Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2013

Dongeng Boneka sebagai Media Pendidikan Kepramukaan

Gambar
Pengantar Perkembangan zaman melahirkan tuntutan, aspirasi, motivasi dan harapan-harapan  baru  para peserta didik dalam mengikuti kegiatan kepramukaan. Para Pembina Pramuka diharapkan mampu memenuhi tuntutan tersebut dengan terus-menerus melakukan inovasi agenda,  metode dan penggunaan media latihan kepramukaan. Tanpa upaya seperti itu akan menyebabkan hilangnya antusiasismenya peserta didik dalam mengikuti kegiatan dan latihan pramuka. Mendongeng dengan boneka merupakan salah satu media pendidikan yang bisa digunakan oleh para Pembina Pramuka untuk menghadirkan latihan pramuka yang menyenangkan dan menggairahkan. Pemakaian boneka sebagai media pendidikan populer sejak tahun 1940-an terutama ketika mulai banyak digunakan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan di Amerika. Bahkan di daratan Eropa seni pembuatan boneka telah sangat tua, lebih tinggi kehaliannya  dan sangat populer penggunaanya sebagai media pendidikan di bandingkan di Amerika. Di Indonesia penggunaan boneka

Kompas, Penggunaannya dalam Kegiatan Kepramukaan

Gambar
Pengantar Kompas adalah alat penunjuk arah yang bekerja berdasarkan gaya medan magnet. Pada kompas selalu terdapat sebuah magnet sebagai komponen utamanya. Magnet tersebut biasanya berbentuk sebuah jarum penunjuk. Saat magnet penunjuk tersebut berada dalam keadaan bebas, maka akan mengarah ke utara-selatan magnet bumi. Inilah yang dijadikan dasar dalam pembuatan kompas dan alat navigasi berbasis medan magnet yang lain. Umumnya kompas terdiri dari 3 komponen kompas, yaitu badan kompas, jarum magnet, dan skala arah mata angin. Badan kompas berfungsi sebagai pembungkus dan pelindung komponen utama kompas. Jarum magnet dipasang sedemikian rupa agar bisa berputar bebas secara horizontal. Skala penunjuk umumnya berupa lingkaran 360° dan arah mata angin. Kompas sebagai alat penunjuk  arah mata angin sangat penting untuk para Pramuka dalam hal : Membantu kelancaran dan keselamatan dalam pengembaraan karena para  Pramuka akan dapat mengikuti jalan yang tertera dalam peta

Berkemah : Teknologi Sederhana Penjernih Air

Gambar
  Pengantar   Kadangkala  ketika berkemah para Pramuka sulit menemukan air bersih untuk keperluan mandi, masak dan mencuci. Air bersih sulit didapatkan  salah satunya disebabkan rusaknya lingkungan terutama ruang terbuka hijau sehingga air hujan tidak lagi mampu diserap oleh tanah dengan baik yang berakibat mengecilnya sumber-sumber mata air. Ketiadaan air  bersih untuk masak memasak dapat menimbulkan  penyakit diare, penyakit lambung dan penyakit pencernaan lainnya. Hal itu karena air kotor seringkali tercemar bakteri salmonella, E-coli bakteri dan berbagai bakteri lainnya. Agar perkemahan dapat berjalan dengan  sehat, menyenangkan dan penuh kegembiraan maka para Pramuka dituntut mampu melakukan penjernihan air kotor dengan menggunakan teknologi sederhana. Banyak jenis teknologi sederhana penjernihan air yang bisa dipelajari dan dimanfaatkan oleh para Pramuka seperti penjernihan dengan menggunakan filter bahan-bahan alami di bawah ini. Penggunaan teknologi yang tepat akan

Pembina Pramuka : Fungsi, Peran & Model Pembawaannya

Gambar
Funqsi dan Peran Pembina Pramuka Dalam menjalankan tugas sebagai pendidik yang menggunakan alam bebas sebagai sarana belajar, "Pembina" mempunyai beberapa fungsi dan peran. Fungsi-fungsi ini seringkali tidak dapat dipisahkan antara fungsi yang satu dengan fungsi yang lainnya serta digunakan bersamaan pada waktu dan saat yang tepat. Fungsi dan Peran Pembina tersebut adalah : Pengamat : Tugas seorang Pembina untuk mengamati dan memantau perkembangan dan tingkah laku individu dan dinamika kelompok. Dalam proses pengamatan ini, seorang pembina tentunya harus menyadari pentingnya membawa "note book" yang berguna untuk mencatat hal-hal yang penting selama pengamatan berlangsung. Keterampilan Pembina : Seorang pembina harus memastikan bahwa dalam melakukan kegiatan di alam bebas dapat berjalan dengan aman (berkemah, mendaki gunung, memanjat, rafting, snorkeling, dan sebagainya). Penjaga Keamanan : Memastikan bahwa peserta/kelompok selalu dalam keadaan aman.

Morse Dalam Kegiatan Kepramukaan

Gambar
  Pengantar  Sebelum ditemukan Morse oleh Samuel Finley Breese Morse pada tahun 1832, sudah banyak cara yang dilakukan oleh manusia untuk menyampaikan berita dengan cepat dari satu tempat ketempat lain. Cara pertama dilakukan oleh Homerus Ilias yang menggunakan api yang berasap, yang disusun menurun kode-kode berita seperti yang dilakukan oleh suku Indian Amerika. Selanjutnya ditemukan alat tilgram yang menggunakan ketukan-ketukan suara yang diatur panjang dan pendek untuk rnengirirn berita. Juga dipergunakan isyarat cahaya untuk mengirimkan berita yang dimengerti oleh markonis-markonis seluruh dunia. Pada tahun 1832 Morse merancang sebuah alat Telegraf yang pertama, dan pada tahun 1844 terjadilah hubungan telegraf yang pertama kali di dunia antara kota Baltimore dengan Washington, tepatnya pada tangal 27 Mei 1844. Kode-kode Morse untuk mengirim berita sederhana sekali yaitu berupa alfabet Morse yang mudah dimengerti  dan dipelajari Alfabet Morse   Alat unt

Boediono (Wapres RI - Waka Mabinas GP 2009 - 2014) : Pendidikan Kunci Pembangunan

Gambar
PENDIDIKAN KUNCI PEMBANGUNAN Oleh : Kak Boediono - Waka Mabinas Gerakan Pramuka 2009 - 2014   PENGANTAR PENULIS   Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka,  Bagian Keempat, pasal   54 menjelasakan tentang kedudukan Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka. Di tingkat nasional disebut dengan  Majelis Pembimbing Nasional (Mabinas) diketuai oleh Presiden Republik Indonesia dan Wakil Ketua biasanya dijabat oleh Wakil Presiden. Susunan Pengurus Mabinas biasanya terdiri dari Ketua, Ketua harian (apabila diperlukan). . Wakil ketua,  S ekretaris, dan Anggota sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Kak Boediono merupakan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2009-2014 sekaligus menjabat sebagai Wakil Ketua Mabinas Gerakan Pramuka. Kak Boediono juga seoarang akademisi, Guru Besar Fakultas Ekonomi UGM. Nama lengkap Beliau  adalah  Prof. Dr. H. Boediono, B.Sc., M.Ec. Tempat lahir Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943.  Sebelum menjadi Wapres Kak Boediono pernah pernah menjabat sebagai

Metode Discovery & Penanaman Nilai-nilai Kode Kehormatan Pramuka (Contoh Penerapan)

Gambar
Pengantar Mengacu pada AD/ART Gerakan Pramuka,  Kode Kehormatan Pramuka terdiri dari janji yang disebut satya (tri satya dan dwi satya) dan ketentuan moral  yang disebut darma (dasa darma dan dwi darma). Kode kehormatan sebagai ketentuan moral  merupakan  budaya organisasi Gerakan Pramuka yang melandasi sikap dan perilaku setiap anggota Gerakan Pramuka dalam melaksanakan kegiatan berorganisasi. ( Selengkapnya lihat entri :  Kode Kehormatan Pramuka) . Salah satu tugas Pembina Pramuka adalah menanamkan nilai-nilai  yang terkandung dalam kode kehormatan agar dapat dipahami, dihayati dan diamalkan oleh para Pramuka. Bahkan Pendidikan Kepramukaan sebagai pendidikan karakter pada hakikatnya merupakan upaya penanaman nilai-nilai yang terkandung dalam kode kehormatan dimaksud secara terus menerus. Banyak metode yang bisa digunakan oleh para Pembina untuk menanamkan nilai-nilai Kode Kehormatan Pramuka, salah satu diantaranya adalah metode discovery. Meski metode ini awalnya  digu

Metode Discovery untuk Latihan Pramuka yang Menyenangkan

Gambar
Pengantar Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan  lingkungan sosial budaya melahirkan aspirasi-aspirasi baru didalam kehidupan umat manusia. Aspirasi-aspirasi baru itu juga terjadi pada para peserta didik Gerakan Pramuka. Sejalan dengan itu maka  lingkungan dan proses pendidikan kepramukaan perlu terus dikembangkan dan diinovasi dengan berbagai cara. Salah satunya adalah inovasi dibidang metode dan materi latihan kepramukaan agar sejalan dengan tuntutan zaman yang terus berubah tersebut. Metode pendidikan  merupakan salah satu kunci sukses untuk mencapai tujuan pendidikan. Metode pendidikan kepramukaan yang menekankan pentingnya penciptaan “kegembiraan lingkungan  belajar”  membutuhkan kreativitas, inisiatif dan sikap inovatif para Pembina Pramuka. “Kegembiraan lingkungan belajar  & latihan” merupakan atmosfer yang perlu diciptakan oleh para Pembina Pramuka melalui pemilihan dan penggunaan metode pembelajaran yang menantang, partisipatif, interaktif, me