kebangsaan dan anak-anak. Lagu ciptaannya yang sangat populer adalah himne Syukur (diperkenalkan Januari 1945) dan mars Hari Merdeka (1946). Karya terakhirnya, Dirgahayu Indonesiaku, menjadi lagu resmi ulang tahun ke-50 Kemerdekaan Indonesia. Ia mengecap pendidikan setahun di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada periode 1946-1947, setelah tamat dari MULO B (1934) dan AMS A-I (1938). Pada tahun 1945, Mutahar bekerja sebagai Sekretaris Panglima Angkatan Laut RI di Jogjakarta, kemudian menjadi pegawai tinggi Sekretariat Negara di Jogjakarta (1947). Selanjutnya, ia mendapat jabatan-jabatan yang meloncat-loncat antardepartemen. Puncak kariernya barangkali adalah sebagai Duta Besar RI di Tahta Suci (Vatikan) (1969-1973). Ia diketahui menguasai paling tid

Kerajinan Tangan Pramuka : Origami Binatang Jerapah

Gambar
Tema Membuat Origami Binatang Jerapah Persiapan Bahan utama pembuatan origami adalah kertas. Siapkan kertas origami dengan ukuran12 X 12 cm atau 16 x 16 cm.  Warna kertas dengan double flourecent yang cerah dengan depan dan belakang kertas memiliki warna yang sama. Untuk membuat origami alat yang dibutuhkan adalah kertas dan tangan. Namun demikian ada beberapa alat bantu yang dapat digunakan agar hasil pekerjaannya lebih maksimal. Alat-alat ini bisa didapatkan di toko kertas, kerajinan atau toko buku, yaitu : alat lipat yaitu strip kecil dengan ujung bulat, agak mirip  sumpit pendek .Yang  Tradisional terbuat dari tulang, alat lipat sekarang bisa terbuat dari plastik atau kayu Alat potong kertas . sebuah alat potong kertas A3 cukup memadai bagi yang akan memulai origami. saat anda memilih alat potong kertas pastikan skala dan garisnya benar dan lurus. Kontainer tempat menyimpan kertas, untuk menyimpan kertas secara datar ataupun alat lain, dengan kotak terpisah.

Kerajinan Tangan Pramuka : Seni Membuat Origami

Gambar
Pengertian : Origami adalah seni lipat  dari Jepang.  Berasal  dari kata  "ori"  yang berarti "lipat" dan kata "gami"  yang berarti "kertas".  Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Seni origami merupakan  hasil karya kerajinan tangan yang sangat teliti, halus dan indah. Oleh sebab itu sebagai karya kreatif origami  menarik bagi semua usia dan golongan manusia karena proses pembuatannya yang menantang, membutuhkan ketelitian dan mampu mengembangkan rasa keindahan. Belajar  origami sangat menghibur, memotivasi sikap estetik (rasa keindahan) dan meningkatkan ketrampilan kerja tangan dan pikiran. Bahkan seni origami juga dapat menjadi media terapi bagi  pasien cacat mental dan pasien yang memiliki keterbatasa fisik.  Seni kerajinan tangan origami mengenalkan berbagai bentuk geometris dan juga lipatan-lipatan yang terstruktur untuk membentuk obyek tertentu. Dengan sifatnya yang semacam itu maka tida

Media Pendidikan Kepramukaan

Gambar
  Media Pendidikan Kepramukaan Agar kegiatan kepramukaan menarik  serta  sejalan dengan   aspirasi anak dan remaja masa kini maka para Pembina Pramuka hendaknya memiliki ketrampilan memanfaatkan media pendidikan/pelatihan.  Media pendidikan dalam kepramukaan sama pentingnya dengan  materi pendidikan dan  metode pendidikan. Jika ketiganya  dirancang dan diterapkan  dengan baik akan membantu efektfitas pencapaian tujuan pendidikan kepramukaan. Media dalam bahasa  latin disebut “medius” yang artinya “tengah”. Menurut Azhar Arsyad, secara umum "media" dapat diartikan sebagai semua bentuk perantara untuk menyebar, membawa atau menyampaikan sesuatu pesan (message) dan gagasan kepada penerima. Sedangkan menurut Yusuf Hadi Miarso dalam salah satu artikelnya memberikan batasan bahwa media pendidikan adalah segala  sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa, sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada siswa. B