Untuk mengembangkan pendidikan karakter berbasis peran maka harus dikembangkan sebuah ekosistem pendidikan yang komprehensif. Salah satu elemen ekosistem dimaksud adalah menempatkan dengan tepat apa itu pendidikan karakter, soft skill, life skill dan hard skill.
Pendidikan Kepramukaan seringkali terjebak pada pengajaran Hard Skill (seperti pioneering, navigasi, kerajinan tangan, bank sampah, dll) yang kasat mata, namun melupakan bahwa Hard Skill tanpa Karakter adalah alat yang bisa berbahaya. Sebaliknya, Karakter tanpa Soft Skill dan Life Skill akan membuat seseorang menjadi orang baik yang tidak berdaya di tengah masyarakat.
Analogi Pohon Kelapa ini sangat tepat digunakan untuk mengembangkan kurikulum atau materi pendidikan kepramukaan ke depan.
Akar pohon kelapa, melambangkan komponen “karakter” yaitu Sifat batin yang memengaruhi pikiran, perasaan, dan perbuatan. Karakter akan membantu peserta didik menjawab pertanyaan "Siapa Saya sebenarnya". Pendidikan Karakter dilakukan melalui internalisasi Satya dan Darma Pramuka seperti keimanan, cinta tanah air, hemat dan cermat, dapat dipercaya, dsb.
Batang dan Pelapah pohon kelapa, melambangkan komponen “Soft Skill” yaitu Kemampuan interpersonal dan intrapersonal untuk berinteraksi dalam kehidupan sosial. Soft Skill akan membantu peserta didik menjawab "Bagaimana Saya Berhubungan dengan lingkungan sosial maupun professional saya". Pendidikan Soft Skill dilaksanakan melalui penanaman sikap dan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, kerjasama, empati, berfikir kreatif, dsb.
Buah dan air Kelapa, melambangkan komponen “life skill” yaitu Keterampilan praktis untuk bertahan hidup dan mandiri. Life Skill membantu peserta didik menjawab "Bagaimana Saya Bertahan & Berfungsi dalam lingkungan sosial maupun professional saya". Pendidikan life skill dilakukan melalui pengembangan keterampilan literasi digital, penguasaan bahasa asing, mengelola keuangan, mengelola adminsitrasi satuan, menejemen waktu, P3K, dsb.
Dauan dan Tempurung Kelapa, melambangkan komponen “Hard Skill” yaitu Kemampuan teknis spesifik yang bisa diukur. Hard Skill akan membantu peserta didik menjawab "Apa yang Saya Bisa Lakukan Secara Teknis agar saya bisa mandiri dan bermanfaat untuk orang lain". Pendidikan Hard Skill dilakukan melalui desain visual, olah data, content creator, pionering, videografi, coding, kerajinan tangan, dsb.
Seringkali Gerakan Pramuka sibuk memperindah Daun (Pencapaian Hard Skill) agar terlihat hijau di mata orang lain, namun lupa menyiram Akar (Karakter) yang tersembunyi di dalam tanah. Padahal, saat badai ketidakpastian datang, bukan indahnya daun yang menyelamatkan pohon agar tidak tumbang, melainkan kuatnya cengkeraman akar pada tanah kejujuran, daya juang dan keimanan.
Selamat berlatih
Ditulis oleh: Anis Ilahi - dari beragam sumber.

Posting Komentar